Pengertian Perbedaan Bangsa dan Negara Menurut Para Ahli

Posted on

Nyaris sebagian besar dari kita pasti telah tidak asing dengan sebutan bangsa serta negeri. Kedua kata tersebut kerap digunakan berdampingan dengan kata Indonesia. Bila dicermati ikatan antara bangsa serta negeri tidak telepas dari terdapatnya warga yang terletak pada sesuatu daerah. Manusia selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain dalam menempuh kehidupan tiap harinya. Oleh karena itu, manusia hidup secara berkelompok baik dalam kelompok kecil semacam keluarga, sampai kelompok besar semacam menjajaki suatu organisasi, komunitas, maupun kelompok di suatu area.

Pengertian Negara

Secara etimologis negeri berasal dari bahasa asing Staat( Belanda) ataupun State( Inggris), keduanya mengadopsi dari bahasa Latin status ataupun statum yang dimaksud selaku suatu kondisi yang menampilkan watak ataupun kondisi tegak serta senantiasa.

Negeri ialah organisasi yang didalamnya terdapat rakyat, daerah yang permanen, serta pemerintah yang berdaulat ke dalam ataupun ke luar.

Dalam makna luas, negeri merupakan kesatuan sosial yang diatur secara konstitusional buat mewujudkan kepentingan bersama.

Pengertian Negeri Bagi Para Ahli

Berikut ini ada sebagian komentar dari para pakar tentang negeri, antara lain:

  • Menurut Budiardjo

Negeri merupakan perlengkapan( agency) dari warga yang memiliki kekuasaan buat mengendalikan hubungan- hubungan manusia dalam warga serta menertibkan tanda- tanda kekuasaan dalam warga.

  • Menurut Jutmini dkk

Negeri ialah wujud organisasi dari warga ataupun kelompok orang yang memiliki kekuasaan mengendalikan ikatan, menyelenggarakan kedisiplinan serta menetapkan tujuan- tujuan dari kehidupan bersama.

  • Menurut Roger H. Soultau

Negeri merupakan agen ataupun kewewenangan yang mengendalikan ataupun mengatur persoalan- persoalan bersama atas nama warga.

  • Menurut Harold J. Laski

Negeri merupakan sesuatu warga yang diintegrasikan sebab memiliki wewenang yang bertabiat memforsir serta yang secara legal lebih berkuasa daripada orang ataupun kelompok yang meruapakn bagian dari warga.

  • Menurut Max Weber

Negeri merupakan sesuatu warga yang memiliki dominasi dalam pemakaian kekerasan raga secara legal dalam suatu daerah.

  • Menurut Robert Meter. Maclever

Negeri merupakan asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam sesuatu warga dalam sesuatu daerah dengan bersumber pada sistem hukum yang diselenggarakan oleh sesuatu pemerintah yang buat iktikad tersebut diberi kekuasaan memforsir.

Tugas- Tugas Negara

Berikut ini ada sebagian tugas- tugas dalam negeri, antara lain:

  1. Mengatur serta mengendalikan tanda- tanda kekuasaan yang asosial, ialah yang berlawanan satu sama lain, biar tidak menajadi antagonis yang membahayakan;
  2. Mengorganisir serta mengintegrasikan aktivitas manusia serta golongan- golongan ke arah tercapainya tujuan- tujuan dari warga sepenuhnya. Negeri memastikan gimana kegiatan- kegiatan asosiasi- asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain serta ditunjukan kepada tujuan nasional.

Bersumber pada Teori Oppenheim Lauterpacht, berikut ini merupakan unsur- unsur pembuat negeri:

  • Rakyat yang bersatu

Rakyat ialah faktor terutama dalam suatu negeri, sebab rakyat merupakan subjek serta sekalian objek dari kekuasaan sesuatu negeri.

  • Wilayah ataupun wilayah

Daerah sesuatu negeri ialah tempat tinggal untuk rakyat serta sekalian jadi tempat berdirinya sesuatu negeri.

Daerah negeri meliputi daratan, perairan, hawa, ekstrateritorial, serta batasan daerah negeri tersebut.

  • Pemerintah yang berdaulat

Pemerintah yang berdaulat diperlukan supaya dapat berkuasa mengendalikan rakyatnya serta tidak dirongrong oleh negeri lain.

  • Pengakuan dari negeri lain
Baca :  contoh explanation text Pengertian, Tujuan dan struktur

Pengakuan dari negeri lain dibagi jadi 2, ialah de jure serta de facto.

De jure berarti kalau sesuatu negeri diakui sebab sudah penuhi persyaratan yang diatur oleh hukum internasional.

Sebaliknya de facto merupakan sesuatu negeri diakui sebab sudah penuhi unsur- unsur pembuat negeri.

Pengertian Bangsa

Bangsa dalam makna sosiologis antropologis merupakan persekutuan hidup yang berdiri sendiri serta masing- masing anggota persekutuan hidup tersebut terikat oleh satu kesatuan ras, bahasa, agama, serta adat istiadat. Bangsa dalam makna sosiologis antropologis diikat oleh ikatan- ikatan, semacam kesatuan ras, tradisi, sejarah, adat istiadat, bahasa, agama ataupun keyakinan, serta wilayah.

Sedangkan dalam makna politis, bangsa merupakan sesuatu warga dalam sesuatu wilayah yang sama serta mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya selaku sesuatu ke- kuasaan paling tinggi ke luar serta ke dalam. Bangsa dalam makna politik diikat oleh suatu organisasi kekuasaan ataupun politik, ialah negeri beserta pemrintahnya. Mereka diikat oleh satu kesatuan daerah nasional, hukum, serta perundang- undangan yang berlaku.

Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli tentang bangsa, antara lain:

  • Menurut Rawink

Bangsa adalah sekumpulan manusia yang bersatu pada satu wilayah dan memunyai keterikatan dengan wilayah tersebut. Dengan batas teritori tertentu dan terletak dalam geografis tertentu.

  • Menurut Otto Bauer

Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakteristik (nasib).

  • Menurut Ki Bagoes Hadikoesoemo

Lebih menekankan pengertian bangsa pada persatuan antara orang dan tempat.

  • Menurut Jalobsen dan Libman

Bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan (Politic unity).

  • Menurut Hans Kohn

Bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah.

  • Menurut F. Ratzel

Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggal (geolitik).

  • Menurut Ernest Renan

Bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama (Sejarah & cita-cita).

  • Menurut Guibernau

Bangsa adalah negara kebangsaan memiliki unsur-unsur penting pengikat, yaitu: psikologi (sekelompok manusia yang memiliki kesadaran bersama untuk membentuk satu kesatuan masyarakat (adanya kehendak untuk hidup bersama), kebudayaan (merasa menjadi satu bagian dari suatu kebudayaan bersama), teritorial (batas wilayah atau tanah air), sejarah dan masa depan (merasa memiliki sejarah dan perjuangan masa depan yang sama), dan politik (memiliki hak untuk menjalankan pemerintahan sendiri).

  • Menurut Rudolf Kjellen

Membuat suatu analogi atau membandingkan bangsa dengan suatu organisme biotis dan menyamakan jiwa bangsa dengan nafsu hidup dari organisme termaksud. Suatu bangsa mempunyai dorongan kehendak untuk hidup, mempertahankan dirinya dan kehendak untuk berkuasa.

  • Menurut Benedict Anderson

Mengatakan bahwa bangsa lebih mengacu kepada pemahaman atas suatu masyarakat yang mempunyai akar sejarah yang sama dimana praxis pengalaman atas penjajahan begitu kental dirasakan oleh masyarakat terjajah dan semakin lama akan semakin mengkristalkan pengalaman atas rasa solidaritas kebersamaan yang tinggi diantara mereka.

  • Menurut KBBI

Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi.

  • Menurut Nandang

Menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah, atau sekum-pulan manusia yang membentuk kesatuan berlandaskan kesamaan identitas dan cita-cita serta persamaan nasib dalam sejarah.

Teori terbentuknya suatu bangsa

ada dua, yaitu:

  • Secara objektif, sebab terdapatnya kesamaan bahasa, agama, adat istiadat, daerah, serta institusi.
  • Secara subjektif, sebab terdapatnya sesuatu perilaku, anggapan, serta sentimen.
Baca :  Pengertian Sejarah Teknik Dasar Olahraga Bowling

Bagi Friedrich Hertz( Jerman), terjadinya sesuatu bangsa dipengaruhi oleh 4 faktor berikut ini:

1.Terdapatnya kemauan buat menggapai kesatuan nasional yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi, serta solidaritas.

2.Terdapatnya kemauan buat menggapai kemerdekaan serta kebebasan nasional seluruhnya, ialah leluasa dari dominasi serta campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya.

3.Terdapatnya kemauan hendak kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian ataupun kekhasan.

Contohnya merupakan menjunjung bahasa nasional yang mandiri.

4.Terdapatnya kemauan buat menonjol ataupun unggul di antara bangsa- bangsa yang lain dalam mengejar kehormatan, pengaruh, serta prestise.

Kriteria yang sudah disebutkan di atas ialah salah satu faktor terjadinya bangsa serta negeri Indonesia.

Dimana ada kemauan buat menggapai kesatuan nasional yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi serta solidaritas.

Tidak hanya itu, secara tegas Bangsa Indonesia pula mempunyai unsur- unsur semacam berikut:

  • Cita- cita bersama ialah perjuangan dengan pandangan hidup Pancasila buat melindungi segenap bangsa Indonesia serta segala tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan universal, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta turut melakukan kedisiplinan dunia yang bersumber pada kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial.
  • Sejarah hidup bersama ialah terpaut pengalaman dijajah Belanda serta Jepang yang menimbulkan rasa senasib serta sepenanggungan.
  • Adat istiadat serta kebudayaan, ialah bermacam berbagai kebudayaan wilayah yang jadi modal buat membangun kebudayaan nasional.
  • Kepribadian serta perangai yang sama, contohnya merupakan semangat gotong royong, perilaku sopan santun, ramah, serta religius yang dapat jadi wujud jati diri Bangsa Indonesia.
  • Menempati daerah tertentu, ialah terletak di daerah kepulauan Indonesia yang dalam masa penjajahan Belanda diketahui dengan sebutan Nederlands Indie, dari Sabang hingga Merauke.
  • Mempunyai pemerintahan yang berdaulat, ialah pemerintahan republik bersumber pada Pancasila serta UUD 1945.

Perbedaan Negara dan Bangsa

  1. Perbandingan Pengertian

Saat sebelum mengenali perbandingan dari bangsa serta negeri kita butuh mengenali penafsiran dari kedua kata tersebut.

Bangsa :

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bangsa merupakan kelompok warga yang bertepatan dalam asal generasi, adat, bahasa dan sejarahnya apalagi berpemerintahan sendiri.

Sebutan bangsa tumbul sebab hakikat manusia selaku makhluk orang sekalian makhluk sosial menempatkan keberadaannya pada kebersamaan. Apalagi bangsa memiliki 2 penafsiran ialah secara geneologis- antropologis dan bangsa dalam konteks politik.

Bangsa dalam geneologis- antropologis ialah bangsa yang bertabiat alamiah, berbentuk sekelompok orang yang mempunyai kesatuan asal generasi, bahasa yang diikat atas bawah persamaan darah maupun gen yang terletak pada sesuatu kawasan tertentu.

Sebaliknya bangsa dalam politik ialah sekelompok orang yang memiliki rasa serta jalinan kesatuan bersumber pada pada kesamaan cita- cita, tujuan, nasib sehingga mendesak mereka supaya hidup bersama dalam daerah tertentu demi kelangsungan hidup serta eksistensinya.

Negara :

Bagi Profesor. Miriam Budihardjo negeri ialah organisasi yang terletak dalam sesuatu daerah bisa memaksakan kekuasaannya secara legal terhadap seluruh kalangan kekuasaan yang lain dan bisa menetapkan tujuan- tujuan dari kehidupan tersebut.

Penafsiran lain tentang negeri ialah sesuatu daerah tertentu yang di dalamnya ada rakyat serta pemerintahan yang legal. Negeri pula bisa dimaksud selaku kelompok sosial yang menduduki daerah ataupun sesuatu wilayah tertentu yang diorganisasi di dasar lembaga politik serta pemerintah, mempunyai kesatuan politik, dan berdaulat sehingga berhak memastikan tujuan nasional.

  1. Perbandingan Unsur- Unsur
Baca :  Proses Pembekuan Darah, Fungsi, Penyebab

Baik bangsa serta negeri mempunyai unsur- unsur tertentu yang menjadikan sesuatu kelompok warga ataupun daerah bisa dikatakan selaku bangsa serta negeri.

Bangsa :

Untuk sekelompok warga bisa dikatakan jadi suatu bangsa apabila penuhi unsur- unsur berikut:

  • Mempunyai bahasa, struktur sosial, serta sistem politik yang dikehendaki.
  • Mempunyai asal- usul dalam sejarah bersama dalam sesuatu wujud jalinan maupun sentimen kolektif.
  • Terdapat daerah selaku ruang hidup tempat tinggal dan mencari nafkah buat kelangsungan hidup.
  • Mempunyai dan menampilkan bukti diri kolektif yang sudah jadi atribut dari suatu budaya sehingga bisa membedakannya dengan bangsa yang lain.

Di Indonesia sendiri, unsur- unsur terjadinya bangsa wajib penuhi sebagian ketentuan ialah:

  • Suku Bangsa, kalangan sosial spesial yang bertabiat askriptif( sudah terdapat semenjak lahir) serta sama dengan corak kalangan pada tipe kelamin serta umur.
  • Kebudayaan
  • Agama, terdapat 6 agama yang diakui di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, serta Konghuchu.
  • Bahasa, sistem lambang yang dibangun dari unsur- unsur bunyi perkataan manusia serta digunakan selaku fasilitas berhubungan antar manusia.

Negara :

Tidak berbeda jauh dengan bangsa, sesuatu daerah bisa dikatakan selaku negeri apabila terpenuhi unsur- unsur negeri. Faktor tersebut antara lain:

  • Terdapat Wilayah

Buat membangun suatu negeri pasti diperlukan daerah yang tersusun atas daerah darat, laut, serta hawa selaku satu kesatuan. Tetapi untuk daerah yang terletak jauh dari laut pasti saja tidak memerlukan daerah lautan.

Di dalam daerah negeri tersebut seperti itu rakyat menempuh kehidupan selaku masyarakat negeri serta pemerintah melakukan gunanya.

  • Terdapat Rakyat

Tanpa terdapatnya orang selaku rakyat di dalam sesuatu negeri pasti sesuatu pemerintahan tidak bisa berjalan. Rakyat pula berperan selaku sumber energi manusia dalam melaksanakan kegiatan kehidupan tiap hari.

  • Terdapat Pemerintah

Pemerintah dimaksud selaku sekumpulan orang- orang yang memelola kewenangan serta kebijakan buat mengambil keputusan dan melakukan kepemimpinan serta koordinasi pemerintahan pada pembangunan warga serta daerah yang membentuk suatu lembaga di tempat mereka terletak.

  • Pengakuan Dari Negeri Lain

Terdapatnya pengakuan dari negeri lain jadi faktor yang menguatkan keberadaan dari sesuatu negeri. Perihal ini meyakinkan kalau sesuatu negeri sudah berdiri serta diketahui oleh negara- negara yang lain.

Pengakuan dari negeri lain sendiri dibagi jadi 2 ialah secara de facto ialah pengakuan bersumber pada realitas yang sudah terdapat serta kenyataan bila sesuatu negeri sudah berdiri, dan secara de jure ialah pengakuan bersumber pada statment formal hukum internasional.

  1. Perbandingan Pembentuknya

Bangsa tercipta dari terdapatnya keberadaan sekelompok orang yang memiliki kesamaan semacam agama, ras, adat istiadat, serta bahasa.

Sebaliknya negeri tercipta dari sekelompok orang yang terletak pada sesuatu daerah tertentu yang sudah diatur oleh hukum serta pemerintah.

  1. Perbandingan Anggota di Dalamnya

Untuk bangsa anggota cuma terikat oleh kesamaan tertentu serta tidak terdapat fakta dokumentasi maupun bukti diri. Sebaliknya anggota di negeri wajib memiliki kesamaan dengan fakta bukti diri yang jelas.

  1. Perbandingan Batasan Wilayah

Bangsa memiliki daerah yang tidak disepakati oleh hukum. Buat negeri ada batas daerah yang jelas serta sudah diatur keberadaannya.

  1. Perbandingan Sifat

Bangsa mempunyai watak membagikan kebebasan terhadap segala anggota sehingga tidak terikat. Buat negeri memiliki watak terikat serta memforsir.

Bagikan di Sosial Media