Pengertian Sejarah Fungsi Tujuan PMI Palang Merah Indonesia

Posted on

Manusia secara umum dan menurut kodratnya adalah makhluk sosial yang memerlukan hubungan dengan sesama untuk dapat hidup di bumi ini. Seorang individu tidak dapat bertahan sendirian tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Namun, pada zaman sekarang, banyak orang yang kurang melakukan sosialisasi dengan masyarakat, sehingga menyebabkan mereka berperilaku secara individual.

Seiring berjalannya waktu, jarak antar individu semakin meningkat karena kurangnya interaksi sosial. Meskipun demikian, sebagian orang membentuk kelompok atau perkumpulan yang terdiri dari individu yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat secara luas. Salah satu contoh perkumpulan tersebut adalah Palang Merah Indonesia (PMI).

PMI merupakan organisasi yang didirikan untuk membantu sesama dan memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat. Organisasi ini memiliki tujuan mulia untuk membantu korban bencana alam, memberikan bantuan kesehatan, serta melakukan kegiatan sosial lainnya. Dengan menjadi anggota PMI, seseorang dapat ikut berperan dalam membangun kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Penting untuk lebih memahami peran PMI dalam membantu sesama dan masyarakat luas. Dengan demikian, kita dapat lebih mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh perkumpulan ini untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi semua.

Pengertian PMI

PMI atau Palang Merah Indonesia merupakan sebuah organisasi perhimpunan sosial di Indonesia yang fokus pada bidang sosial kemanusiaan. Organisasi ini didirikan dengan tujuan memberikan bantuan dan dukungan kepada individu atau kelompok yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat dan bencana alam.

Salah satu karakteristik utama dari Palang Merah Indonesia adalah netralitasnya. PMI tidak memihak pada golongan politik, ras, suku, atau agama tertentu. Prinsip ini memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakangnya, dapat menerima bantuan dan dukungan yang dibutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, PMI juga menunjukkan kebijakan tanpa diskriminasi. Meskipun tidak melakukan pembedaan, organisasi ini selalu mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya. Hal ini menunjukkan komitmen PMI untuk memberikan bantuan dengan cepat dan efisien kepada mereka yang membutuhkan, tanpa melihat perbedaan apapun. Dengan demikian, PMI menjadi salah satu pilar utama dalam upaya kemanusiaan di Indonesia.

7 Prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional :

  • Kemanusiaan (Humanity)
  • Kesamaan (Imparliality)
  • Kenetralan (Neutrality)
  • Kemandirian (Independence)
  • Kesukarelaan (Voluntary Service)
  • Kesatuan (Unity)
  • Kesemestaan (Universality)

Tujuan PMI

  • Mewujudkan PMI yang berfungsi baik di berbagai tingkatan, baik dalam pelaksanaan kebijakan, peraturan organisasi, sistim dan prosedur yang ditetapkan.
  • Meningkatkan kapasitas sumber daya organisasi PMI di berbagai tingkatan, baik sumber daya manusia dan sarana prasarana yang diperlukan dalam operasi penanganan bencana di seluruh wilayah Indonesia.
  • Meningkatkan ketahanan masyarakat untuk mengurangi risiko dan dampak bencana serta penyakit.
  • Meningkatkan pelayanan darah yang memadai, aman dan berkualitas di seluruh Indonesia.
  • Memperkuat hubungan kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menjalankan mandat dan fungsi PMI di bidang kemanusiaan.
  • Meningkatkan kemitraan yang berkesinambungan dengan sektor publik, swasta, mitra gerakan, lembaga donor dan pemangku kepentingan lainnya di semua tingkatan dalam melayanai masyarakat.
  • Meningkatkan akuntabilitas PMI sebagai organisasi kemanusiaan di tingkat Nasional maupun Internasional.
  • Meningkatkan pemahaman seluruh elemen masyarakat tentang nilai-nilai kemanusiaan, prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah / Bulan Sabit Merah serta Hukum Perikemanusiaan Internasional melalui upaya komunikasi, edukasi dan diseminasi.
  Pengertian Apresiasi Seni Rupa : Karya Contoh Tipe Tahapan

Fungsi PMI

Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki berbagai fungsi yang sangat penting dalam konteks kemanusiaan dan bantuan sosial di Indonesia. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari PMI:

  • Bantuan Kesehatan Darurat: PMI memiliki peran penting dalam memberikan bantuan kesehatan darurat kepada korban bencana alam, konflik, atau situasi krisis lainnya. Mereka menyelenggarakan pelayanan medis, membantu evakuasi, dan menyediakan peralatan medis serta obat-obatan yang dibutuhkan.
  • Penanganan Bencana Alam: PMI terlibat aktif dalam penanganan bencana alam. Mereka memberikan bantuan langsung kepada korban bencana, termasuk penyediaan makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan peralatan lainnya. Selain itu, PMI juga terlibat dalam kegiatan pemulihan pasca-bencana untuk membantu masyarakat membangun kembali hidup mereka.
  • Penyuluhan Kesehatan Masyarakat: PMI tidak hanya memberikan bantuan fisik tetapi juga terlibat dalam penyuluhan kesehatan masyarakat. Mereka menyebarkan informasi tentang praktik kesehatan yang baik, pencegahan penyakit, dan kebersihan kepada masyarakat.
  • Donor Darah: Sebagai organisasi yang berperan dalam kesehatan masyarakat, PMI juga aktif dalam kegiatan donor darah. Mereka mengorganisir acara-acara donor darah untuk memastikan pasokan darah yang memadai bagi penderita yang membutuhkannya.
  • Pelatihan Pertolongan Pertama: PMI menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama untuk masyarakat umum. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat, yang dapat menjadi kunci keselamatan jiwanya.
  • Bantuan Sosial: Selain fokus pada aspek kesehatan, PMI juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pemberian paket sembako, pakaian, dan barang kebutuhan lainnya kepada keluarga yang kurang mampu atau terdampak oleh bencana.

Dengan fungsi-fungsi tersebut, PMI menjadi pilar penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat Indonesia dan memberikan dukungan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dalam situasi-situasi sulit.

  Pengertian Geomorfologi Tujuan Manfaat Penjelasan Lengkap

PERISTIWA PENTING PMI

  • Tanggal 16 Januari 1950, dikeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 25 / 1950 tentang pengesahan berdirinya Palang Merah Indonesia.
  • Tanggal 15 Juni 1950, Palang Merah Indonesia diakui oleh International Committee of The Red Cross (ICRC).
  • Tanggal 16 Oktober 1950, PMI diterima menjadi anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) dengan keanggotaan No. 68.

Sejarah PMI di Dunia

Palang Merah atau Red Cross adalah gerakan kemanusiaan internasional yang pertama kali muncul di awal abad ke-19. Berikut adalah sejarah Red Cross atau Palang Merah di dunia:

1.Ditemukannya oleh Henry Dunant (1863):

  • Gerakan Palang Merah pertama kali diilhami oleh seorang pebisnis Swiss, Henry Dunant, pada tahun 1863. Dunant menyaksikan penderitaan para prajurit yang terluka dalam Pertempuran Solferino di Italia.

2.Konsep Dasar Palang Merah (1864):

  • Pada tahun 1864, Konvensi Jenewa Pertama diselenggarakan, di mana prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah ditetapkan. Konvensi ini menciptakan dasar hukum untuk perlindungan korban perang dan orang-orang yang memberikan bantuan.

3.Didirikannya Palang Merah Nasional (1876):

  • Gerakan Palang Merah nasional pertama didirikan di negara-negara seperti Jerman dan Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Palang Merah Nasional bertanggung jawab untuk menyusun bantuan dalam negeri dan membantu pemerintah dalam situasi darurat.

4.Dunia Menyaksikan Organisasi Internasional (1919):

  • Setelah Perang Dunia I, Liga Nasional untuk Persatuan Kemanusiaan (League of Red Cross Societies) didirikan pada tahun 1919 di Jenewa. Organisasi ini bertujuan untuk bekerja sama secara internasional dalam bidang kemanusiaan.

5.Pertumbuhan dan Perkembangan Selama Perang Dunia II:

  • Selama Perang Dunia II, Palang Merah sangat aktif dalam memberikan bantuan kepada para tawanan perang dan korban perang. Aktivitas ini memperkuat citra dan peran Palang Merah di seluruh dunia.

6.Palang Merah Menjadi Gerakan Internasional (1980-an):

  • Pada tahun 1983, Liga Nasional untuk Persatuan Kemanusiaan berganti nama menjadi Federasi Internasional dari Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Hal ini mencerminkan fokus yang semakin luas dan internasional dari gerakan tersebut.

7.Peran dalam Konflik dan Bencana Kontemporer:

  • Palang Merah terus berperan dalam penanganan konflik bersenjata, bencana alam, dan krisis kemanusiaan kontemporer. Organisasi ini bekerja di seluruh dunia untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan perlindungan kepada mereka yang membutuhkan.

8.Nobel Perdamaian:

  • Palang Merah secara kolektif menerima Hadiah Perdamaian Nobel tiga kali, pada tahun 1917 dan 1944 bersama dengan Bulan Sabit Merah, dan pada tahun 1963 setelah perubahan nama menjadi Federasi Internasional.
  Cara Daftar BPJS Kesehatan Secara Online & Syarat

Sejarah Palang Merah di dunia mencerminkan evolusi peran dan tanggung jawabnya dalam menyediakan bantuan kemanusiaan dan perlindungan bagi mereka yang membutuhkan, di tengah-tengah perubahan dunia dan konflik yang berkelanjutan.

Sejarah PMI di Indonesia

Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki sejarah yang panjang dan kaya, mencerminkan kontribusinya yang besar dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan sosial di Indonesia. Berikut adalah sejarah PMI di Indonesia:

1.Pendirian PMI (1934):

  • PMI didirikan pada tanggal 17 September 1934, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Pendiri utama PMI adalah Raden Soetomo, dr. Soetomo, dan Soewarsih Djojopoespito. Mereka membentuk PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada pelayanan sosial dan bantuan dalam situasi darurat.

2.Peran Selama Perang Dunia II (1942-1945):

  • Selama pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II, PMI tetap aktif memberikan bantuan medis dan kemanusiaan kepada masyarakat. Ini mencakup penyediaan perawatan medis kepada tawanan perang dan korban perang.

3.Kemerdekaan Indonesia dan Reorganisasi PMI (1945-1946):

  • Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, PMI diakui sebagai organisasi yang sah oleh pemerintah Indonesia. Organisasi ini mengalami reorganisasi untuk lebih mendukung pembangunan nasional dan pelayanan kemanusiaan.

4.Bantuan Korban Bencana dan Konflik Bersenjata (1950-an – 1990-an):

  • PMI aktif terlibat dalam memberikan bantuan kepada korban bencana alam dan konflik bersenjata yang terjadi di Indonesia, seperti bantuan gempa bumi, letusan gunung, dan konflik regional.

5.Keterlibatan dalam Gerakan Internasional (1950-an – sekarang):

  • Sejak awal keterlibatan Indonesia dalam gerakan Palang Merah Internasional, PMI terlibat dalam kegiatan internasional untuk mendukung bantuan kemanusiaan dan bekerja sama dengan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di negara-negara lain.

6.Program Donor Darah dan Pelayanan Kesehatan (1980-an – sekarang):

  • PMI memainkan peran penting dalam penyelenggaraan program donor darah di Indonesia dan menyediakan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk penyuluhan kesehatan dan pelatihan pertolongan pertama.

7.Keterlibatan dalam Penanganan Bencana Besar (2000-an – sekarang):

  • PMI telah secara aktif terlibat dalam penanganan bencana besar di Indonesia, seperti tsunami Aceh pada tahun 2004 dan bencana alam lainnya. Organisasi ini berperan dalam penyelenggaraan evakuasi, pemberian bantuan makanan dan obat-obatan, serta pemulihan pasca-bencana.

8.Penghargaan dan Pengakuan Internasional:

  • PMI telah mendapatkan pengakuan internasional untuk kontribusinya dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Selain itu, PMI menjadi bagian dari Federasi Internasional dari Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Sejarah PMI di Indonesia mencerminkan dedikasi dan kontribusi organisasi ini dalam menyediakan bantuan kemanusiaan dan pelayanan sosial, serta beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosial dan politik di Indonesia.