Pengertian Total Quality Management : Prinsip Elemen Menurut Para Ahli

Posted on

Total Quality Management adalah suatu pendekatan strategis dalam pengelolaan organisasi yang berfokus pada peningkatan kualitas, efisiensi, dan kolaborasi lintas departemen. Dengan melibatkan semua anggota organisasi dalam upaya mencapai keunggulan, TQM dapat membantu organisasi menghadapi tantangan bisnis dengan lebih baik dan mencapai performa yang lebih baik secara berkelanjutan.

Pengertian Total Quality Management (TQM)

Total Quality Management (TQM) adalah suatu pendekatan holistik dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas suatu organisasi yang melibatkan semua elemen, departemen, dan individu di dalamnya. Tujuan utama dari TQM adalah untuk mencapai keunggulan dalam semua aspek operasional dan produk layanan melalui pengoptimalan kualitas, efisiensi, serta kolaborasi antar bagian.

Pada dasarnya, TQM merangkul konsep bahwa setiap anggota organisasi memiliki tanggung jawab terhadap kualitas dan bahwa pengelolaan kualitas harus menjadi fokus utama dalam semua tahap proses bisnis. Pendekatan ini mencakup budaya kerja yang berfokus pada pembelajaran berkelanjutan, peningkatan berkelanjutan, dan pemberdayaan anggota organisasi untuk berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih baik.

Pengertian total quality management menurut para ahli

  1. W. Edwards Deming: W. Edwards Deming adalah seorang ahli statistik dan manajemen kualitas yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan konsep Total Quality Management. Baginya, TQM adalah pendekatan manajemen yang berfokus pada perbaikan berkelanjutan melalui pengendalian proses, pelibatan karyawan, pengumpulan dan analisis data, serta komitmen manajemen terhadap kualitas.
  2. Joseph M. Juran: Joseph Juran merupakan tokoh penting dalam pengembangan konsep TQM. Bagi Juran, TQM adalah pendekatan sistematis yang melibatkan manajemen atas, karyawan, dan seluruh organisasi dalam usaha meningkatkan kualitas. Dia mempopulerkan konsep “triology of quality” yang melibatkan perencanaan kualitas, kontrol kualitas, dan perbaikan kualitas.
  3. Philip B. Crosby: Philip Crosby dikenal dengan konsepnya “zero defects” yang menekankan pentingnya mencapai nol cacat. Bagi Crosby, TQM adalah upaya menghindari cacat dari awal proses dengan cara melakukan hal dengan benar pada kali pertama. Ia juga mengedepankan konsep “cost of quality” yang mencakup biaya pencegahan cacat, biaya pengecekan, dan biaya cacat.
  4. Armand V. Feigenbaum: Armand Feigenbaum memperkenalkan istilah “Total Quality Control” (TQC), yang kemudian menjadi bagian integral dari Total Quality Management. Bagi Feigenbaum, TQC adalah usaha kolaboratif seluruh organisasi dalam mencapai kualitas yang diinginkan oleh pelanggan melalui kontrol dan perbaikan berkelanjutan.
  5. Kaoru Ishikawa: Kaoru Ishikawa dikenal dengan kontribusinya dalam penerapan alat-alat statistik dalam manajemen kualitas. Ia mengembangkan diagram Ishikawa (fishbone diagram) untuk menganalisis penyebab-penyebab masalah. Bagi Ishikawa, TQM adalah pendekatan yang melibatkan partisipasi semua karyawan dalam peningkatan kualitas serta penyelesaian masalah.
  Pengertian Gagasan Pokok Tujuan Fungsi Jenis Macam Contoh

Prinsip-Prinsip Total Quality Management

  • Orientasi Pelanggan: Fokus pada pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan dan harapan pelanggan, serta berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan yang memenuhi atau bahkan melebihi harapan tersebut.
  • Pemberdayaan Karyawan: Mengakui nilai dan kontribusi karyawan dalam proses pengambilan keputusan, serta memberi mereka otonomi dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas.
  • Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta: Pengambilan keputusan harus didasarkan pada data dan informasi yang akurat, bukan pada persepsi atau spekulasi semata.
  • Pendekatan Sistematis: Melihat organisasi sebagai satu kesatuan sistem yang terdiri dari berbagai elemen yang saling terkait. Perbaikan dalam satu bagian dapat berdampak pada keseluruhan sistem.
  • Pendekatan Berkelanjutan: TQM mengusulkan bahwa peningkatan kualitas harus menjadi budaya yang terus-menerus, bukan hanya proyek sementara.
  • Peningkatan Berdasarkan Data: Melakukan analisis data untuk mengidentifikasi permasalahan, mengukur kinerja, dan memantau perkembangan.
  • Kerjasama Tim: Mendorong kerjasama dan komunikasi yang efektif di antara tim dan departemen untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan bersama.
  • Manajemen Secara Prinsipal: Manajemen berperan sebagai penggerak dalam membangun budaya kualitas dan memberikan dukungan serta sumber daya yang diperlukan.

Elemen-Elemen Total Quality Management

  • Pendidikan dan Pelatihan: Investasi dalam pengembangan keterampilan karyawan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kualitas dan metodologi pengelolaan.
  • Perencanaan Kualitas: Merumuskan tujuan kualitas, strategi, dan langkah-langkah taktis untuk mencapai standar yang ditetapkan.
  • Pengendalian Kualitas: Memastikan bahwa proses dan produk sesuai dengan standar melalui pemantauan, pengukuran, dan pengendalian yang ketat.
  • Perbaikan Berkelanjutan: Mengidentifikasi peluang perbaikan, menerapkan perubahan, dan mengukur dampaknya untuk terus meningkatkan kualitas.
  • Manajemen Hubungan Pelanggan: Membangun dan menjaga hubungan yang kuat dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan mereka lebih baik.

Manfaat Total Quality Management

  • Peningkatan Kualitas Produk dan Layanan.
  • Penurunan Biaya Operasional.
  • Peningkatan Kepuasan Pelanggan.
  • Inovasi yang Lebih Baik.
  • Peningkatan Efisiensi Operasional.
  • Pengurangan Pemborosan (Waste).
  • Peningkatan Loyalitas Pelanggan.
  • Peningkatan Reputasi dan Citra Organisasi.
  Pengaruh Budaya Asing terhadap Budaya Lokal

Implementasi Total Quality Management

Implementasi Total Quality Management (TQM) merupakan perjalanan yang melibatkan berbagai tahap dan komitmen dari seluruh anggota organisasi. Berikut adalah langkah-langkah penting dalam menerapkan TQM:

  • Komitmen Manajemen Tertinggi: Kesuksesan implementasi TQM dimulai dari komitmen tingkat atas organisasi. Pemimpin harus memberikan dukungan penuh, sumber daya, dan motivasi kepada seluruh tim.
  • Penetapan Visi dan Tujuan Kualitas: Menetapkan visi jangka panjang dan tujuan spesifik terkait kualitas yang ingin dicapai. Visi ini harus menjadi panduan bagi seluruh anggota organisasi.
  • Pendidikan dan Pelatihan: Memberikan pelatihan kepada semua karyawan tentang konsep TQM, metodologi, dan teknik yang relevan. Ini membantu membangun pemahaman yang seragam tentang prinsip-prinsip TQM.
  • Pemetaan Proses Bisnis: Mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memahami proses bisnis organisasi. Ini membantu mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan dan optimalisasi.
  • Pengukuran dan Pemantauan Kinerja: Menetapkan indikator kinerja kualitas yang dapat diukur dan dipantau secara teratur. Data ini digunakan untuk mengukur kemajuan dan mengidentifikasi peluang perbaikan.
  • Pengendalian Kualitas: Menerapkan alat-alat dan teknik pengendalian kualitas, seperti diagram pareto, diagram alir proses, diagram sebab-akibat, dan lainnya untuk memastikan kualitas produk dan layanan.
  • Peningkatan Berkelanjutan: Menerapkan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk mengidentifikasi permasalahan, merencanakan solusi, menerapkan perubahan, dan memonitor hasilnya secara terus-menerus.
  • Pemberdayaan Karyawan: Memberi karyawan tanggung jawab dan otonomi untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah di tempat kerja mereka sendiri.
  • Penghargaan dan Pengakuan: Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada individu atau tim yang berkontribusi pada peningkatan kualitas atau inovasi.
  • Feedback Pelanggan: Mengumpulkan dan menganalisis umpan balik dari pelanggan untuk memahami kebutuhan dan ekspektasi mereka, serta mengidentifikasi area perbaikan.
  • Pengembangan Budaya Kualitas: Membangun budaya organisasi yang mendorong dan mendukung komitmen terhadap kualitas dalam semua aspek operasional.
  • Pembelajaran Berkelanjutan: Melakukan evaluasi rutin terhadap implementasi TQM, mengidentifikasi pelajaran yang didapat, dan melakukan perbaikan berdasarkan pengalaman.
  Tabel Perkalian 1-100 dan Cara Cepat Hafal disertai Gambar

Tantangan dalam Implementasi Total Quality Management

  • Perubahan Budaya Organisasi: Mengubah budaya organisasi dari orientasi tradisional ke fokus kualitas bisa sulit, karena melibatkan perubahan perilaku dan pandangan.
  • Komunikasi dan Keterlibatan Karyawan: Memastikan semua karyawan memahami dan mendukung TQM dapat menjadi tantangan, terutama dalam organisasi yang besar.
  • Investasi Waktu dan Sumber Daya: Implementasi TQM membutuhkan investasi waktu, tenaga, dan sumber daya yang signifikan, dan hasilnya mungkin tidak segera terlihat.
  • Resistensi terhadap Perubahan: Beberapa karyawan mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan dan resisten terhadap pengenalan metodologi baru.

Kesimpulan

Total Quality Management (TQM) adalah pendekatan terpadu untuk pengelolaan kualitas yang melibatkan seluruh organisasi dalam upaya mencapai keunggulan operasional dan produk layanan. Dengan komitmen, pelatihan, dan implementasi yang tepat, organisasi dapat membangun budaya kualitas yang kuat, mencapai kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, serta mempertahankan daya saing dalam lingkungan bisnis yang kompetitif.