Virus Corona : Penemu, Pencegahan, Pengertian, Vaksin

Posted on

Virus Corona : Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.Strategi upaya pencegahan pemerintah pun sangat penting dan vital dalam penyebaran virus corona ini, seperti langkah yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan sangatlah tepat dengan meliburkankan semua  kegiatan sekolah karena cepat nya penyebaran virus korona ini. Kemudian diharapkan pemerintah mengumumkan agar masjid masjid dan Warga Indonesia untuk tidak bersalaman terlebih dahulu untuk pencegahan penyebaran virus corona ini.

Pengertian Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Selasamemberitahukan bahwa ” Covid-19″ menjadi nama sahbaru guna coronavirus yang kesatu kali diidentifikasi di China pada 31 Desember 2019. Pengumuman tersebut diungkapkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus untuk wartawan di Jenewa, Swiss. “Kami kini mempunyai nama gunapenyakit ini, yakni Covid-19,” kata Tedros,laksana dikutip AFP, Senin). Ia menyerahkanpenjelasan mengenai asal-usul nama tersebut,yakni bahwa “co” berarti “corona”, “vi” guna”virus”, dan “d” guna “disease (penyakit)”. Nama Resmi guna Virus Corona: Covid-19 Alasan penamaan Tedros mengatakan, nama tersebut telah dipilihguna menghindari referensi ke tempat geografis tertentu, spesies hewan, atau sekelompok orangcocok dengan rekomendasi internasional gunapenamaan dan menghindari stigmatisasi. WHO sebelumnya memberi virus nama sedangkan “penyakit pernapasan akut 2019-nCoV” dan Komisi Kesehatan Nasional China Minggu ini menuliskan bahwasedangkan waktu menyebutnya “novel coronavirus pneumonia” atau NCP. Berbicara pada hari kesatukonferensi ilmiah internasional di Jenewa yangbakal melihat bisa jadi opsi vaksin gunamemerangi virus, Tedros pun mengatakan, diamenyaksikan “peluang realistis” guna menghentikan wabah. “Kami bukannya tidak berdaya,” ujar Tedros. “Kita mesti memakai peluang yang ada ketika ini untuk berjuang keras dan berdiri bareng untuk melawan virus ini di masing-masing sudut. Jika tidak, kita dapat mempunyai lebih tidak sedikitkasus dan ongkos yang jauh lebih tinggi di tangan kita,” katanya.

Biografi Penemu Corona Li Wenliang

Li Wenliang lahir di Beizhen, Liaoning, 12 Oktober 1986 – meninggal di Wuhan, 7 Februari 2020 pada umur 33 tahun adalah seorang dokter mata Tiongkok di Rumah Sakit Pusat Wuhan yang dianggap sebagai salah seorang pertama yang mengeluarkan peringatan tentang wabah koronavirus Wuhan dia juga dianggap sebagai penemu virus corona, pada 30 Desember 2019. Pada 3 Januari 2020, polisi Wuhan memanggilnya dan menegurnya sebab “membuat komentar palsu di Internet. Li pulang bekerja tetapi lantas tertular virus dari pasien yang terinfeksi. Ia meninggal sebab infeksi pada 7 Februari 2020. Li Wenliang bermunculan pada 12 Oktober 1986 di Beizhen, Liaoning, Tiongkok. Dari 2004, ia mempelajari studi kedokteran klinis di Universitas Wuhan sekitar tujuh tahun, di mana ia mendapat gelar Magister Kedokteran. Setelah lulus, ia bekerja di Xiamen, Fujian, sekitar tiga tahun sebelum pulang ke Wuhan guna bekerja sebagai dokter mata di lokasi tinggal sakit Pusat Wuhan. Pada 30 Desember 2019, Li menyaksikan laporan pasien yang mengindikasikan hasil positif dengan Interval keyakinan yang tinggi guna tes SARS koronavirus. Pada pukul 17.43, ia berbicara dalamkumpulan WeChat rekan sekolah kedokterannya, “Ada 7 permasalahan serupa SARS yang terkonfirmasi di Pasar grosir makanan laut Huanan.” Dia punmemposting the laporan dan suatu hasil CT scan pasien. Pada pukul 18.42, dia menambahkan, “beritateranyar adalah, sudah dikonfirmasi bahwa merekaialah infeksi koronavirus, namun virus yang tepatguna menjadi subtipe.” Dia pun menjelaskan apatersebut Virus korona dengan pesan itu. Setelah screenshot dari pesan WeChat-nya diposting secara online, kepala unsur medis di lokasitinggal sakitnya segera mendatanginya gunaberbicara. Pada 3 Januari, Kantor Polisi Jalan Zhangnan dari Biro Keamanan Umum Wuhan, Cabang Wuchang memperingatkan dan menegur Li sebab”membuat komentar palsu di Internet”.Petugas polisi di sana memintanya guna menandatangani surat peringatan. Pada 8 Januari, dia mengalami fenomena virus korona saat dia menyaksikan seorang pasien yang terinfeksi di lokasi tinggal sakit. Dia menderita demam dan batuk pada 10 Januari yang menjadi parah. Pada 12 Januari, ia diasuh di perawatan intensif di mana ia dikarantina dan diberi perawatan. Karenakelemahan alat tes guna koronavirus baru, diagnosis tentu terhadap infeksi itu tidakdilaksanakan sampai 1 Februari. Banyak teman dan anggota keluarganya pun terinfeksi virus.

Struktur Virus Corona

Pada akhir 2019, laporan pertama tentang infeksi pernafasan yang tidak diketahui – dalam beberapa kasus fatal – muncul dari Wuhan, Cina. Sumber infeksi itu dengan cepat diidentifikasi sebagai coronavirus baru, terkait dengan yang telah menyebabkan wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) dari 2002-2004 dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) pada 2012.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan penyakit yang diakibatkan oleh virus baru, COVID-19, Kesehatan Masyarakat Darurat dari Kepedulian Internasional. Pada awal Maret 2020, coronavirus baru — yang sekarang bernama SARS-CoV-2 — telah menginfeksi lebih dari 90.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 3.100.

Struktur tingkat atom protein lonjakan SARS-CoV-2. Domain pengikat reseptor, bagian dari lonjakan yang mengikat ke sel inang, berwarna hijau. UT Austin, Lab McLellan

Seperti coronavirus lainnya, partikel SARS-CoV-2 berbentuk bulat dan memiliki protein yang disebut paku yang menonjol dari permukaannya. Paku ini menempel pada sel manusia, kemudian mengalami perubahan struktural yang memungkinkan membran virus untuk berfusi dengan membran sel. Gen virus kemudian dapat memasuki sel inang untuk disalin, menghasilkan lebih banyak virus. Pekerjaan terbaru menunjukkan bahwa, seperti virus yang menyebabkan wabah SARS 2002, paku SARS-CoV-2 mengikat reseptor pada permukaan sel manusia yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).

Untuk membantu mendukung kemajuan penelitian yang cepat, urutan genom dari coronavirus baru dirilis ke publik oleh para ilmuwan di Cina. Sebuah tim kolaboratif termasuk ilmuwan dari laboratorium Dr. Jason McLellan di University of Texas di Austin dan Pusat Penelitian Vaksin NIAID (VRC) mengisolasi sepotong genom yang diperkirakan akan dikodekan untuk protein lonjakannya berdasarkan urutan virus korona terkait. Tim kemudian menggunakan sel-sel yang dikultur untuk menghasilkan protein dalam jumlah besar untuk dianalisis.

Penelitian ini didanai sebagian oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) NIH. Hasilnya diterbitkan pada 19 Februari 2020, dalam Science .

Para peneliti menggunakan teknik yang disebut mikroskopi cryo-elektron untuk mengambil gambar rinci dari struktur protein lonjakan. Ini melibatkan pembekuan partikel virus dan menembakkan aliran elektron berenergi tinggi melalui sampel untuk membuat puluhan ribu gambar. Gambar-gambar ini kemudian digabungkan untuk menghasilkan tampilan 3D terperinci dari virus.

Para peneliti menemukan bahwa lonjakan SARS-CoV-2 adalah 10 hingga 20 kali lebih mungkin untuk mengikat ACE2 pada sel manusia daripada lonjakan virus SARS dari tahun 2002. Hal ini memungkinkan SARS-CoV-2 menyebar lebih mudah dari orang ke orang. dari virus sebelumnya.



Meskipun ada kesamaan dalam urutan dan struktur antara lonjakan kedua virus, tiga antibodi berbeda terhadap virus SARS 2002 tidak dapat berhasil mengikat protein lonjakan SARS-CoV-2. Ini menunjukkan bahwa vaksin potensial dan strategi pengobatan berbasis antibodi perlu menjadi unik untuk virus baru.

Gejala Virus Corona

Sama laksana rhinovirus, virus Corona punmenginfeksi drainase pernapasan. Oleh sebab itu, orang yang menderita COVID-19 dapat mengalamifenomena yang serupa dengan flu. Meski begitu, virus Corona yang kini sedang mewabah lebih seringmengakibatkan keluhan pada drainase pernapasan bawah. Virus Corona dapat menyerang siapa saja,tergolong ibu hamil atau menyusui serta bayi dan anak-anak. Ada 3 fenomena utama yang dapat hadir pada COVID-19, yaitu:

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sesak napas

Pasien juga dapat mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. Namun, fenomena ini jarang terjadi dan tidak khas pada pasien COVID-19. Pada permasalahan yang parah, infeksi virus Coronadapat menyebabkan komplikasi yang serius, laksanasindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan faedah organ-organ tubuh, contohnya ginjal.

Grafik Virus Corona di China

Pada bulan Maret 2020

Coronavirus Cases : 80,860

Deaths : 3,213

Recovered : 67,758

Pencegahan Virus Corona

Virus ini diduga berasal dari hewan, laksanakelelawar dan unta, dan dapat menular dari faunake manusia, serta dari insan ke manusia. Penularan antarmanusia bisa jadi besar melewati percikan dahak ketika batuk atau bersin. Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang bakalmengalami fenomena serupa flu, laksana demam, batuk, dan pilek. Namun, sejumlah hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona dapatmengalami sesak napas dampak infeksi pada paru-paru (pneumonia). Hingga ketika ini, belum ada penyembuhan yangbisa menyembuhkan infeksi virus Corona. Olehkarena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau supaya masyarakat tidak memandangsepele penyakit ini dan senantiasa mengerjakantindakan pencegahan. Beberapa tahapan yang dapat dilakukan untukmenangkal infeksi virus Corona merupakan:

  1. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar ialah cara sangatsederhana tetapi efektif untuk menangkalpenyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, paling tidak sekitar 20 detik. Pastikan semua bagian tangan tercucisampai bersih, tergolong punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan memakai tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan. Jika Anda ialah pekerja komuter yang sedang didalam transportasi umum, akan susah untukmengejar air dan sabun. Anda dapat membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol paling tidak60% supaya lebih efektif memberantas kuman. Cucilah tangan secara teratur, khususnya sebelum dan sesudah makan, setelah memakai toilet,sesudah menyentuh hewan, melemparkan sampah, serta sesudah batuk atau bersin. Cuci tangan punpenting dilaksanakan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

  1. Menggunakan masker

Ada dua tipe masker yang dapat Anda dipakai untukmenangkal penularan virus Corona, yakni masker bedah dan masker N95. Masker bedah atau surgical mask adalahmasker sekali gunakan yang umum digunakan. Masker inigampang ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga tidak sedikit orang yangmemakai masker ini ketika beraktivitas sehari-hari. Cara gunakan masker bedah yang benar ialah sisi berwarna pada masker mesti menghadap ke luar,sedangkan sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih tercipta dari material yang bisa menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara. Meski tidak sepenuhnya efektif menangkal paparan kuman, tetapi pemakaian masker ini tetap dapatmenurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi,tergolong infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan untuk orang yang sedang sakit untuk menangkal penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat. Sedangkan masker N95 ialah jenis masker yang dirancang khusus guna menyaring partikel riskandi udara. Jenis masker berikut yang sebetulnyalebih direkomendasikan untuk menangkal infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini tidak cukup nyaman guna dikenakan keseharian dan harganya juga relatif mahal.  Ketika mencungkil masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh unsurdepan masker, karena bagian tersebut sarat dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer,supaya tangan bersih dari kuman yang menempel.

  1. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang powerful dapat menangkalmunculnya sekian banyak  macam penyakit. Untukmengawal dan menambah daya tahan tubuh, Andadianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat,laksana sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, laksana telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda pun menambah konsumsi suplemen cocok anjuran dokter. Di samping itu, teratur berolahraga, istirahatyang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh supaya terhindar dari penularan virus Corona.

  1. Tidak pergi ke negara terjangkit

Tidak hanya Cina, penyakit infeksi virus Corona kini pun sudah mewabah ke sejumlah negara lain,laksana Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Coronapun sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, laksana Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Agar tidak tertular virus ini, Anda dianjurkanuntuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang telahmemiliki permasalahan infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi tempat penyebaran coronavirus.

  1. Menghindari kontak dengan fauna

yang berpotensi menularkan coronavirus Coronavirus jenis baru diperkirakan kuat berasal dari kelelawar / ular dan disebarkan oleh sejumlahhewan mamalia dan reptil. Oleh sebab itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut Jika hendak mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan itu sudah dibersihkan dan dimasak sampai benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang telah tidak segar atau busuk. Bila kita mengalami fenomena flu, laksana batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, lagipula bila dalam 2 minggu terakhir kitabepergian ke Cina

Vaksin Virus Corona

Bebrapa Negara telah aktif mengejar vaksin corona dan bakal diujicoba bulan April 2020 laksana Negara Jerman, Israel, Iran, Amerika, dan Inggris.

Amerika Serikat mulai menguji jajaki klinis vaksin virus corona pada Senin  untuk kalangan terbatas. Uji jajaki rencananya akan dilaksanakandi Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle. National Institute of Health (NIH) sebagai pihak yang mendanai uji coba menuliskan pengujian akandilaksanakan dengan melibatkan 45 sukarelawan muda dan sehat. Mereka bakal disuntikkan takaranvaksin virus corona berbeda. Nantinya, peserta akan berkata mengenai proses yang dilewati secara anonim sebab langkah itubelum diberitahukan secara publik. Mengutip Associated Press, pejabat kesehatan AS mengatakan perlu waktu selama satu tahun sampai18 bulan guna memvalidasi potensi uji jajakivaksin corona. Vaksin yang dikembangkan oleh NIH dan Moderna Inc. ini dianggap tidak menyerahkan efek samping yang mengkhawatirkan. Di samping itu, semuasukarelawan dijamin tidak terinfeksi suntikan yangberisi virus tersebut sendiri. “Bahkan andai tes di tahap mula berjalan baik, Anda berkata soal waktu setahun atau satuseparuh tahun sebelum vaksin benar-benar siap digunakan,” ujar Dr. Anthony Fauci, direktur NIHguna penyakit infeksi dan alergi. Fauci mengatakan perlu studi lanjutan untukmemahami apakah vaksin dapat benar-benarmengayomi orang yang terinfeksi dan tidak membahayakan masyarakat. Sejauh ini belum terdapat perawatan yang terbuktidapat menyembuhkan Covid-19. Ilmuwan di China sempat menguji jajaki kombinasi obat HIV serta remdesivir yang dikembangkan guna infeksi ebolauntuk menyembuhkan orang yang terinfeksi virus corona.

Share