4 Contoh Naskah Drama 8 Orang Berbagai Tema Singkat

Posted on

Contoh Naskah Drama 8 Orang – naskah merupakan sebutan yang kerap terdengar oleh indra rungu, serta universal diketahui oleh siapa saja yang terjun di dunia kepenulisan. Naskah setelah itu lebih diketahui dalam dunia perfilman. Kemudian, apa sesungguhnya yang dimaksudkan dengan naskah?

Naskah secara universal mempunyai definisi selaku suatu naskah cerita yang menguraikan urut- urutan adegan, tempat, kondisi, serta diskusi, yang disusun dalam konteks struktur dramatik buat jadi acuan dalam proses penciptaan.

Naskah ini dapat dikatakan selaku bawah suatu cerita dalam film ataupun dalam pementasan drama teater. Susunannya terbuat dramatik, menunjukkan setting waktu, tempat, keadaan, serta pula diskusi dari sebagian tokoh.

Wujud naskah umumnya merupakan tulisan serta dijilid yang setelah itu menunjukkan adegan demi adegan. Struktur khas ini hendak mempermudah regu penciptaan buat mempersiapkan seluruh kebutuhan dalam proses pengambilan foto.

Tidak hanya itu, strukturnya pula mempermudah para pemain buat dapat menghafalkan diskusi serta menjiwainya. Karena menarangkan secara sekilas menimpa keadaan tempat serta atmosfer dalam diskusi yang hendak dibawakan oleh tokoh.

Tidak hanya jadi bawah dalam pembuatan sesuatu film, naskah pula dapat jadi bagian ataupun tahapan dari penyusunan novel. Naskah ini berbentuk tulisan yang masih agresif serta butuh diedit, umumnya dalam wujud lembaran.

Bila diketik memakai fitur digital, hingga umumnya butuh editing dicoba langsung di fitur. Penulis umumnya hendak mengirimkan naskah ini ke editor suatu penerbit buat dibaca ataupun dicek kualitasnya. Bila disetujui, hingga naskah hendak diterbitkan dalam wujud novel ataupun wujud terbitan yang lain.

Naskah Drama 8 Orang Tema Teknologi

Judul: “Jaringan Digital”

Pemeran:

  • Maya – Siswa yang antusias tentang teknologi
  • Andi – Siswa yang skeptis terhadap teknologi
  • Rani – Siswa yang ahli dalam pemrograman
  • Budi – Siswa yang kreatif dan suka menggambar
  • Sarah – Siswa yang tertarik pada keamanan siber
  • Dita – Siswa yang menghadapi kesulitan dalam penggunaan teknologi
  • Joko – Siswa yang pandai dalam permainan video
  • Tina – Siswa yang aktif dalam media sosial

Tema: Teknologi

Pembukaan: (Scene: Di ruang kelas, beberapa siswa sedang menggunakan gadget mereka, sementara yang lain membaca buku.)

Maya: (excited) Teknologi adalah sesuatu yang menarik, bukan? Kita bisa melakukan begitu banyak hal dengan bantuan teknologi.

Andi: (skeptis) Aku lebih suka melakukan hal-hal secara tradisional. Aku merasa teknologi membuat kita terlalu bergantung padanya.

Rani: (memasuki ruang kelas dengan laptop) Teknologi adalah alat yang kuat jika kita tahu bagaimana menggunakannya dengan bijak. Aku akan menunjukkan beberapa hal menarik yang bisa kita lakukan.

Adegan 1: Dunia Digital yang Luas (Scene: Di ruang kelas, Rani memperlihatkan presentasi tentang perkembangan teknologi.)

Rani: (menggambarkan perkembangan teknologi) Lihatlah, teknologi telah mengubah dunia kita. Dari internet hingga kecerdasan buatan, kita memiliki akses ke informasi dan komunikasi yang tak terbatas.

Maya: (terkagum-kagum) Aku tidak sabar untuk menjelajahi lebih jauh dan memanfaatkan semua yang ditawarkan teknologi ini.

Adegan 2: Menggabungkan Kreativitas dengan Teknologi (Scene: Di ruang seni, Budi sedang menggambar menggunakan tablet.)

Budi: (menggambar dengan antusias) Teknologi memberiku kebebasan untuk mengekspresikan kreativitasku dengan cara yang baru. Aku bisa menciptakan gambar yang hidup dan berinteraksi dengan teknologi.

Sarah: (terkesan) Ternyata teknologi bisa memperluas batas-batas kreativitas kita. Aku ingin belajar lebih banyak tentang teknologi dan seni.

Adegan 3: Ancaman Keamanan Digital (Scene: Di perpustakaan, Sarah membaca buku tentang keamanan siber.)

Sarah: (menghela nafas) Keamanan siber menjadi semakin penting dalam dunia yang terhubung secara digital. Kita perlu melindungi informasi pribadi dan terhindar dari ancaman dunia maya.

Andi: (mulai mempertimbangkan) Aku merasa perlu memahami lebih dalam tentang keamanan digital dan melindungi diri dari serangan cyber.

Adegan 4: Menguasai Teknologi untuk Mengatasi Kesulitan (Scene: Di perpustakaan, Dita berusaha menggunakan komputer tetapi mengalami kesulitan.)

Dita: (frustrasi) Aduh, mengapa teknologi selalu sulit bagi saya? Saya terus mengalami kesulitan saat menggunakan komputer.

Maya: (mendekati Dita dengan penuh empati) Jangan khawatir, Dita. Aku bisa membantumu. Teknologi memang bisa terasa rumit pada awalnya, tapi dengan sedikit latihan dan panduan, kamu akan bisa menguasainya.

Dita: (berterima kasih) Terima kasih, Maya. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu.

Adegan 5: Membawa Teknologi ke Level Berikutnya (Scene: Di taman sekolah, Joko dan beberapa siswa lainnya sedang bermain permainan video yang menantang.)

Joko: (menggembirakan) Permainan video tidak hanya tentang hiburan, teman-teman. Dalam dunia ini, kita bisa mengembangkan keterampilan strategi, kerjasama tim, dan ketekunan.

Tina: (bergabung dalam permainan) Aku menyadari bahwa teknologi juga memungkinkan kita untuk terhubung dengan teman-teman dari seluruh dunia dan bermain bersama mereka.

Adegan 6: Dampak Sosial Media dalam Kehidupan Sehari-hari (Scene: Di kantin sekolah, para siswa duduk bersama dengan gadget mereka.)

Maya: (mengamati sekitar) Sosial media telah menjadi bagian besar dari kehidupan kita. Namun, kita juga perlu belajar tentang batasan dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental dan hubungan kita.

Andi: (mengangguk) Aku menyadari pentingnya menggunakan sosial media dengan bijak dan memprioritaskan interaksi langsung dengan teman-teman.

Adegan 7: Teknologi dalam Membantu Komunikasi (Scene: Di ruang kelas, Maya menggunakan video call untuk berkomunikasi dengan teman di luar negeri.)

Maya: (senang) Melalui teknologi, aku bisa terhubung dengan teman-teman di berbagai belahan dunia. Ini memperluas cakrawala dan memperkaya pengalaman komunikasi kita.

Rani: (tersenyum) Aku juga merasa bahwa teknologi telah menghubungkan kita semua dengan cara yang tak terbayangkan sebelumnya.

  Gambar Arti lambang koperasi yang Baru dan Lama

Adegan Terakhir: Teknologi yang Membawa Perubahan (Scene: Di aula sekolah, semua siswa berkumpul dalam sebuah presentasi.)

Maya: Teknologi tidak hanya tentang perangkat dan gadget. Ia adalah alat yang memungkinkan kita untuk menghubungkan dunia, mengembangkan kreativitas, dan mencapai potensi maksimal kita.

Sarah: Ketika kita memahami dan menggunakan teknologi dengan bijak, kita dapat menciptakan perubahan yang positif dalam hidup kita dan masyarakat di sekitar kita.

Semua siswa: (bersama-sama) Teknologi adalah peluang untuk kemajuan dan pertumbuhan kita. Mari kita terus menjelajahi dan memanfaatkannya dengan tanggung jawab.

Akhir Drama.

Naskah Drama 8 Orang Tema Persahabatan

Judul: “Tali Persahabatan”

Pemeran:

  • Maya – Siswa yang ramah dan penyayang
  • Andi – Siswa yang pemalu dan penakut
  • Rani – Siswa yang bersemangat dan penuh energi
  • Budi – Siswa yang suka bergurau dan ceria
  • Sarah – Siswa yang cerdas dan perhatian
  • Dita – Siswa yang pemalu dan pendiam
  • Joko – Siswa yang humoris dan cerdas
  • Tina – Siswa yang ceria dan suka musik

Tema: Persahabatan

Pembukaan: (Scene: Di halaman sekolah. Para siswa berkumpul bersama, beberapa di antaranya saling berbicara dan tertawa.)

Maya: (memegang tali persahabatan) Hei, teman-teman! Kita semua telah bersama selama bertahun-tahun, dan saya ingin mengajak kita merayakan persahabatan kita yang kuat.

Andi: (ragu-ragu) Tapi, saya tidak terlalu pandai bergaul, Maya. Aku cemas tidak ada yang mau berteman denganku.

Rani: (tersenyum lebar) Jangan khawatir, Andi! Kita semua adalah teman-teman yang setia. Persahabatan bukan tentang seberapa banyak teman yang kita miliki, tetapi seberapa dalam ikatan yang kita bangun.

Adegan 1: Awal Pertemanan (Scene: Di lorong sekolah. Maya, Andi, Rani, dan Budi bertemu saat istirahat.)

Maya: (menyapa Andi) Hei, Andi! Kenalkan, ini Rani dan Budi. Mereka adalah teman-teman baikku.

Andi: (tersenyum kecil) Hai, salam kenal. Saya Andi.

Rani: (berseri-seri) Senang bertemu denganmu, Andi. Ayo bergabung dengan kami. Kita bisa makan siang bersama dan bercerita.

Adegan 2: Dukungan dan Kebersamaan (Scene: Di ruang kelas. Sarah sedang menghadapi kesulitan dengan tugas matematika.)

Sarah: (frustrasi) Aku tidak mengerti bagaimana menyelesaikan soal ini.

Maya: (berjalan mendekati Sarah) Ada apa, Sarah?

Sarah: (menghela nafas) Aku kesulitan dengan tugas matematika ini. Aku merasa bodoh.

Andi: (berkata dengan penuh dukungan) Jangan katakan seperti itu, Sarah. Kita bisa belajar bersama. Kalian semua setuju, kan?

Rani, Budi, dan siswa lainnya: (bersama-sama) Tentu, Andi!

Adegan 3: Mendukung Keunikan Setiap Individu (Scene: Di aula sekolah. Dita sedang duduk sendirian, membaca buku.)

Joko: (mendekati Dita dengan senyuman lebar) Hei, Dita! Apa yang sedang kamu baca?

Dita: (terkejut) Oh, hai Joko. Ini buku favoritku tentang petualangan.

Joko: Aku suka betapa kamu selalu tertarik pada hal-hal yang unik, Dita. Aku yakin kamu memiliki banyak cerita menarik untuk diceritakan.

Dita: (terharu) Terima kasih, Joko. Aku sering merasa berbeda dengan minatku yang agak aneh. Tapi kamu membuatku merasa diterima apa adanya.

Adegan 4: Mengatasi Konflik dan Menghargai Perbedaan (Scene: Di ruang kelas. Maya dan Rani terlibat dalam argumen kecil.)

Maya: (marah) Kenapa kamu selalu mengambil benda-benda milikku tanpa izin, Rani?

Rani: (menyesal) Maaf, Maya. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu.

Andi: (mendekati mereka) Maya, Rani, persahabatan kita adalah tentang saling pengertian dan menghargai. Mari kita bicarakan masalah ini dengan tenang.

Maya: (memandang Rani) Baiklah, kita harus saling mendengarkan dan mencari solusi bersama.

Adegan 5: Menguatkan Ikatan Melalui Kegembiraan (Scene: Di taman sekolah. Tina membawa gitar dan para siswa berkumpul untuk menyanyi bersama.)

Tina: (memainkan akord gitar) Ayo, kita nyanyikan lagu kesukaan kita!

(Para siswa mulai menyanyikan lagu bersama-sama dengan gembira. Tawa dan keceriaan mengisi udara.)

Adegan 6: Mendukung Impian Masing-masing (Scene: Di ruang kelas. Andi sedang membaca buku tentang ilmu pengetahuan.)

Sarah: (mendekati Andi dengan antusias) Andi, aku terinspirasi oleh semangat belajarmu. Aku juga ingin mengembangkan minatku dalam ilmu pengetahuan.

Andi: (senang) Itu luar biasa, Sarah! Aku akan membantumu sebisa yang aku bisa. Kita bisa menjelajahi dunia pengetahuan bersama.

Adegan 7: Menguatkan Tali Persahabatan (Scene: Di halaman sekolah. Para siswa berkumpul kembali, kali ini dengan tali persahabatan yang diberikan Maya.)

Maya: (memegang tali persahabatan) Tali ini melambangkan ikatan kita yang tak terpisahkan. Persahabatan kita telah melalui banyak perjalanan, tantangan, dan kebahagiaan bersama. Kita adalah teman-teman sejati.

Siswa lainnya: (bersama-sama) Persahabatan yang tak terpisahkan!

Adegan Terakhir: Bersama untuk Selamanya (Scene: Di halaman sekolah. Para siswa berpelukan dan saling memberikan senyuman.)

Maya: Persahabatan kita adalah harta yang tak ternilai. Bersama-sama, kita akan menghadapi masa depan dengan kekuatan persahabatan ini.

Andi: Kita telah belajar bahwa persahabatan bukan hanya tentang hadir di saat bahagia, tetapi juga di saat sulit. Terima kasih, teman-teman, atas dukungan kalian.

(Scene: Di ruang kelas, menjelang hari terakhir sekolah.)

Maya: Hari ini adalah hari terakhir kita di sekolah ini, tapi persahabatan kita akan terus berlanjut. Kita telah melewati begitu banyak bersama, dan aku sangat bersyukur memiliki kalian sebagai teman sejati.

Rani: Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa kalian. Kita telah saling mendukung, tertawa bersama, dan bahkan menangis bersama. Persahabatan kita membuat segala hal terasa lebih ringan.

Budi: Saya setuju, Rani. Kalian semua adalah sumber kebahagiaan dan inspirasi bagi saya. Kita telah belajar satu sama lain dan tumbuh bersama sebagai individu yang lebih baik.

Sarah: Persahabatan kita adalah pilar yang kuat dalam hidup kita. Kita selalu saling mendukung dan mendorong satu sama lain untuk mencapai impian dan tujuan kita.

  Pengertian Keluarga : Ciri Tugas Macam Menurut Para Ahli

Dita: Saya yang biasanya pendiam ini merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari kelompok ini. Kalian semua telah membantu saya merasa lebih percaya diri dan bernilai.

Joko: Kalian adalah teman-teman terbaik yang bisa saya harapkan. Kita telah berbagi banyak tawa, canda, dan kenangan tak terlupakan. Saya berterima kasih atas kebahagiaan yang kalian berikan.

Tina: Persahabatan kita juga menginspirasi saya dalam musik. Kalian adalah pendengar setia dan penyemangat saya dalam mengejar impian saya. Kita akan terus berkarya dan menghadapi masa depan dengan semangat.

Andi: Meskipun saya cenderung pemalu, kalian telah membuat saya merasa diterima apa adanya. Kalian adalah sahabat sejati yang menerima saya tanpa syarat. Terima kasih atas dukungan kalian.

Maya: Hari ini adalah awal dari babak baru dalam hidup kita. Meskipun kita akan berpisah untuk melanjutkan pendidikan kita masing-masing, persahabatan kita akan selalu ada. Kita akan mengingat kenangan indah ini dan melangkah maju dengan harapan yang tinggi.

(Scene berakhir dengan pelukan hangat dan senyuman di wajah semua siswa, menandakan bahwa persahabatan mereka akan tetap abadi.)

Akhir Drama.

Naskah Drama 8 Orang Tema Pendidikan

Judul: “Menggapai Ilmu, Mengubah Masa Depan”

Pemeran:

  • Andi – Siswa berbakat namun kurang motivasi
  • Maya – Siswa rajin dan bertanggung jawab
  • Budi – Siswa yang selalu membolos dan suka mengganggu kelas
  • Rini – Guru yang peduli dengan pendidikan
  • Indra – Orang tua Andi yang berjuang untuk memberikan pendidikan terbaik
  • Siti – Sahabat Maya yang juga rajin belajar
  • Tono – Sahabat Andi yang terpengaruh negatif oleh Budi
  • Dinda – Siswa yang mencari jalan pintas dalam belajar

Tema: Pendidikan

Pembukaan: (Scene: Di ruang kelas. Siswa-siswa sedang duduk di meja mereka. Andi terlihat bosan dan tidak fokus.)

Guru (Rini): (memasuki ruang kelas dengan semangat) Selamat pagi, anak-anak! Hari ini kita akan membahas pentingnya pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk meraih masa depan yang cerah. Setuju?

Siswa-siswa: (merespons dengan suara yang kurang semangat) Setuju.

Adegan 1: Ketidaktahuan dan kurang motivasi (Scene: Di perpustakaan sekolah. Andi sedang duduk sendirian, membaca buku dengan tidak antusias.)

Maya: (datang dan duduk di sebelah Andi) Andi, apa yang kamu baca?

Andi: (dengan cuek) Hanya buku pelajaran, tidak penting.

Maya: (tersenyum) Tapi, pendidikan adalah pintu menuju masa depan yang lebih baik. Kamu memiliki potensi besar, Andi. Mengapa kamu tidak berusaha lebih keras?

Andi: (sambil menghela nafas) Aku merasa tidak ada gunanya. Orang tuaku tidak mampu memberikan dukungan finansial yang cukup.

Adegan 2: Sahabat dan pengaruh negatif (Scene: Di lorong sekolah. Budi dan Tono berdiri di depan ruang kelas, sedang merokok.)

Tono: Hey, Andi! Mari ikut bersenang-senang. Bolos sekolah saja!

Andi: (ragu-ragu) Aku tidak yakin, Tono. Bagaimana dengan pelajaran?

Budi: (sambil menawarkan rokok) Apa bedanya? Pelajaran tidak penting!

Andi: (tergoda) Mungkin benar…

Adegan 3: Peran guru dan sahabat yang peduli (Scene: Di ruang kelas. Maya dan Siti sedang membahas pelajaran.)

Maya: (dengan semangat) Aku tidak sabar untuk mengikuti ujian besok! Ayo, kita belajar bersama.

Siti: (setuju) Tentu, Maya! Kita bisa saling membantu.

Guru (Rini): (menghampiri Andi) Andi, aku tahu kamu memiliki potensi besar. Jangan biarkan pengaruh negatif merusak masa depanmu.

Andi: (menggigit bibirnya) Saya tidak yakin, Bu.

Guru (Rini): Andi, saya percaya bahwa setiap individu memiliki kemampuan yang luar biasa. Kamu bisa meraih prestasi yang gemilang jika kamu berkomitmen untuk belajar dan mengubah sikapmu.

Andi: (ragu-ragu) Tapi, Bu, saya tidak memiliki dukungan finansial yang cukup. Bagaimana saya bisa melanjutkan pendidikan?

Guru (Rini): Jangan biarkan keterbatasan menjadi penghalangmu, Andi. Sekolah ini menyediakan beasiswa dan program bantuan finansial. Saya akan membantu kamu mencari jalan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Adegan 4: Upaya orang tua dan perubahan sikap (Scene: Di rumah Andi. Indra, ayah Andi, sedang membaca koran di meja.)

Andi: (masuk dengan wajah murung) Ayah, saya ingin bicara.

Indra: (menatap Andi dengan penuh perhatian) Tentu, Nak. Ada apa?

Andi: Saya ingin melanjutkan pendidikan, tapi saya merasa terhalang oleh keadaan.

Indra: (menaruh koran dan memandang Andi penuh kasih sayang) Anakku, aku tahu betapa sulitnya kondisi kita. Tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mendukungmu. Pendidikan adalah harta yang tak ternilai, dan aku ingin kamu mendapatkannya.

Adegan 5: Semangat perubahan dan perjuangan (Scene: Di ruang kelas. Andi duduk dengan semangat, Maya dan Siti membantu membahas materi.)

Maya: Andi, aku senang melihatmu semangat belajar. Kamu bisa melakukan ini!

Andi: Terima kasih, Maya. Aku menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk masa depanku.

Siti: Kami akan selalu ada untukmu, Andi. Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan.

Adegan 6: Akibat negatif dari mencari jalan pintas (Scene: Di ruang kelas. Dinda duduk di pojok, sedang mencoba mencontek selama ujian.)

Guru (Rini): (menghampiri Dinda dengan serius) Dinda, apa yang kamu lakukan?

Dinda: (ketakutan) Maaf, Bu. Aku tidak siap untuk ujian ini.

Guru (Rini): Mencontek tidak akan membantu kamu menggapai ilmu, Dinda. Itu hanya akan merugikan dirimu sendiri. Penting untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha sekuat tenaga.

Adegan 7: Perubahan dan kesadaran akan pentingnya pendidikan (Scene: Di ruang kelas. Andi duduk di depan buku-buku, sedang mempersiapkan diri untuk ujian.)

Andi: (menghela nafas) Aku akhirnya mengerti betapa berharganya pendidikan. Ini adalah kesempatan emas untuk meraih impianku.

Maya: (senang) Aku bangga melihat perubahanmu, Andi. Ayo, kita berjuang bersama.

Adegan 8: Masa depan yang Terang

(Scene: Di ruang kelas. Suasana hening sebelum pengumuman hasil ujian.)

Guru (Rini): (memasuki ruang kelas dengan senyuman) Baiklah, saatnya pengumuman hasil ujian. Pertama, saya ingin memberikan apresiasi kepada semua siswa yang telah bekerja keras belajar.

  Cara dan Syarat Membuat Akta Kelahiran Online & Offline

(Semua siswa menatap dengan antusias.)

Guru (Rini): Dan sekarang, hasil ujian menunjukkan perubahan yang luar biasa. Maya, kamu mendapatkan nilai tertinggi dalam kelas ini. Applaus untuk Maya, everyone!

(Semua siswa bertepuk tangan.)

Maya: (tersenyum) Terima kasih, Bu. Saya juga ingin berterima kasih kepada Andi karena semangat belajarnya yang luar biasa.

Andi: (merasa malu tapi senang) Terima kasih, Maya. Saya belajar banyak darimu.

Guru (Rini): Dan untuk Andi, meskipun awalnya kamu kurang termotivasi, hasil ujianmu menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kamu berhasil mengatasi rintangan dan menunjukkan potensimu.

Andi: (tersenyum bangga) Terima kasih, Bu. Saya berjanji akan terus belajar dengan sungguh-sungguh.

Guru (Rini): Itulah semangat yang saya harapkan, Andi. Pendidikan adalah investasi terbaik yang bisa kamu lakukan untuk masa depanmu.

Adegan Terakhir: Masa Depan yang Cerah (Scene: Di luar ruang kelas. Semua siswa berkumpul bersama dengan gembira.)

Maya: Saya yakin kita semua memiliki masa depan yang cerah jika kita terus berjuang dan belajar bersama.

Andi: (sambil menggenggam buku-bukunya) Saya tidak akan menyerah. Saya akan terus menggapai ilmu dan merubah masa depanku.

Siti: (sambil mengangguk) Kami akan selalu mendukungmu, Andi. Kami adalah keluarga di sini.

Tono: (bergabung dengan mereka) Aku ingin ikut berubah juga. Ayo, kita memperbaiki sikap dan memanfaatkan peluang yang ada.

Dinda: (berjalan mendekati mereka) Maafkan aku atas kesalahan-kesalahanku. Aku ingin mulai belajar dengan sungguh-sungguh juga.

Maya: (sambil tersenyum) Kita semua punya kesempatan untuk belajar dan berkembang, selama kita bersama-sama.

(Scene berakhir dengan semangat dan kebersamaan mereka menuju masa depan yang cerah.)

Akhir Drama.

Naskah Drama Tema Kebersihan

Judul: “Bersih itu Indah”

Pemeran:

  • Maya – Siswa yang sangat peduli dengan kebersihan
  • Andi – Siswa yang kurang memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan
  • Rani – Siswa yang aktif dalam program kebersihan sekolah
  • Budi – Siswa yang suka mengumpulkan sampah
  • Sarah – Siswa yang senang mengatur jadwal kebersihan
  • Dita – Siswa yang malas untuk membersihkan diri dan lingkungan
  • Joko – Siswa yang sering melupakan kebersihan tangannya
  • Tina – Siswa yang selalu rapi dan bersih

Tema: Kebersihan

Pembukaan: (Scene: Di kelas, ruangan terlihat berantakan dengan sampah berserakan dan papan tulis kotor.)

Maya: (cemas) Ini sudah terlalu kotor! Kita harus melakukan sesuatu tentang kebersihan di sekolah ini.

Andi: (acuh tak acuh) Ah, apa masalahnya? Tidak apa-apa dengan kondisi ini.

Rani: (bertindak tegas) Maya benar. Kita harus bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan kita.

Adegan 1: Menjaga Kebersihan Diri (Scene: Di kamar mandi sekolah, beberapa siswa bersiap untuk membersihkan diri.)

Maya: (menyanyikan lagu cuci tangan) Cuci tangan, cuci tangan, sebelum dan sesudah makan. Kita harus menjaga kebersihan diri untuk mencegah penyakit.

Joko: (menghentikan Maya) Oh, itu hanya ritual kecil. Apa yang salah jika kita melupakan cuci tangan sesekali?

Sarah: (serius) Joko, cuci tangan itu penting. Kuman dan bakteri bisa menyebar dengan cepat dan menyebabkan masalah kesehatan. Kita harus menjaga kebersihan diri untuk kebaikan kita sendiri dan orang lain.

Adegan 2: Kebersihan Lingkungan Sekolah (Scene: Di halaman sekolah, Rani memimpin kelompok dalam membersihkan sampah.)

Rani: (mengedukasi) Sampah yang berserakan merusak keindahan lingkungan kita dan mengancam kesehatan. Mari kita bersama-sama membersihkan dan menjaga sekolah kita tetap bersih.

Budi: (gembira) Aku suka mengumpulkan sampah dan memastikan tidak ada yang berserakan. Kita bisa membuat lingkungan ini lebih indah.

Adegan 3: Mengatur Jadwal Kebersihan (Scene: Di ruang kelas, Sarah sedang membuat jadwal kebersihan.)

Sarah: (mengatur jadwal) Dengan jadwal kebersihan, kita bisa memastikan setiap sudut sekolah mendapatkan perawatan yang diperlukan. Setiap siswa akan bertanggung jawab pada gilirannya.

Dita: (malas) Apa gunanya? Saya tidak suka membersihkan.

Tina: (bersemangat) Dita, membersihkan adalah tanggung jawab kita sebagai anggota sekolah. Dengan bekerja sama, kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk kita semua. Jadi mari kita lakukan ini dengan baik!

Adegan 4: Mengatasi Kebiasaan Buruk (Scene: Di kantin sekolah, beberapa siswa duduk di meja makan dengan makanan yang berantakan di sekitarnya.)

Maya: (frustrasi) Kita harus berhenti meninggalkan meja makan dalam keadaan berantakan seperti ini. Mari kita jaga kebersihan di tempat umum seperti kantin.

Andi: (menyadari kesalahannya) Kamu benar, Maya. Aku akan berusaha untuk membersihkan meja setelah makan. Saya minta maaf atas kebiasaan buruk saya sebelumnya.

Adegan 5: Menginspirasi Perubahan (Scene: Di ruang kelas, Maya memberikan presentasi tentang pentingnya kebersihan.)

Maya: (menginspirasi) Kebersihan bukan hanya tentang tampilan fisik, tetapi juga tentang kesehatan dan kenyamanan kita. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, kita dapat menciptakan suasana belajar yang lebih baik.

Sarah: (mengangguk setuju) Persis, Maya! Kita semua memiliki peran dalam menjaga kebersihan sekolah dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Adegan Terakhir: Kebersihan yang Membawa Keindahan (Scene: Di sekolah, siswa-siswa bekerja sama membersihkan lingkungan sekolah.)

Rani: (puas) Terima kasih, semua! Kita telah menciptakan perubahan yang positif. Sekarang sekolah kita terlihat lebih indah dan teratur.

Budi: (bersorak) Dan yang terbaik adalah, kita belajar bahwa kebersihan itu penting dan menjadi tanggung jawab kita semua.

Semua siswa: (bersama-sama) Kebersihan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat, indah, dan nyaman. Kita akan terus menjaga dan memperhatikan kebersihan di sekolah dan kehidupan sehari-hari.

Akhir Drama.