4 Contoh Naskah Drama 8 Orang Berbagai Tema Singkat

Posted on

Contoh Naskah Drama 8 Orang – naskah merupakan sebutan yang kerap terdengar oleh indra rungu, serta universal diketahui oleh siapa saja yang terjun di dunia kepenulisan. Naskah setelah itu lebih diketahui dalam dunia perfilman. Kemudian, apa sesungguhnya yang dimaksudkan dengan naskah?

Naskah secara universal mempunyai definisi selaku suatu naskah cerita yang menguraikan urut- urutan adegan, tempat, kondisi, serta diskusi, yang disusun dalam konteks struktur dramatik buat jadi acuan dalam proses penciptaan.

Naskah ini dapat dikatakan selaku bawah suatu cerita dalam film ataupun dalam pementasan drama teater. Susunannya terbuat dramatik, menunjukkan setting waktu, tempat, keadaan, serta pula diskusi dari sebagian tokoh.

Wujud naskah umumnya merupakan tulisan serta dijilid yang setelah itu menunjukkan adegan demi adegan. Struktur khas ini hendak mempermudah regu penciptaan buat mempersiapkan seluruh kebutuhan dalam proses pengambilan foto.

Tidak hanya itu, strukturnya pula mempermudah para pemain buat dapat menghafalkan diskusi serta menjiwainya. Karena menarangkan secara sekilas menimpa keadaan tempat serta atmosfer dalam diskusi yang hendak dibawakan oleh tokoh.

Tidak hanya jadi bawah dalam pembuatan sesuatu film, naskah pula dapat jadi bagian ataupun tahapan dari penyusunan novel. Naskah ini berbentuk tulisan yang masih agresif serta butuh diedit, umumnya dalam wujud lembaran.

Bila diketik memakai fitur digital, hingga umumnya butuh editing dicoba langsung di fitur. Penulis umumnya hendak mengirimkan naskah ini ke editor suatu penerbit buat dibaca ataupun dicek kualitasnya. Bila disetujui, hingga naskah hendak diterbitkan dalam wujud novel ataupun wujud terbitan yang lain.

CONTOH NASKAH DRAMA 8 ORANG TEMA PERSAHABATAN

JUDUL : KEPEDULIAN TERHADAP KONDISI SEORANG SAHABAT LATAR TEMPAT : SEKOLAH , RUMAH MAYA

LATAR WAKTU : PAGI, SIANG, SORE

AMANAT : PENTINGNYA MEMILIKI KEPEDULIAN TINGGI TERHADAP SESAMA SAHABAT, TERMASUK KETIKA SAHABAT KITA SEDANG SAKIT

PEMERAN & PERWATAKAN :

  • RATNA : Baik
  • SILVI : Kurang perduli teman
  • LUSI : Baik
  • RARA : Kurang perduli teman
  • MAYA : Sedang sakit
  • GILANG : Baik
  • GALIH : Pendiam, Baik
  • IBU MAYA : Baik, Sopan

PERMASALAHAN:

Maya sedang jatuh sakit, dan Ratna meminta persetujuan teman-temannya untuk menjenguk Maya dirumahnya sebagai bentuk dari jiwa sosial serta rasa bertanggung jawab terhadap seorang sahabat.

KOMPLIKASI:

Dari ketujuh orang sahabat, dua diantarnya tidak setuju untuk menjenguk keadaan Maya yang sedang sakit. Dua temannya tersebut adalah Silvi dan Rara. Mereka berdua menganggap, bahwa menjenguk keadaan Maya yang sedang sakit tidaklah penting.

SOLUSI:

Gilang berhasil menyadarkan Silvi dan Rara tentang pentingnya memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama sahabat, termasuk ketika dia sedang sakit. Silvi dan Rara akhirnya bersedia menjenguk Maya.

ADEGAN I

Ratna : “Apa kalain setuju kalau kita berkunjung ke rumahnya Maya besok sore?”

Lusi : “Aku setuju, sepertinya besok aku tidak ada acara apa-apa.”

Ratna : “Bagaimana dengan kalian, apa kalian setuju juga?”

(Dari enam orang bersahabat, hanya Silvi dan Rara yang bersikap aneh.)

Galih : “Iya, aku setuju aja. Sebaiknya kita memang berkunjung ke rumah maya besok saja, tidak usah ditunda-tunda.”

Gilang : “Oke, aku akan siap-siap besok sore.”

Ratna : “Kalau kamu bagaimana, Silvi? kamu juga ada waktu kan besok sore?”

(Silvi tidak bisa berjanji akan ikut Ratna dan teman-teman lainnya kerumahnya Maya.)

Silvi : “Aku belum tahu, lihat besok ya.”

Rara : “Aku tidak ikut, kalian saja yang pergi kesana.”

(Ratna pun bertanya, kenapa Silvi dan Rara tidak mau menjenguk Maya.)

Ratna : “Kenapa kamu tidak ikut? kamu tidak merasa bersalah sudah tahu ada teman yang sakit kamu malah tidak menjenguknya?”

Galih : “Iya, benar kata Ratna itu. Teman kita kan sakit, kenapa kita tidak menjenguk?”

Silvi : “Namanya juga manusia, pasti ada waktu dimana dia akan mengalami sakit. Aku juga sama seperti Maya dan orang lain pada umumnya.”

Ratna : “Iya, tapi kita kan teman. Kalau ada diantara kita yang sedang sakit, maka kita wajib menjenguknya.”

(Silvi dan Rara terus bersikap seperti orang asing, dan bukan seorang sahabat.)

Rara : “Ya tapi kalau tidak ada waktu kan tidak wajib juga.”

Lusi : “Waktu itu kita yang menentukan. Kalau kalian menganggap Maya itu penting, pastinya kamu punya waktu luang.”

Rara : “Kamu ngomong aja gampang!”

Silvi : “Iya, kalau ngomong saja mudah.”

(Ratna pun semakin bingung dengan kedua temannya itu.)

Ratna : “Maksud kalian bagaimana? ngomong saja mudah bagaimana? ini kan cuma niatan untuk menjenguk seorang sahabat yang sedang sakit, apa iya kalian tidak punya waktu luang sedikitpun?”

(Lusi mencoba ikut menyadarkan Rara dan Silvi tanggung jawab seorang sahabat.)

Lusi : “Iya, benar itu. Mana mungkin waktu sebentar untuk menjenguk sahabat saja tidak ada.”

Rara : “Hemmm aku belum bisa ngasih jawaban.”

Ratna : “Kalau kamu, Sil?”

Silvi : “Aku malas. “

(Ratna semakin tidak mengerti dengan sikap aneh Silvi.)

Ratna : “Malas? bisa-biasanya kamu bilang malas? kamu tidak merasa punya teman ya?” Silvi : “Ya merasa, tapi kan bukan berarti aku harus melakukan apa saja demi dia.”

Ratna : “Melakukan apa? kita kan cuma harus menjenguk dia dirumahnya karena saat ini dia sedang sakit. Itu saja.”

Silvi : “Ya, tapi aku kan lagi malas. Kenapa harus memaksakan diri kalau sedang malas.”

Lusi : “Kalian harusnya tahu apa arti persahabatan itu. Jika ada salah satu diantara kita yang sedang mengalami kesedihan ataupun sakit, maka kita harus menjadi obat baginya, dan bukannya bersikap seperti orang asing.”

(Rara dan Silvi terdiam Kemudian, Gilang berhasil menyadarkan Rara dan Silvi.)

Gilang : “Tahukah kalian, apa yang membedakan kita dengan makhluk lain? apakah bentuk fisiknya saja atau sifatnya?”

(Rara dan Silvi meraba-raba dalam hati apa yang dimaksud oleh Gilang. Kemudian mereka menjawab.)

Rara : “Sifatnya yang membedakan.”

Gilang : “Kalau menurut kamu, Sil?”

Silvi : “Iya, sudah pasti sifatnya.”

Gilang : “Kalau kalian sudah tahu, bahwa yang membedakan manusia dengan makhluk lain itu adalah sifatnya, maka seharusnya kalian paham bahwa manusia dalam hal ini seorang sahabat itu harus memiliki rasa sosial kepada sahabat kita yang sedang sakit.”

(Rara dan Silvi terdiam.. kemudian mereka sadar diri.)

Rara : “Iya, benar kata kamu, lang.”

Silvi : “Iya juga ya.. Maya itu kan sahabatku, jadi aku harus menjenguknya karena dia sedang sakit. Siapa tahu dengan kedatanganku keadaan dia bisa membaik.”

(Ratna terlihat senang sekali dengan sikap Rara dan Silvi yang akhirnya sadar diri.)

Ratna : “Seperti itu baru sahabat sejati namanya.”

Gilang : “Oke, sampai ketemu besok dirumah Maya. Semoga keadaan Maya akan semakin baik dengan kedatangan kita besok.”

Semua : “Okay, semoga saja.”

ADEGAN II

(Ke esokan harinya sepulang sekolah merekapun berkumpul di salah satu kelas)

Ratna : “Apa kalian sudah menyisihkan uang saku kalian untuk membeli sesuatu untuk menjenguk Maya ?”

Lusi : “Udah na.”

Ratna : “Kalian masukin ajah uangnya ke kotak yang udah aku sediain.”

Gilang : “Ratna bagaimana kalo uang ini yang setengah kita sisihkan untuk berobat maya dan yang setengahnya lagi untuk membeli sesuatu”

Ratna : “Kalo memang itu yang terbaik aku setuju lang. bagaimana dengan Lusi?”

Lusi : “Aku setuju kok na, malah setuju banget dengan usulan gilang”

Ratna : “Kalo kamu lih ?”

Galih : “Ya aku juga setuju dengan usulan Gilang” Ratna : “Kalo kalian bagaimana silvi dan Rara?”

Silvi : “Aku lagi Boke”

Rara : “Aku juga belum di jatah sam ibu aku na”

(Ratna heran dengan sikap mereka yang kemarin sudah mau menjenguk, tetapi sekarang tidak mau menyisihkan uang saku mereka untuk maya)

Ratna : “Aku heran dengan sikap kalian kenapa kalian ngga mau menyisihkan uang saku kalian untuk menjenguk maya?”

Silvi : “Eh Ratna emang harus ya aku menyisihkan uang aku buat menjenguk Maya? Ngga kan?”

Rara : “Iya betul kata Silvi apa harus si na?”

Ratna : “Kan aku Cuma pengen kalian menyisihkan uang kalian buat menjenguk maya, apa iya si kita menjenguk maya hanya membawa tangan kosong? Ngga mungkin kan?”

Lusi : “Ratna benar Silvi Rara, apa iya si kita menjenguk sahabat kita dengan tangan kosong?”

(Silvi mendekati ratna dan memarahi Ratna)

Silvi : “Ehh Ratna jadi orang tuh ngga usah maksa ya ! jangan-jangan kamu Cuma memeras kita-kita ajah. Kata-katamu juga kaya orang bener ajah, SO PAHLAWAN !”

Ratna : “Silvi kalo ngomong tuh dijaga ya, aku tuh Cuma ngajak kalian buat njenguk temen kita maya, dia tuh lagi sakit, dan sakitnya tuh belum sembuh-sembuh ! sudah 2 minggu dia sakit, apa kamu ngga ada perasaan sedikitpun rasa sosial kamu terhadap teman kita?”

Silvi : “Emang aku pikirin mau dia sakit 2 minggu ke 1 bulan ke. Aku ngga perduli !”

Ratna : “Bener-bener yah kamu tega ngomong kaya gitu ke teman kita sendiri

(Ratna pun hanya bisa pasrah dengan kata-kata Silvi dan dengan sikap Silvi dan tiba-tiba dia menangis)

(Gilang pun geram dengan sikap Silvi dan kata-kata Silvi terhadap Ratna)

Gilang : “Eh silvi kalo kamu ngga mau menyisihkan uang saku kamu ya udah ngga papa, toh juga kita-kita masih bisa njenguk maya dengan mengumpulkan uang saku teman-teman yang lain. Tapi cara kamu salah, ngga semestinya kamu bentak-bentak Ratna dengan kata-katamu yang kasar itu !”

(Lusi pun merangkul Ratna)

Lusi : “Benar kata Gilang dan Silvi, kalo kamu ngga mau ya sudah kita ngga papa kok, tapi ngga seharusnya kamu bentak-bentak ratna !”

Silvi : “Eh ngga usah banyak omong deh kalian. Aku yang ngga mau dan kalian bilang ngga papa kenapa kalian yang repot si? dan bela-belain ratna segala?”

Lusi : “Karna ratna adalah teman kita yang baik dan perduli terhadap sahabat. Ngga kaya kamu yang ngga pernah perduli terhadap sahabat !”

(Silvi geram dengan kata-kata Lusi yang membuat hati Silvi marah,tersindir dan Silvi ingin sekali menampar Lusi tapi dengan cepat Ratna menahan tangan Silvi)

Ratna : “Apa-apaan kamu silvi. Kamu tuh temen kita tapi kenapa kamu bersikap aneh seperti ini !”

Silvi : “Jaga tuh mulut kamu Lusi, dan kamu juga ratna.” (silvi pun pergi meninggalkan teman-temannya)

Ratna : “Kamu mau kemana silvi ?”

Lusi : (Lusi menahan ratna) “Biarin ajah silvi pergi na, dasar monster galak”

Silvi : (Silvi hanya terdiam dan berlari)

(Akhirnya mereka membiarkan Silvi pergi)

Ratna : “Ya sudah kalo memang Silvi ngga bisa ngga papa. Mungkin Silvi ada masalah atau apa, besok aku tanya ke anaknya saja”

Lusi : “Sudahlah Ratna ngga usah diperdulikan Silvi, toh dia juga ngga perduli dengan maya”

Ratna : “Ngga papa Lusi dia kan teman kita. Oya bagaimana dengan kamu Rara apa kamu mau menyisihkan uang kamu untuk menjenguk Maya? Kalo memang tidak bisa ngga masalah, aku ngga memaksa kok, asalkan kamu mau ikut kita aku udah seneng kok”

Rara : “Aku mau kok Ratna”

Ratna : (Ratnapun tersenyum) “Alhamdulillah, makasih ya Rara”

Rara : “Ya sama-sama Ratna”

Galih : “Ya udah berangkat sekarang ajah takutnya nanti keburu sore”

Gilang : “Benar kata galih rat, lebih baik kita berangkat sekarang ajah”

Ratna : “Ya udah kita berangkat sekarang ajah, tapi nanti kita mampir ke warung bentar ya buat beli sesuatu”

Semua : “Iyya Ratna”

ADEGAN III

(Merekapun berangkat bersama-sama kerumah Maya dan sampai di rumah maya) Semua : “tokk…tookk….tokkk… Assalamu’alaikum”

Ibu Maya : (tiba-tiba yang membuka pintu ibu maya) “Wa’alaikum sallam… wahh kalian, teman-teman maya ya, silahkan masuk nak”

(Merekapun duduk di ruang tamu)

Ratna : “Iyya bu terimakasih, iyya bu kami teman-teman maya. Bagaimana dengan keadaan maya bu?” Ibu Maya : “Maya sudah lumayan sembuh nak, tapi kata dokter maya belum bisa berangkat sekolah.”

Lusi : “Kenapa maya belum bisa berangkat sekolah bu?”

Ibu Maya : “Maya masih panas, dan masih lemas”

Rara : “Memangnya Maya sakit apa bu?”

Ibu Maya : “Maya terserang Gejala DBD” (Ibu Maya terlihat sedih)

(Teman-teman pun kaget dan terlihat sedih)

Ratna : “Astaghfirulloh yang sabar ya bu,semoga maya cepat-cepat sembuh”

Ibu Maya : “Ya nak terimakasih untuk doanya”

Galih : “Kalo boleh kami tau sekarang maya ada dimana bu?”

Ibu Maya : “Maya sedang ada dikamar nak”

Gilang : “Apa kami boleh menjenguk dan berbicara sama maya buk?”

Lusi : “Ya buk kami ingin sekali bertemu dengan maya”

Ibu Maya : “Iya boleh nak, Mari ikut ibu”

(Merekapun mengikuti Ibunya Maya menuju kamar Maya)

Ibu Maya : “tokkk…tokkk….tokkk…. Maya apa ibuk boleh masuk? Ini ada temen kamu”

Maya : “Boleh buk, masuk saja”

Ibu Maya : “Kalian masuk saja ibuk mau ke belakang, mau buat minum buat kalian”

Gilang : “Tidak usah repot-repot buk”

Ibu Maya : “Tidak apa-apa nak, seharusnya ibu yang merepotkan kalian”

Gillang : “Tidak buk, justru kami khawatir dengan keadaan maya Yang sudah 2 minggu tidak masuk ke sekolah, dan itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai sahabat untuk menjenguk teman kita yang sedang sakit”

Ibu Maya : “Maya beruntung mempunyai sahabat seperti kalian, kalian memang teman yang baik. Ibu salut sama kalian semua”

Semua : “Terimakasih bu” (Merekapun tersenyum)”

Ibu Maya : “Ya sudah kalian masuk saja”

Semua : “Iyya buk”

(Mereka pun masuk ke kamar maya, dan maya pun tidak menyagka kalau yang datang adalah sahabat- sahabatnya)

Maya : “Ratna, Lusi, Rara, Gilang, Galih. Kalian kesini kapan”

Ratna : “Baru sampai maya, tadi juga sempet ngobrol-ngobrol sama ibu kamu”

Lusi : “Gimana keadaan kamu maya”

Maya : “Udah lumayan enakan Lus”

Galih : “Kamu sakit apa maya”

Maya : “Cuma demam biasa kok lih”

Rara : “Ciyee Galih tanya-tanya terus, kangen ya sama maya?” (Maya dan Galih hanya senyum-senyum)

Maya : “Silvi ngga ikut na?”

Ratna : (Ratna terdiam)

Lusi : “Ngga may dia berubah”

Maya : “Berubah gimana Lus?”

Lusi : “Dia berubah jadi monster tergalak di sekolahan”

Ratna : “Lusi ngga boleh ngomong kaya gitu, dia kan sahabat kita”

Lusi : “Loh emang bener kan, buktinya ajah dia bentak-bentakin kamu ngga jelas, sampe-sampe aku mau ditampar, untung ajah kamu langsung cepet-cepet megang tangan dia. Oya makasih ya na kamu tadi udah nolongin aku”

Ratna : “Ya sama-sama lusi. Tapi kamu ngga boleh ngomong kaya gitu mungkin dia lagi cape atau lagi ada masalah atau juga yang lainnya”

Lusi : “Ya maaf-maaf”

Maya : “Kok dia aneh gitu ya na?”

Ratna : “Aku juga ga tau may, niatnya besok aku mau nanyain silvi”

Maya : “Salam ya na buat Silvi”

Ratna : “Ya besok aku sampein kok may. Ngomong-ngomong kamu mulai masuk sekolah kapan may?”

Maya : “Belum tau na”

Lusi : “Ya udah kamu istirah ajah dulu biar cepet sembuh may”

Maya : “Ya Lus makasih ya Lus. Makasih juga buat kalian yang udah njenguk aku kerumah”

Gilang : “Ya sama-sama may, itung-itung kita silaturahmi kerumah kamu may”

Galih : “Udah sore nih kita pulang yuk?”

Maya : “Kok cepet-cepet pulang si”

Ratna : “Udah sore maya, besok-besok kita main kesini lagi. Cepet sembuh ya maya”

Maya : “Ya udah ga papa. Tapi sekali lagi makasih ya temen-temen kalian udah mau njenguk aku. Kalian pulangnya hati-hati ya”

Semua : “Ya sama-sama maya”

(Mereka pun keluar dari kamar maya dan tiba-tiba berpapasan dengan ibu maya)

Ibu Maya : “Loh kalian mau kemana?”

Lusi : “Kami pamit ya bu mau pulang, ini ada sedikit jajan buat ratna buk”

Ratna : “Dan ini ada sedikit uang buat ibu,buat maya berobat”

Ibu Maya : “Terimakasih nak, kalian memang benar-benar sahabat maya yang baik. Sekali lagi terimakasih ya nak”

Ratna : “Iyya bu sama-sama. Semoga maya lekas sembuh ya bu, dan bisa berkumpul bersama kami-kami lagi”

Ibu Maya : “Ya nak aminn. Oya diminum dulu tehnya, ibu udah buat kalian minuman masa ngga di minum sama kalian”

Galih : “Ya bu tenang ajah saya minum kok”

Rara : “Dasar galih minuman ajah mau apa lagi makanan hehe..” (sambil ketawa)

Galih : (Galih hanya tersenyum )

Gilang : “Sekalian ajah tuh piringnya di habisin lih”

Galih : “Apaan si kamu lang aku malu tau. Hehe” (Waktu pun sudah sore mereka berpamitan)

Ratna : “Ya sudah bu, kami mau berpamitan mau pulang dulu bu”

Ibu Maya : “Ya nak sekali lagi terimakasih ya na”

Semua : “Ya bu sama-sama.”

Ibu Maya : “Kalian hati-hati dijalan ya nak”

Semua : “Ya bu, Assalamu’alaikum”

Ibu Maya : “Wa’alaikum sallam”

ADEGAN IV

(Ke esokan harinya Ratna pun menemui Silvi kebetulan mereka pun bertemu di depan TU sekolah)

Baca :  7 Kekayaan Alam Indonesia gambar pengertian contoh manfaat

Ratna : “Silvi tunggu” (Sambil meraih tangan Silvi)

Silvi : “Lepasin ngga tangan aku na !”

Ratna : “Oke aku mau nglepasin tangan kamu, asal kamu mau bicara sama aku”

(Sambil melepaskan tangan Silvi)

Silvi : “Mau ngomong apa?”

Ratna : “Kamu kenapa si? Akhir-akhir ini sikap kamu tuh aneh?”

Silvi : “Emang kenapa kalo sikap aku aneh, toh juga bukan urusan kamu !”

Ratna : “Kalo kamu ada masalah cerita ke aku silvi, siapa tau aku bisa bantu kamu. Kamu kan sahabat aku silvi kalo ada apa-apa cerita saja”

Silvi : “Bukan urusan kamu !”

(Silvi pun meninggalkan Ratna)

Ratna : “Kamu mau kemana silvi”

(Silvi pun tetap pergi dan tiba-tiba Lusi dan Rara pun bertemu Ratna)

Lusi : “Kamu kok sendirian na?”

Ratna : “Barusan aku abis ngobrol sama silvi, tapi si silvi ngga mau cerita apa-apa ke aku. Malah aku yang di bentak-bentak sama si silvi”

Lusi : “Ya udah biarin ajah na, nanti kalo dia kesepian dan butuh temen pasti dia nemuin kita kok na, dia kan ngga pernah berani sendirian”

Ratna : “Iya Lus, semoga ajah sikap dia ngga seperti itu terus. Kamu kenapa ra? Kok kaya ada yang di sembunyiin?”

Rara : “Ngga papa kok na.”

Ratna : “Aku tau kamu ra, bagaimana kamu bohong dan bagaimana kamu jujur. Pasti ada yang disembunyiin dari kita? Ada apa cerita ajah ra?”

Rara : “Se..se…see…sebenarnya”

Ratna & Lusi : “Sebenarnya kenapa ra?”

Rara : “Sebenarnya silvi sedang ada masalah dengan orang tuanya, usaha orang tuanya bangkrut,selain itu sehari-harinya orang tuanya silvi bertengkar. Silvi takut kalo sampe-sampe orang tuanya cerai, makanya kemarahannya dia, dia lontarkan ke kalian semua. Dia takut kalo dia bakal di jauhi sama teman-temannya”

Ratna & Lusi : (Ratna dan Lusi pun kaget mendengar cerita dari rara)

Ratna : “Kenapa kamu ngga cerita ajah dari kemarin ra?”

Rara : “Aku takut na kalo sampe silvi marah ke aku, kamu tau sendiri kan kalo silvi lagi marah”

Lusi : “Kaya monster” (sewot Lusi)

Ratna : “Lusi kamu ngga boleh ngomong kaya gitu”

Lusi : “Abis dia nyebelin banget si na, kita ngga tau apa-apa tiba-tiba kita dibentak-bentak sama Silvi”

Ratna : “Aku kan kemaren bilang sama kamu Lus, mungkin dia sedang ada masalah. Sebenci-bencinya kamu terhadap Silvi dia tetep sahabat kita lus.”

Lusi : “Ya si may”

Ratna : “Ya udah nanti sepulang sekolah kita temuin si Silvi bareng-bareng”

Rara : “Tapi kamu jangan bilang kalo aku yang ngomong tentang orang tuanya ke kamu ya na?”

Ratna : “Ya ra tenang ajah”

(Tiba-tiba bel masuk berbunyi) (tettt….tettt…tettt…tettt..)

Ratna : “Ehh udah bel masuk tuh, kita masuk kelas yuk”

Rara & Lusi : “Ayukk…”

ADEGAN V

(Bel pulang sekolah pun berbunyi) (tettt…tett…tet…tettt…)

Lusi : “Gimana rat jadi nemuin Silvi?”

Ratna : “Jadi kok lus, temenin yuk”

Lusi : “Ayukk na”

Rara : “Aku ngga ikut ya na”

Ratna : “Kenapa kamu ngga ikut ra?”

Rara : “Aku takut sama silvi na”

Ratna : “Ngga usah takut ra, tenang ajah ada aku sama lusi inih ra?”

Rara : “Maaf banget na aku tetep ngga bisa ikut soalnya aku harus pulang”

Ratna : “Ya udah kamu pulang ajah ga papa kok, hati-hati dijalan ya ra”

Rara : “Ya na, makasih ya na”

Ratna : “Ya, Ra”

(Ratna dan Lusi pun menemui silvi ke kelas silvi, kebetulan silvi masih di kelas)

Ratna : “Lusi kamu belum pulang?”

Silvi : “Belum”

Ratna : “Aku boleh duduk di samping kamu ngga sil?”

Silvi : “Boleh”

Ratna : “Silvi aku boleh nanya ngga ke kamu?”

Silvi : “Tanya apa lagi si na?”

Ratna : “Kamu kenapa? Kok akhir-akhir ini kamu marah-marah terus ke kita-kita?”

Silvi : “Pengen ajah”

Ratna : “Kamu ada masalah?”

Silvi : (silvi pun terdiam dan mengeluarkan air mata)

Ratna : “Menangislah silvi kalo memang itu membuat hatimu lega”

Silvi : (Silvi memeluk ratna dan ingin bercerita ke ratna)

Ratna : “Kalau udah lega berceritalah silvi, aku sahabatmu, lusi sahabatmu,maya sahabatmu, rara sahabatmu, gilang sahabatmu, galih pun sahabatmu. Semua sahabatmu silvi, kita pun menyayangimu silvi. Apa yang kamu rasakan sekarang silvi? Aku sama lusi siap kok denger cerita dari kamu”

Silvi : “Ratna maafin aku akhir-akhir ini aku sering marah-marah ke kamu, sering bentak-bentakin ke kamu, dan aku juga minta maaf ke kamu lusi kemarin-kemarin hampir nampar kamu.” (silvi pun menangis)

Ratna : “Ya ngga papa kok silvi, aku tau sikap kamu seperti itu karna kamu sedang ada masalah”

Lusi : “Ya aku maafin”

Silvi : “Aku boleh cerita ngga sama kamu na?”

Ratna : “Boleh kok silvi, boleh banget”

Silvi : “Makasih ya na, sebenarnya aku sedang ada masalah dengan kedua orang tuaku na, orang tuaku setiap hari bertengkar gara-gara usaha ayahku bangkrut na, kamu tau sendiri kan ibuku kalo marah seperti apa na? apa lagi ayahku orangnya keras. Semenjak ayahku usahanya bangkrut ibuku sering pergi na, sering keluar malem entah kemana, dan ayahku juga sering pergi kadang-kadang jarang pulang na, Ngga pernah ada yang namanya keharmonisan dalam keluargaku na, aku ngga tahan mendengar sikap kedua orangtuaku sekarang na, aku bingung na, aku bingung. Aku ngga pernah diperhatikan na sama ayah dan ibuku. Aku harusa gimana na, menghadapi sikap orang tuaku yang sekarang ini?”

(Ratna diam sejenak. Dalam hati ratna, ratna pun merasa sedih dan ingin sekali menangis mendengar cerita dari silvi. Ratna merasa beruntung karna mempunyai keluarga yang sederhana tetapi mempunyai orang tua yang sangat baik terhadap ratna dan kasih sayang yang penuh untuk ratna)

Ratna : “Kamu yang sabar ya sil, aku prihatin dengan keadaan keluarga kamu. Mungkin mereka sedang bingung dengan keadaan mereka masing-masing sil. Banyak-banyaklah berdo’a untuk orang tua kamu sil, do’akan yang terbaik untuk mereka sil. Semoga ajah orang tua kamu kembali seperti dulu yang kamu harapin. Kalo ayah dan ibu kamu dirumah ajak mereka liburan atau setidaknya kamu ajak mereka nonton TV sambil mengobrol, syukur-syukur ajak mereka salat berjama’ah sil. Insya allah sedikit demi sedikit mereka akan berubah seperti yang kamu harapin sil”

Lusi : “Benar kata ratna sil, jalan satu-satunya menenangkan hati manusia adalah salat”

Silvi : “Makasih ya ratna, Lusi. Kalian emang bener-bener sahabat yang paling baik, aku beruntung punya sahabat seperti kalian”

Ratna : “Itulah apa arti sahabat yang sebenarnya sil, disaat sahabat kita sedang sedih kita harus ada di sampingnya dan mendukungnya agar bangkit kembali dan…       ”

(Waktu ratna sedang berbicara Lusi pun memotong pembicaraan ratna,agar suasana lebih tenang)

Lusi : “Dan jika sahabat kita sudah tidak sedih lagi maka sahabat yang habis nangis traktirin jajan dong. Hehehe….”

(Silvi pun tersenyum karna dihibur sama Ratna dan Lusi)

Silvi : “Ya deh.. karna kalian udah menghibur aku. Aku jajanin dehh, oya ngomong-ngomong Rara,Gilang, Galih kemana? Kok ngga ikut kalian”

Ratna : “Mereka udah pulang sil, katanya ada acara”

Silvi : “Ohh gitu, apa mereka marah ke aku na, gara-gara soal kemaren?”

Ratna : “Ngga kok sil, Gilang sama Galih biasa ada acara sendiri, rara juga katanya mau bantu ibunya dirumah. Oya kemaren maya titip salam buat kamu”

Silvi : “Ya syukur deh kalo emang mereka semua ngga marah ke aku”

(Silvi merasa lega dan tersenyum)

Lusi : “Nah gitu dong senyum jangan marah-marah mulu, kan dilihat nyenengin.”

Ratna : “Makanya kalo ada apa-apa cerita ke kita sil, jangan di pendem sendiri”

Silvi : “Ya na, makasih ya na, kamu udah mau ndengerin ceritaku”

Ratna : “Ya sama-sama sil”

Lusi : “Sama aku ngga terimakasih nih?”

Silvi : “Ya deh, makasih ya Lusi kamu sama ratna udah mau ndengerin ceritaku”

Lusi : “Sama-sama Silvi. Ya udah yuk.. katanya mau dijajanin, sekalian kita pulang”

Ratna : “Ya udah yuk, juga udah sore nih”

Silvi : “Ya udah ayoo”

(Akhirnya merekapun pulang sekolah dengan membawa senyuman bahagia, mereka adalah sahabat yang tidak pernah putus. Dan berkat solusi Ratna dan Lusi akhirnya keluarga Silvi pun kembali seperti apa yang diharapkan Silvi. Dan akhirnya Maya pun sembuh dari penyakitnya, selama 1 bulan maya tidak masuk sekolah karna sakit yang ia derita, tapi karna sahabat-sahabatnya yang selalu menyemangati maya dan mayapun berusaha melawan penyakit yang ia derita,akhirnya maya pun kembali bersekolah dengan bahagia.)

Kesimpulan : Itulah pentingnya memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama sahabat, termasuk ketika sahabat kita sedang sakit, dan disaat sahabat kita yang  sedang membutuhkan kita untuk ada disampingnya dan kita diminta untuk menjadi sandaran mereka.

NASKAH DRAMA 8 ORANG

Judul : CRAZY LITTLE THINGS CALLED LOVE

Pada suatu hari di Salah Satu Sekolah Menengah Atas terkenal di ibu kota , terdapat seorang anak yang cerdas bernama Nam. Dia memilki kulit yang gelap, bergaya kuper namun sangat pintar .Nam menyukai salah satu seorang cowok popular di kelasnya yang bernama Naufal. Ia adalah salah satu seorang pria yangmempunyai hobi fotografer, idaman seluruh wanita di kelasnya. Rama adalah teman sekelas Nam. Rama bersahabat dengan Naufal sejak kecil dan bersekolah di SMA yang sama. Bu Ika adalah guru bahasa Indonesia yang menyeramkan , tapi centil dan naksir guru olahraga , Bapak Nugi. Ulfi adalah sahabat Nam yang sangat baik ,Ulfi sangat kalem dan baik hati .Anisa dalah temann sekelas Nam yang naksir Naufal.

Aldi adalah teman cowok Nam yang bandel , suka mengganggu dan tawuran .

Pada suatu hari , Nam sedang berjalan bersama Ulfi dan dia melihat Naufal sedang memotret daerah di kelas , ia sedang mengikuti lomba fotografi di Sekolah . Ia sedang berbincang dengan salah satu guru olahraga yang sangat tampan di sekolah tersebut.

DIALOG

Nugi     : Naufal, kamu sedang memotret apa?

Naufal : Ini Pak, saya memotret untuk lomba fotografi Sekolah tingkat SMA

Nugi     : Oh gitu, semoga menang ya… semoga kamu bisa mewakili sekolah kita dalam lomba fotografi nanti.

Naufal : Oh iya Pak, semoga .

Nugi     : Oh yaudah, bapak ngajar dulu yak … Oh iya kamu jangan lupa remedial kayang sama senam SKJ ya …nilaimu C –

Naufal : Waduh! C- pak? Iya deh pak ntar saya remed

Namira malu malu melihat Naufal, ia senyum- senyum sendiri ke Ulfi sambil tersipu malu.

Ulfi      : Kamu kenapa Nam?

Nam    : Itu….*Menunjuk ke Naufal yang sedang memotret

Ulfi      : Ooh cie…Naufal ya. Iya , dia emang keren banyak banget cewek yang suka sama dia?

Nam    : Hah? Beneran? Yah… potek – potek deh hatiku… galau deh malam ini

Ulfi      : Jangan galau dong Nam! Kamu tau kan Anis? Dia juga naksir tau ama Naufal dan katanya Naufal juga suka ama dia…

Nam    : Ah serius? Ya ampun udah deh … nyerah ah ,,, bakal bertepuk sebelah tangan lagi dong

 

Ulfi      : Coba dulu aja Nam…mungkin aja dia juga naksir kamu

Nam   : Nggak mungkin banget deh Nis, aku kan item , kuper lagi, dia nggak mungkin naksir sama aku

Ulfi      : Yah yaudahdeh Nam. Kita liat aja nanti Ya…..

Ulfi dan Nam pun lewat dan mereka bertatapan dengan Naufal…. Ulfi dan Nam pun kembali ke kelas .

Keesokan harinya Nam bangun kesiangan begitupun dengan Naufal…akhirnya mereka tiba di Gerbang dan ternyata Bu Ika, sudah menunggu di depan gerbang .

Naufal dan Namira     :Aaaaah ,…jangan ditutup bu

Mereka berkata berbarengan, gerbang pun ditutup setelah bel berbunyi dan waktu menunjukan pukul 07:15

Ika       : Telat lagi, telat lagi … cepetan kalian berdua ikut saya ke lapangan … biar saya hukum !!

Pale     : Maafin saya Bu… tapi tadi pagi saya berangkat pukul 6 kok Bu

Ika       : Apa? Pukul 6 ! Masa berangkat pukul 6 baru nyampe jam segini?

Pale     : Bener bu, berangkat jam 6.45 bu maksudnya…

Ika       : Aduh kamu ini… awas ya pelajaran bahasa Indonesia nanti … ibu hukum kamu, Nam, kamu lagi ini kenapa jam segini baru dateng?

Nam    : maaf Bu, tadi pagi saya berangkat pagi- pagi terus saya naek angkot bu, eh ternyata angkotnya salah… pas naek angkot lagi bannya bocor, terus pas udah mau masuk saya nyebrangin nenek- nenek dulu Bu, eh habis nyebrangin nenek- nenek , akhirnya telat deh bu….

Ika       : ah yasudahlah…berdiri sana di tengah lapangan basket. Seperti biasa, tangan di kuping dua – duanya , satu kaki diangkat!

Akhirnya merekapun dihukum di Tengah tengah lapangan daan mereka tersenyum berdua …

Pada saat jam olahraga , Pak Nugi mengumumkan bahwa hari ini mereka akan di tes SKJ dan lari jarak pendek .

Nugi     : Selamat pagi anak- anak. Oke pagi ini kalian akan di tes lari jarak pendek… Silahkan bersiap – siap dan pemanasan.

Jadi teknik lari jarak pendek adalah start, bersedia dan saat saya katakan siap kalian harus berlari sejauh- jauhnya . Oke?

Anis dan temannya melakukan pemanasan dan mereka bersiap siap berlari. Kepada absen 21, 22 , 23, dan 24 silahkan bersiap siap.

Dan saat akan berlari Anis terjatuh….

Anis     : Aww… sakit banget .

Nugi     : Naufal, tolong bantu Anis menuju ke UKS … Akhirnya , Anis dibantu oleh Naufal pergi ke UKS.

Naufal : Nis , gue pergi dulu ya..

Ulfi dan Nam yang sedang lewat mereka melihat Naufal menemani Anis ke UKS… Nam merasa sangat cemburu dan sedih . Namun, Nam menyadari bahwa Naufal mencintai Anis dan Naufal sama sekali nggak pernah menganggap kalau Nam itu ada.

#Viera – Kau hancurkan aku seakan ku tak pernah ada

Nam    : Tuh kan Nis…bener Naufal itu suka banget sama Ulfi

Annisa : Yah… aku ikut sedih deh Nam, kalo gitu mendingan kamu move on yaa…

Nam    : Mulut tuh gampang bilang move on…tapi hati mah susah Fi

Ulfi      : Ya coba dulu dooong….

Nam    : Hancur lebur nih hati aku.. bener- bener hancur..

Ulfi      : Sabar ya Nam… aku ikut sedih

Keesokan harinya Rama menghampiri Anis dan Ulfi yang sedang makan di kantin Rama  : Eh, pada liat si Nam nggak?

Ulfi      : Biasa, keperpus ada tugas karya ilmiah kayanya membahas tentang apa yaaa… masalah lingkungan lingkungan gitu deh

Ulfi      : Ya biasalah Ram, sibuk dengan laptop nya dia. Oh iya di bbm aja sih..

Rama   : Nggak di read

Ulfi      : Ehh…tunggu! Kok kayaknya khawatir banget sih….wahhh

Anis     : Ciee… cieee jangan jangan…

Ulfi     : Jangan bilang lu naksir Nam

Rama   : emm…kalo iya kenapa ? Yaudah gue duluan ya…

Ulfi      : Wah,,,, Nam…Rama? Cieee nggak nyangka nih

Anis     : Iyaa… nggak nyangka…

Akhirnya mereka melanjutkan makan di kantin

 

Saat pagi hari tiba, hari itu adalah hari Ulangan Harian Bahasa Indonesia yang gurunya adalah Bu Ika, guru killer yang sangat menyeramkan .

Ika       : Anak- anak masukkan buku kalian, simpan di depan , hp kumpulkan di depan

Murid : Iya Bu.

Ika       : Oh iya, hari ini kakak kelas kalian ikut ulangan kalian karena dia mengikuti ulangan harian susulan

Murid  :Ohh iya bu

Ulfi      : Cie … Nam.,, dag dig dug tuh Nam  : apaan sih… fi

Anis     : Ya ampun ada Naufal , semangat deh ngerjainnya…

Aldi      : Bu, boleh pake pensil nggak?

Bu Ika  : Pensil ?

Aldi      : Pensil Alis bu … hahha

Saat ulangan , Naufal melihat- lihat kebelakang dan melihat kearah Nam , Namun Nam tidak melihatnya. Selanjutnya Aldi mengeluarkan contekan yang berada di kakinya, di bawah kolong mejanya dan di hpnya. Karena Nam risih akan hal itu, ia melapor kepada Bu Ika bahwa Aldi mencotek. Aldi pun kesal kepada Nam.

Ika       : Aldi , keluar Kamu!

Bu Ika merobek kertas ulangan Aldi dan menyuruh Aldi keluar kelas.

Tiba- tiba Pak Nugi, guru olahraga yang sangat keren lewat dan melihat ke arah bu Ika. Bu Ika pun langsung salah tingkah dan menjadi genit kepada Pak Nugi.

Aldi terus dendam kepada Nam karena masalah itu. Saat Nam keluar kelas, Aldi menyenggol bahu Nam dengan sengaja dan hampir membuatnya jatuh.

Di Kantin

Ulfi dan Nam pergi ke kantin dan memesan dua buah minuman.

Nam    : Bu limunnya 2 ya..

Ibu penjual      : Iya, ini…5 ribu

Namun aldi segera menyerobot minuman itu

Aldi      : Ini buat gue dulu kan!

Ulfi      : ih Aldi itukan punya kita

Aldi      :Oh yaudah ini buat lu dan ini buat temen lu yang sok cari muka…

Aldi menumpahkan minuman tersebut ke rok milik Nam. Naufal melihat hal itu dan dia merasa kesal kepada Aldi

Baca :  Pengertian Sampah Anorganik dan Organik serta Contoh

Naufal : Eh lu, biasa aja dong

Aldi      : Apaan sih lu! Gue nggak ada masalah sama lu ! Nggak usah ikut campur

Naufal : Itu jadi masalah gue karena lo udah nyakitin cewek

Aldi      : Oh sok pahlawan yak lu ! gue tunggu ntar pulang sekolah di lapangan !

Naufal : Siapa takut!

Nam    :Naufal, kamu nggak apa- apa kan?

Naufal : Nggak apa apa kok

Ulfi      : Oh iya … jangan berantem ama dia yah… kamu tau kan dia itu jago karate

Naufal :Iya , tenang aja nggak akan kok… yaudah gue pergi dulu ya

Di luar sekolah Aldi dan Naufal bertemu, mereka pun saling menatap dan berkelahi

Aldi      : Gede juga ya nyali lo *bertepuk tangan

Naufal : Udah deh jangan banyak bacot

Naufal dan Aldi pun berkelahi… Aldi berhasil memukul pipi Naufal dan Naufal akhirnya mengalahkan Aldi. Setelah Aldi kalah Aldi pun pergi dan pulang ke rumahnya

Saat Naufal akan pulang ke rumah… ia bertemu dengan Nam dan Anis

Ulfi      : Nam , itu Naufal! Liat mukanya memar- memar

Nam    : Gimana keadaan kamu Naufal?

Ulfi      : Kasih plester gih Nam!

Nam    : Mau plester?

Naufal : Makasih ya…

Nam dan Ulfi pun pergi meninggalkan mereka

Nam dan Anis berkunjung ke rumah Ulfi, mereka mengerjakan tugas bahasa Inggris yang ditugaskan oleh guru Mereka

Anis     : Nam, udah ketemu belum materinya?

Nam    : Belum nih susah banget , jarang di internet juga

Ulfi      : Eh liat deh , kemaren aku baru beli buku di Gramedia

Anis     : Buku apa itu fi?

Ulfi      : Judulnya “ 3 Langkah Mendapatkan Hati Cowok Idamanmu”

Nam    : Wah…keren banget tuh!

Ulfi      : Cie…Nam, emang mau ngedapetin hati siapa siiih? Anis    :Kalo aku mau ngedapetin hatinya Naufal doong Ulfi dan Nam langsung terdiam sejenak.

Anis     :Kok, kalian pada diem sih?

Ulfi      : Nggak , kok enggak hehehe….

Anis     : Oh iya,,, kamu sebenernya naksir siapa sih Nam?

Nam    : Emm.,. nggak kok, aku nggak naksir siapa- siapa hehe

Ulfi      : Oh iya ini cara mendapatkan pria idaman … dengerin ya..

Langkah Pertama:

Kenakan parfum yang paling disukai pria, misalnya Candies dan White Diamond. Meski banyak parfum yang disukai pria, namun dua merek itu yang biasanya paling populer dan disukai oleh pria.

Ingatlah untuk selalu BERBAU MENYENANGKAN, meskipun Anda hanya akan melintas ruangannya saja. Langkah Kedua:

sGunakan pakaian-pakaian atraktif yang disukai pria, seperti gaun terusan, rok mini dan pakaian pas badan yang menggunakan warna-warna terang .

Seperti halnya parfum, gunakanlah pakaian yang atraktif SETIAP WAKTU,

Mengapa? Karena Anda tidak akan pernah tahu kapan akan bertemu pria pujaan, jadi mengapa tidak selalu siap mendapatkan perhatiannya bila saat itu tiba-tiba datang? Selalu berpenampilan terbaik setiap hari, tak ada salahnya!

Jika Anda merasa tidak cantik secara fisik, tutupilah kelemahan itu dengan menggunakan pakaian yang menarik, sehingga tetap enak dipandang. Dan jagalah penampilan anda menjadi semenarik mungkin.

Langkah Ketiga:

Dan yang paling penting!

Pria tak akan bisa mengetahui pemikiran Anda, sehingga, jika Anda tertarik pada seorang pria dan ingin agar ia memperhatikan Anda, katakanlah dengan menggunakan mata Anda!

Nam    : Oh gitu, berarti aku harus memperbaiki penampilan aku kali yah?

Ulfi      : Iya gitu… besok aku make over deh

Nam pergi ke rumah Ulfi untuk membuat dirinya tampak berbeda …

Nam    : Gimana nis? Kamu udah siap kan make over aku biar jadi cantik?

 

Ulfi      : Ya…aku ada bukunya nih…pokoknya hari ini kamu bakal tampil cantik deh!

Nam    : Yaudah…

Akhirnya Nam pun di make over oleh Ulfi     , namun hasilnya mengecewakan Nam menjadi

sangat pucat dan menor. Saat Nam bertemu dengan Naufal yangsedang mencari foto di dekat taman Nam tersenyum pada Naufal.

Naufal : Nam, kamu kenapa? Kok kaya mak2 SPG gitu ,,, tebel banget make up nya. hahaaha

Nam merasa sangat kecewa …. ia pun berlari dan duduk di sebelah bangku taman setelah itu, munculah Aldi yang sedang berjalan- jalan

Aldi     : heh.   hahahhahaha!

Nam    : Apa sih !

Aldi      : Dasar ondel – ondel hahahhaha….

Nam pun merasa sangat sedih dan dia pulang ke rumah dia sangat kecewa .

Dia pun menyerah dan dia berfikir bahwa sangat tidak mungkin Naufal suka sama dia yang sangat jelek.

Narasi : karena merasa sangat teraniaya, ahir nya dia berusaha keras dgn memakai segala cara agar bs putih. -ponds

Siswa siswi sedang bermain- main bernyanyi nyanyi, namun tiba- tiba Bu Ika masuk. Dan semua keributan berubah menjadi keheningan.

Bu Ika  : Selamat Pagi Anak- anak!

Siswa – siswi   : Selamat pagi Bu!

Bu Ika  : Sekolah kita diundang untuk mengikuti lomba drama bahasa inggris… siapa disini yang mau ikut?

Semua siswa siswi disana langsung terdiam … tidak ada satu pun yang berani berbicara

Bu Ika  : Sekali lagi… siapa disini yang bahasa inggrisnya paling bagus?

Siswa siswi      : Nam bu!

Nam    : Apa? Aku? Baiklah bu

Nam langsung mengeluh dan menundukkan kepalanya…

Bu Ika  : Oke, kamu Nam…akan berperan sebagai Snow White

Aldi      : Tapi bu, kalau dia yang meranin Snow White jadinya judulnya “Snow Black” hahaha

Bu Ika  : Aldi , maju berdiri… seperti biasa…tangan kekuping , kaki diangkat satu…

Aldi pun maju dan menjalani hukuman

Anis     ; Bu, nanti kita bantu deh biar Nam bisa secantik Snow White yang asli

Bu Ika  : Baiklah saya serahkan ke kamu ya… pokoknya buat Nam secantik mungkin

Anis     : Oh iya Bu. Kalau boleh tau… siapa yang jadi pangerannya

Bu Ika  : Rama… diakan ketua teater sekolah kita Akhirnya mereka pun belajar bahasa indonesia …

Akhirnya , Nam pun berperan menjadi Snow White… Siswa – siswa pun yang melihat Nam, menjadi tertarik padanya…kini , Nam menjadi lebih cantik dari sebelumnya. Ia pun menjadi populer dan kini ia lebih sering bermain bersama Naufal dan Rama dibanding sahabat- sahabatnya. Sahabat- sahabatnya, berfikir bahwa setelah Nam cantik ia menjadi sombong. Diam – diam Rama ternyata makin menyukai Nam, sementara Anis makin menyukai Naufal.

Di Kamar Naufal

Rama dan Naufal sedang bermain gitar dan mengobrol bersama

Rama   : Fal, gue lagi naksir cewek nih

Naufal : Widih , siapa tuh?

Rama   : Ada deh… pokoknya dia tuh tadinya bebek yang sekarang jadi angsa

Naufal : Yang Pasti bukan Nam kan?

Rama   : Kok lu tau! Itu dia Nam… gue suka ama dia

Naufal : Oh yaudah gue bantu deh elu buat ngedapetin Nam,,,, tenang aja sob Rama       : Wah lu tuh emang sahabat terbaik deh Fal

Sebenarnya , di lubuk hati yang terdalam Naufal sangat kecewa karena sebenarnya dia menyukai Nam semenjak Nam belum menjadi cantik. Semenjak ia pertama bertemu dengannnya.

Rama   : Oh iya Fal,,, sebenernya Anis naksir lu tau

Naufal : Ah serius lu?

Rama   : Bener deh ! Sueerr

Naufal : Terus urang kudu umroh kitu?

Rama   : Ya , lu harus tembak dia

Naufal : Yakin?

Rama   : Banget ,…percaya nggak rugi deh jadian ama Ulfi. Besok kan Ultah Ulfi..lu tembak dia besok aja.

Naufal : Iya..sip sip

Hari ini teman – teman Anis pergi ke rumahnya untuk merayakan ulang tahunnya dan membawa beberapa kado untuknya.

Ulfi      : Makasih ya teman udah dateng ke acara ulang tahun ku

Nam    : Iya dong… kan kamu temen baik kita

Aldi      :Nih kadonya…

Ulfi      : Makasih…

Anis     : Ehh main jujur berani yuukk!!

Ulfi      : Ayooo!

Naufal : Yaudah ayo mulai Merekapun bermain jujur berani

Anis     : Nahh…Rama kena, jujur apa berani?

Rama  : Jujur dehh!

Anis     : Ceritain kisah lucu kamu

Rama   : Jadi gue pas kecil pernah suka sama cewe yang ternyata disukai juga sama si Naufal dan karena itu, kita jadi musuhan selama 6 bulan . Akhirnya kita bikin perjanjian kalo kita nggak bakal suka sama cewek yang sama demi menjaga persahabatan kita

Ulfi      : hah? Serius? Ckckck untung sekarang kalian nggak suka sama cewek yang sama yah… kalo sama ribet deh

Naufal : Ohh iya …gue mau jujur…

Anis     : Wahh…dalam rangka apa nih ?

Naufal : Ulfi, sebenernya gue suka sama lu sejak pertama kita ketemu

Anis     : hah? Beneran? Iya gue juga suka banget sama lu

Naufal : Lu mau kan jadi cewe gue?

Anis     : Maaf aku nggak bisa….

Naufal : tapi kenapa?

Anis     : Aku nggak bisa nolak kamu…

Nam    : ciee….

Sebenernya Nam sangat cemburu dan kecewa mengetahui bahwa Naufal menyatakan cintanya pada Anis dan akhirnya mereka jadian.

Hari valentine adalah hari yang dianggap special oleh anak- anak remaja yang memiliki kekasih, begitu pula dengan Nam. Walaupun Nam tidak memiliki kekasih, ia mendapat banyak coklat dari teman- teman prianya yang naksir padanya.

Naufal tiba- tiba menghampiri Nam dan membawakan bunga mawar untuknya. Naufal   : Nam  selamat hari valentine ya

Nam    : Makasih Naufal

Naufal : Ini bukan dari aku, tapi dari temen aku…

Naufal pun langsung pergi. Nam mebaca surat yang terdapat di bunga itu

“Aku mau kita ketemu di Warung Steak jam 3 sore ini”

Nam masih bingung mengenai surat itu, Namun dia sangat senang karena dia fikir surat ini untuk dia.

Nam pergi ke Warung Steak dan dia melihat Rama

Saat Nam tiba di Warung Steak Rama melambaikan tangan ke arah Nam.

Nam    : Eh ada kamu Ram, sedang apa?

Rama   : Sini, duduk.

Nam menjadi sangat bingung karena ia mengira bahwa yang mengirim surat adalah Naufal… di dekat cafe ternyata Naufal sedang melihat ke arah Ram dan Nam dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Rama   : Kamu udah dapet mawar dari aku kan?

Nam    : Mawar yang mana?

Rama   : Yang aku titipin ke Naufal

Nam    : Ohh itu.. udah kok..

Rama   : Nam maukah kamu jadi pacar aku?

Nam hanya tersenyum dan kemudian mereka mengobrol . Nam tidak berkata ya atau pun tidak kepada Rama. Mereka pun selalu bersama di hari- hari berikutnya walau sebenarnya Nam tidak mencintai Rama… ia hanya mencintai cinta pertamanya…Naufal.

Nam    : Ram, maaf aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita

Rama   : Tapi kenapa?

Nam    : Ada orang lain di hati aku

Rama   : Siapa ?

Nam    : Kamu nggak perlu tau.. pokoknya aku nggak cukup baik buat kamu Rama            : Yaudah kalo itu mau kamu

Naufal : Fi , aku rasa hubungan kita sampe disini aja ya

Anis     : maksud kamu?

Naufal : Aku mencintai orang lain Nis, Maaf ya

Anis     : Jadi selama ini?

Naufal : Maaf ya Nis

Anis     : yaudah …

Naufal : semoga kamu mendapat orang yang lebih baik dari aku ya

Anis    : Semoga, walaupun hari ini kau mengukir luka d’hatiku , aku akan tetap mencintai mu seperti aku mencintai mu kemarin.

Dirumah Naufal

Ayah Naufal sedang berbincang – bincang dengan bersama Ayah dan Ibunya.

Ayah    : Nak, kamu mau melanjutkan study di Amerika nggak? Ayah menemukan sebuah universitas yang bagus buat kamu

Ibu       : Iya Naufal. Kamu sekaligus bisa mengasah kemampuan fotografi kamu

Naufal : Serius Pa?Ma?

Ibu       : Beneran…

Ayah    : Setelah kamu lulus kamu kesana

Naufal : Oke deh Pa… makasih banyak ya…

Setelah lulus Sekolah Naufal pun pergi merantau ke Amerika, begitupun dengan Nam. Ia mendapat beasiswa , namun di Italia.

Beberapa tahun kemudian Naufal menjadi seorang pebisnis yang sukses dan seorang fotografer, sementara Nam menjadi seorang peneliti muda yang sukses dan mendirikan laboratorium yang terkenal di Amerika .

Suatu saat, mereka dipertemukan dalam sebuah wawancara MC   :Selamat datang di acara Kik Aldi

Sekarang kita akan mewawancarai dua insan yang sangat sukses dan berasal dari negara yang sama. Kabarnya mereka dulu satu sekolah di SMA .

Mari kita Sambut Namira dan Naufal.

MC      : Apa kabar Nam?

Nam    : Baik, terimakasih

MC      : Apakabar Naufal?

Naufal : Baik terimakasih

MC      : Selamat datang di Acara Kik Aldi…pertanyaan pertama.. apasih yang melatarbelakangi kesuksesan kalian di saat yang muda ini?

Naufal : Kefokusan, percaya diri dan keyakinan

Nam   : Kerja Keras, tidak mudah menyerah

MC      : Untuk mas Naufal, Apakah Anda sudah menikah?

Naufal : Saya menunggu seseorang peneliti dari Amerika yang merupakan cinta pertama saya

MC      : Wah…bagaimana dengan mbak Nam?

Nam    : Saya masih menunggu kakak kelas saya saat SMA dulu yang membuat saya jatuh hati.

Akhirnya Naufal menyatakan cintanya pada Nam. Mereka pun akhirnya bahagia sementara Rama menemukan wanita lain begitupun dengan Anis yang menemukan pria yang tulus mencintainya.Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihanku,tapi jatuh cinta denganmu itu di luar kemampuanku.

CONTOH NASKAH DRAMA 8 ORANG

JUDUL MELATI DITAPAL BATAS

PELAKU :

  • Budi
  • Tina
  • Pak Darma
  • Pak Burban
  • Partono
  • W a r d i
  • A h m a d
  • Opsir Belanda

L O K  A S  I :  Tepian kota pejuang di Jawa Barat

ADAPTASI :  Berdasarkan lagu ” Melati Di Tapal Batas ” dan ” Gugur Bunga ”

KARYA :  YADI SAYADI

Berikut Jalan Cerita nya

BABAK  I (PERTAMA)

“Pondok kecil itu cuma dihuni oleh dua orang. Pak Darma yang buta dan anak tunggalnya Budi. Menjelang magrib, dimana cahaya matahari senja memancar indah, sehingga sebagian cahayanya menyelinap ke dalam pondok itu melalui jendela sorong, Budi sedang bergelut dalam pembicaraan serius dengan orang tuanya.”

Pak Darma : (yang duduk di atas bale-bale sambil merokok kawung)

“Budi, aku sebenarnya mengharapkan agar kau segera mendapatkan teman hidup. Keadaanku yang begini memerlukan perawatan dari anak mantuku.”

B u d i  : (yang duduk khusu di sisi bapaknya)

“Saya mengerti perasaan Bapak, tetapi keadaan belum mengijinkan Pak.”

Pak Darma : “Maksudmu ?”

Budi : “Haruskah saya bersuka-suka, di tengah mendesingnya peluru- peluru maut dan di tengah pedihnya rintihan rakyat yang tertindas Pak ?”

Pak Darma  :  Jadi kau akan tetap bergelut dengan maut itu ? ”

Budi : “Benar Pak”

Pak Darma : “Budi, aku adalah manusia korban perjuangan. Beginilah jadinya. Haruskah aku mendengar kau menjadi korban keganasan itu kembali?”

Budi : “Tetapi ini semua adalah panggilan Pak, dan kewajiban bagi semua putra-putra bangsa.”

Pak Darma : “Aku mengerti, bahkan akupun berbuat serupa itu. Tetapi aku menghendaki ketenangan dan perlindungan dari Kau. Aku yang sudah cacat ini tak dapat berdaya apa-apa.”

Budi : (terdiam, berdiri dan mondar-mandir penuh kebingungan, napasnya mendengus-dengus penuh arti ) “Hemm ,….,… bingung aku”

Pak Darma : “Tetapi semuanya tak kupaksakan Budi. Itu terserah pertimbanganmu.”

Budi : (masih berdiri) “Baik Pak, Saya berjanji, saya akan turuti kehendak Bapak, setelah semuanya beres.”

Pak Darma  :  “Syukur. Aku mengharap semoga kau berhasil, dan apakah Tina sudah kau hubungi?”

Budi : (tersentak) “ Tina ? mengapa Bapak sebut-sebut Tina ? “

Pak Darma : “Bukankah selama ini kau berhubungan dengan Tina ? ”

Budi : “Mungkin Tina ya. Tetapi ayahnya Pak. Ayahnya orang terpandang dan punya kedudukan.”

Pak Darma :  “Aku dan ibumu dahulu sama halnya. Ibumu anak seorang regen yang terpandang. Tetapi cinta tak mengenal itu.”

B u d i  : “Sudahlah Pak, tak usah pusingkan itu. Oh .. ya .. sudah waktunya saya harus berangkat.“ (mendekati ayahnya dan memegang kedua tangannya).

Pak Darma : “Kau akan berangkat sekarang ? ”

B u d i  : “ Ya Pak. Teman-teman sudah menanti tentunya.”

Pak Darma  : “ Baiklah. Hati-hati dalam bertindak, waspada dan teliti dalam gerakan yang kau lakukan. “

B u d i  :  “ Terima kasih Pak, dan panggil saja Achmad kalau ada perlu apa-apa. Saya pergi dulu Pak. ” ( mencium tangan bapaknya ).

Pak Darma  : ( memegang kepala anaknya ) “ Selamat berjuang pahlawanku Tunaikan darma baktimu pada negara. “

B u d i  : “ Terima kasih Pak. Saya pergi. ” ( Melangkah pasti ).

(Orang tua itu tengadah, seakan memandang sesuatu dengan matanya yang buta. Mulutnya komat-kamit, setelah selesai dia kembali seperti sikap semula, tangannya meraba-raba kendi yang ada disisinya kemudian meraih dan mengantarkannya kemulutnya, beberap teguk air masuk kedalam pertutnya, dengan menghembuskan napasnya dalam-dalam seakan melontarkan segala ganjalan dalam hatinya. )

Pak Darma : “Yah …. puaslah rasa hatiku.” ( setelah meletakkan kendi disisinya kembali, la meraba-raba tempat rokok kawungnya, kemudian dia melintingnya dengan perasaan. )

Tina : (yang masuk tiba-tiba dan berdiri di mulut pintu). “ Selamat sore Pak. ”

Pak Darma : “ Siapa kau ? “ ( suaranya pelan tapi pasti ).

Tina : “ Saya Tina Pak. ”

Pak Darma : “ Oh … Tina, masuk dan kemari Nak. ”

Tina  : “ Terima kasih Pak. Kak Budi kemana Pak ? “

Pak Darma : “ Baru saja pergi, mungkin ke tapal batas.”

Tina : “ Ah terlambat “

Baca :  Tugas Wewenang dan Fungsi lembaga Negara beserta Penjelasan

Pak Darma : “ Tina, boleh bapak berkata-kata denganmu ? “

Tina : “ Mengapa tidak Pak ? Silakan.”

Pak Darma : “ Tina, kau tahu keadaan Bapak dan Budi bukan ? ”

Tina : “ Memangnya kenapa Pak ? “

Pak Darma  : “ Yah….. keadaan yang serba sengsara begini, serba susah dan tertekan. Lain halnya dengan orang tuamu. Kaya dan terpandang. Mungkinkah keadaan serupa itu da-pat bertemu dalam satu kedamaian ? ”

Tina : “ Maksud Bapak apakah soal ”

Pak Darma : “ Hubunganmu dengan Budi. Bapak kira tak mungkin terjadi”

Tina : “ Pak. Terlepas dari persoalan kaya dan miskinnya, soal cinta adalah mutlak. Dia tak pernah mengenal derajat dan martabat. “

Pak Darma : “ Benar, tetapi jalan pikiran orang tuamu beda dengan kau Tina. ”

Tina : “ Sudahlah Pak, tak usah persoalkan itu. Keyakinan saya cuma satu. Cinta tak pernah mengenal apapun, ”

Pak Darma :  “ Baiklah kalau begitu, asalkan jangan sampai membawa akibat yang lebih luas lagi. ”

Tina : “ Saya berusaha mencegahnya Pak. ”

Pak Darma   :  “ Tina, sebelum bapak mati, ada satu hal yang hendak bapak katakan lagi padamu.”

Tina  :  “ Soal apa lagi pak ?”

Pak Darma : “ Sebentar ”

(Orang tua itu mencoba turun dari tempatnya dan berdiri dengan reakan meraba, dia menuju ke belakang. Tina mengikuti dengan pandangannya. Selang beberapa lama orang tua itu muncuk kembali, tangannya menggenggam bumbung bambu. Setelah duduk kembali ditempatnya, orang tua itu berkata tenang)

“ Ini, Bungbung ini, jaga baik-baik olehmu. Lenyapnya bungbung ini, berarti lenyaplah kewibawaan negara dan bangsa. ”

Tina : “ Apa isi bungbung itu Pak ?”

Pak Darma : “ Akupun tak tahu. Tetapi kelak kau dan Budi akan tahu setelah kita bebas dan merdeka dari segala penindasan ”

Tina : “ Jadi saya harus           ”

Pak Darma :  “ Ya, kau harus menjaganya, kau dan Budi ” (Memberikan bungbung kepada Tina)

Tina : (Setelah menerimanya) “ Terima kasih Pak. Saya berjanji akan menjaganya baik-baik. ”

(Percakapan mereka terhenti. Tiba-tiba terdengar bedug dilanggar bertalu-talu dan suara adzan berkumandang sayup-sayup)

Tina : “ Baiklah Pak. Hari telah sore saya harus pulang dahulu.”

(Berdiri mengeluarkan bungkusan dari dalam tasnya) “ Ini sedikit kue dan rokok untuk Bapak.”

Pak Darma : “ Terima Kasih Tina, selamat sore.”

Tina : (Setelah mencium tangan orang tua itu) “ Saya pulang dulu Pak.”

Pak Darma : “ Hati-hati di jalan Tina.”

Tina : “ Terima kasih Pak.” (Melangkah keluar)

(Orang tua itu turun kembali dari tempatnya dan pergi kebelakang, beberapa saat keluar kembali, mukanya basah bekas air wudhu. Dibersihkannya bale-bale itu dari sesuatu yang mengganggunya, termasuk kendi dan bungkusan tadi. Kemudian dia berdiri menghadap kiblat. Suaranya terdengar syahdu …. Baru saja hal tersebut berjalan beberapa detik, tiba-tiba muncul tiga orang lelaki, tampangnya angkuh dan sombong. Seorang diantaranya Partono sambil berlagak sombong tertawa terkekeh- kekeh)

Parto :  “ Ha … ha … ha  sikotok berlagak alim !”

Mardi : “ Sudah sikat saja Ton ! ”

Pak Burhan :  “ Biar dia minta ampun dulu, sebelum dia modar ! ”

Partono : “ Biar saya cari dokumen itu di dalam Pak Burhan! ”

Pak Burhan :  “ Bagus. Kau bantu Wardi !” (Partono dan Wardi masuk ke dalam, selang beberapa lama terdengar suara gaduh, dimana terdengar alat-alat dipecahkan dan sesuatu di balik-balikan, sedang Pak Burhan mondar-mandir).

Partono : (Yang keluar bersama Wardi) “ Tidak ada Pak ”

Pak Burhan  :  (Melihat Pak Darma yang masih melakukan sholat, tiba-tiba berteriak) Partono. Sibuta itu mengulur waktu, Tarik ! ”

Partono : (Melompat dan menjambret Pak Darma serta membantingka ke bale-bale) “ Tua Bangka, berhenti kau sembahyang! ”

Pak Darma :  (Sambil terjatuh) “ Allahu Akbar ”

Pak Burhan : “ Hai Darma, kau kenal suaraku ”

Pak Darma :  “ Kalau tak salah, Pak Burhan “

Pak Burhan : “ Bagus, telingamu masih waras. Kau tahu maksud kedatanganku ?”

Pak Darma : “ Belum”

Pak Burhan : “ Dengar olehmu baik-baik ”

“ Pertama kasih tahu anakmu, bahwa aku tak sudi anakku Tina bergaul dengan anakmu. Kedua, tunjukkan dimana kau sembunyikan dokumen-dokumen itu ? ”

Pak Darma   :  “ Pak Burhan, tentang hubungan anakku dan Tina aku tak pernah tahu menahu, itu urusan mereka berdua. Sedangkan tentang dokumen, aku tak pernah merasa menyimpannya. Dokumen apa ?”

Pak Burhan : “ Apa katamu ? kau mencoba menutupinya ? ”

“ Hai kere, sekali lagi jawab, dimana kau simpan dokumen itu ? dimana? ”

Pak Darma : “ Aku tak tahu ”

Pak Burhan : (Menempeleng) “ Setan !, bilang sekali lagi tak tahu. Bilang ! ”

Pak Darma : (Tenang) “ Walaupun kau apakah aku, aku tak akan berkata sebaliknya”

Pak Burhan : “ Partono, hajar sibuta itu ! ”

Partono : “ Hai kotok, dimana kau simpan itu semua, ha ! ”

Pak Darma : “ Sudah kubilang, aku tak tahu ”

Partono : “ Bangsat !” (Pak Darma dipukuli habis-habisan, mukanya babak belur dan akhirnya tak berdaya sama sekali).

Pak Burhan  : “ Sudah. Biar kita tinggalkan dia, biar dia juga mampus sendiri ! ” (Mereka pergi).

Pak Darma : “ Ya Allah …. berilah hambamu …. ke …. kekuatan …. Bu …. di ….. anakku ….. Budi ….. (Akhirnya ia lemas dan terkulai di lantai)

(Seorang pemuda masuk tenang-tenang. Berdiri di mulut pintu, memandang keadaan Pak Darma, dia melompat mendekatinya )

Achmad :  “ Pak … Pak Darma … Pak (Membalikan tubuh orang tua itu) Pak … Pak Darma … Pak (Pak Darma tiada bergerak) “ Ya Allah … Ya Tuhanku   Ampunilah segala dosanya. Innalilahi wa ina ilahi rojiun   ”

(Tertunduk sambil terisak-isak).

Contoh Naskah Drama 8 Orang Pemain

Judul : Hanya Bisa Menyesal

Isi cerita dalam drama terbaru ini benar-benar bisa dijadikan nasehat berharga dimana sebaiknya kita bisa memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. Sukses tidaknya hidup kita dimasa depan dipengaruhi oleh usaha kita saat muda.

Naskah drama yang berjudul “hanya bisa menyesal” ini melibatkan delapan orang pemain yang masing- masing memiliki karakteristik atau sifat yang unik. Ada peran sebagai anak baik dan pintar tetapi ada juga peran seorang anak yang nakal dan brutal.

Karakter sifat pemain memberikan warna dan ciri khas tersendiri jika naskah ini dimainkan atau dipentaskan. Ingin tahu bagaimana kisah selengkapnya dalam drama tersebut?

Untuk melengkapi naskah yang satu ini akan disiapkan juga beberapa naskah lain yang juga dimainkan oleh delapan orang. Naskah tersebut bisa dilihat seperti pada daftar yang ada di atas. Ada naskah yang bertemakan komedi lucu, ada yang serius dengan tema hidup, kisah cerita rakyat, persahabatan dan banyak lagi lainnya. Sekarang kita lihat langsung drama tersebut di bawah ini.

Pemain :

  • Hana (baik, pintar)
  • Arum (teman Tia dan brutal)
  • Nanda (dosen, galak)
  • Tia (anak pak Harun dulunya sopan sekarang brutal)
  • Gresia (baik dan motivator)
  • Akbar (baik, rajin, kutu buku, berkacamata)
  • Vito (brutal)
  • Pak Harun (Ayah Tia, sabar)

Tema : Kesuksesan

Pesan Moral:

Pesan dari drama ini adalah pintar pintar-lah kalian dalam memilih teman, sebab teman bisa menjadi kunci kesuksesan kita dan yang paling utama adalah tetap orang tua. Sekian dan terima kasih.

Di sebuah SMA telah dilaksanakan ujian akhir nasional dan pada hari ini adalah pengumuman kelulusan Tia di sekolah itu dia sudah yakin dia akan lulus karena setiap malam ayahnya telah membimbingnya belajar untuk mendapatkan hasil ujian yang memuaskan dia pun sudah mendaftar kuliah di sebuah Universitas Bumi Ayu. Dari pada penasaran mending kita lihat langsung drama kita di TKP…

(Suasana tegang dan penuh harapan)

Tia: Ya allah semoga hari ini Tia lulus (sambil menuju papan pengumuman)

Hana: Tia? Yakin enggak kamu lulus haha, deg-degan enggak?

Tia: Ya iya lah yakin huh deg-degan banget nih

Hana: Ayuk kita lihat bersama pengumumannya

Tia: Oke…

Hana & Tia : Puji Tuhan lulus…. ! Alhamdulilah ya Allah Tia lulus

Tia: Selamat yah han..

Hana: Selamat juga Tia sayang (berpelukan)

Hana: Kamu setelah ini mau kuliah dimana Tia?

Tia: Aku sih ingin kuliah di Universitas Bumi Ayu…

Hana: Loh kok sama, itu impian aku dari kelas 1 loh…

Tia: Oke lah, kita pulang yuk…

Hana dan Tia pun pulang dengan gembira karena mereka lulus ujian dan Tia pun ingin lekas bercerita kesenangannya kepada ayahnya. Sesampainya di rumah, Tia langsung mencari ayahnya.

Tia: Yah aku lulus, yah… ayah…

(tidak ada jawaban, telpon Tia pun berbunyi dan ternyata telpon dari ayahnya)

Ayah: Hallo, bagaimana tadi hasil pengumuman nya Tia?

Tia: Alhamdulilah aku lulus Yah, dengan hasil yang memuaskan

Ayah: Syukurlah nak kalau begitu, ayah sekarang sedang di tempat paman, paman mu sedang sakit

(Tia pun langsung mematikan telpon nya, sebab ia kecewa ayahnya tidak menyambut kebahagian yang dia rasakan)

Pagi itu Tia dan Hana pergi mendaftar di Universitas yang mereka impikan bersama, hingga tiba hasil pendaftarannya mereka berdua di terima di universitas tersebut. Hingga tidak terasa sudah 1 bulan mereka kuliah disitu.

Dosen: Pagi anak anak

Anak-anak: Pagi juga bu…

Dosen: Sekarang kita belajar sejarah ya anak anak

Vito: Sejarah lagi, sejarah lagi hu…

Arum: Emangnya enggak bosen ya bu bahas masa lalu mulu, move on dong bu (tiba tiba Tia pun datang ternyata tia terlambat masuk kelas )

Tia: Permisi Bu, maaf saya telat Bu

Dosen: Ibu juga tahu kalau kamu telat, sekarang Vito, Arum dan kamu Tia enggak usah ikut mata kuliah ibu. Dan kamu Tia kalau besok kamu telat lagi, kamu harus bersihkan semua ruangan praktek di kampus ini.

Vito & Arum: (bersama sama menggebrak meja dan keluar dari kelas)

Tia: Kenapa sih kalian kalau di kelas selalu ribut?

Arum: Ribut itu menyenangkan, makanya kamu jadi orang terlalu polos, hidup itu jangan serius-serius. Nanti enggak ada asyiknya

Vito: Lebih baik kita ke kantin saja bagaimana?

Arum: Boleh juga ide kamu To!

Tia: Tapi kan?

Arum: Sudah ikut aja enggak usah berisik

Hari-hari pun terus berjalan kedekatan Tia dengan Arum dan Vito yang merupakan anak yang sangat berutal. Tia pun terpengaruh oleh mereka berdua, drama 8 orang pemain.. Sekarang Tia sering sekali membolos mata kuliah, bahkan sering membohongi ayahnya yang sudah tua. Dia tidak pernah belajar sekarang dia selalu berfoya-foya, pergi klubing, tidak menghiraukan nasihat orang tua maupun teman dekat dia sewaktu SMA dulu yaitu Hana.

Arum: Tia nanti malam ikut kita berdua yuk ?

Tia: Kemana?

Vito: Sudah toh ikut saja bakal asik deh, percaya saja sama kita berdua

Tia: Iya deh aku ikut kalian berdua

Dan ternyata Vito dan Arum mengajak Tia pergi klubing, di sana mereka bersenang-senang tanpa mengingat waktu yang sudah malam

Arum: Bagaimana Tia, asik kan di sini?

Tia: Benar Rum, asik juga di sini

Vito: Sudah malam ini kita senang-senang saja, kita lupakan masalah yang ada di hidup kita sekarang

Jam pun sudah menunjukan pukul 01 malam namun mereka tetap melanjutkan klubing, hingga pagi harinya menyebabkan Tia terlambat kuliah lagi dan ia bertemu teman dengan Hana teman satu SMA nya dulu

Hana: Kamu terlambat lagi Tia?

Tia: Iya, memang kenapa?

Hana: Tia, apa kamu sadar dengan kamu yang sekarang?

Tia: Sadar bagaimana, memang aku bagaimana sekarang?

Akbar: Tia sekarang kamu sudah berubah sekali, dulu waktu pertama kali aku kenal kamu, kamu itu orangnya sopan, ramah, dan enggak sombong, tapi sekarang sikap kamu semakin menjadi-jadi

Gresia: Kita disni semua sayang sama kamu Tia, kita tidak ingin masa depan kamu hancur karena masa depan tergantung dari usahamu sekarang ini

Ternyata Vito dan Arum telah menguping pembicaraan mereka semua, mereka berdua pun langsung menghampiri Tia, mereka tidak mau Tia kembali menjadi anak yang baik

Arum: Hello ..nasihat nasihat apa sih ini

Hana: Beraninya ya kamu bilang seperti begitu

Vito: Kenapa kamu enggak suka? (dengan keadaan marah)

Akbar: Kalau berani jangan sama cewek sini berantem sama aku

Vito: Berantem sama si anak kutu buku ini, itu soal gampang kecil

Arum: Ayo Vito aku selalu mendukung mu,

Hana & Grasia: idih…

Arum: Kenapa, enggak suka sama?

Hana: Iya aku enggak suka sama kamu,

Arum: mengajak berantem!

Hana: ayo, siapa takut

Mereka pun saling berkelahi namun Tia bingung harus membela siapa, dan Tia memutuskan untuk pergi saja. Tia pun memutuskan untuk pulang bertemu ayahnya sedangkan grasia pergi ke kantin

Tia: Assalamualaikum ayah

Ayah: Walaikumsalam, Nak kamu sudah pulang? (sambil mengulurkan tangannya kepada Tia tetapi Tia tidak membalas uluran tangan ayahnya)

Tia: Iya yah (sambil duduk di samping ayahnya)

Yah Tia mau tanya, memang benar ya susah kita menentukan kesuksesan kita dimasa depan?

Ayah: Benar Tia coba saja kamu lihat padi di sawah, padi itu tidak langsung tumbuh nak, tetapi tanahnya harus diolah terlebih dahulu, diberi obat supaya tidak ada hama, ditaburi bibit selanjutnya lagi, lagi dan lagi. Hingga padi itu siap di tuai. Itulah ibarat dari sebuah kesuksesan

Tia: Apa nanti Tia akan dituai yah?

Ayah: Tergantung usaha dari dirimu nak

Tia mulai menyadari kesalahannya namun keesokan harinya Vito dan Arum tetap mempengaruhi Tia, mengajaknya untuk berfoya foya karena besok hari libur

Gresia: Tia… Tia… TIA !!!!! Kerjakan tugas skripsi bareng yuk di rumah mu, kamu enggak lagi mau pergi kan sama Vito dan Arum bukan?

Tia: Enggak kok

Gresia: Tia, aku berharap kamu bisa jauhi mereka, mereka itu tidak baik untuk kamu.

Tia: Aku enggak akan melakukan hal-hal yang tidak baik kok Gres, aku sudah gede aku bisa jaga diri aku jadi enggak usah sok nasihati aku deh

Gresia: Tapi selama ini pergaulan kamu sudah enggak baik

Datang Vito dan Arum di rumah Tia yang saat itu ingin mengajak Tia keluar untuk makan bersama

Arum: Ehh… enggak usah bawa nama kita berdua deh, kita ini sudah ditakdirin untuk jadi sahabat ya enggak Tia

Tia: I….ya Rum

Vito: Sudah deh, lebih baik kita pergi sekarang aja deh yuk

Gresia: Tia kamu enggak mau pamitan sama ayah kamu dulu

Tia: E…enggak deh malas lama habisnya, ayah ku juga lagi pergi entah kemana

Akbar dan Hana pun tidak sengaja bertemu dengan Gresia. Gresia pun bercerita apa yang tadi terjadi

Akbar: Tia memang sudah benar-benar berubah. Dia sudah tidak mau mendengarkan nasihat kita terutama ayahnya

Hana: iya, benar apa yang kamu bilang Bar, aku takut dia akan terjerumus kearah yang tidak lurus

Gresia: Ya Allah semoga apa yang kamu bilang enggak akan terjadi semoga dia akan cepat berubah

Akbar & Hana: Amin…. Ya allah

Sampai sekarang pun Tia belum sadar tentang kesalahan yang telah dia lakukan, hingga tiba waktu yang ditunggu oleh seluruh mahasiswa di unversitas tersebut yaitu wisuda. Termasuk bagi Hana, Akbar, dan Gerasia. Namun tidak untuk Tia, Arum dan Vito mereka hanya dapat melihat kebahagian teman-teman mereka yang melakukan wisuda sebab mereka tidak lulus skrpsi. Penyesalan pun datang pada hati mereka masing-masing namun waktu tidak bisa diulang kembali.

Sekarang Hana sudah menjadi dokter di sebuah rumah sakit yang terkenal sedangkan Gresia menjadi seorang guru di SMA yang sangat terkenal. Berbeda dengan si Akbar sekarang ia menjadi seorang dosen yang tetap berkaca mata dan kutu buku.

Tia pun hanya menjadi seorang sales kosmetik, Arum pun begitu, dia hanya menjadi seorang OB dan yang terakhir Vito dia bekerja sebagai OB juga bersama Arum yang disetiap perkerjaanya pun mereka berdua selalu bertengkar.

— Tamat —

Kesimpulan : Mumpung masih muda, gunakan waktu sebaik mungkin dengan menimba ilmu yang bermanfaat. Jangan hanya habiskan masa muda hanya untuk bersenang-senang atau kita akan menyesal kelak. Kita tidak akan tahu dan tidak akan percaya kecuali kita telah mengalami sendiri.

Bagikan di Sosial Media

Leave a Reply