Pengertian Olahraga Bridge : Sejarah Dasar Permainan Manfaat Olahraga Bridge

Posted on

Olahraga adalah cara yang populer untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Banyak orang terlibat dalam berbagai olahraga seperti sepak bola, tenis, atau bulu tangkis untuk menjaga tubuh tetap bugar. Namun, ada juga olahraga yang lebih fokus pada kecerdasan dan strategi daripada kekuatan fisik. Salah satunya adalah olahraga Bridge, yang merupakan permainan kartu yang memadukan taktik, kecerdasan, dan kerjasama antara pemain. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian olahraga Bridge serta mengapa permainan ini menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia.

Bridge adalah olahraga yang unik karena lebih mengandalkan intelektualitas dan strategi daripada kekuatan fisik. Pengertian olahraga Bridge mencakup permainan kartu yang dimainkan oleh empat pemain yang berusaha untuk mencapai skor tertentu dengan menggunakan kartu tangan mereka. Permainan ini memerlukan pemikiran taktis, kerjasama tim, dan komunikasi yang efektif. Bridge telah mendapatkan pengakuan sebagai olahraga di banyak negara dan menawarkan manfaat kesehatan otak yang signifikan bagi mereka yang memainkannya secara teratur. Oleh karena itu, Bridge adalah bukti bahwa olahraga bisa datang dalam berbagai bentuk yang beragam dan memberikan tantangan serta hiburan bagi semua orang.

Pengertian Olahraga Bridge

Bridge adalah permainan kartu yang dimainkan oleh empat pemain yang dibagi menjadi dua pasangan. Tujuannya adalah untuk mencapai skor tertentu dengan menggunakan kartu tangan yang diberikan. Setiap pemain akan menerima 13 kartu, dan tujuannya adalah untuk memenangkan tangan atau “stik” sebanyak mungkin. Bridge adalah permainan yang sangat strategis, mengharuskan pemain untuk berpikir cerdas, bekerja sama dengan pasangannya, dan membuat keputusan yang cermat.

Dalam Bridge, pemain menggunakan sistem lelang (bidding) untuk menentukan kontrak yang akan dimainkan. Mereka harus berkomunikasi dengan pasangan mereka melalui lelang untuk menentukan permainan yang paling sesuai dengan tangan mereka. Setelah lelang selesai, permainan dimulai, dan pasangan yang memenangkan kontrak tersebut akan mencoba untuk mencapai atau melampaui skor yang mereka tetapkan.

Mengapa Bridge dianggap sebagai Olahraga?

Bridge dianggap sebagai olahraga karena memenuhi sejumlah kriteria yang membuatnya setara dengan olahraga tradisional. Beberapa alasan mengapa Bridge dianggap sebagai olahraga meliputi:

  • Aspek Mental: Bridge adalah permainan yang sangat memerlukan strategi, kalkulasi, dan analisis. Pemain harus dapat berpikir cepat, mengidentifikasi pola kartu, dan membuat keputusan cerdas. Hal ini memerlukan tingkat konsentrasi dan pemikiran tingkat tinggi, mirip dengan olahraga seperti catur.
  • Kompetisi: Bridge sering dimainkan dalam turnamen dan kompetisi tingkat lokal, nasional, dan internasional. Pemain berkompetisi untuk mencapai skor tertentu dan memenangkan pertandingan, mirip dengan atlet dalam olahraga lain.
  • Kerjasama Tim: Dalam Bridge, pemain harus bekerja sama dengan pasangan mereka secara efektif. Komunikasi dan koordinasi antara pasangan sangat penting, sehingga permainan ini mengandung unsur kerjasama tim yang kuat.
  • Asosiasi Olahraga Bridge: Di banyak negara, Bridge diatur oleh organisasi olahraga yang mengatur aturan, turnamen, dan peringkat pemain. Ini mengukuhkan status Bridge sebagai olahraga yang diakui secara resmi.
  • Pengembangan Keterampilan: Seperti olahraga lainnya, Bridge memungkinkan pemain untuk mengembangkan keterampilan mereka dari waktu ke waktu. Pemain yang rajin dapat menjadi ahli dalam permainan ini.
  isi pembukaan UUD 1945 sejarah Fungsi Tujuan

Bridge juga sering dianggap sebagai “olahraga otak” karena berkontribusi positif pada perkembangan intelektual dan pemeliharaan kesehatan otak. Bermain Bridge secara rutin dapat membantu mempertajam keterampilan berpikir, analisis, dan pengambilan keputusan.

Dasar Permainan Olahraga Bridge

1. HCP (High Card Point)

as:4, K:3, Q:3, J:1

2. Suit

Suit adalah warna yang dimainkan. macam macam suit sebagai berikut:

  • spead sering dikenal dengan sebutan WARU
  • heart sering dikenal dengan sebutan CINTA
  • diamond sering dikenal dengan sebutan WAJIK
  • club sering dikenal dengan sebutan KERITING

3. Bidding

Dalam memainkan olahraga bridge,kita melakukan penawaran.Untuk melakukan penawaran,kita menggunakansistem biding.

Level biding:

1C, 1D , 1H, 1S, 1NT, 2C, 2D, 2H, 2S, 2NT, 3C, 3D, 3H, 3S, 3NT, 4C, 4D, 4H, 4S, 4NT, 5C, 5D, 5H, 5S, 5NT, 6C, 6D, 6H, 6S, 6NT, 7C, 7D, 7H, 7S, 7NT.

4. KONTRAK

Bridge atau contract bridge adalah permainan kartu yang mengandalkan baik kemampuan bermain maupun keuntungan.
Empat pemain berpasangan dan duduk berhadap-hadapan. Permainan ini terdiri dari lelang diikuti oleh permainan kartu. Peraturan-peraturannya cukup ringkas dan mirip dengan permainan kartu lainnya.

Lelang berakhir dengan sebuah kontrak kecuali bila kartu di tangan dilewati. Sebuah kontrak adalah pernyataan oleh salah satu partner bahwa pihak mereka akan mengambil sejumlah (atau lebih) trik. Lelang ini menentukan pihak yang menyatakan, the strain of trump dan lokasi pemimpin untuk kartu di tangan.

Turnamen bridge biasanya diatur untuk memaksimalkan penggunaan kecakapan satu tim dan meminimalkan pengaruh keberuntungan. Bridge telah dibandingkan dengan catur dalam pengertian bahwa harus digunakan akal sehat.

Macam-macam kontrak:

  • No Game point tidak sampai 24

LEVEL: 1-2,3C-3S,4C-4D.

  • Game pint lebih dari 24 atau kartu bagus namun point tidak mencapai 24.

LEVEL:3NT,4S-4H,5C-5D.

  • Small Slam

LEVEL 6

  • Grand Slam

LEVEL 7

Sejarah Permainan Bridge

Orang-orang di seluruh dunia memiliki kesukaan pada berbagai permainan kartu. Orang Inggris memiliki cricket, orang Rusia meminati catur, dan orang Amerika sangat gemar baseball. Tetapi menurut Whist Cavendish, seorang ahli permainan kartu berpengalaman, permainan yang disebut “bridge” adalah permainan kartu yang dimainkan oleh semua bangsa. Ini karena dalam bermain bridge, diperlukan keterampilan, kecerdasan, dan kemampuan untuk memahami niat lawan, yang dapat membawa kesuksesan yang besar.

  Apresiasi Seni Rupa Murni

Menurut perkiraan, sekitar 100 juta orang di sekitar 100 negara bermain bridge, dan mereka semua menggunakan bahasa yang sama dalam permainan ini, apakah mereka bermain di Tokyo, Rio de Janeiro, atau Reykjavik.

Asal usul bridge berasal dari permainan kartu Whist. Dalam edisi kelima The Official Encyclopedia of Bridge, disebutkan bahwa bridge telah dimainkan di Kairo sebelum tahun 1886. Kemudian, permainan ini menjadi populer di Perancis dengan nama “khedive,” yang merupakan gelar resmi dari raja muda Turki. Ada asumsi bahwa perwira Inggris mengenal permainan ini selama Perang Turki-Rusia pada tahun 1877-78.

Nama “bridge” diambil dari kata Turki “biritch.” Ada juga teori lain yang mengatakan bahwa permainan ini dinamai setelah Galata Bridge (Jembatan Galata), yang terletak di seberang Golden Horn, pelabuhan Instanbul. Konon, serdadu Inggris bermain bridge di kedai kopi di sana selama Perang Krim pada tahun 1853-56.

Bridge pertama kali dimainkan pada tanggal 1 November 1925 di atas kapal uap “Finland” dalam perjalanannya dari San Fransisco ke New York. Atas permintaan Harold Vanderbilt, mereka menguji tabel skor yang dirancangnya. Seorang penumpang perempuan menambahkan konsep “vulnerable” yang dia pelajari dari permainan kartu timur yang dia mainkan di Cina. Inilah awal mula lahirnya “contract bridge.” Kejuaraan pertama dalam permainan ini diadakan pada tahun 1928, dan tabel skor yang dirancang oleh Vanderbilt masih digunakan hingga saat ini dengan sedikit perubahan.

Ely Culbertson, seorang Amerika, memainkan peran penting dalam mempopulerkan bridge. Dia mengembangkan sebuah sistem yang masih digunakan hingga sekarang. Buku panduannya pada tahun 1930, dan kemudian buku panduan emasnya, menjadi bestseller dengan jutaan eksemplar terjual. Ia bahkan memiliki merek dagang pribadi yang dikenal sebagai “keroyalannya” dan senang merokok cerutu merek pribadinya dengan biaya tujuh dolar sehari.

Jika seseorang bertanya padanya melalui telepon tentang permainan bridge, dia bisa memberikan jawaban dengan cepat dan cermat, menunjukkan keahliannya dalam permainan ini. Dalam tahun 50-an, kekuatan permainan bridge di Amerika mulai merosot, dan sistem penawaran Eropa, seperti sistem Inggris Ancol dan “strong club” dari Italia, mulai mendominasi. Inggris, Perancis, dan tim terkenal Italia, “Blue Team,” mengambil alih kepemimpinan dalam permainan ini. Meskipun begitu, Amerika terus berusaha untuk kembali ke puncak prestasi mereka dalam permainan bridge.

Manfaat olahraga Bridge

Olahraga bridge memiliki berbagai manfaat, baik dari segi mental maupun sosial. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari bermain bridge:

  • Meningkatkan Kemampuan Berpikir Strategis: Bridge adalah permainan yang memerlukan pemikiran strategis yang mendalam. Pemain harus merencanakan taktik, memprediksi permainan lawan, dan membuat keputusan yang cerdas. Ini membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan strategis.
  • Merangsang Otak: Bermain bridge melibatkan pemecahan masalah, pengambilan keputusan cepat, dan mengingat informasi kartu. Aktivitas ini merangsang otak, membantu mencegah penurunan kognitif, dan dapat meningkatkan daya ingat.
  • Peningkatan Keterampilan Komunikasi: Bridge adalah permainan tim di mana pemain harus berkomunikasi dengan pasangannya. Ini membantu meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan pemahaman terhadap pasangan.
  • Sosialisasi: Bermain bridge adalah kesempatan baik untuk berinteraksi dengan orang lain. Ini memungkinkan pemain untuk membangun hubungan sosial, bertemu orang baru, dan memperluas lingkaran pertemanan.
  • Mengurangi Stres: Seperti banyak bentuk rekreasi, bermain bridge dapat membantu mengurangi stres dan memberikan hiburan. Fokus pada permainan dapat membantu melepaskan ketegangan dan memberikan waktu santai.
  • Tantangan Mental: Bridge adalah permainan yang selalu menantang. Tidak ada dua permainan yang sama, dan ada banyak situasi yang berbeda untuk dihadapi. Ini memberikan tantangan mental yang terus mendorong pemain untuk mengembangkan kemampuan mereka.
  • Permainan Seumur Hidup: Bridge adalah permainan yang dapat dinikmati sepanjang hidup. Tidak ada batasan usia dalam bermain bridge, dan ini dapat menjadi hobi yang berkelanjutan sepanjang masa.
  • Kebersamaan: Bermain bridge sering kali melibatkan bermain dengan teman atau pasangan, yang dapat mempererat hubungan interpersonal dan memungkinkan waktu berkualitas bersama.
  • Kompetisi: Bridge juga menawarkan aspek kompetitif yang memungkinkan pemain untuk mengikuti turnamen dan mengukur kemampuan mereka terhadap pemain lain.
  • Peluang Belajar: Bridge adalah permainan yang terus berkembang. Pemain memiliki kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan mereka sepanjang permainan.
  Pengertian E-Learning Tujuan Jenis Sejarah Kelebihan Kerugian

Dengan semua manfaat ini, bermain bridge tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan beragam manfaat positif bagi kesejahteraan mental dan sosial pemainnya.

Bridge di Indonesia

Belum terdapat data kepustakaan yang akurat semenjak kapan permainan Bridge secara tepat masuk ke Indonesia. Namun dapat dipastikan bahwa selama pasca tahun 1800-an, permainan Bridge mulai terbawa oleh bangsa Eropa, atau tepatnya Belanda, yang saat tersebut menjajah indonesia.

Dengan demikian umur permainan ini di Indonesia sudah lumayan lama. Walaupun pada tadinya hanya di kalangan yang paling terbatas. Kehadiran Bridge yang adalahalur kebiasaan internasional, memiliki pesona dan daya tarik tersendiri. Terutama untuk mereka yang senang menghadapi kendala rasio dan olah pikir.

Bagaimana seseorang pemain mesti berangkat dari potensi nyata kartu yang dipegangnya diperbanyak dengan point dari kartu mitra untuk memperkirakan sebuah kontrak dan mengubah trik demi trik secara sabar, tekun, cermat, disertai fokus dan ketabahan yang berkesinambungan supaya kontrak terpenuhi.

Prinsip kerja keras, cerdas, cepat dan purna dengan sikap “do it now and do it right” bakal menjadi prilaku keseharian untuk pemain bridge yang sukses mengadaptasi olahraga ini dalam praktek sehari-hari di tengah masyarakat.

Gabungan Bridge Seluruh Indonesia disingkat Gabsi, didirikan pada tanggal 12 Desember 1953 oleh Willy Th.Roring, perwira TNI-AL beserta rekan-rekannya. Pada masa-masa berdirinya GABSI melulu mempunyai satu anggota, Gabungan Bridge Surabaya.

Kemudian menyusul Gabungan-Gabungan Bridge di Jawa Timur, yakni malang, Jember, Banyuwangi,Kediri, Madiun dan Jombang, Gabungan Bridge Makasar adalahanggota dari luar jawa yang kesatu.