Supervisi Pendidikan : Pengertian Tujuan Fungsi Prinsip Menurut Para Ahli

Posted on

Pendidikan adalah isu yang sangat penting dalam kemajuan dan perkembangan individu, terutama bangsa secara keseluruhan. Perkembangan dalam pendidikan akan membentuk kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan bangsa menuju masa depan yang lebih baik dan maju. Meningkatkan kualitas pendidikan bukanlah tugas yang mudah, melainkan memerlukan waktu yang cukup panjang serta melibatkan berbagai komponen dan elemen yang berperan dalam sistem pendidikan.

Saat ini, banyak yang mengkhawatirkan menurunnya mutu pendidikan. Di sisi lain, ada pula yang menyoroti kebutuhan mendesak untuk merevitalisasi atau memperbarui pendidikan dan pengajaran. Namun, sayangnya, sedikit sekali dari para pengamat dan kritikus pendidikan yang memberikan solusi konkret untuk perbaikan sistem pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan yang sejati.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menjadi perwakilan pemerintah pusat Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Dalam struktur organisasi sekolah, peran kepala sekolah sangat penting. Kepala sekolah adalah pendorong utama untuk mengoptimalkan semua sumber daya yang ada di sekolah sehingga semua elemen di dalamnya dapat memberikan kontribusi maksimal dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah yang efektif berperan sebagai pendidik, manajer, administrator, pemimpin, motivator, dan pengawas di lingkungan sekolah.

Peran guru sangat besar, dan tanggung jawab guru dalam pendidikan saat ini merupakan tantangan, terutama dalam hal peningkatan mutu pendidikan. Keluhan masyarakat terhadap penurunan mutu pendidikan seharusnya menjadi refleksi bagi guru yang mungkin tidak memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai.

Guru yang profesional tidak hanya mampu menguasai materi pelajaran, melainkan juga mampu mentransformasikan pengetahuan, nilai-nilai, dan budaya menjadi sesuatu yang dinamis yang menuntut produktivitas tinggi dan kualitas karya yang dapat bersaing.

Dalam konteks ini, guru yang mungkin belum mencapai tingkat profesionalisme yang memadai memerlukan bimbingan dan arahan dari pihak lain atau seorang pengawas untuk mengatasi berbagai masalah yang mereka hadapi dalam mencapai tujuan pendidikan, seperti masalah pemahaman tujuan pendidikan, kurikuler, serta aspek instruksional dan operasional.

Oleh karena itu, peran guru yang sangat besar dalam meningkatkan mutu pendidikan dapat terwujud jika semua permasalahan yang dihadapi oleh para guru dapat diselesaikan dengan baik. Seorang yang disebut sebagai pengawas yang memiliki peran sebagai pembimbing, pengarah, dan pemecah masalah dalam konteks ini adalah Kepala Sekolah.

Supervisi adalah salah satu alat yang digunakan oleh Kepala Sekolah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan pengajaran. Mengingat pentingnya kegiatan supervisi sekolah dalam meningkatkan kualitas guru, terutama dan mutu pendidikan secara keseluruhan, makalah ini akan membahas lebih lanjut tentang praktik supervisi pendidikan di sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Pengertian Tujuan Fungsi Prinsip Supervisi Pendidikan
Pengertian Tujuan Fungsi Prinsip Supervisi Pendidikan

Pengertian Supervisi Pendidikan

Supervisi pendidikan adalah proses pengawasan, bimbingan, dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak yang berkompeten terhadap guru, staf sekolah, atau sistem pendidikan secara keseluruhan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengidentifikasi, mengatasi, dan memecahkan masalah yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran dan pengajaran.

Pengertian Supervisi Menurut Pendapat Para Ahli

  • Carl Glickman Menurut Carl Glickman, supervisi pendidikan adalah “suatu proses yang membantu guru untuk meningkatkan praktik pengajaran mereka melalui pengamatan, refleksi, komunikasi, pemecahan masalah, dan pembuatan keputusan bersama antara supervisor dan guru.”
  • Norman E. Gronlund Norman E. Gronlund menyatakan bahwa supervisi pendidikan adalah “proses pengamatan dan bimbingan yang dilakukan oleh administrator atau supervisor dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah.”
  • Edmond G. Gagnon Edmond G. Gagnon menggambarkan supervisi pendidikan sebagai “suatu kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh orang yang lebih berpengalaman (supervisor) untuk membantu orang yang kurang berpengalaman (guru) dalam memahami, mengkaji, dan meningkatkan kinerja mereka.”
  • Sudijono Menurut M. Sudijono, supervisi pendidikan adalah “suatu proses pengawasan yang dilakukan oleh seorang supervisor dengan tujuan membantu guru dalam mengembangkan profesionalisme dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.”
  • Daniel L. Duke Daniel L. Duke menjelaskan supervisi pendidikan sebagai “proses sistematis yang melibatkan observasi, evaluasi, dan pemberian umpan balik kepada guru guna membantu mereka memahami dan mengembangkan keterampilan pengajaran mereka.”
  • Dale H. Schunk Dale H. Schunk menyatakan bahwa supervisi pendidikan adalah “proses pengawasan yang melibatkan pengamatan, evaluasi, dan pembimbingan untuk membantu guru mencapai tujuan pembelajaran yang efektif.”
  • Robert Houston dan Michael H. Johnston Houston dan Johnston menggambarkan supervisi pendidikan sebagai “proses berkelanjutan yang melibatkan observasi dan bimbingan yang dilakukan oleh seorang supervisor dengan tujuan meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah.”
  • Betty J. Shoemaker dan Thomas L. Cottrell Shoemaker dan Cottrell menggambarkan supervisi pendidikan sebagai “proses berkelanjutan yang melibatkan observasi, pemantauan, komunikasi, dan bimbingan yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pengajaran guru.”
  • John J. Hitchcock John J. Hitchcock menjelaskan supervisi pendidikan sebagai “suatu proses yang melibatkan evaluasi dan perbaikan kinerja guru serta pengembangan kualitas pendidikan dengan berfokus pada hasil belajar siswa.”
  • Donald T. Kauchak dan Paul D. Eggen Kauchak dan Eggen menggambarkan supervisi pendidikan sebagai “suatu proses pengawasan yang mencakup pengamatan, penilaian, dan pemberian umpan balik yang bertujuan untuk membantu guru meningkatkan kualitas pengajaran mereka.”
  • Thomas R. Guskey Thomas R. Guskey menyatakan bahwa supervisi pendidikan adalah “suatu rangkaian kegiatan pengawasan yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengajaran guru, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan profesional, dan mendukung pertumbuhan guru.”
  • Harry K. Wong Menurut Harry K. Wong, supervisi pendidikan adalah “proses pengawasan yang memungkinkan guru untuk mengukur, memahami, dan meningkatkan kinerja mereka sendiri, dan secara efektif membantu guru mengatasi hambatan dalam proses pengajaran.”
  Pengertian Sudut Istimewa dan Tabel Sudut

Tujuan Supervisi Pendidikan

  • Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Tujuan utama dari supervisi pendidikan adalah meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Ini termasuk perbaikan dalam metode pengajaran, materi pelajaran, dan proses pembelajaran.
  • Pengembangan Profesional Guru: Supervisi pendidikan juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru. Dengan memberikan umpan balik yang konstruktif, guru dapat mengembangkan keterampilan mereka.
  • Meningkatkan Manajemen Sekolah: Supervisi pendidikan membantu sekolah dalam meningkatkan manajemen dan organisasi sekolah, termasuk peningkatan efisiensi administratif dan pemanfaatan sumber daya.
  • Pengembangan Kepemimpinan: Dalam beberapa kasus, supervisi pendidikan juga bertujuan untuk mengembangkan kepemimpinan di tingkat sekolah, distrik, atau pusat pendidikan.

Konsep Dasar Supervisi Pendidikan

  • Pengawasan (Inspeksi): Supervisi pendidikan tidak hanya tentang pengawasan atau pemeriksaan, tetapi lebih pada pemahaman dan perbaikan. Ini tidak hanya melibatkan evaluasi hasil, tetapi juga proses pembelajaran, metode pengajaran, dan interaksi di dalam kelas.
  • Pembinaan (Guidance): Supervisi pendidikan melibatkan pembinaan dan pemberian umpan balik konstruktif. Supervisior berperan sebagai pembimbing yang membantu guru dan staf sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
  • Perbaikan Berkelanjutan: Supervisi pendidikan adalah upaya berkelanjutan untuk perbaikan mutu pendidikan. Hal ini melibatkan identifikasi masalah, perencanaan perbaikan, dan tindakan yang berkesinambungan.

Peran Supervisi Pendidikan

  • Pengidentifikasi Masalah: Supervisi pendidikan membantu mengidentifikasi masalah dalam proses pembelajaran, pengajaran, dan manajemen sekolah.
  • Memberikan Umpan Balik: Supervisior memberikan umpan balik kepada guru dan staf sekolah untuk membantu mereka memperbaiki kinerja mereka.
  • Merencanakan Perbaikan: Supervisior bersama guru merencanakan langkah-langkah perbaikan yang harus diambil untuk mengatasi masalah yang teridentifikasi.
  • Monitoring dan Evaluasi: Supervisi pendidikan melibatkan pemantauan dan evaluasi terhadap langkah-langkah perbaikan yang telah direncanakan, serta menilai dampaknya pada mutu pendidikan.
  • Pengembangan Kepemimpinan: Supervisior dapat membantu mengembangkan kepemimpinan di tingkat sekolah dan distrik melalui pelatihan dan pembinaan.

Prinsip Supervisi Pendidikan

Prinsip Ilmiah, dengan ciri-ciri :

  • Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data yang objektif yang diperoleh dalam kenyataan proses pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar).
  • Untuk memperoleh data diperlukan alat perekam data (angket, observasi, percakapan pribadi, dan lain-lain).
  • Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, terencana dan kontinu.

Prinsip Demokratis

  • Yakni dilaksanakan berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab sehingga guru merasa perlu untuk mengembangkan tugasnya. Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru.

Prinsip Kerja Sama

  • Yakni mengembangkan usaha bersama atau “sharing of idea, sharing of experience” serta memberi support, dorongan dan menstimulasi guru sehingga mereka merasa tumbuh bersama.

Prinsip Demokratis dan Kreatif

  • Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitasnya jika supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan menakutkan.

Fungsi Supervisi Pendidikan

Supervisi pendidikan memiliki beragam fungsi yang sangat penting dalam sistem pendidikan. Fungsi-fungsi supervisi pendidikan ini berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan kompetensi guru, dan memastikan kelancaran operasional sekolah. Berikut ini adalah beberapa fungsi supervisi pendidikan:

1.Evaluasi dan Pemantauan Kinerja Guru:

  • Melakukan evaluasi kinerja guru secara teratur.
  • Memantau penggunaan metode pengajaran, materi ajar, dan strategi pembelajaran yang digunakan guru.
  • Menilai efektivitas guru dalam mencapai tujuan pembelajaran.
  Pengertian Sejarah Contoh Lambang Bilangan Matematika

2.Pemberian Umpan Balik (Feedback):

  • Memberikan umpan balik konstruktif kepada guru berdasarkan hasil evaluasi.
  • Memberikan saran dan rekomendasi untuk perbaikan dalam metode pengajaran dan manajemen kelas.

3.Pengembangan Profesional Guru:

  • Mendukung guru dalam pengembangan keterampilan dan kompetensi mereka.
  • Menyelenggarakan pelatihan dan workshop bagi guru.
  • Memfasilitasi pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antara guru.

4.Pengembangan Kurikulum dan Materi Pembelajaran:

  • Membantu dalam perancangan kurikulum yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
  • Menyusun atau merevisi materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan siswa.

5.Peningkatan Kualitas Pembelajaran:

  • Mengidentifikasi dan mengatasi masalah dalam proses pembelajaran.
  • Mendorong penggunaan metode pengajaran yang inovatif dan efektif.
  • Memastikan kualitas dan relevansi kurikulum.

6.Pemantauan Manajemen Sekolah:

  • Memeriksa dan mengawasi manajemen sekolah, termasuk administrasi, pengelolaan sumber daya, dan kebijakan sekolah.
  • Memberikan rekomendasi untuk perbaikan manajemen sekolah.

7.Penjaminan Kualitas Pendidikan:

  • Memastikan bahwa standar mutu pendidikan dipertahankan dan ditingkatkan.
  • Menilai tingkat pencapaian tujuan pendidikan dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

8.Peningkatan Kepemimpinan Sekolah:

  • Membantu kepala sekolah dalam pengembangan kepemimpinan yang efektif.
  • Memberikan dukungan dan bimbingan dalam manajemen sekolah.

9.Pemecahan Masalah dan Solusi:

  • Membantu sekolah dalam mengidentifikasi masalah dan menawarkan solusi yang sesuai.
  • Memfasilitasi perencanaan tindakan perbaikan.

10.Peningkatan Hubungan Sekolah-Keluaragaan-Masyarakat (Tripartit):

  • Membantu dalam memperkuat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
  • Mendorong partisipasi aktif keluarga dan masyarakat dalam pendidikan.

Dengan berbagai fungsi yang dimilikinya, supervisi pendidikan berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, mengembangkan kompetensi guru, dan meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. Melalui evaluasi, umpan balik, dan upaya perbaikan yang berkelanjutan, supervisi pendidikan menjadi instrumen penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.

Sasaran supervisi pendidikan

Secara umum sasarannya adalah proses pembelajaran peserta didik dengan tujuan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Karena itu supervisi pendidikan menaruh perhatian utama pada upaya-upaya peningkatan provesionalitas guru sehingga memiliki kemampuan:

  • Merencanakan kegiatan pembelajaran,
  • Melaksanakan pembelajaran,
  • Menilai proses dan hasil pembelajaran,
  • Memanfaatkan hasil penilaian
  • Memberikan umpan balik,
  • Melayani peserta didik yang mengalami kesulitan,
  • Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan,
  • Mengembangkan dan memanfaatkan alat bantu pembelajaran,
  • Memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran yang tersedia,
  • Mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, dan teknik),
  • Melakukan penelitian praktis untuk perbaikan pembelajaran.

Secara khusus dapat diklasifikasikan:

  • Sasaran administratif (teknis administratif) misal perangkat pembelajaran
  • Sasaran edukatif (teknis edukatif) misal pelaksanaan pembelajaran.

Teknik-teknik supervisi pendidikan

1.Kunjungan Kelas

Supervisor menginjak ruang ruang belajar pada pelaksaan KBM. Teknik ini dilaksanakan dengan tiga cara, yaitu:

  • Direncanakan pengawas dan diumumkan kepada guru yang bersangkutan
  • Direncanakan oleh pengawas, namun tidak diumumkan kepada guru yang bersangkutan
  • Direncanakan oleh guru, lantas mengundang pengawas.
    Kunjungan ruang belajar ini bertujuan untuk mengoleksi informasi dalam rangka penambahan kualitas proses dan hasil pembelajaran bukan menilai kondite.

2.Pertemuan Pribadi

Pertemuan pribadi ialah dialog antara pengawas dan guru tentang usaha-usaha meningkatkan keterampilan profesional guru. Pertemuan pribadi dilaksanakan dengan dua cara, yaitu:

  • Pertemuan individu sebelum trafik kelas
    Pertemuan ini merundingkan upaya perbaikan proses pembelajaran sampai-sampai akan menjadi konsentrasi obserfasi kelas.
  • Pertemuan individu sesudah trafik kelas.
    Pertemuan ini membicarakan keunggulan dan kelemahan proses pembelajaran yang telah dilakukan sehingga menjadi umpan balik bagii guru untuk membetulkan dan meninghkatkan proses pembelajaran.

3.Rapat Dewan Guru

Rapat dewan guru adalahpertemuan antar seluruh guru dan kepala sekolah yang membicarakan sekian banyak hal yang mencantol penyelenggaraan edukasi dan proses pembelajaran. Maksud rapat dewan guru:

  • Mengatur semua anggota staff supaya memiliki keserupaan tujuan
  • Mendorong anggota supaya mengetahui tangung jawab masing-masing
  • Bersama-sama menilai teknik yang dapat dilaksanakan perbaikan PBM
  • Meningkatkan arus komunikasi dan informasi.

4.Kunjungan Antar Kelas

Guru dikelas yang satu berangjangsana ke ruang belajar yang beda dalam satu lingkungan sekolah.

5.Kunjungan Sekolah

Pengawas mendatangi sekolah secara tertata untuk menyerahkan pembinaan, baik dengan pengumuman maupun seketika atau atas undangan guru atau kepala sekolah.

6.Kunjungan antar sekolah

Guru-guru atau staff mendatangi sekolah-sekolah yang dinilai sukses dan patut dijadikan contoh. Pengawas bisa memanfaatkan guru sekolah beda untuk menyerahkan pembinaan.

7.Penerbitan buletin profesional

Buletin profesional merupakan selebaran rutin yang mengandung topik-topik tetentu sehubungan dengan usaha penambahan proses belajar-mengajar. Buletin ini tidak haru sditulis oleh semua ahli, tetapi seluruh guru atau staff yang telah memiliki pengalaman keberhasilan dalam proses pembelajaran.

  Pengertian Kompas : Fungsi Jenis Bagian Penemu Manfaat

8.Penataran atau edukasi dan pelatihan

Penataran atau diklat dapat dilakukan dari sekolah sendiri atau mengekor program yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Tipe tipe Supervisi

1.Tipe Inspeksi

Tipe ini adalahtipe supervisi yang mengharuskan supervisor turun menyaksikan langsung hal-hal yang digarap targer supervisi. Kegiatan supervisi yang menggunkan tipe ini, bilamana target supervisi mengerjakan dalam kegiatan kerjanya, supervisor bisa menginformasikannya secara langsung untuk target supervisi supaya langsung menyadari kesalahannya dalam proses untuk menjangkau tujuan edukasi sekolah.

Ketika supervisor menjalankan tipe ini, maka yang mesti diacuhkan adalah:

  • Supervisi tidak boleh dilaksanakan menurut hubungan individu maupun keluarga.
  • Supervisi hendaknya tidak bisa jadi terhadap pertumbuhan dan hasrat guna maju untuk bawahannya. Supervisi tidak boleh terlampau cepat menginginkan hasil, mendesak.
  • Supervisi jangan menuntut prestasi di luar keterampilan bawahannya.
  • Supervisi jangan egois, tidak jujur dan memblokir diri terhadap kritik dan saran dari bawaannya.

2.Tipe Laisses Faire

Tipe ini target supervisi diserahkan kebebasan dalam menjalankan aktifitasnya. Sebab yang dutamakan dalam supervisi model ini ialah hasil akhir sampai-sampai supervisor tidak begitu intens daslam memusatkan proses kerja yang dilakukan target supervisi. Di samping itu bilamana kita memakai tipe inii, supervisor jangan memaksakan kemauannya (otoriter) untuk orang-orang yang disupervisi.

Supervisor juga diwajibkan memberikan argumentasi atau dalil yang rasional mengenai tindakan-tindakan serta instruksinya. Hendaknya tidak menonjolkan jabatan atau kekuasaannya supaya tidak menghambat kreativitas bawahannya.

3.Tipe Coersive

Tipe coersive (paksaan) supervisor dalam mengemban tugasnya turut campur dalam mengembangkan pendidiknya. Tipe supervisi laksana ini diperuntukan untuk para pendidik dan tenaga kependidikan yang masih lemah daslam mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. Tipe laksana ini “terpaksa” dilaksanakan karena pendapat A. Sitohang yang mengaku bahwa pengembangan sumber daya insan masih paling dibutuhkan.

Karena ternyata dari hasil riset menunjukan masih tidak sedikit kekurangan dan kekurangan yang masih mesti diperbaiki, khususnya dalam bidang pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan yang cocok dengan target organisasi. Dalam urusan ini ialah seperti lembaga edukasi Islam.Dengan adanya tipe ini, diinginkan problem laksana ini bakal cepat teratasi.

4.Tipe Training and Guidance

Tipe training and guidance (pelatihan dan pendampingan) adalahtipe supervisi yang menekankan keefektifan target supervisi. Kegiatan supervisi dilakukan dengan berbasis untuk pengembangan minat dan bakat target supervisi. Tipe training and guidance ini sesuai digunakan bilamana target supervisi masih belum kawakan dalam mengemban tugas keprofesian pendidikan. Namun, tipe ini bisa diterapkan untuk target supervisi yang sudah berpengalaman.

Agar tipe training and guidance ini bisa dijalankan secara efektif, maka supervisor hendaknya pun menyiapkan sekian banyak macam sikap yang bersinergi dengan tugasnya. Teori Kiyosaki, maka sejumlah sikap yang diperlukan supervisor itu antara lain:

  • Supervisor hendaknya bersikap positif terhadap segala macam persepsi baik yang positif maupun negatif untuk dirinya.
  • Supervisor dituntut guna dapat memimpin organisasi profesi pengawas guna dapat menambah kinerjanya dalam hal pemantauan dan pengawasan baik secara institusional (satuan pendidikan) maupun personal (pendidikan dan tenaga kependidikan).
  • Supervisor hendaknya mempunyai sikap yang superl dalam berkomunikasi untuk segenap stakeholders pendidikan. Sikap yang aktif, efektif dan mengasyikkan dalam berkomunikasi bakal memperlancar tugas supervisi. Sehinggak pencapaian target bakal terealisasi dengan tepat.
  • Supervisor mesti bersikap berani terhadap usaha intimidasi atau desakan dari pihak beda dalam menjalankan tugas pemantauan dan pembinaan.
  • Supervisor dituntut bertanggung jawab atas hasil supervisi terhadap satuan edukasi yang dibinanya.  Pertanggungjawaban atas hasil kerja adalah indikasi bahwa supervisor mengerjakan pembinaan dan pemantauan dengan baik untuk satuan edukasi yang dibinanya.

5.Tipe Demokratis

Keterlibatan target supervisi paling diandalkan dalam tipe supervisi demokratis. Hal utama yang hendak dituju ialah adanya kerjasama pembinaan antara supervisor dan target supervisor dan target supervisor. Langkah ini dilakukan supaya target supervisi ikut menikmati sendiri terhadap program supervisi yang dijalankan kepadanya.

Bagi itu, supervisor jangan boleh mempunyai sifat otoriter dalam menjalankan pekerjaan supervisi.[6] Keseluruhan tipe supervisi demokratis ini difokuskan ke dalam satuan pendidikan mencakup manajemen kurikulum pembelajaran; kesiswaan; sarana prasarana; ketenagaan; keuangan; hubungan sekolah dengan masyarakat dan layanan khusus.