Biografi Penemu Televisi : Pengertian Cara Kerja Sejarah Perkembangan

Posted on

Televisi adalah salah satu media massa yang paling populer dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Sejak penemuan televisi pada awal abad ke-20, alat ini telah mengalami perkembangan yang pesat dan memengaruhi budaya, komunikasi, dan hiburan kita. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian televisi, perkembangannya, peran pentingnya, serta dampaknya dalam masyarakat modern.

Pengertian Televisi

Televisi, atau sering disingkat TV, adalah alat komunikasi audiovisual yang memungkinkan pemancaran siaran gambar bergerak dan suara ke sejumlah besar penonton secara bersamaan. Dalam televisi, gambar dan suara ditangkap melalui kamera, kemudian diproses dan dipancarkan melalui gelombang elektromagnetik ke televisi penerima di rumah penonton. Penonton dapat menyaksikan berbagai program, mulai dari berita, acara hiburan, dokumenter, hingga olahraga.

Biografi John Baird

John Logie Baird dikenal sebagai salah satu penemu televisi terkemuka. Ia lahir pada tanggal 13 Agustus 1888 di Skotlandia dan menerima pendidikan di Royal Technical College dan Universitas Glasgow.

Meskipun mengalami gangguan kesehatan yang membuatnya tidak dapat ikut dalam Perang Dunia I, Baird memilih jalur karir sebagai seorang insinyur listrik. Namun, setelah mengalami kelelahan yang berdampak pada sarafnya, ia memutuskan untuk fokus pada elektronik. Ini terutama terjadi setelah ia melihat demonstrasi penggunaan gelombang radio oleh penemu Guglielmo Marconi untuk mengirim sinyal audio.

Baird yakin bahwa prinsip yang sama dapat diterapkan untuk mentransmisikan sinyal visual, dan dengan keyakinan itu, ia mulai bekerja pada desainnya sendiri. Desain Baird mencakup sebuah perangkat yang dikenal sebagai “Nipkow disk,” yang pada dasarnya adalah sebuah cakram karton dengan serangkaian lubang persegi yang ditempatkan dalam pola spiral. Ketika dipasangkan dengan sel foto listrik dan diputar, Nipkow disk dapat memindai area gambar yang terang dan gelap, kemudian mengonversinya menjadi sinyal listrik. Dengan memasang disk kedua yang disinkronkan dengan yang pertama, Nipkow dapat mengubah sinyal ini menjadi gambar visual yang primitif.

Baird mengambil gagasan Nipkow satu langkah lebih jauh dengan mengembangkan sistem di mana sinyal dapat dikirim melalui gelombang elektromagnetik daripada melalui kabel. Namun, penemuan ini pada awalnya kesulitan mendapatkan dukungan finansial karena banyak investor melihatnya sebagai usaha yang tidak cukup menguntungkan.

Hingga mencapai usia 35 tahun, Baird hidup dalam kondisi kekurangan. Selama masa-masa sulit ini, ia bekerja sebagai penjual sepatu dan pisau lipat, hanya menghasilkan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan komponen mekanik yang diperlukan.

Sebagian besar prototipe perangkat televisi pertamanya dibuat dengan menggunakan barang-barang sehari-hari seperti kaleng, jarum rajut, lampu sepeda, dan tali. Pada tahun 1923, ia mulai mencoba menciptakan mesin untuk mentransmisikan gambar dan suara melalui radio.

Tidak lama kemudian, Baird berhasil mengirimkan citra kasar melalui pemancar nirkabel ke penerima yang berjarak beberapa meter. Dengan gembira, ia berlari ke lantai bawah toko dan meminta seorang anak muda menjadi objek pertama yang tampil di televisi.

Keberhasilan tersebut membuat Baird mendadak terkenal, dan investor pun memberinya dana yang cukup besar untuk mengejar tujuan yang lebih ambisius. Pada tahun 1927, ia berhasil mengirimkan sinyal televisi dari London ke Glasgow, dan tahun 1928, dari London ke New York.

Keberhasilan yang begitu cepat dalam pengembangan televisi membuat John Logie Baird menjadi seorang pionir dalam dunia penyiaran. Ia terus mengembangkan teknologinya dan mencapai serangkaian prestasi penting dalam sejarah televisi.

  Hak-hak Anak Usia Dini

Salah satu pencapaian paling signifikan adalah transmisi televisi pertama di dunia. Pada tanggal 30 September 1929, Baird berhasil melakukan transmisi gambar dari Baird Television Development Company di Long Acre, London, ke gedung GPO di Strand, sejauh lebih dari dua kilometer. Ini merupakan tonggak bersejarah dalam perkembangan teknologi televisi.

Baird juga dikenal karena mengembangkan model televisi mekanis pertama yang bisa dijual ke publik. Pada tahun 1926, ia meluncurkan model televisi yang dikenal sebagai “Baird Model A,” yang merupakan salah satu televisi pertama yang tersedia untuk dijual. Namun, mesin ini masih mahal dan belum terlalu populer di kalangan masyarakat umum pada saat itu.

Di tahun-tahun berikutnya, Baird terus memperbaiki teknologi televisi dan berhasil melakukan sejumlah demonstrasi dan percobaan yang memajukan perkembangan televisi. Salah satu pencapaian penting lainnya adalah pengembangan sistem transmisi warna pada tahun 1928, yang merupakan langkah awal menuju televisi berwarna seperti yang kita kenal saat ini.

Selain menjadi penemu televisi, John Logie Baird juga membuat sejumlah penemuan dan kontribusi dalam bidang lain, seperti perbaikan alat kesehatan, alat pengukur kecepatan udara, dan metode pembuatan dan rekaman gambar. Sayangnya, Baird meninggal pada tahun 1946, tetapi warisannya dalam dunia televisi tetap hidup.

Dalam perjalanan hidupnya yang penuh tantangan dan perjuangan, John Logie Baird berhasil membawa teknologi televisi dari konsep menjadi kenyataan. Ia adalah salah satu tokoh utama dalam sejarah televisi dan telah memberikan sumbangan berharga terhadap media yang sekarang menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari kita. Kesuksesannya adalah bukti nyata bahwa semangat penemuan dan tekad dapat mengatasi segala rintangan untuk mencapai sesuatu yang besar dalam sejarah teknologi.

Sejarah Perkembangan TV

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (“jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.” (Wikipedia)

Televisi sudah menjadi barang yang wajib dimiliki, Setiap kalangan sampai ke pelosok negeri telah mengenal media yang satu ini karena memiliki jangkauan yang luas. Fungsi dari Televisi juga sangat beragam, seperti sumber informasi, kontrol sosial, media edukasi, sampai media hiburan.

Perkembangan Televisi pun sangat pesat. Teknologi yang digunakan pada televisi saat ini berbeda jauh dengan televisi saat pertama kali ditemukan, meskipun memiliki metode dasar yang sama. Berikut ini adalah perkembangan televisi dari masa ke masa.

Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940-an, Televisi mengambil alih perhatian lebih banyak dibandingkan dengan radio.


Di akhir tahun 1950, Sebagian besar orang memiliki Televisi yang kebanyakan masih menggunakan televisi hitam putih meskipun pada saat itu televisi berwarna sudah ada.


Pada Tahun 1967 semakin populernya televisi sehingga sudah ada banyak siaran TV berwarna.


Tahun 1970-an Televisi semakin berkembang dengan diperkenalkannya teknologi VCR (Video Cassette Recorder). Teknologi ini memungkinkan untuk merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.


Pada tahun 1980-an Televisi kabel (TV Cable) semakin populer dan menyebar dengan cepat.


Pada tahun 1996 sudah ada 1 juta televisi yang tersebar di seluruh dunia.


Sudah banyak pilihan televisi pada tahun 1990-an yang sangat beragam. Televisi yang menggunakan teknologi CRT (Cathode-Ray Tubes) untuk menampilkan gambar di layar adalah televisi yang paling banyak ditemukan.

  Arti Lambang Sifat Karakteristik Zodiak Sagittarius


Kemudian TV Rear Projection CRT memungkinkan televisi dibuat dalam ukuran yang lebih besar dengan menggabungkan proyektor dan layar kedalam satu kotak yang nantinya proektor akan memproyeksikan gambar ke bagian belakang layar.


Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Dengan bentuknya yang ramping membuat televisi ini menjadi sangat populer saat itu.


TV Rear-Projection LCoS juga tersedia di pasaran. TV ini mengirimkan cahaya langsung melalui rangkaian polarizer (sejenis cahaya filter yang digunakan untuk mengatur gelombang cahaya ke jalur tunggal untuk refleksi) sebelum diperbesar dan diproyeksikan ke layar. Meskipun kualitas gambarnya sangat baik, tetapi harga dari TV jenis ini sangat mahal.


TC LCD juga ikut berkompetisi pada tahun akhir 1990-an. TV jenis ini memiliki kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan dengan TV plasma dan juga lebih hemat energi.


Pada tahun 1998, HDTV mulai diluncurkan. TV jenis ini dapat menghasilkan gambar dan suara yang sangat jernih.


Pada tahun 1999, diluncurkan DVR (Digital Video Recorder) diluncurka untuk pertama kalinya. DVR memungkinkan untuk merekam siaran televisi ke dalam hard drive.


TV LED berbasis DLP HDTV pertama di produksi pada tahun 2006. Teknologi DLP menggunakan cermin yang terbuat dari aluminium untuk memantulkan cahaya dan menghasilkan gambar. TV ini lebih murah dibandingkan dengan TV plasma ataupun TV LCD.Kemudian TV Plasma tersedia dengan kualitas HD (High Definition). Salah satunya TV Plasma dengan ukuran layar 150 inch


Pada tahun 2007, Apple meluncurkan Apple TV. TV ini dapat dihubungkan dengan iTunes, Program televisi, Film, Video Youtube dan masih banyak lagi.


Kemudian Microsoft inc. memberikan pilihan Windows XP Media Center Edition yang dapat digunakan untuk mengirimkan video, musik dan foto dari komputer ke TV.


Bahkan TV juga dapat masuk ke dalam video game, Seperti Xbox 360. Dengan menggunakan Netflix memungkinkan streaming video dan acara TV favorit dari Xbox 360.
Dan yang paling baru saat ini adalah TV dengan teknologi 3D. TV 3D menjadi sangat populer saat ini karena selain dapat menghasilkan gambar yang sangat jernih TV jenis ini juga dapat menampilkan gambar 3 dimensi sehingga seolah olah gambar yang dihasilkan nyata dan berada tepat didepan penontonnya.

Peran Televisi dalam Masyarakat

Televisi memiliki peran penting dalam masyarakat modern. Beberapa peran utamanya meliputi:

  • Sumber Informasi: Televisi adalah salah satu sumber utama berita dan informasi. Berbagai stasiun televisi menyiarkan berita lokal dan global, memberikan penonton akses ke berbagai peristiwa terkini di seluruh dunia.
  • Hiburan: Televisi menyediakan berbagai acara hiburan, termasuk serial drama, komedi, reality show, dan pertunjukan musik. Ini merupakan bentuk rekreasi yang sangat populer di seluruh dunia.
  • Pendidikan: Program-program pendidikan di televisi, seperti program dokumenter dan acara ilmiah, dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif. Mereka membantu penonton memahami konsep-konsep kompleks dan memperluas pengetahuan mereka.
  • Pengaruh Budaya: Televisi memiliki pengaruh besar terhadap budaya dan nilai-nilai masyarakat. Acara televisi sering mencerminkan dan membentuk tren sosial, pola pikir, dan norma budaya.
  • Hubungan Sosial: Televisi sering menjadi topik pembicaraan dan diskusi sosial. Ini membantu dalam membangun hubungan sosial dan menciptakan pengalaman berbagi di antara keluarga, teman, dan rekan kerja.

Dampak Televisi dalam Masyarakat

Meskipun televisi memiliki banyak manfaat, terdapat juga dampak negatif yang perlu diperhatikan. Beberapa dampak negatif termasuk peningkatan konsumsi waktu luang, potensi penyalahgunaan, dan dampaknya terhadap kesehatan mental, terutama jika terlalu banyak menonton acara yang berisi kekerasan, kecanduan, atau pesan negatif.

  Pengertian Tabel Periodik Tujuan Cara menghafal

Kesimpulannya, televisi adalah salah satu media massa yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Ini menyediakan hiburan, informasi, dan pendidikan kepada masyarakat, sambil juga memiliki dampak budaya dan sosial yang signifikan. Untuk memanfaatkan televisi secara positif, penting untuk mengatur waktu menonton, memilih program dengan bijak, dan terus berdiskusi tentang dampaknya dalam kehidupan kita.

Cara kerja Televisi

Cara kerja televisi adalah proses yang kompleks yang melibatkan berbagai komponen elektronik untuk menghasilkan gambar bergerak dan suara yang ditampilkan pada layar televisi. Berikut adalah gambaran umum tentang cara kerja televisi:

  • Pengambilan Gambar: Proses dimulai dengan pengambilan gambar melalui lensa kamera televisi. Lensa ini fokus pada objek yang akan difilmkan, dan cahaya yang berasal dari objek melewati lensa menuju sensor gambar.
  • Sensor Gambar: Sensor gambar pada kamera televisi adalah komponen penting dalam proses ini. Sensor ini bisa berupa sensor berbasis CCD (Charge-Coupled Device) atau CMOS (Complementary Metal-Oxide-Semiconductor). Sensor ini menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang sesuai dengan intensitas cahaya pada setiap titik pada gambar.
  • Pengolahan Sinyal: Sinyal listrik yang dihasilkan oleh sensor gambar kemudian diolah. Ini termasuk pemrosesan sinyal untuk mengatur kontras, kecerahan, warna, dan aspek lain dari gambar.
  • Pemindaian Gambar: Setelah pengolahan sinyal, gambar dipecah menjadi baris-baris vertikal (garis pemindaian) yang akan ditransmisikan ke layar televisi. Proses ini umumnya menggunakan sebuah kipas sinyal elektronik untuk memindai gambar secara vertikal dan horizontal dalam urutan tertentu. Ini adalah salah satu tahap kunci dalam proses.
  • Transmisi Sinyal: Sinyal video yang telah dipindai dikirim melalui saluran transmisi ke televisi penerima. Transmisi ini bisa berbasis udara (seperti melalui antena), kabel, atau bahkan melalui jaringan internet dalam televisi modern.
  • Penerima Televisi: Di pihak televisi penerima, sinyal yang diterima dipecah menjadi baris-baris dan diarahkan ke tabung sinar katode (CRT), panel layar datar (seperti LCD atau LED), atau teknologi layar lainnya yang digunakan dalam televisi modern.
  • Layar Televisi: Pada layar televisi, sinyal listrik yang diterima diubah menjadi cahaya. Untuk layar CRT, ini melibatkan penggunaan tabung sinar katode yang mengarahkan sinar elektron ke permukaan layar, yang diwarnai fosfor untuk menghasilkan gambar. Pada layar layar datar seperti LCD, cahaya latar dibutuhkan, dan kristal cair diatur untuk mengatur jumlah cahaya yang lewat dan menghasilkan gambar yang kita lihat.
  • Tampilan Gambar: Gambar yang telah dipindai dan diubah menjadi cahaya kemudian ditampilkan di layar televisi. Ini menciptakan gambar bergerak yang kita saksikan.
  • Pemancaran Suara: Selain gambar, televisi juga memancarkan suara. Suara dari mikrofon atau sumber audio lainnya diubah menjadi sinyal listrik, diproses, dan dikirim melalui saluran audio ke televisi penerima.
  • Pemutaran Bersamaan: Suara dan gambar diputarkan bersamaan untuk memberikan pengalaman menonton yang lengkap.

Dengan cara kerja yang kompleks ini, televisi menghadirkan program-program hiburan, berita, dan informasi ke rumah kita setiap hari. Perkembangan teknologi telah menghasilkan televisi yang semakin canggih, seperti televisi berbasis internet (Smart TV) dan televisi berdefinisi tinggi (HDTV), yang memberikan kualitas gambar dan suara yang lebih baik kepada penonton.