Pengertian,Ciri Cerpen & unsur intrinsik cerpen TERLENGKAP

By |

Pengertian,Ciri Cerpen & unsur intrinsik cerpen TERLENGKAP – Cerpen (cerita pendek) adalah salah satu jenis karya sastra yang dijelaskan dalam bentuk tulisan dan berwujud cerita atau kisah secara singkat, ringkas dan jelas. Cerpen yang biasa disebut juga dengan prosa fiksi, memiliki isi pengisahan yang hanya terfokus pada satu permasalahan atau konflik. Singkatnya, alur cerita pendek hanya berpusat pada satu konflik.


Ciri-ciri Cerpen
-Memiliki jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata.
-Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan Novel.
-Kebanyakan memiliki isi cerita yang mencerminkan kehidupan sehari-hari.
-Memiliki tokoh yang lebih sederhana dan tidak mendetail.
-Bersifat Fiktif.
-Membacanya tidak membutuhkan waktu berjam-jam, habis dibaca sekali duduk.
-Kata-katanya mudah sekali dipahami oleh pembaca.
-Pesan dan kesan yang diberikan sangat mendalam sehingga pembaca akan ikut merasakan kesan dari cerita tersebut.
Cerpen dapat dikategorikan sebagai prosa fiksi yang menceritakan seseorang atau beberapa orang  dalam  situasi dan satu saat tertentu.
Cerpen juga disebut dengan cerita rekaan yang relatif pendek karena dapat selesai dibaca dalam satu kali pembacaan.

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun yang ada di dalam tubuh cerpen itu sendiri. Jadi, unsur ini membangun dari dalam cerpen untuk membentuk susunan cerpen secara keseluruhan.

Ada delapan unsur intrinsik karya sastra di dalam prosa (roman, novel, dan cerpen). Yaitu :
1.    Tema
Tema adalah gagasan, ide atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra. Tema merupakan jiwa dari seluruh bagian cerita. Dalam penyampaiannya, ada tema yang disampaikan secara tersurat dan apa pula yang tersirat.
2.    Amanat
Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya.dalam penyampaiannya, amanat disampaikan secara tersurat ataupun tersirat melalui individu ciptaan pengarang dalam cerita.
3.    Tokoh
Tokoh sentral adalah tokoh yang banyak mengalami peristiwa dalam cerita. Tokoh
sentral dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.    Tokoh protagonis :  tokoh yang membawakan perwatakan positif
b.    Tokoh antagonis : tokoh yang membawakan perwatakan negative
4.    Penokohan
Penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh.
Adapun cara penyajian watak tokoh adalah sebagai berikut
a.    Melalui hal yang diperbuatnya
b.    Melalui ucapan-ucapannya.
c.    Melalui penggambaran fisik tokoh
d.    Melalui pikiran-pikiran tokoh
e.    Melalui penerangan (penjelasan)
5.    Alur (plot)
Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita. Berdasarkan susunan periode waktu, alur dapat dibedakan menjadi:
a.    Alur konvensional : berurutan dari awal sampai akhir
b.    Alur nonkonvensional : maju dan mundur
6.    Latar (setting)
Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana dan situasi terjadinya peristiwa dalam cerita. Ada tiga unsur pokok dalam latar yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana.
7.    Sudut pandang
Sudut pandang adalah cara memandang dan menghadirkan tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan diri pengarang pada posisi tertentu.
Ada dua macam sudut pandang yang biasa dipakai yaitu
a.    Sudut pandang orang pertama
Sudut pandang orang pertama dibedakan menjadi dua, yaitu ‘aku’ tokoh utama dan ‘aku’ tokoh tambahan.
b.    Sudut pandang orang ketiga
Sudut pandang orang ketiga dibedakan menjadi dua, yaitu orang ketiga serbatahu dan orang ketiga terbatas (sebagai pengamat).
8.    Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah teknik pengolahan bahasa (oleh pengarang) dalam upaya menghasilkan karya sastra yang hidup dan indah. Gaya bahasa merupakan cara pengungkapan yang khas bagi setiap pengarang. Gaya bahasa dapat menciptakan suasana yang berbeda-beda.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *