Contoh perubahan kimia dan fisika Penyebab,Pengertian,Ciri

Contoh perubahan kimia dan fisika Penyebab,Pengertian,Ciri  – Perubahan kimia merupakan perubahan zat yang menghasilkan zat baru dengan sifat-sifat yang baru, yang di sebut sebagai reaksi kimia. Nah dalam pembahasan kali ini akan mengupas tuntas baik kimia maupun fisika

Contoh perubahan kimia dan fisika Penyebab,Pengertian,Ciri

Pengertian Perubahan Kimia

Perubahan kimia ialah perubahan yang disertai dengan terbentuknya zat yang baru. Perubahan kimia pun dikenal sebagai reaksi kimia. Terjadinya Perubahan kimia bisa diidentifikasikan dengan pembentukan endapan atau gas, serta terjadinya Perubahan warna. Pembentukan gelembung gas adalah hasil dari Perubahan kimia . Perubahan kimia mungkin ataupun mengakibatkan pembentukan endapan. Perubahan warna yang tak tersangka atau pelepasan bau pun sering mengindikasikan perubahan kimia. Perubahan zat tidak bisa kembali ke format semula.



Ciri dari Perubahan kimia

1. Menghasilkan Gas
Pernahkah anda melarutkan tablet vitamin berkalsium tinggi (tablet effervescent) ke dalam segelas air? Ketika anda melarutkan tablet vitamin berkalsium tinggi ke dalam segelas air, anda akan menyaksikan gelembung-gelembung gas hadir dari dalam larutan. Hal ini memperlihatkan bahwa dalam peristiwa reaksi kimia dapat memunculkan gas. Di samping contoh di atas, kamu pun dapat meneliti reaksi kimia yang menghasilkan gas pada saat anda membuka kaleng minuman berkarbonasi.
Gas apakah yang terbentuk dari reaksi kimia tersebut? Berikut ini ialah reaksi-reaksi kimia yang menghasilkan dan sejumlah uji gas yang dihasilkan.
a. Uji Karbon Dioksida
Untuk menguji adanya gas CO2, dipakai selang yang dihembuskan dalam wadah yang mengandung air kapur. Kalian bakal segera mengejar endapan putih dari kalsium karbonat yang tidak larut dalam air.
b. Uji Oksigen
Uji ini dilaksanakan dengan memakai lidi atau bambu membara. Lidi ditaruh di depan mulut tabung lokasi reaksi berlangsung. Bili lidi atau bambu membara berarti gas yang dihasilkan ialah oksigen.
c. Uji Hidrogen
Gas hidrogen sebagai hasil dari sebuah reaksi dapat anda kumpulkan dalam suatu tabung reaksi. Tutup mulut tabung dengan memakai jari jempolmu sejumlah saat. Geserlah jari jempolmu dan dekatkan batang korek api menyala di depan mulut tabung. Jika anda mendengar suara letupan kecil berarti ada gas hidrogen yang bereaksi dengan udara.
d. Uji pengenalan Gas Alam Sulfida
Gas alam sulfida bisa direaksikan pulang dengan seng klorida (ZnCi2) sehingg bakal terbentuk endapan putih seng sulfida ( ZnS). Cara beda dengan menempatkan kertas saring yang diairi dengan larutan timbal nitart (Pb (NO3)2) dei depan mulut tabung lokasi reaksi kimia berlangsung.Jika rekasi kimia itu menghasilkan gas asam sulfida, kertas saring itu akan berubah warna menjadi hitam.
e. Uji Pengenalan Gas Amoniak
Gas amoniak mempunyai sifat sangat gampang larut dalam air di samping mempunyai bau busuk yang khas, larutan amoniak dalam air mempunyai sifat basa. SIfat basa bisa dikenali dengan kertas lakmus merah. Bila lamus berubah warna menjadi biru, dengan kata lain gas amoniak sudah terbentuk.
2. Terbentuknya Endapan
Di selama kita tidak sedikit dijumpai reksi kimia yang bisa menghasilkan endapan. COba amati dasar panci yang dipakai untuk merebus air, apakah terdapat zat yang menempel di dasar panci tersebut? Zat tersebut ialah senyawa karbonat yang terbentuk saat air yang berisi kapur dipanaskan.
Memperkirakan apakah endapan terbentuk atau tidak dalam mereaksikan dua larutan, dapat memakai tabel beriku ini.
Berdasarkan label diatas dapat diputuskan bahwa:
a. Semua senyawa nitrat larut (senyawa nitrat tidak mengendap)
b. Senyawa AgCI dan HgBr mengendap
c. Senyawa barium yang mengendap ialah barium sulfat dan barium karbonat.
Pengertian endapan ialah zat yang mengasingkan diri sebagai fase padat dari larutan. Endapan bisa berupa kristal (kristalin) atau koloid dan bisa dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau sentrifugasi. Endapan terbentuk andai larutan menjadi terlalu bosan dengan zat terlarut. Kelarutan sebuah endapan sama dengan fokus molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan endapan meningkat besar dengan eskalasi suhu, meskipun dalam sejumlah hal eksklusif (seperti kalium sulfat), terjadi sebaliknya. Laju eskalasi kelarutan dengan suhu berbeda-beda. Pada sejumlah hal, Perubahan kelarutan dengan berubahnya suhu bisa menjadi dalil pemisahan.
Pengendapan dengan reaksi kimia sudah lama dimanfaatkan guna proses penjernihan air. Air sumur yang keruh dampak bercampur lumpur bisa dijernihkan dengan peningkatan tawas. Tawas itu akan mengikat partikel-partikel lumpur sampai-sampai menggumpal dan kesudahannya mengendap.
3. Terjadinya Perubahan Warna
Pernahkah anda perhatikan Perubahan pada buah apel sesudah dimakan dan dibiarkan sejumlah saat? buah apel yan segar merasakan perubahan warna menjadi kecoklatan setelah sejumlah saat dibiarkan. Perubahan warna ini mengindikasikan bahwa zat kimia yang ada dalam apel bereaksi dengan udara.
4. Perubahan Suhu
Apakah anda pernah menyaksikan petasan meledak? Ledakan dari petasan itu adalahhasil dari reakssi kimia. Semua reaksi tidak jarang kali melibatkan energi. Beberapa reaksi menyerap energi dan terdapat yang mencungkil energi. Energi yang menyertai reaksi kimia berupa panas, cahaya, suara, atau energi listrik.
Suatu reaksi kimia yang menghasilkan energi disebut reaksi eksoterm. Jika energi itu berupa panas, anda dapat mengetahuinya dengan mengukur eskalasi suhunya. Reaksi pembakaran merupakan misal reaksi eksoterm. Reaksi kimia yang membutuhkan energi disebut endoterm.
Selama terjadinya Perubahan kimia, maka massa zat sebelum reaksi tak berbeda dengan massa zat setelah reaksi kimia.

Baca :  Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Kutai Gambar keterangan

Penyebab Perubahan kimia

1. Terjadi akibat adanya pembakaran
2. Terjadi akibat adanya pencampuran zat
3. Terjadi akibat adanya aliran listrik
4. Terjadi akibat pencampuran dua zat atau lebih

Contoh Perubahan Kimia

  1. Kertas dibakar menjadi abu.
  2. Buah apel yang membusuk.
  3. Pembakaran bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor.
  4. Pelarutan perak nitrat (AgNO3) dan garam dapur (NaCl) yang menghasilkan natrium nitrat (NaNO3) dan endapan perak klorida (AgCl).
  5. Ledakan petasan.
  6. Perubahan susu menjadi keju.
  7. Daging yang dipanggang.
  8. Perkaratan besi.
  9. Proses pembuatan roti.
  10. Daya baterai yang menurun akibat digunakan.
  11. Kayu yang dibakar hingga menjadi arang.
  12. Kedelai yang diolah menjadi tempe.
  13. Proses pembuatan pupuk kompos.
  14. Fotosintesis.
  15. Perubahan warna kertas lakmus saat dicelupkan ke larutan asam/basa.
  16. Garam dapur yang dilarutkan dalam air.
  17. Proses pencernaan.
  18. Proses metabolisme.
  19. Apel yang dikupas kulitnya jika didiamkan maka daging buah akan berubah warna karena oksidasi.
  20. Proses memasak telur yang mengubah bagian protein telur dari bening menjadi putih.
  21. Proses pengubahan pati menjadi glukosa dengan bantuan enzim amilase.
  22. Proses pemurnian emas.
  23. Pembentukan sel darah merah di sumsum tulang.

Pengertian Perubahan Fisika

Perubahan fisika ialah perubahan wujud suatu zat yang tidak disertai dengan pembentukan zat yang jenisnya baru. Contoh perubahan fisika, pencampuran gula ke dalam air menyusun larutan gula. Secara jasmani gula berubah dari format padat menjadi format yang terlarut dalam air, namun sifat-sifat gula masih terlihat dalam larutan itu, contohnya rasa manis masih ada, baik dalam wujud padat maupun dalam format terlarut dalam air. Perubahan ini tidak mengolah baik sifat maupun struktur air. Perubahan yang terjadi cuma fisiknya saja, dari cair menjadi padat (es), atau dari cair menjadi gas.

Ciri-Ciri Perubahan Fisika:

  • Perubahan zat hanya terjadi pada wujudnya, tetapi tidak pada sifatnya
  • Zat hasil perubahan fisika dapat dikembalikan ke bentuk semula
  • Sifat zat yang dimiliki sebelum dan sesudah perubahan sama.

Macam-Macam Perubahan Fisika

1. Perubahan Fisika yang berupa perubahan wujud zat.
Perubahan wujud zat karena pengaruh perubahan suhu/temperatur lingkungan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Perubahan Fisika dan Kimia
Keterangan:

  • Mencair, contoh: es mencair dan lilin meleleh
  • Membeku, contoh: air menjadi es dan cairan logam yang membeku
  • Mengembun, contoh: uap menjadi air, terjadinya embun pada pagi hari
  • Menguap, contoh: air yang dipanaskan diatas kompor lambat laun akan menguap
  • Menyublim, contoh: kapur barus padat berubah menjadi gas
  • Menyublim/deposisi, contoh: gas dari kapur barus dapat dipadatkan lagi dengan metode kristalisasi
2. Perubahan Fisika yang berupa perubahan ukuran suatu zat.

Materi yang berukuran besar dapat diperkecil dengan cara mekanik, seperti dipecah, dipotong, digiling, dll. Contoh: biji kopi ditumbuk menjadi serbuk kopi dan beras ditumbuk menjadi tepung beras.
3. Perubahan Fisika yang berupa perubahan volume
Perubahan volume yang disebabkan oleh penyusutan materi karena didinginkan atau pemuaian materi karena dipanaskan. Contoh: proses pemuaian rel kereta api di siang hari karena panas dan penyusutan karena dingin.
4. Perubahan Fisika yang berupa perubahan bentuk zat.
Perubahan bentuk materi dapat terjadi jika dipukul, diremas, atau menggunakan alat bantu seperti mesin. Contoh: kayu yang berasal dari pohon dapat diubah bentuknya menjadi meja, kursi dan lemari dengan menggunakan alat seperti pahat, gergaji atau palu, Tanah liat dapat diubah menjadi hiasan didalam rumah, seperti guci, vas bunga, dll.

Share
WhatsApp chat