Bacaan Ayat Seribu Dinar Arab Latin Pengertian Tata Cara Keutamaan Sejarah

Posted on

Bacaan Ayat Seribu Dinar Arab Latin Pengertian Tata Cara Keutamaan Sejarah – Selain sebagai kitab suci, al-Qur’an juga merupakan kitab petunjuk bagi umat Islam. oleh karena itu ia senantiasa dijadikan rujukan dan mitra dialog dalam menyelesaikan problem kehidupan. Disamping itu, ayat-ayat di dalam al-Qur’an juga dipercaya sebagi obat (syifa), sehingga masyarakat muslim menjadikannya sebagai wirid dan amalan sehari-hari. Diantara ayat-ayat di dalam al-Qur’an yang dimaksud tersebut salah satunya terdapat pada QS. al-Thalaq [65]: 2-3, yang mana sebagian masyarakat muslim menyebutnya dengan “Ayat Seribu Dinar”. Penyebutan nama pada ayat tersebut dan juga praktek pengamalannya menuai pro dan kontra tersendiri diantara masyarakat muslim. Kajian mengenai ayat seribu dinar sebelumnya terdapat dalam beberapa literatur, sebuah kitab berbahasa Arab Melayu yang dikarang oleh seorang ulama Banjar Kalimantan, seorang ulama yang kharismatik yakni beliau KH. Husin Kadri (1906- 1966). Kitab ini berjudul Kitab Senjata Mukmin. Di dalamnya memuat penjelasan terkait ayat seribu dinar baik dari segi asbabu nuzul ayat, penjelasan singkat, fadhilah serta

keutamaan-keutamaan dari ayat seribu dinar tersebut. Pembahasan yang serupa yaitu buku berjudul Mukjizat Surat-Surat di dalam Al-Qur’an Juz 28, 29 dan 30 (Segudang Fadhilah dan Kedahsyatannya bagi Kehidupan Sehari-hari) karya Abdulla Zein. Selanjutnya artikel yang ditulis oleh Nurul Huda dengan judul “Epistemologi Penafsiran Ayat ‘Seribu Dinar (QS. at-Thalaq [65]: 2-3)’: Studi Komparasi Abdurra’uf as-Singkili dan M. Quraish Shihab”. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi struktur epistemologi penafsiran Q.S. At-Thalaq ayat 2-3 dalam interpretasi kedua tafsir tersebut.

Sejarah Ayat Seribu Dinar

Dilihat dari segi asbabu nuzulnya, menurut Qamaruddin Shaleh dalam bukunya “Asbabun Nuzul ” terdapat dua riwayat yang menjelaskan terkait turunnya ayat ini. Riwayat pertama diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Jabir. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Salim bin Abil Ja’d.

Ia menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan seorang suku Asyja’ yang fakir, cekatan dan banyak anak. Ia menghadap Rasulullah SAW. dan meminta bantuan (terkait anaknya -salim- yang ditawan oleh musuh dan tentang penderitaan hidupnya). Rasulullah SAW. bersabda: “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. “Sesungguhnya Allah akan memberinya (anakmu itu) jalan keluar kepadamu”. Tidak lama kemudian datanglah anaknya (yang ditawan itu). Ia membawa seekor kambing hasil rampasan dari musuh sewaktu melarikan diri. Hal ini segera dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW. pun bersabda: “Makanlah kambing itu”. (HR. Hakim dan Jabir). Kemudian turunlah ayat ini.

Ayat ini menerangkan bahwa Allah memberi rizki kepada umatnya tanpa disangka- sangka dan akan memberi jalan keluar bagi orang yang bertakwa. Berkata al-Dzahabi: “Riwayat ini munkar tapi mempunyai beberapa syahid (saksi). Menurut al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Mas’ud dan as-Suddi, nama orang tersebut Auf al-Asyja’i”.

Dan dalam riwayat Ibnu Marduwaih dari al-Kalbi dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh al-Khatib di dalam tarikhnya dari Juwaibir dari al- Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas. Auf bin Malik al-Asyja’i menghadap kepada Rasulullah SAW. dan berkata: “Anakku (salim) ditawan musuh (kaum musyrikin), dan ibunya sangat gelisah. Apa yang akan engkau perintahkan kepadaku, wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW. bersabda: “Aku perintahkan agar engkau dan isterimu memperbanyak mengucapkan, “Laa haula walaa quwwata illa billah”. Lantas ia kembali pulang kerumahnya dan menceritakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah tersebut kepada isterinya. Dan isteri Auf bin Malik al-Asyja’i berkata: “Alangkah baiknya apa yang diperintahkan oleh Rasulullah kepadamu”. Kemudian pasangan suami isteri tersebut memperbanyak bacaan “Laa haula walaa quwwata illa billah”. Ternyata tidak lama selepas itu anaknya sudah bisa lolos dari tawanan pihak musuh. Dan sewaktu dalam perjalanan (melarikan diri) ia terserempak dengan kambing-kambing milik musuh, lalu dibawanya kambing itu kepada ayahnya (Auf). Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa itu yang menjanjikan jalan keluar bagi orang yang bertakwa dan bertawakal.

Baca :  Tugas Wewenang dan Fungsi lembaga Negara beserta Penjelasan

Imam al-Qurthubi menyebutkan dalam Tafsirnya: Ibnu Mas’ud dan Masruq menakwilkan bahwa ayat tersebut untuk hal yang umum. Karena kalau melihat penjelasan dan penafsiran ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, yakni menjelaskan tentang prihal talak dan iddahnya wanita yang ditalak. Jadi yang dimaksud untuk hal yang umum adalah bahwa makna ayat ini berlaku untuk umum, untuk semua umat muslim dalam artian anjuran atau perintah kepada umat muslim untuk selalu senantiasa bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupannya.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata: ‘Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui ayat yang jika umat manusia secara keseluruhan mengambilnya (berpegang teguh kepadanya), niscaya ayat tersebut dapat memberikan kecukupan kepada mereka”, setelah itu Rasulullah membacakan ayat tersebut. Abu Dzar melanjutkan, ‘Tidak henti-hentinya Rasulullah mengulangi dan mengulangi ayat tersebut hingga aku mengantuk. Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW sendiri telah menegaskan, jika kita mampu mengambil dan berpegang teguh kepada ayat tersebut, niscaya ayat tersebut dapat memberi kecukupan (dunia dan akhirat). Mengambil dan berpegang teguh dalam artian memahami, merenungi, menanamkan maknanya didalam hati dan kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- hari, yakni selalu senantiasa bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT dimanapun dan dalam keadaan apapun.

Pengertian Ayat Seribu Dinar

Ayat seribu dinar adalah bagian akhir ayat 2 dan seluruh ayat 3 dalam surat At-Thalaq. Dinamakan dengan ayat seribu dinar karena khasiat dan manfaat ayat ini yang konon bila dibaca akan memudahkan kita dalam mencari rezeki.

Banyak dari saudara kita yang mengamalkan ayat ini dengan dibaca pada saat setelah selesai sholat, sehabis mengaji, ketika mengikuti pengajian, maupun saat sesudah melakukan ibadah-ibadah lainnya.

Bagi yang belum pernah mendengar ayat seribu dinar, perlu Anda ketahui bahwa ayat ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. Yakni untuk memperlancar rezeki baik dalam pekerjaan maupun dalam bisnis atau usaha.

Bacaan Doa Ayat Seribu Dinar

Ayat seribu dinar ini memiliki makna bahwa barang siapa yang percaya kepada Allah, maka Dia akan memberi kelancaran terhadap kita, termasuk rezeki yang tidak disangka-sangka datang. Oleh karena itu umat muslim sangat dianjurkan mengamalkannya sebagai bacaan.

Di bawah ini akan kami tulis lafadz, bacaan, doa, teks ayat 1000 dinar atau ayat kedua dan ketiga surat At-Thariq dalam Al-Quran secara lengkap dalam bahasa Arab, tulisan latin, serta terjemahan Indonesia sesuai sunnah yang benar.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

Artinya:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).

Baca :  Pengertian Sosiologi menurut para ahli

Dalil Ayat Seribu Dinar

Menurut Ibnu Katsir, Maksud ayat “Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya Rizki dari arah yang tidak dia duga” adalah barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintahNya dan menjauhi laranganNya niscaya Dia akan member rizki dari arah yang tidak pernah terbesit dalam hatinya.

Dalam kitab Al Musnad disebutkan dari Muhammad  bin Ali bin Abdullah bin Abbas, dari ayahnya, dari kakeknya, Abdullah bin Abbas, dia berkata: “Rasulullah bersabda:

barang siapa banya beristighfar (memohon ampunan), maka Allah akan menjadikan baginya setiap kesusahan menjadi kemudahan, setiap kesempitan menjadi kelapangan, dan akan Dia karuniai rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Hadits diatas sekaligus menjadi penguat tafsir ayat Seribu Dinar. Disebutkan lagi dalam hadits:

Dari Imam Ahmad meriwayatkan dari Tsauban, dia berkata: “Rasulullah bersabda: “sesungguhnya seorang hamba akan diharamkan dari rizki karena dosa yang dilakukannnya, dan tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali do’a, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan.” (H. R. An Nasa’i. Ibnu Majah)

Kemudian dijelaskan lagi dalam hadits mengenai ayat selanjutnya yaitu “Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia mencukupinya”bahwa

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas bahwa dia memberitahunya, pada suatu hari dia pernah naik (membonceng) kendaraan dibelakanng Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda kepadanya:

jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, Niscaya engkau akan mendapatkanNya dihadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika umat ini bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan memberikan manfaat kepadamu melainkan dengan sesuatu yang ditetapkan Allah bagimu. Dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu melainkan dengan apa yang ditetapkan Allah bagimu. Pena telah diangkat, dan telah kering pula (tinta) lembaran-lembaran ini.”

Asal mula dinamakan Ayat Seribu Dinar

Sejarah mengatakan, ada seorang pedagang laki-laki yang bermimpi didatangi oleh Nabi Khidir. Ia diperintahkan untuk sedekah uang sebanyak 1000 dinar. Pada mulanya pedagang itu tidak bersedekah.

Lalu ia mendapatkan mimpi  yang di datangi oleh Nabi Khidir selama tiga kali berturut-turut. Maka  karena sang pedagang memiliki keyakinan atas mimpinya itu ia pun melaksanakan sedekah sejumlah uang 1000 dinar.

Lalu dimimpi yang ke-empat ia didatangi kembali oleh Nabi Khidir, dalam mimpinya tersebut Nabi Khidir mengajarkan pada pedagang tersebut surah Ath-Thalaq ayat 2 dan 3 untuk dibaca, dihafalkan dan diamalkan. Maka pedagang itu pun melakukannya dengan baik.

Suatu hari, pedagang pergi ke suatu tempat untuk berdagang melalui jalan laut. Banyak musibah yang menghampiri selama perjalanan, kapal yang ditumpangi oleh sang pedagang hancur ditelan badai dan angin ribut yang ada di laut.

Semua orang tewas dalam perjalanan tersebut, tetapi sang pedagang ditemukan terdampar di sebuah pulau dengan barang dagangan yang masih utuh tanpa rusak sedikit pun. Masya Allah, sungguh luar biasa kuasa Allah.

Lalu pedagang tersebut melanjutkan perdagangannya di pulau tersebut, dan beliau pun menjadi pedagang yang kaya raya dan ia dijadikan sebagai Raja yang menguasai pulau tersebut. Sungguh kuasa Allah tiada yang bisa menandinginya. Hal tersebut merupakan bukti kekuasaan Allah terhadap orang yang mengamalkan ayat / doa seribu dinar.

Baca :  Pengertian Tujuan dan Isi Trikora Tri Komando Rakyat

Cara Mengamalkan Ayat Seribu Dinar

  • Dibaca setiap kali selesai sholat baik fardhu maupun sunnah sebanyak 3x. Insya Allah mendapat 1000 faedah.
  • Untuk orang sakit :
    Dibaca 3x, ditiupkan 3x pada orang yang sedang sakit, dan ditiupkan sebanyak 3x pada air putih yang kemudian diminum oleh orang yang sedang sakit. Insya Allah akan cepat sembuh.
  • Dibaca setiap selesai sholat fardhu, minimal 1000 kali dalam sehari
  • Baca ketika hendak tidur, insya Allah akan mendapat perlindungan dari Allah.
  • Baca ketika hendak keluar rumah
  • Dihafalkan dan diamalkan.

Keutamaan Ayat Seribu Dinar

Kalau Anda menerapkan bacaan ayat ini, mungkin akan memiliki kisah nyata ayat seribu dinar dan merasakan keutamaannya seperti orang-orang yang sudah menerapkannya lebih dulu.

Anda tak boleh musyrik dan menjadikannya sebagai alasan mencari uang, sebab hasil dari ikhtiar tetap Allah SWT yang menentukan.

  • Allah SWT Semakin Sayang

Orang yang suka berdoa akan lebih dicintai oleh Allah SWT, hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan HR. Tirmidzi  tentang murka Allah kepada umat yang tak meminta kepada-Nya.

  • Lebih Taqwa Kepada Allah SWT

Bentuk ketakwaan kepada Allah diperlihatkan dengan berbuat hanya untuk mengharapkeridhoan Allah. Salah satunya dengan membaca doa dan memohon ampunan. Salah satu doa yang bisa diucapkan adalah ayat seribu dinar. Seperti terdapat dalam surat Al-An’am ayat 162 hingga 163.

  • Allah SWT Akan Memberikan Rezeki Pada yang Dia Kehendaki

Dalam surat Ghafir ayat ke-60 Allah SWT menegaskan bahwa umat manusia disuruh berdoa kepadaNya dan Allah akan mengabulkannya. Bagi orang yang memiliki sifat sombong ditambah pula tidak beriman kepada Allah SWT, akan dipastikan nanti mereka akan masuk neraka dalam kondisi hinanya.

  • Banyak Doa Banyak Kemudahan

Semakin banyak Anda berdoa maka semakin banyak kemudahan yang akan didapatkan. Maka perbanyaklah doa salah satunya adalah melalui ayat yang disebut seribu dinar, agar kelebihan ayat seribu dinar bisa dirasakan dalam kehidupan.

Waktu Membaca Ayat Seribu Dinar

Untuk mendapatkan manfaat ayat seribu dinar sesuai kehendak Allah SWT, Anda bisa membacanya pada waktu-waktu utama yang disarankan.

  • Ketika Sahur di Bulan Ramadhan

Berdasarkan beberapa riwayat sahih disebutkan bahwa saat sahur adalah salah satu saat terbaik untuk berdoa kepada Allah SWT. Karena saat itu Allah akan mengabulkan doa hamba yang dikehendakinya, dengan turun ke langit dunia.

  • Sebelum Berangkat Beraktivitas atau Kerja

Doa ini bisa dibaca sebagai cara memotivasi diri agar bisa bekerja dengan lebih baik, jangan lupa untuk berdoa agar semua aktivitas diberi kelancaran dan berkah hingga selesai di akhir hari.

  • Ketika Bermasalah Keuangan

Masalah keuangan kadang membuat orang kalut dan berbuat yang tidak baik, untuk mencegah hal itu dekatkanlah diri kepada Allah SWT, salah satunya dengan membaca doa dan beribadah lebih sering. Sehingga hati lebih kuat dan tenang menjalani cobaan tersebut.

  • Usai Shalat Subuh

Waktu ini juga disarankan untuk membaca doa, salah satunya ayat seribu dinar. Karena selain pikiran masih segar juga akan memberi dampak positif bagi pikiran.

  • Usai Shalat Tahajud

Membaca doa setelah shalat tahajud juga sangat dianjurkan, karena Allah SWT akan mengabulkan doa di malam hari bagi siapa saja yang diinginkanNya.

Bagikan di Sosial Media

Leave a Reply