Interaksi Sosial: Pengertian,Contoh, Ciri-ciri, Syarat, Faktor, Bentuk Interaksi Sosial

Posted on

Manusia butuh melaksanakan interaksi sosial, karena terkategori dalam makhluk sosial. Penafsiran dari interaksi sosial merupakan ikatan timbal balik dalam wujud aksi silih pengaruhi antara satu orang serta yang lain, orang dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok.

Dalam suatu interaksi sosial, orang ataupun kelompok bisa bekerja sama ataupun berkonflik, baik secara resmi ataupun informal serta secara langsung maupun tidak langsung.

Interaksi sosial merupakan bawah dari totalitas tatanan sosial. Kelompok sosial merupakan produk dari interaksi sosial.

Ini merupakan bawah nyata dari seluruh proses sosial, struktur, kelompok serta guna sosial.

Dalam sosiologi, interaksi ialah pintu gerbang pengetahuan. Awal, Kamu wajib menyadari kalau apa itu interaksi dalam sosiologi? Ini merupakan proses sosial antara 2 orang ataupun lebih. Kala 2 orang berdialog satu sama lain ataupun menjawab satu sama lain di telepon ataupun internet, meningkatkan korespondensi lewat pesan, terdapat interaksi.

Seseorang bunda menyusui anaknya, terjalin interaksi antara bunda serta anaknya. Seseorang dokter menjaga seseorang penderita, seseorang pelanggan membeli suatu dari penjaga toko serta seseorang penumpang memperoleh tiket dari petugas pemesanan. Maksudnya interaksi merupakan ikatan sosial antar orang. Berikut ini penafsiran interaksi sosial bagi pakar, elemennya, sampai wujudnya.

Pengertian Interaksi Sosial

Penafsiran interaksi sosial bagi secara universal bisa dimaksud selaku mahluk sosial yang memerlukan orang lain. Interaksi sosial pula bisa dimaksud selaku motif manusia terhadap suatu tentang dirinya. Bisa pula dimaksud selaku dorongan orang terhadap kemauan tertentu.

Jadi apabila kalian mempunyai kemauan terhadap suatu, itu perihal yang normal. Sebab kemauan merupakan perihal yang lumrah untuk manusia. Berartinya interaksi sosial dalam kehidupan tiap hari pula tidak dapat kita abaikan. Susah rasanya bila terdapat yang mau hidup sendiri tanpa perlu dorongan orang lain. Gimana bila kita mati?

Semenjak lahir manusia memerlukan dorongan orang lain. Dalam perihal ini merupakan tenaga kedokteran, ataupun dukun balita. Dikala mati juga pula demikian.

Tidak hanya keluarga, kita pula perlu orang lain. Misalnya penggali kubur. Masak iya menggali kubur sendiri, terus memposisikan diri mati sendiri di atas kuburan yang telah di gali. Tidak bisa jadi bukan? Ini fakta kalau interaksi sosial itu perihal yang tidak terhindarkan.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli

Pengertian interaksi sosial menurut beberapa ahli, memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Meskipun berbeda, pada dasar intinya memuat kesamaan makna. Langsung saja kita simak ulasannya berikut ini.

1. MC. Clelland

Jika kamu belajar di perguruan tinggi dan mengambil jurusan Psikologi, kamu sudah tidak asing lagi dengan nama MC. Cleland. Menurutnya pengertian interaksi sosial adalah dorongan atau motif sosial yang dimiliki manusia untuk mengadakan hubungan dan mengadakan interaksi dengan satu orang ke orang lain.

2. Ahmadi

Sementara menurut ahmadi mendefinisikan interaksi sosial sebagai bentuk hubungan antara satu individu, atau lebih dari dua individu yang saling mempengaruhi satu sama lain. Tidak hanya mempengaruhi, termasuk mengubah dan memperbaiki satu dengan yang lain.

3. Walgito

Tokoh yang tidak kalah populer di bidang Psikologi adalah Walgito. Menurutnya definisi interaksi sosial adalah hubungan individu satu dengan yang saling mempengaruhi dan saling memberikan timbal balik.

4. Chaplin

Menurut Chaplin pengertian interaksi sosial merupakan sistem kejadian yang terjadi sedemikian rupa dan berlangsung, sampai mempengaruhi kejadian atau sistem lainnya.

5. Suranto

Lebih spesifik lagi, pengertian interaksi sosial menurut Suranto tidak hanya sebagai bentuk hubungan. Tetapi sebagai bentuk interaksi yang bersifat dinamis dan saling memberi pengaruh.

6. Gillin dan Gillin

Sementara menurut Gillin dan Gillin mengartikan interaksi sosial adalah hubungan sosial yang terjadi secara dinamis yang dilakukan oleh orang perorangan maupun perorangan ke kelompok atau kelompok ke kelompok. Bentuk interaksi sosial tidak hanya dalam bentuk tegur sapa, menurut gillin dan gillin berjabat tangan dan berkelahi juga salah satu bentuk interaksi sosial.

Itulah beberapa pendapat tentang interaksi sosial menurut para ahli. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial sebagai hubungan yang terjadi antara satu orang dengan yang lain.

Baca :  15 Gunung tertinggi di Indonesia gambar dan keterangan

Ciri Interaksi Sosial

Salah satu karakteristik karakteristik interaksi sosial lebih cenderung kepada komunikasi yang ikut serta di antar sebaya serta orang- orang terdekat di dekat ataupun yang dikenalnya, sebab hakikat dari interaksi sosial merupakan interaksi sosial merupakan ikatan timbal balik antara orang dengan orang kelompok dengan kelompok.

Interaksi ini meliputi ikatan antar perorangan, antar kelompok, sampai antara orang dengan kelompok. Dalam ikatan ini, orang ataupun kelompok bisa silih berkolaborasi ataupun apalagi berkonflik secara resmi ataupun informal, langsung ataupun tidak langsung selaku wujud interaksi. Bila manusia tidak tergantung pada manusia yang lain kehidupannya malah hendak tersendat.

  1. Interaksi Membutuhkan Minimal Dua Orang atau Lebih

Ciri-ciri interaksi sosial yang pertama adalah terjadi karena ada interaksi lebih dari satu orang. Baik itu dalam bentuk perorangan maupun dalam bentuk kelompok. Karena pelaku interaksi lebih dari satu orang, interaksi membutuhkan aksi dan reaksi.

  1. Terjadi Komunikasi Antar Pelaku

Para pelaku interaksi sosial biasanya dengan menggunakan simbol-simbol. Simbol yang paling umum digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah simbol harus dapat dipahami oleh pihak yang berkomunikasi agar komunikasi berjalan lancar.

  1. Terdapat Dimensi Waktu

Dapat dilakukan di masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

  1. Adanya Tujuan-tujuan Tertentu

Terlepas dari sama atau tidaknya tujuan-tujuan tersebut, interaksi sosial dilakukan oleh pelaku yang memiliki tujuan tertentu. Tujuan tersebut dapat menentukan apakah interaksi akan mengarah kepada kerja sama atau mengarah kepada pertentangan.

Elemen Interaksi Sosial

Berikut ini adalah unsur-unsur interaksi sosial:

  1. Dua atau lebih dari dua orang
  2. Hubungan timbal balik di antara mereka
  3. Pengaruh pada peristiwa, perilaku, otak orang.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Segala tindakan, sikap dan perilaku yang kita tampilkan kepada orang ternyata tidak selalu dapat diartikan sebagai interaksi sosial. Ada Syarat Terjadinya Interaksi Sosial. Syarat tersebut dapat kita simak berikut ini.

A. Kontak Sosial

Secara harfiah, kontak sosial memiliki penjelasan yang cukup panjang. Secara singkatnya, kontak sosial adalah terjadinya hubungan badaniah atau kontak fisik. Hubungan dalam hal ini bukan diartikan menyentuh lawan kita. Contoh berbicara, juga termasuk bentuk hubungan dengan orang lain.

Apalagi di era teknologi canggih seperti sekarang, kontak sosial dapat dilakukan secara virtual, yang secara jelas tidak ada kontak fisik atau kontak badan secara langsung.

1. Bentuk Kontak Sosial

Bentuk kontak sosial itu sendiri ada tiga macam bentuk, sebagai berikut.

  • Individu dengan individu lain

Sesuai dengan namanya, kontak sosial terjadi karena adanya hubungan antara perseorangan (individu) satu dengan yang lain.

  • Individu dengan kelompok

Sementara yang dimaksud dengan kontak sosial yang kedua adalah terjadinya hubungan antara individu dengan kelompok.

  • Kelompok dengan kelompok

Bentuk kontak sosial yang ketiga adalah terjadi hubungan interaksi sosial antara kelompok dengan kelompok lain.

2. Sifat Kontak Sosial

Selain bentuk kontak sosial, kamu juga penting mengetahui sifat kontak sosial. Ada dua bentuk sifat kontak sosial, sebagai berikut.

  • Kontak sosial positif

Dikatakan terjadinya kontak sosial positif apabila terjadi interaksi sosial yang mengarah pada nilai-nilai yang bersifat menguntungkan dan baik.

  • Kontak sosial negatif

Sebaliknya, dikatakan sebagai kontak sosial negatif apabila terjadi interaksi sosial yang mengarahkan pada nilai-nilai kurang baik atau negatif bagi orang atau sekelompok orang tersebut.



Itulah beberapa bentuk kontak sosial. Sebagai tambahan, kontak sosial juga bersifat sekunder dan primer. Dikatakan terjadinya kontak sekunder apabila terjadi hubungan langsung dalam bentuk bertatap muka.

Sementara yang dimaksud dengan kontak sekunder adalah kontak sosial yang dilakukan melalui perantara.

B. Komunikasi

Syarat terjadinya interaksi sosial harus ada komunikasi. Komunikasi bisa berbentuk komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi adalah upaya seseorang untuk menyampaikan stimulus dan orang lain akan merespons stimulus yang diberikan sesuai dengan perasaan, pengalaman dan situasi mereka pada saat itu.

Maka dari itu komunikasi dapat dijadikan sebagai sarana mengetahui perasaan orang lain atau menunjukan perasaan kepada orang lain.

Mengingat ada banyak bentuk komunikasi (bahasa verbal dan nonverbal) maka sangat mungkin memunculkan penafsiran yang berbeda. Sehingga ada istilah kesalahpahaman, terjadi konflik karena ketidak sepahaman dan masih banyak lagi.

Namun berkat komunikasi juga, dapat menyatukan perbedaan dan perselisihan yang dialami oleh orang lain.

Bentuk Interaksi Sosial

  1. Kerja Sama

Hal yang dikerjakan oleh sekelompok individu atau kegiatan saling membantu yang bertujuan untuk mewujudkan kegiatan yang positif.

Baca :  sistem penyimpanan arsip : Pengertian, Jenis, Kendala, Prosedur Lengkap

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu memerlukan bantuan orang lain, namun tetap dalam batas yang wajar.

Contoh kerja sama seperti gotong royong bersama tetangga.

  1. Akomodasi

Akomodasi adalah penyesuaian diri seseorang atau kelompok yang sebelumnya saling bertentangan.

Akomodasi ini dilakukan untuk mengatasi ketegangan antara pihak yang saling bertentangan.

Tujuan dari bentuk sosial ini adalah untuk menciptakan keseimbangan interaksi sosial dengan norma dan nilai-nilai dalam ruang lingkup masyarakat.

Akomodasi terbagi menjadi beberapa bagian, yakni:

  • Ajudikasi
  • Arbitrase
  • Kompromi
  • Konsiliasi
  • Mediasi
  • Stalemate
  1. Toleransi

Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menghormati dalam kehidupan bermasyarakat, baik individu maupun kelompok.

Salah satu contoh sederhana toleransi adalah sikap saling tolong menolong antar sesama tanpa memandang suku, ras, agama, maupun golongan.

  1. Akulturasi

Akulturasi adalah penerimaan segala unsur-unsur baru di masa kini yang menjadi kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri khas yang berkaitan dengan unsur lama.

Contoh akulturasi di antaranya:

  • Arsitektur Masjid Kudus yang mencerminkan adanya interaksi budaya Jawa dengan Islam dan Hindu
  • Gaya hidup seseorang yang mengikuti tren
  • Pertunjukan wayang yang mengisahkan cerita dari India tentang Mahabarata
  • Asimilasi
  • Asimilasi adalah percampuran suatu budaya dengan menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya, kemudian membentuk kebudayaan baru yang diterapkan dalam keseharian.
  • Contoh asimilasi di antaranya:
  • Asimilasi ras Mongoloid dan ras Negroid di Benua Asia membentuk ras bary
  • Pernikahan beda ras dan etnis

Faktor-Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial

1. Imitasi

Imitasi adalah seseorang atau lebih melakukan untuk meniru seseorang dalam hal gaya, sikap, perilaku hingga penampilan terlihat menyerupai fisik seseorang. Biasanya faktor interaksi sosial ini dapat terjadi pada indvidu yang ngefans dengan salah satu idolanya.

Seseorang yang ngefans dengan idolanya biasanya akan berusaha untuk memakai pakaian dengan model yang sama. Tidak hanya itu, seorang fans terkadang mengikuti model rambut yang sama dengan idolanya.

2. Sugesti

Sugesti merupakan seseorang yang terpengaruh karena adanya suatu dorongan diberikan orang lain dengan beberapa cara tertentu yang dimana seseorang tersebut akan melaksanakan dengan apa yang di sugestikan terkadang tanpa berfikir rasional. Faktor ini dapat kita lihat ketika ada seorang anak yang diberikan nasihat oleh orang tuanya.

Selain itu, faktor sugesti yang bisa memunculkan interaksi sosial bukan hanya bisa terjadi karena diberi nasihat oleh orang tua saja, tetapi bisa terjadi karena diberikan nasihat oleh seorang guru. Dengan nasihat-nasihat yang diharapkan penerima nasihat bisa menerima dengan baik dan bisa dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani masa depan nanti.

3. Simpati

Simpati adalah bagaimana kita memperlihatkan sikap akan rasa tertarik pada seseorang akan sesuatu hal atau sikap yang menarik pada dirinya seperti penampilan, pola pikirnya bahkan kebijaksanaannya dengan menerapkan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.

Dengan adanya faktor ini, maka seseorang akan tergerak hatinya untuk membantu orang lain. Apabila semakin banyak orang yang dapat dibantu, maka kehidupan bermasyarakat akan menjadi lebih harmonis dan interaksi sosial pun tetap bisa terus terjaga dengan baik.

4. Identifikasi

Identifikasi merupakan suatu pemberian tanda ciri khas sehingga sebenarnya ini berkaitan dengan imitasi seseorang dengan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya), hingga menghilangkan jati dirinya sendiri. Hal seperti ini, sebaiknya segera dihindari karena kehilangan jati diri bisa membuat seseorang lupa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh dirinya.

5. Empati

Empati merupakan merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain, baik itu kebahagiaan maupun kesedihan. Contohnya, ketika seorang siswa masuk ke PTN yang diharapkan, orang tua bahkan temannya akan ikut merasakan kebahagiaan.

Interaksi dalam masyarakat akan menumbuhkan bentuk hubungan saling mempererat dan mengubah suatu kondisi masyarakat di suatu daerah, misalnya dalam interaksi sosial positif melakukan gotong royong ini merupakan suatu bentuk Interaksi sosial. Bentuk interaksi sosial terbagi menjadi dua yaitu Asosiatif dan Disosiatif. Apa perbedaanya, mari kita pelajari lebih mendalam.

Pola Interaksi Sosial Pola interaksi sosial

yang terjadi antara individu maupun kelompok bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu, sebagaimana kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara pengulangan hingga berjangka panjang, maka akan bertahan terwujudnya hubungan sosial yang baik . Pola interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Berdasarkan kedudukan sosial (status) dan peranannya. Contohnya, seorang guru yang mengajar bersama muridnya harus mencerminkan perilaku seorang guru. Sebaliknya, siswa harus menaati gurunya.

  • Kegiatan yang terus berlanjut hingga menemukan titik tujuan untuk menghasilkan suatu hal yang terbaik dan terus mengembangkan pemikiran atau ide.Contohnya, dari adanya interaksi, seseorang melakukan terjalin kerja sama bisnis, muncul suatu pertentangan, adanya persaingan, dan lain sebagainya.
  • Interaksi sosial dapat terjadi pada siapapun tidak mengenal waktu, tempat dan keadaan biasanya akan terlibat sebagaimana pola pikir masyarakat akan terbentuk.Contohnya:Salah satu sekolah mempunyai penilaian yang baik dalam hal disiplin, kebersihan dan prestasi siswa yang begitu berpengaruh di salah satu daerah. Namun kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut selalu baik, hanya saja di suatu waktu sekolah tersebut tercemar tidak baik karena kelakuan siswa yang melakukan tindakan tidak terpuji.
Baca :  Pengertian Sejarah Teknik Dasar Ukuran Tenis Meja

Contoh Bentuk Interaksi Sosial

A. Proses Asosiatif

Bentuk interaksi sosial asosiatif dibagi menjadi beberapa bentuk, sebagai berikut.

1. Kerjasama

Kerjasama disebut-sebut sebagai bentuk interaksi sosial karena memiliki tujuan yang sama. Jika kamu ingin mempelajari bentuk-bentuk kerjasama, ada beberapa bentuk kerjasama, yaitu bargaining, kooptasi, koalisi, gotong royong dan joint venture.

  • Gotong royong

Gotong royong salah satu bentuk interaksi sosial yang dapat dilakukan oleh satu individu atau kelompok untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Landasan dasar gotong royong adalah saling membantu satu sama lain.

  • Bergaining

Bargaining lebi sering digunakan dalam bentuk Perjanjian tentang pertukaran jasa atau barang-barang yang dilakukan oleh organisasi. Umumnya dilakukan ole perusahaan atau organisasi besar.

  • Ko-optasi

Kooptasi adalah upaya menjaga stabilitas organisasi dengan cara penerimaan unsur baru dalam pelaksanaan politik atau pemilihan kepemimpinan.

  • Koalisi

Persatuan dua organisasi lain yang memiliki tujuan yang sama. Dimana tujuan dari koalisi adalah menghasilkan situasi yang stabil untuk waktu tertentu. Istilah koalisi belakangan ini lebih sering kita dengar dalam kancah perpolitikan.

  • Joint-ventrue 

Kerjasama antar perusahaan dalam proyek tertentu. Misalnya dalam proyek pengeboran, perhotelan dan masih banyak lagi. dimana kerjasama ini bermaksud untuk mencapai tujuan bersama.

2. Akomodasi

Istilah akomodasi lebih sering digunakan pada kondisi, usaha seseorang untuk meredakan pertentangan atau pertikaian yang terjadi, agar mencapai sebuah keseimbangan atau equilibrium.

Interaksi sosial yang berupa akomodasi adalah upaya individu atau kelompok dalam meredam dan menyelesaikan pertentangan yang terjadi, tanpa harus melukai atau menghancurkan pihak lawan. Adapun bentuk-bentuk akomodasi.

  • Coercion  (Proses peleraian dilakukan atas dasar paksaan)
  • Compromise(Orang yang terlibat pertentangan saling meringankan tuntutan)
  • Arbitration(Upaya mencapai compromise)
  • Mediation(Mengadirkan orang ketiga sebagai penetralan)
  • Conciliation(Upaya mempertahankan keinginan yang berselisih demi mencapai tujuan)
  • Toleration(akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya)
  • Stalemate(Orang yang bertentangan memiliki kekuatan yang sama dan seimbang)
  • Adjudication(menyelesaikan pertentangan di pengadilan)

3. Asimilasi

Asimilasi adalah interaksi sosial upaya seseorang atau kelompok untuk mengurangi perbedaan yang terjadi. Secara umum, asimilasi timbul disebabkan oleh perbedaan kebudayaan antar kelompok masyarakat dan faktor pergaulan.

B. Proses Disosiatif

Proses disosiatif sama seperti kerjasama yang dapat kita temukan di masyarakat dengan bentuk dan arah yang berbeda-beda setiap lokasi dan kebudayaan setempat.

Proses disosiatif disebut juga oppositional processes dimana interaksi sosial ini dipengaruhi atas dasar keterbatasan dan kesamaan pengalaman yang membentuk sebuah kerjasama. Atau secara sederhana dapat dipahami sebagai struggle for existence atau berjuang untuk tetap hidup.

Dimana satu orang dengan orang lain saling membutuhkan dan saling bergantung untuk melengkapi. Proses disosiatif ini pun memiliki tiga bentuk yaitu persaingan, kontravensi dan pertentangan atau pertikaian.

1. Persaingan

Persaingan atau yang disebut competition adalah proses sosial yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok yang bersaing demi mendapatkan keuntungan atau mencapai tujuan tertentu. Bentuk persaingan ini terjadi dapat terbentuk dengan menciptakan perhatian publik untuk mempertajam persepsi dan prasangka, tanpa menggunakan ancaman kekerasan.

2. Kontravensi

Kontroversi atau contravention adalah proses sosial yang berupa penolakan, perlawanan, protes dan kekerasan yang ditujukan pada individu atau sekelompok orang. Kategorisasi kontravensi terbagi menjadi kontravensi antara masyarakat, antagonism keagamaan, kontravensi intelektual dan oposisi moral.

3. Pertentangan

Hal yang paling sering kita temukan dalam interaksi sosial kita adalah pertentangan atau pertikaian. Pertentangan atau conflict adalah upaya individu atau kelompok dalam memenuhi tujuan dengan cara menentang pihak lawan, baik itu dengan ancaman ataupun kekerasan.

Umumnya pertentangan ini dapat terjadi karena faktor perbedaan individu, perbedaan kepentingan, perbedaan sosial dan perbedaan budaya.Sementara jika dilihat dari bentuk-bentuknya, pertentangan ada pertentangan pribadi, rasial, politik dan pertentangan kelas sosial.

Pertentangan ini memang harus segera dilerai. Jika pertentangan dibiarkan, maka dapat berakibat buruk pada solidaritas in group, memecah persatuan kelompok. Tidak hanya itu saja, juga dapat mengakibatkan perubahan kepribadian. Serta dapat mempengaruhi akomodasi, dominasi dan takluk satu pihak tertentu yang mana ini tidaklah baik.


Bagikan di Sosial Media