Kerajinan Dari Bahan Keras : Contoh , Pengertian, Cara, Jenis, Teknik

Posted on

Kerajinan, kriya, ataupun craft ialah sesuatu kegiatan pembuatan sesuatu benda dengan memakai keahlian tangan.

Benda- benda ini bisa mempunyai guna tertentu ataupun bernilai seni. Buat menciptakan sesuatu kerajinan, diperlukan bahan- bahan buat membuat kerajinan.

Bahan yang digunakan bisa berbentuk bahan keras ataupun bahan lunak. Oleh sebab seperti itu kerajinan dibagi jadi kerajinan bahan keras serta kerajinan bahan lunak.

Bahan yang digunakan buat membuat kerajinan dari bahan keras antara lain kayu, batu, logam, besi, kawat, semen, cermin, bambu, serta lain- lain. Data yang lebih rinci hendak dijabarkan di dasar ini:

Pengertian Kerajinan Dari Bahan Keras

Kerajinan dari bahan keras merupakan sesuatu produk kerajinan yang mengenakan bahan bawah yang bertabiat keras. Kerajinan bahan keras dapat jadi salah satu dari kerajinan yang dapat menciptakan pundi- pundi rupiah. Tidak sedikit dari para pengusaha kerajinanyang bisa memasuki ke luar negara selaku produk pasarnya.

Kenyataannya bahan keras sepanjang ini boleh dijadikan jadi bisnis yang menguntungkan untuk Kamu para tangan kreatif. Ada 2 tipe kerajinan bahan keras di Nusantara, terdapat kerajinan yang senantiasa mempertahankan macam serta wujud hias tradisionalnya, terdapat pula yang telah menemukan inovasi cocok dengan tuntutan di pasar.

Jenis Jenis Bahan Keras

  • Bahan Keras Alami

Kerajinan yang dibuat dari bahan keras alami yaitu sebuah kerajinan yang dalam proses pembuatannya menggunakan bahan baku yang berasal dari alam dengan melewati pengolahan, akan tetapi tidak menimbulkan perubahan bentuk pada benda tersebut.

Bahan keras alami ini juga sangat mudah untuk ditemui serta harganya juga sangat terjangkau, karena di beberapa bahan bisa diperoleh langsung di area sekitar kita.

Contoh Kerajinan dari Bahan Keras Alami:

  • Batu
  • Biji-bijian
  • Tulang
  • Kerang
  • Kayu
  • Pasir
  • Rotan

Masih bingung mau buat kerajinan apa? Tenang sob, masih ada kerajinan lain kok yang bisa Anda lakukan. Nah, yang mana sudah pernah saya bahas sebelumnya mengenai contoh kerajinan bahan lunak. Silahkan Anda coba!

  • Bahan Keras Buatan

Kerajinan yang dibuat dari bahan keras buatan yaitu sebuah kerajinan yang bahan dasarnya telah melalui proses pengolahan kembali.

Bahan-bahan ini diolah sampai keras sehingga dapat digunakan sebagai bahan-bahan kerajinan.

Contoh Kerajinan dari Bahan Keras Buatan:

  • Besi
  • Kawat
  • Kaca
  • Semen
  • Kaleng
  • Timah
  • Logam (Emas, Perak, Kuningan, Alumunium dan Tembaga)

Teknik Pembuatan Kerajinan dari Bahan Keras

Ada beberapa teknik yang sering digunakan untuk membuat sebuah kerajinan dari bahan keras, yakni:

  • Teknik Anyam

Teknik anyam sendiri merupakan sebuah teknik kerajinan yang sistem pengerjaannya dengan cara mengangkat, menyilang-nyilangkan atau menggabungkan bahan hingga menjadi sebuah karya dalam bentuk anyaman.

Contoh kerajinan teknik anyaman ini menggunakan bahan keras seperti plastik, bambu dan rotan.

Anyaman memiliki empat (4) jenis yaitu sebagai berikut:

    1. Anyaman silang tunggal yaitu anyaman yang mempunyai dua arah sumbu saling tegak lurus atau miring dengan satu sama lainnya.
    2. Silang ganda yaitu teknik menyisipkan dan menumpang dua benda pipih yakni pakan (horizontal) dan lusi (vertical) yang berlainan arah.
    3. Tiga sumbu yaitu teknik yang memiliki kemiripan dengan teknik anyaman silang. Hanya saja yang perlu diingat bahwa benda pipih, yakni pakan dan lusi yang akan dianyam tersusun menurut tiga arah.
    4. Empat sumbu yaitu teknik menyisip dan menumpangkan benda pipih. Yakni pakan dan lusi secara satu sama lain dengan berbeda arah.
  • Teknik Las

Teknik las merupakan penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam utama serta logam pengisi. dengan tanpa tekanan dan dengan tanpa logam penambah sehingga menghasilkan sambungan yang continu.

Prosedur pengelasan terlihat cukup sederhana, namun juga harus memiliki keahlian yang khusus. Oleh sebab itu, dalam pengelasan diperlukan pengetahuan atau wawasan yang turut serta mendampingi praktik.

  • Teknik Patri

Teknik Patri merupakan teknik penyambungan bahan logam yang dibawah pengaruh panas dengan bantuan bahan tambahan logam ataupun campuran logam.

Pematrian bisa di pertimbangkan untuk di terapkan melalui kondisi-kondisi berikut ini:

    1. Sebagai pengganti pengelasan terhadap konstruksi bahan yang peka pada suhu pengelasan yang tinggi.
    2. Mengakibatkan kerugian atau bisa mengubah struktur bahan, menyebabkan pengoyakan, retak hingga pecah.
    3. Menyambung benda kerja yang sangat kecil, tipis atau bentuknya istimewa dan memiliki ketebalan yang berbeda.
    4. Untuk pekerjaan perbaikan pada bagian yang sangat peka terhadap panas, contohnya perkakas.
    5. Untuk sambungan wadah, retak-retak dan lainnya.
  • Teknik Ukiran

Teknik ini pada tahap penggunaannya melewati proses pencungkilan hingga membentuk sebuah cekungan ataupun cembungan kemudian menyusun menjadi pola tertentu. Metode ukiran ini sendiri sudah dikenal sejak dahulu yakni zaman Batu Muda di Indonesia.

Baca :  Budi Pekerti : Pengertian Fungsi Tujuan Contoh Budi Pekerti dalam Kehidupan Sehari-hari

Karena ketika itu sudah banyak peralatan yang dibuat menggunakan bahan dasar batu, Contohnya seperti perkakas rumah tangga hingga benda-benda lainnya.

Pada intinya benda-benda tersebut diberi sebuah ukiran yang berbentuk geometris, seperti lingkaran, garis, tumpal, zig-zag, swastika dan segitiga. Selain dapat berfungsi sebagai hiasan, ukiran ini juga mengandung simbolis dan religius.

  • Teknik Bubut

Melalui teknik ini maka diperlukan sebuah alat pahat bubut yang fungsinya untuk mengiris serta membentuk benda. Teknik bubut ini juga menghasilkan sebuah karya seni dari kerajinan yang simetris, bulat dan rapi.

Contoh kerajinan bahan keras dengan teknik bubut ini yakni:Vas bunga dari kayu,Asbak kayu dan Benda-benda lainnya.

  • Teknik Cor (Tuang dan Cetak)

Negara Indonesia kini mulai mengenal teknik pengolahan perunggu ketika kebudayaan perunggu berhasil masuk ke Indonesia, termasuk pula pada teknik cor ini.

Terdapat dua jenis yang menggunakan teknik cor yakni:

  • Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdue)

Dalam teknik tuang sekali pakai ini hanya dibuat pada benda seperti perunggu yang melalui bentuk dan hiasannya agak sedikit lebih rumit. Misalnya arca dan patung perunggu.



Untuk memakai teknik ini, diwajibkan membuat model dengan menggunakan tanah terlebih dahulu. Setelah itu, model tersebut dilapisi dengan memakai lilin, kemudian ditutup lagi menggunakan tanah liat.

Lalu dibakar yang tujuannya untuk mengeluarkan lilin sehingga terbentuklah rongga.

Tuangkan perunggu itu ke dalam rongga yang tadi. Cetakan tanah liat dapat dipecah setelah dingin sampai menghasilkan benda perunggu yang diinginkan.

Teknik sekali pakai ini biasanya hanya dapat digunakan untuk sekali pemakaian saja.

  • Teknik Tuang Berulang (Bivalve)

Bivalve memiliki dua istilah kata yaitu Bi= dua dan Valve= kepingan. Menggunakan metode menuang berulang kali serta memakai dua keping cetakan yang terbuat dari batu.

Sehingga bisa digunakan berulang kali sesuai dengan kebutuhannya tersendiri.

Cetakan yang dibuat khusus untuk teknik tuang ini boleh dipakai lagi setelah digunakan.

Teknik Bivalve diterapkan untuk mencetak sebuah benda yang sederhana, baik dalam sebuah bentuk maupun hiasannya. Seperti sebuah wadah dan barang simpel lainnya.

  • Teknik Ukir Tekan

Merupakan sebuah teknik membuat hiasan di atas permukaan plat logam yang tipis dengan memiliki ketebalan kurang lebih 0,2 mm untuk plat logam kuningannya hingga 0,4 mm untuk plat logam tembaga.

Alat yang selalu digunakan untuk ukir tekan ini yakni terbuat dari bahan tanduk sapi, yang sudah dibentuk sesuai kebutuhan ukir tekan itu sendiri.

Bila tanduk tersebut tidak dapat ditemukan, boleh juga menggunakan yang lainnya seperti memakai bambu maupun kayu.

Untuk cara penggunaan alat ukir tekan ini adalah dengan menekan pada bagian permukaan benda kerja serta mengikuti bentuk sesuai dengan motif pada gambar yang telah ditentukan.

  • Teknik Etsa

Kata Etsa sendiri berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai arti berkorosi, memakan, ataupun berkarat.

Teknik Etsa adalah proses menggunakan asam kuat untuk mengikis bagian permukaan logam yang tidak protected guna menghasilkan desain pada logam.

Memberikan sebuah lapisan dengan bahan penolak asam pada bagian yang tidak ingin ter-etsa oleh pengikisan larutan asam. Sedangkan bagian yang ingin di-etsa sesuai dengan desain biarkan saja dalam keadaan terbuka agar terkena pengikisan asam.

Untuk jenis logam yang akan di-etsa pun sangat berpengaruh terhadap beberapa larutan dan bahan kimia yang secara terpisah menggigit serta melarutkannya.

Larutan asam inipun terdiri dari larutan asam organik, asam mineral anorganik serta campuran dari keduanya tadi. Dari sebagian larutan asam tersebut mempunyai daya kikis yang sangat baik pada logam-logam tertentu.

Sementara di beberapa asam lainnya hanya sedikit sekali bahkan terkadang tidak berpengaruh sama sekali.

Sukses tidaknya dalam meng-etsa sangat bergantung pada pengawasan dan pengaturan yang sangat teliti pada kekuatan larutan asam peng-etsa seperti:

    1. Penerapan sebuah bahan penolakan asam pada logamnya.
    2. Teknik dan keterampilan saat membuat desain agar selalu terbuka melalui penggunaan resist (bahan pelindung).
    3. Pengawasan bakal terus memperhitungkan waktu terhadap pengukuran dan pengikisan asam, agar gambar etsa tersebut bisa muncul pada bagian permukaan logam dengan derajat keteraturan serta kedalaman yang Anda inginkan.

Fungsi Kerajinan Bahan Keras

Fungsi kerajinan bahan keras dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

  • Sebagai benda pakai

Karya kerajinan diciptakan dan mengutamakan fungsinya, sedangkan unsur keindahan sebagai sebuah pendukung.
Misalnya : lemari, rak buku, meja, kursi, dan lain sebagainya.

  • Sebagai benda hias

Karya kerajinan yang di buat sebagai benda untuk pajangan ataupun hiasan, fungsi ini lebih mengutamakan aspek keindahan daripada aspek kegunaan dan fungsinya. Misalnya : bingkai, patung, hiasan dinding, gantungan kunci, dan lain-lain.

Tahap  Cara Membuat Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan dari bahan keras dengan contoh kayu kereta

Baca :  LETAK ASTRONOMIS, GEOGRAFIS, GEOLOGIS INDONESIA

Pada tahap pembuatannya kerajinan bahan keras tak begitu berbeda dengan kerajinan yang berbahan lunak, haya berbeda cara pengerjaannya saja, berikut tahapannya :

  • Membuat rancangan

Rancangan merupakan hal paling utama yang dilakukan setelah mendapatkan ide untuk membuat suatu kerajinan dari bahan lunak, rancangan yang bagus biasanya mapu menghasilkan yang bagus. Rancangan umumnya dibuat di suatu kertas lalu menggambarnya.

  • Siapkan alat dan bahan

Setelah di buat rancangan dibuat tahap selanjutnya yaitu menyiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan di utamakan mempunyai kualitas yang bagus hingga akan mendapatkan hasil yang baik.

  • Membuat benda sesuai rancangan

Kemumdian siap dimulai dengan proses pembuatan, buatlah sebuah bagian dasar terlebih dahulu dari suatu kerajinan hingga dengan mudah dibentuk dan mempercepat proses pembuatan.

  • Tahap penyelesaian

Tahap akhir membuat suatu kerajinan yaitu dengan merapikan dan memberi hiasan atau beberapa tambahan lain misalnya mengecat da menghaluskan hingga meningkatkan kualitas kerajinan tersebut.

Contoh Kerajinan Bahan Keras

  1. Kerajinan dari Bahan Logam

Logam merupakan salah satu bahan yang bisa digunakan buat membuat kerajinan ataupun kriya. Logam tercantum dalam kelompok bahan keras sebab memanglah mempunyai tekstur yang keras.

Dampaknya, proses pembuatan logam jadi hasil kerajinan juga tidak gampang. Walaupun begitu, ada metode tertentu yang bisa digunakan buat membuat logam jadi kerajinan, misalnya metode ukir tekan, tempa, pahatan, etsa, drag, serta trap- trapan.

Logam yang umumnya digunakan antara lain kuningan, tembaga, emas, perak, perunggu, alumunium, platina, seng, monel, pewter, dan timah putih.

Logam- logam tersebut bisa diolah jadi bermacam wujud kerajinan semacam ornamen, vas bunga, arca, perhiasan, meja serta sofa, miniatur, perlengkapan makan, serta lain sebagainya.

  1. Kerajinan dari Bahan Besi

Kerajinan dari bahan besi bisa terbuat dari besi hollow, ialah besi yang mempunyai rongga di dalamnya ataupun besi yang tidak berongga.

Bahan ini bisa diolah jadi bentuk- bentuk yang di idamkan dengan memakai sebagian metode misalnya metode las.

Contoh kerajinan yang dibuat dari bahan besi antara lain meja serta sofa, rak, ornamen, serta masih banyak lagi.

  1. Kerajinan dari Bahan Kaca

Kerajinan dari bahan cermin memakai cermin selaku bahan utama pembuatannya. Seperti sebagian bahan lebih dahulu yang tidak gampang dibangun, cermin pula sama.

Buat membentuk bahan yang satu ini, pengrajin wajib memakai metode cetak serta metode tiup.

Metode tersebut membuat kerajinan yang dihasilkan mempunyai wujud yang lembut cocok dengan kemauan. Contohnya semacam pada gelas, piring, vas bunga, botol, serta lain sebagainya.

Walaupun begitu, bukan berarti cuma metode ini yang bisa digunakan buat membuat kerajinan dari cermin.

Contohnya merupakan lampu hias yang dibuat dari limbah cermin yang terbuat dengan metode melekatkan potongan demi potongan limbah cermin sampai jadi lampu hias yang menawan.

  1. Kerajinan dari Bahan Kawat

Kawat ialah sesuatu barang yang dibuat dari logam. Barang ini sangat panjang dengan diameter yang kecil sehingga sifatnya juga lentur serta lebih gampang dibangun( dibengkokkan) dibandingkan logam yang lain.

Sebab sifatnya yang gampang dibengkokkan, kerajinan yang terbuat dari bahan kawat umumnya memakai watak tersebut buat membentuk kawat jadi bentuk- bentuk yang di idamkan.

Misalnya kendaraan dari kawat, miniatur bonsai dari kawat, lampu hias, hiasan bilik, ornamen bermacam wujud, serta masih banyak lagi.

Walaupun cenderung lebih gampang dibangun dibandingkan logam yang lain, diperlukan kesabaran serta ketelatenan buat membuat kerajinan dari kawat supaya apa yang dihasilkan wujudnya cocok dengan kemauan.

  1. Kerajinan dari Bahan Semen

Bila kalian berpikir kalau semen cuma digunakan di lingkup proyek konstruksi, hingga kalian salah. Alasannya, material ini pula bisa digunakan buat membuat kerajinan.

Sebab wujud dan sifatnya yang gampang membeku, metode yang digunakan buat membuat kerajinan bahan keras yang satu ini biasanya ialah metode cetak.

Triknya merupakan dengan menggabungkan semen dengan pasir serta air terlebih dulu setelah itu mengaduknya sampai rata.

Berikutnya, pakai cetakan buat menciptakan wujud yang di idamkan. Misalnya bila kalian mau membuat pot bunga, hingga kalian butuh memakai 2 cetakan, ialah cetakan yang besar serta cetakan yang kecil setelah itu menunggu sampai semen mengering baru melepaskannya dari cetakan.

Kerajinan yang dibuat dari bahan semen bisa bermacam- macam bergantung dari kreativitas pengrajin, misalnya pot bunga, meja, sofa, hiasan bilik, book holder, serta masih banyak lagi.

  1. Kerajinan dari Bahan Kaleng

Bila kalian mempunyai kaleng sisa di rumah, jangan dibuang sebab kaleng tersebut bisa disulap jadi beberapa barang menawan buatan tangan semacam tempat pensil, celengan, lampu tidur, pot tumbuhan, lentera, tempat handuk, apalagi figura.

Baca :  Contoh karangan narasi

Kerajinan yang gampang terbuat ini tidak memerlukan metode pembuatan yang rumit seperti kerajinan logam yang lain sebab watak kaleng yang tidak sangat tebal serta cenderung lebih gampang dibangun.

Kalian cuma butuh membagikan sedikit polesan misalnya dengan memberinya cat cocok dengan kemauan.

Tidak hanya itu, kalian pula bisa memotong kaleng jadi wujud yang di idamkan ataupun melubanginya bila kalian mau menjadikannya lentera ataupun lampu hias.

  1. Kerajinan dari Bahan Kayu

Kayu ialah salah satu bahan yang banyak digunakan buat membuat kerajinan, misalnya perabotan ataupun furnitur yang sering digunakan di rumah semacam lemari, meja, sofa, rak, serta lain sebagainya.

Walaupun begitu, kayu pula bisa digunakan buat membuat kerajinan lain yang unik serta menarik semacam perlengkapan makan, tatakan gelas, vas bunga, kalender, gantungan pakaian, papan indikator, jam tangan, radio, tempat tisu, lampu meja, apalagi casing smartphone.

Kayu yang biasa digunakan buat membuat kerajinan antara lain kayu jati, kayu mahoni, kayu akasia, kayu pinus ataupun jati belanda, serta kayu trembesi.

Sebab sifatnya yang natural dan corak khasnya, furnitur ataupun hasil kerajinan yang dibuat dari kayu umumnya dihargai lebih mahal dibandingkan bahan yang lain.

  1. Kerajinan dari Bahan Bambu

Bambu ialah sesuatu tanaman yang mempunyai ruas- ruas pada batangnya serta bisa ditemui di nusantara. Tidak hanya itu, batang bambu pula mempunyai rongga di bagian dalamnya.

Kerajinan bahan keras dari bahan bambu biasanya terbuat dengan metode anyam. Triknya merupakan dengan membagi batang bambu jadi bagian- bagian tipis yang panjang setelah itu dijalin serta dianyam sampai membentuk pola tertentu.

Contoh kerajinan yang dibuat dari bambu antara lain peralatan dapur semacam tampah, bakul, apalagi rak piring.

Disamping bisa disulap jadi aneka barang yang unik dengan metode dianyam, batang bambu pula bisa dijadikan bermacam wujud kerajinan dengan menggunakan rongga pada batangnya.

Misalnya dengan menjadikannya pot bunga, lampu kamar, vas bunga, asbak, apalagi tatakan ponsel.

  1. Kerajinan dari Bahan Batu

Tipe kerajinan yang dibuat dari bahan keras salah satunya merupakan kerajinan yang dibuat dari batu.

Biasanya, kerajinan yang diartikan ialah kerajinan yang terbuat memakai batu besar dengan metode dipahat sampai membentuk arca, cobek, meja, sofa, meja, serta banyak lagi.

Walaupun begitu, membuat kerajinan dari batu tidak terbatas pada batu berdimensi besar, namun pula bisa memakai tipe batu yang ukurannya kecil.

Batu yang berdimensi kecil- kecil malah bisa digunakan buat membuat bermacam kerajinan yang unik serta lebih menarik dibandingkan batu besar.

Ini sebab batu kecil- kecil bisa membagikan tekstur yang unik. Misalnya dengan buatnya jadi tatakan teko, hiasan bilik, papan ciri, pot bunga, tempat parafin, figura, apalagi keset batu.

  1. Kerajinan dari Bahan Pasir

Kerajinan bahan keras selanjutnya merupakan kerajinan dari bahan pasir. Bahan ini biasanya digunakan buat membuat hiasan yang berbentuk lukisan.

Lukisan buatan dari pasir tersebut bisa terbuat dengan memakai pasir selaku bahan buat melukis. Lebih tepatnya, kalian mengoleskan lem pada sesuatu media( misalnya triplek) dengan wujud tertentu.

Tetapi saat sebelum mengoles lem, yakinkan kalian sudah membuat sketsa terlebih dulu sehingga lem yang dioles apik.

Sehabis triplek diolesi lem, taburkan pasir pada bagian triplek yang diberi lem tersebut serta perkenankan sampai mengering.

Berikutnya, oleskan lem pada bagian lain serta taburi dengan pasir cocok dengan warna yang di idamkan.

  1. Kerajinan dari Bahan Rotan

Tidak hanya kayu, bahan kerajinan yang pula berasal dari tanaman merupakan rotan. Rotan tidaklah kayu, melainkan berasal dari tanaman merambat yang tercantum dalam suku palem- paleman( Arecaceae).

Tanaman yang banyak ditemui di Indonesia ini mempunyai batang yang ramping, tidak berongga, serta berduri. Batang rotan tersebutlah yang diambil buat membuat bermacam kerajinan.

Kelebihan rotan dibandingkan kayu merupakan sifatnya yang lentur serta gampang dibangun. Rotan apalagi bisa dianyam secara langsung tanpa dipotong tipis- tipis terlebih dulu semacam halnya bambu.

Rotan cuma butuh direndam di dalam air terlebih dulu sehingga tidak gampang patah dikala dianyam.

Kerajinan yang dibuat dari rotan antara lain keranjang santapan, anyaman furnitur, alas gelas serta piring, kap lampu, tikar, serta banyak lagi.

  1. Kerajinan dari Bahan Timah

Kerajinan bahan keras yang terakhir merupakan kerajinan dari bahan timah.

Kerajinan khas dari Bangka Belitung ini diketahui dengan kerajinan pewter sebab terbuat memakai material pewter, ialah logam kombinasi yang dibuat dari timah, tembaga, serta antimony.

Pewter bisa terbuat dengan metode meleburkan bahan baku terlebih dulu setelah itu dilanjutkan dengan metode cetak.

Hasil kerajinan ini biasanya berbentuk miniatur. Tetapi, terdapat pula yang berbentuk gantungan kunci, ataupun peralatan dapur.


Bagikan di Sosial Media