Limbah B3 : Pengertian Limbah B3, Jenis Jenis, Contoh Limbah B3

Posted on

Saat sebelum memahami berbagai limbah B3, kalian butuh menguasai apa itu B3 terlebih dulu. Semacam Dilansir Liputan6. com dari Dinas Area Hidup serta Kehutanan Wilayah Istimewa Yogyakarta, bersumber pada Undang- Undang RI No 32 Tahun 2009 tentang Proteksi serta Pengelolaan Area Hidup serta peraturan- peraturan lain di bawahnya, Bahan Beresiko serta Beracun ataupun kerap disingkat dengan B3 merupakan zat, tenaga, serta/ ataupun komponen lain yang sebab watak, konsentrasi serta/ ataupun jumlahnya baik secara langsung ataupun tidak langsung bisa mencemarkan serta/ ataupun mengganggu area hidup, membahayakan area hidup, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

Sedangkan itu, limbah B3 ialah singkatan dari Limbah Bahan Beresiko serta Beracun. Sesuatu benda digolongkan selaku berbagai limbah B3 apabila memiliki bahan beresiko ataupun beracun yang watak serta konsentrasinya, baik langsung ataupun tidak langsung, bisa mengganggu ataupun mencemarkan area hidup ataupun membahayakan kesehatan manusia, mengganggu area, serta mengecam kelangsungan hidup manusia dan organisme yang lain.

Bahan- bahan yang tercantum limbah B3 apabila mempunyai salah satu ataupun lebih karaktersitik semacam gampang meledak, gampang dibakar, bertabiat reaktif, beracun, menimbulkan peradangan, bertabiat korosif, serta lain- lain yang apabila diuji dengan toksikologi bisa dikenal tercantum limbah B3.

Ciri limbah B3 bersumber pada PP Nomor. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beresiko serta Beracun Pasal 5 merupakan gampang meledak, gampang menyala, reaktif, infeksius, korosif, serta beracun.

Limbah B3 tidak cuma dihasilkan dari aktivitas industri saja. Melainkan aktivitas rumah tangga pula menciptakan sebagian limbah tipe ini. Sebagian contoh limbah B3 yang dihasilkan rumah tangga dalam negeri semacam sisa pengharum ruangan, bleaching baju, deterjen baju, pembersih kamar mandi, pembersih cermin ataupun jendela, pembersih lantai, serta lain sebagainya.

Pengertian Limbah B3 adalah

Limbah B3 adalah akronim dari Bahan Beracun dan Berbahaya yang menurut PP no. 101 tahun 2014, definisinya adalah sisa usaha atau kegiatan yang mengandung zat atau komponen yang secara langsung maupun tidak dapat mencemarkan, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Limbah B3 sering juga disebut mengandung zat atau bahan anorganik berbahaya yang bersifat teratogenik.  Teratogenik itu sendiri dilansir dari Wikipedia adalah sebuah bahan berbahaya yang dapat membuat perkembangan menjadi tidak normal.  Seperti misalnya dalam medis, perkembangan dari sel selama masa kehamilan yang dapat merusak embrio.

Limbah B3 seringkali kita temui di kehidupan kita sehari-hari, namun karena ketidaktahuan, tanpa sadar kita memperlakukan jenis limbah ini sama seperti kita memperlakukan sampah biasa. Padahal, konsekuensi jangka panjangnya terhadap lingkungan dan kesehatan kita sangat berbahaya.

Jenis Jenis Limbah B3

Berdasarkan sumbernya, macam limbah B3 dibedakan menjadi tiga jenis. Berikut penjelasan dari masing-masing macam limbah B3 tersebut.

  • Limbah B3 dari Sumber Spesifik

Macam limbah B3 yang pertama adalah limbah B3 dari sumber spesifik. Limbah ini merupakan limbah yang berasal dari proses suatu industri atau kegiatan utama. Pelarut terhalogenasi misalnya metilen klorida, klorobenzena, dan lain-lain.

Sementara itu, pelarut yang tidak terhalogenasi seperti aseton, toluene, nitrobenzene, dan lain-lain. Asam atau basa seperti asam fosfat, asam sulfat, natrium hidroksida, dan lain-lain.

  • Limbah B3 dari Sumber Tidak Spesifik

Macam limbah B3 berikutnya adalah limbah B3 dari sumber tidak spesifik. Limbah ini tidak berasal dari proses utama, melainkan dari kegiatan pemeliharaan alat, inhibitor korosi, pelarutan kerak, pencucian, penegmasan, dan lain-lain.

Baca :  Pengertian, Ciri, Sifat, Senyawa Macam serta Contoh

Contoh dari sumber tidak spesifik seperti aki bekas, limbah laboratorium yang mengandung B3, kemasan bekas B3, dan lain-lain.

  • Limbah B3 Kedaluwarsa

Macam limbah B3 terakhir adalah berasal dari sumber lain. Limbah ini berasal dari sumber yang tidak diduga, misalnya produk kedaluwarsa, sisa kemasan, tumpahan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.

Contoh Limbah B3

Berikut beberapa contoh limbah B3 yang sering ditemukan di sekitar kamu:

  • Detergen

Penggunaan bahan-bahan kimia pada detergen bisa berbahaya untuk kelangsungan hidup manusia beserta lingkungan. Bahan kimia yang terdapat pada detergen biasanya seperti surfaktan, builder, filler, dan aditif. Detergen bisa mencemari lingkungan melalui busa yang dibuat melalui saluran air.

Busa detergen yang tidak mudah hilang ini bisa membuat kontak air dan udara menjadi terbatas. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan orgasme yang ada di dalam air mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, bahan surfaktan yang terdapat dalam detergen juga menimbulkan kulit menjadi kasar.



  • Hairspray

Hairspray juga mengandung bahan kimia berbahaya yaitu polyvinylpyrrolidone yang dimana memiliki fungsi untuk mengeraskan rambut, polymer calledpolydimethylsiloxane yang membuat rambut terangkat lebih lama dan pytocalcious yang dapat meninbkatkan jumlah mineral dalam akar rambut sehingga rambut menjadi kaku.

  • Obat Nyamuk

Obat nyamuk juga mengandung bahan-bahan kimai berbahaya. Di dalam obat nyamuk mengandung dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), prpooxur (karbamat), dan diethyltoluamide yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga.

Risiko yang dapat dialami jika menggunakan obat nyamuk bakar adalah asapnya yang dihirup, sedangkan pada obat nyamuk cair memiliki dosis yang lebih kecil karena cairan yang dikeluarkan diubah menjadi gas.

  • Baterai Bekas

Baterai bekas merupakan salah satu contoh limbah B3 yang sering dijumpai. Tanpa disadari, kandungan bahan kimia di dalamnya dapat berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Baca :  contoh hipotesis penelitian, pengertian,Bentuk, Konsep

Baterai bekas dianggap sebagai salah satu limbah B3 karena mengandung berbagai logam berat seperto merkuri, nikel, timbal, kadmium, dan lithium. Nah, agar tidak mencemari  lingkungan dan menganggu kesehatan manusia. Oleh karena itu, sebaiknya baterai bekas tidak dibuang di pembuangan sampah umum.

  • Aki Kendaraan

Aki kendaraan bermotor mengandung H2SO4 bisa berbahaya bagi manusia. Nah, apabila air aki mengenai kulit maka dapat menyebabkan gatal-gatal. Jika terkena logam maka dapat menyebabkan korosi dan air aki juga dapat merusak cat mobil.


Bagikan di Sosial Media