Pengertian Wirausaha Tujuan Ciri Karakteristik Menurut Para Ahli

Posted on

Wirausaha, sebuah kata yang sering kita dengar dalam konteks bisnis dan ekonomi, memiliki pengertian yang lebih mendalam daripada sekadar menciptakan bisnis atau mencari keuntungan. Wirausaha adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan masyarakat yang kuat. Dalam artikel ini, kita akan menggali pengertian wirausaha, mengapa wirausaha begitu penting, dan karakteristik utama dari seorang wirausaha.

Wirausaha adalah elemen penting dalam perkembangan ekonomi dan masyarakat. Mereka memiliki peran kunci dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memecahkan masalah sosial. Pengertian wirausaha melampaui sekadar mencari keuntungan finansial; ini adalah tentang menciptakan nilai, memimpin perubahan, dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Jika Anda bermimpi menjadi seorang wirausaha, langkah-langkah di atas dapat membantu Anda memulai perjalanan yang menarik menuju kewirausahaan. Ingatlah bahwa menjadi wirausaha memerlukan dedikasi, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.

Pengertian Wirausaha

Wirausaha dapat diartikan sebagai individu atau kelompok orang yang memiliki inisiatif, kreativitas, dan semangat untuk menciptakan, mengembangkan, dan mengelola usaha atau bisnis dengan tujuan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti mencari keuntungan finansial, memecahkan masalah sosial, atau memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Wirausaha juga sering kali diidentifikasi dengan sifat-sifat seperti risiko, inovasi, ketekunan, dan kepemimpinan.

Pengertian Wirausaha Menurut Para ahli

Pengertian wirausaha menurut para ahli dapat bervariasi, tetapi intinya adalah bahwa wirausaha adalah individu atau kelompok yang menciptakan, mengembangkan, dan mengelola usaha dengan tujuan mencapai berbagai tujuan, seperti mencari keuntungan, memecahkan masalah sosial, atau memberikan nilai tambah. Berikut adalah pengertian wirausaha menurut beberapa ahli terkenal:

  • Joseph Schumpeter: Joseph Schumpeter, seorang ekonom terkenal, menggambarkan wirausaha sebagai “pemberi perubahan” yang memainkan peran utama dalam proses kreatif mengguncang dan mengganggu struktur ekonomi yang ada melalui inovasi.
  • Peter Drucker: Menurut Peter Drucker, wirausaha adalah seseorang yang menciptakan nilai dengan mengidentifikasi peluang dan mengintegrasikan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut. Drucker juga menekankan pentingnya orientasi pada pelanggan dalam pengertian wirausaha.
  • Jean-Baptiste Say: Ahli ekonomi Prancis, Jean-Baptiste Say, mendefinisikan wirausaha sebagai individu yang menciptakan nilai dengan mengalihkan faktor produksi (tenaga kerja, modal, bahan baku) ke bentuk yang lebih bernilai dan lebih bermanfaat.
  • David McClelland: Psikolog terkenal David McClelland mendefinisikan wirausaha sebagai individu yang memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai prestasi dan orientasi pada pencapaian tujuan yang tinggi. McClelland memandang dorongan ini sebagai faktor kunci dalam motivasi wirausaha.
  • Howard Stevenson: Howard Stevenson, seorang profesor di Harvard Business School, menyatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang mengidentifikasi peluang, mengalokasikan sumber daya, dan menciptakan nilai. Dia menekankan bahwa pengambilan risiko adalah salah satu aspek kunci dalam pengertian wirausaha.
  • Albert Shapero dan Linda Sokol: Shapero dan Sokol mendefinisikan wirausaha sebagai individu yang memiliki niat untuk menciptakan usaha baru. Mereka menyoroti aspek niat dan hasrat dalam konsep wirausaha.
  • Muhammad Yunus: Penerima Nobel Perdamaian Muhammad Yunus adalah pendiri perbankan mikro dan mendefinisikan wirausaha sosial sebagai individu atau kelompok yang berupaya untuk memecahkan masalah sosial melalui bisnis atau inisiatif kewirausahaan.
  • William D. Bygrave dan Andrew Zacharakis: Bygrave dan Zacharakis dalam pandangan mereka tentang wirausaha menekankan pentingnya tindakan dan proses yang ada dalam menciptakan dan mengembangkan bisnis. Mereka menggambarkan wirausaha sebagai individu yang mengambil tindakan untuk mengidentifikasi, mengejar, dan mengelola peluang bisnis.
  • Karl H. Vesper: Menurut Vesper, wirausaha adalah individu atau kelompok yang menciptakan dan menjalankan organisasi bisnis dengan tujuan menghasilkan keuntungan. Dia menekankan bahwa wirausaha juga berperan dalam mengelola risiko yang terkait dengan usaha tersebut.
  • Michael Porter: Michael Porter, seorang ahli dalam bidang strategi bisnis, mengakui bahwa wirausaha adalah sumber daya yang penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif. Dia melihat peran wirausaha dalam mengidentifikasi celah dalam pasar dan menciptakan nilai yang berbeda dari pesaing.
  • Howard Aldrich: Howard Aldrich mendefinisikan wirausaha sebagai individu yang terlibat dalam aktivitas penciptaan bisnis baru atau pengembangan usaha yang ada. Dia menekankan bahwa wirausaha adalah agen perubahan sosial dan ekonomi.
  • Jay B. Barney: Dalam perspektif strategi bisnis, Jay Barney menganggap wirausaha sebagai sumber daya yang langka dan berharga yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif melalui pemanfaatan aset dan kemampuan yang unik.
  • Joko Untoro : Joko Untoro mengemukaakan bahwa pengertian kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
  • Leach Ronald Melicher : J.Leach Ronald Melicher mengartikan kewirausahaan sebagai sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga).
  • Eddy Soeryanto Soegoto : Menurut Eddy Soeryanto Soegoto kewirausahaan atau entrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.
  • Stein dan John F. Burgess (1993:35) : Pengertian wirausaha menurut Stein dan John F. Burgess adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.
  • Ahmad Sanusi (1994) : Pengertian kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis .
  • Zimmerer (1996) : Pengertian Wirausaha menurut Zimmerer adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha.
  • Soeharto Prawiro (1997) : Pengertian Wirausaha adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.
  • Siswanto Sudomo (1989) : Pengertian Kewirausahaan atau entrepreneurship menurut Siswanto Sudomo adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya.
  • Joseph C. Schumpeter : Joseph C. Schumpeter berpendapat bahwa wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut.
  • B Say (1803) : Menurut J.B Say wirausaha adalah pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis (efekif dan efisien) dan tingkat produktivitas yang rendah menjadi lebih tinggi.
  Pengertian Interaksi Sosial : Contoh Ciri Syarat Faktor Bentuk

Mengapa Wirausaha Penting?

Wirausaha memainkan peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi dan perkembangan masyarakat. Berikut beberapa alasan mengapa wirausaha begitu penting:

  1. Penciptaan Lapangan Kerja: Wirausaha menciptakan peluang kerja bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka mempekerjakan orang, yang pada gilirannya, membantu mengurangi tingkat pengangguran.
  2. Inovasi: Wirausaha sering kali mendorong inovasi dan kemajuan teknologi dengan mencoba hal-hal baru dan berbeda. Inovasi ini dapat membawa perubahan positif dalam berbagai industri.
  3. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Wirausaha juga dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan solusi bagi masalah sosial, seperti akses ke pendidikan, layanan kesehatan, atau keberlanjutan lingkungan.
  4. Peningkatan Pendapatan: Wirausaha memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan individu dan keluarga mereka, serta memberikan kontribusi pada pendapatan nasional.
  5. Daya Saing Ekonomi: Wirausaha dapat memperkuat daya saing ekonomi suatu negara dengan menciptakan bisnis-bisnis yang kuat dan berkontribusi pada perdagangan internasional.

Karakteristik Wirausaha

Seorang wirausaha memiliki sejumlah karakteristik kunci yang membedakannya dari individu lain. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Inisiatif: Wirausaha memiliki dorongan untuk memulai sesuatu dan mengambil langkah pertama dalam menjalankan ide bisnis mereka.
  2. Kreativitas: Mereka memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif, melihat peluang di mana orang lain mungkin tidak melihatnya, dan menemukan solusi unik.
  3. Risiko Terukur: Wirausaha bersedia mengambil risiko, tetapi mereka cenderung melakukan analisis risiko yang baik sebelum mengambil tindakan.
  4. Ketekunan: Kegigihan adalah salah satu kualitas terpenting wirausaha. Mereka harus bersedia menghadapi rintangan, kegagalan, dan kesulitan tanpa kehilangan semangat.
  5. Orientasi Pada Tujuan: Wirausaha memiliki visi dan tujuan yang jelas untuk bisnis mereka dan berusaha keras mencapainya.
  6. Kepemimpinan: Kemampuan untuk memotivasi dan memimpin tim adalah kualitas penting dalam dunia wirausaha.
  Pengertian Akuntansi Biaya Tujuan Fungsi Jenis Manfaat Contoh

Pengertian wirausaha adalah tentang lebih dari sekadar mencari keuntungan finansial. Ini adalah tentang menciptakan perubahan, memecahkan masalah, dan menciptakan nilai, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat. Dengan berfokus pada inovasi, kreativitas, dan semangat, wirausaha memiliki potensi untuk membawa dampak positif yang besar pada dunia bisnis dan masyarakat secara keseluruhan.

Jenis-jenis Wirausaha

Tidak semua wirausaha sama, dan ada beberapa jenis wirausaha yang dapat dibedakan berdasarkan berbagai faktor, termasuk tujuan bisnis mereka dan sektor ekonomi yang mereka jalani. Berikut beberapa jenis wirausaha yang umum ditemui:

  1. Wirausaha Sosial: Wirausaha sosial bertujuan untuk memecahkan masalah sosial atau lingkungan. Mereka berfokus pada memberikan manfaat bagi masyarakat dan bukan hanya mencari keuntungan finansial.
  2. Wirausaha Teknologi: Wirausaha teknologi bergerak di sektor teknologi dan inovasi. Mereka menciptakan atau mengembangkan produk dan layanan berbasis teknologi yang sering kali mengubah cara kita hidup dan bekerja.
  3. Wirausaha Mikro dan Kecil: Wirausaha mikro dan kecil adalah bisnis dengan skala yang lebih kecil, sering kali dimulai oleh individu atau kelompok kecil. Mereka dapat beroperasi di berbagai sektor, termasuk perdagangan, jasa, atau manufaktur.
  4. Wirausaha Korporat: Banyak perusahaan besar juga memiliki inisiatif wirausaha dalam organisasi mereka, yang disebut “wirausaha korporat.” Mereka mencari inovasi dan berfokus pada pengembangan bisnis baru di dalam perusahaan.

Langkah-langkah Menjadi Seorang Wirausaha

Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang wirausaha, ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

  1. Ide Bisnis: Temukan ide bisnis yang unik atau perlu di pasar. Identifikasi peluang yang dapat Anda manfaatkan.
  2. Perencanaan Bisnis: Buat rencana bisnis yang solid, termasuk analisis pasar, strategi pemasaran, rencana keuangan, dan tujuan jangka panjang.
  3. Pendanaan: Cari sumber pendanaan yang sesuai untuk mendukung bisnis Anda, termasuk modal sendiri, pinjaman, atau investor.
  4. Pengembangan Produk atau Layanan: Kembangkan produk atau layanan Anda dengan fokus pada kualitas dan kebutuhan pelanggan.
  5. Pemasaran dan Promosi: Bangun merek Anda, dan manfaatkan strategi pemasaran yang efektif untuk mencapai audiens target.
  6. Manajemen dan Pertumbuhan Bisnis: Kelola bisnis Anda dengan baik dan perhatikan pertumbuhan serta perubahan pasar.
  7. Ketekunan dan Belajar dari Kegagalan: Ingatlah bahwa perjalanan menjadi wirausaha seringkali penuh dengan rintangan. Belajar dari kegagalan adalah kunci kesuksesan jangka panjang.

Tujuan Wirausaha

Tujuan wirausaha sangat bervariasi dan dapat tergantung pada individu atau kelompok wirausaha, jenis bisnis, serta konteks ekonomi dan sosial di mana wirausaha beroperasi. Namun, ada beberapa tujuan umum yang sering menjadi landasan bagi sebagian besar wirausaha. Berikut beberapa tujuan utama wirausaha:

  • Menciptakan Keuntungan Finansial: Ini adalah tujuan paling umum dalam wirausaha. Para wirausaha berusaha untuk menciptakan bisnis yang menghasilkan keuntungan dan pendapatan yang stabil. Keuntungan finansial ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pribadi, menginvestasikan kembali dalam bisnis, atau mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
  • Menciptakan Lapangan Kerja: Wirausaha sering kali menciptakan peluang kerja untuk diri mereka sendiri dan orang lain. Ini membantu mengurangi tingkat pengangguran dan memberikan pendapatan kepada lebih banyak orang.
  • Mengembangkan Bisnis: Tujuan wirausaha mungkin mencakup pertumbuhan bisnis mereka. Mereka ingin memperluas operasi mereka, menjangkau pasar yang lebih luas, dan meningkatkan pangsa pasar mereka.
  • Menghadapi Masalah Sosial: Wirausaha sosial memiliki tujuan untuk memecahkan masalah sosial atau lingkungan. Mereka berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup orang-orang atau lingkungan sekitarnya melalui bisnis mereka.
  • Menghasilkan Inovasi: Beberapa wirausaha didorong oleh keinginan untuk menciptakan inovasi dan perubahan dalam industri atau masyarakat. Mereka berusaha untuk mengembangkan produk atau layanan baru yang dapat mengubah cara kita hidup dan bekerja.
  • Mengembangkan Bisnis Berkelanjutan: Banyak wirausaha memiliki visi jangka panjang untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan. Mereka ingin membangun organisasi yang dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat kepada berbagai pemangku kepentingan.
  • Memberikan Nilai bagi Pelanggan: Wirausaha sering memiliki fokus pada memberikan nilai bagi pelanggan. Mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan produk atau layanan yang berkualitas.
  • Meningkatkan Kesejahteraan Pribadi: Bagi beberapa individu, wirausaha dapat menjadi sarana untuk mencapai kesejahteraan pribadi. Mereka dapat mengejar passion mereka atau menciptakan gaya hidup yang lebih sesuai dengan nilai-nilai pribadi.
  • Memberdayakan Masyarakat: Wirausaha sering memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat tempat mereka beroperasi. Ini bisa termasuk memberikan pelatihan, beasiswa, atau sumber daya kepada komunitas yang lebih luas.
  • Kontribusi pada Ekonomi dan Masyarakat: Secara keseluruhan, tujuan wirausaha juga mencakup kontribusi positif pada ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan. Mereka berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penciptaan nilai, dan perubahan positif dalam masyarakat.
  Contoh Interaksi Sosial Pengertian Syarat Faktor Bentuk

Penting untuk diingat bahwa tujuan wirausaha dapat berubah seiring waktu dan dapat bervariasi dari satu wirausaha ke wirausaha lainnya. Terkadang, tujuan tersebut juga dapat mencakup beberapa atau semua tujuan di atas, tergantung pada visi dan nilai-nilai pribadi mereka.

Ciri Ciri Wirausaha

Wirausaha memiliki beragam ciri-ciri yang membedakannya dari individu lain. Ciri-ciri ini mencerminkan sifat-sifat khusus yang sering dimiliki oleh mereka yang aktif di dunia wirausaha. Berikut adalah beberapa ciri-ciri utama wirausaha:

  • Kreativitas: Wirausaha seringkali memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan melihat peluang di mana orang lain mungkin tidak melihatnya. Mereka mungkin menciptakan solusi baru untuk masalah yang ada atau mengembangkan produk dan layanan yang inovatif.
  • Inisiatif: Wirausaha memiliki dorongan untuk memulai sesuatu dan mengambil tindakan. Mereka tidak menunggu orang lain untuk memberi perintah; sebaliknya, mereka mencari peluang dan bertindak atas inisiatif sendiri.
  • Ketekunan: Kegigihan adalah salah satu ciri paling penting dalam dunia wirausaha. Mereka bersedia menghadapi rintangan, kegagalan, dan tantangan tanpa kehilangan semangat. Mereka terus berusaha untuk mencapai tujuan mereka.
  • Orientasi pada Tujuan: Wirausaha memiliki visi yang jelas dan tujuan yang didefinisikan dengan baik untuk bisnis mereka. Mereka tahu apa yang ingin dicapai dan berfokus pada pencapaian tujuan tersebut.
  • Risiko Terukur: Wirausaha bersedia mengambil risiko, tetapi mereka cenderung melakukan analisis risiko yang baik sebelum mengambil tindakan. Mereka tidak sembrono dalam mengambil keputusan yang melibatkan risiko.
  • Kemampuan Beradaptasi: Lingkungan bisnis selalu berubah, dan wirausaha harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Mereka fleksibel dan siap mengubah strategi atau taktik jika diperlukan.
  • Kemampuan Memecahkan Masalah: Wirausaha seringkali memiliki kemampuan yang baik dalam memecahkan masalah. Mereka dapat mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang efektif.
  • Kepemimpinan: Wirausaha perlu memimpin bisnis mereka dan mungkin juga tim kerja. Kemampuan kepemimpinan yang baik adalah ciri penting bagi wirausaha yang sukses.
  • Otonomi: Wirausaha sering memiliki tingkat otonomi yang tinggi dalam mengambil keputusan terkait bisnis mereka. Mereka memiliki kontrol penuh atas operasi dan strategi bisnis.
  • Kemampuan Jaringan: Membangun jaringan dan berhubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pelanggan, rekan bisnis, dan investor, adalah penting bagi wirausaha. Kemampuan menjalin hubungan dan berkomunikasi efektif adalah salah satu ciri utama.
  • Penghargaan Terhadap Kebebasan: Banyak wirausaha menilai kebebasan dalam mengatur jadwal, bekerja di tempat yang mereka pilih, dan mengambil keputusan bisnis sendiri.
  • Hasrat dan Dedikasi: Wirausaha sering didorong oleh hasrat dan dedikasi terhadap ide atau visi bisnis mereka. Mereka bersedia berinvestasi waktu dan tenaga untuk mencapai tujuan mereka.