Pengertian Gotong Royong : Contoh Tujuan Manfaat Sejarah Gotong Royong

Posted on

Manusia, sebagai makhluk sosial yang diciptakan oleh Tuhan, saling membutuhkan satu sama lain. Setiap individu pada dasarnya tidak dapat hidup dalam isolasi, melainkan selalu terlibat dalam interaksi sosial dengan sesama manusia, saling memerlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, dalam kehidupan masyarakat, kerjasama dan semangat gotong royong sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi.

Masyarakat Indonesia dikenal dengan sifatnya yang ramah, penuh kekeluargaan, dan semangat gotong royong yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menyelesaikan konflik-konflik yang muncul dalam kehidupan masyarakat, sikap gotong royong menjadi kunci untuk memudahkan dan menyelesaikan masalah dengan efisien.

Meskipun ada perubahan dalam format dan sikap gotong royong yang tercermin dalam pergeseran nilai budaya, sistem dan semangat gotong royong tidak akan benar-benar punah. Hal ini disebabkan oleh nilai-nilai kebiasaan yang menjadi bagian dari sistem kebiasaan nasional, yang merupakan norma yang dijunjung oleh seluruh warga masyarakat dan pemerintah. Di sisi lain, format dan sikap dalam hubungan gotong royong mungkin akan berubah atau bahkan menghilang, tetapi evolusi gotong royong ini akan menciptakan hubungan kerjasama atau gotong royong dalam bentuk dan sikap yang baru.

Sikap gotong royong yang dijalankan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari memegang peran penting. Dengan adanya semangat gotong royong, setiap konflik dan kegiatan yang kompleks dapat segera diselesaikan melalui kerjasama dan gotong royong antara warga masyarakat.

Gotong royong menjadi salah satu pilar untuk memperkuat karakter bangsa. Ini juga merupakan wujud dari sila Pancasila yang ketiga, yaitu Persatuan Indonesia.

Dengan semangat gotong royong, rasa kebersamaan ditingkatkan, solidaritas sosial meningkat, tali persaudaraan diperkuat, masyarakat menjadi lebih sadar akan kepentingan bersama dan tanggung jawab sosial, serta menciptakan kerukunan, toleransi yang tinggi, dan rasa persatuan dalam masyarakat Indonesia.

Di era yang penuh dengan kecepatan, keinginan akan hasil instan, dan modernitas, penting untuk menjaga semangat gotong royong agar tetap hidup, kuat, dan mengakar dalam jiwa masyarakat, terutama generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, gotong royong perlu diperkuat kembali, mengingat betapa pasang surutnya semangat gotong royong saat ini. Meskipun beberapa elemennya masih bertahan, semangat ini mengalami perubahan, berbeda, atau telah merasakan dampak pergeseran budaya akibat arus globalisasi.

Pengertian Gotong Royong

Gotong royong adalah sebuah konsep budaya yang mewakili semangat kerjasama, kebersamaan, dan gotong-royong antara anggota masyarakat dalam upaya untuk mencapai tujuan bersama. Konsep ini merupakan salah satu nilai fundamental dalam budaya Indonesia dan juga ada dalam bentuk yang mirip di banyak negara di seluruh dunia.

Istilah “gotong royong” berasal dari bahasa Jawa, di mana “gotong” berarti membantu atau bekerjasama, dan “royong” berarti bersama-sama. Gotong royong mencerminkan semangat saling tolong-menolong dan berbagi tugas untuk mencapai kebaikan bersama, tanpa mengharapkan imbalan materi atau pengakuan pribadi. Dalam konteks sehari-hari, gotong royong mengacu pada aktivitas atau kerja sama bersama antarwarga dalam masyarakat.

Berikut beberapa poin penting yang menjelaskan pengertian gotong royong:

  1. Semangat Kerjasama: Gotong royong menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi antarindividu atau kelompok dalam masyarakat. Ini berarti bahwa orang-orang bersedia bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, tanpa memandang latar belakang, status sosial, atau kepentingan pribadi.
  2. Keharmonisan Sosial: Gotong royong membantu memelihara harmoni sosial dalam masyarakat. Ini dapat mengurangi konflik dan ketidaksetaraan, karena semua orang bekerja bersama untuk mencapai kebaikan bersama.
  3. Aktivitas Bersama: Gotong royong bisa mengambil berbagai bentuk, mulai dari membersihkan lingkungan, merenovasi fasilitas umum, membantu tetangga yang membutuhkan, hingga berpartisipasi dalam proyek-proyek komunitas. Ini melibatkan partisipasi aktif dari semua warga masyarakat.
  4. Tanpa Imbalan Material: Semangat gotong royong tidak didorong oleh dorongan untuk mendapatkan imbalan material. Ini lebih tentang memberikan dan berbagi dengan tulus, tanpa mengharapkan keuntungan pribadi.
  5. Membangun Solidaritas: Melalui gotong royong, masyarakat dapat membangun rasa persatuan dan solidaritas. Ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antara anggota masyarakat.
  6. Kunci Pembangunan Berkelanjutan: Gotong royong juga berperan dalam pembangunan berkelanjutan. Ketika masyarakat bersatu untuk mengatasi masalah lingkungan, ekonomi, atau sosial, mereka dapat mencapai perkembangan yang lebih baik dalam jangka panjang.
  Pengertian Perubahan Sosial Contoh Faktor Menurut para ahli

Dalam budaya Indonesia, gotong royong bukan hanya konsep, tetapi juga praktik yang dijunjung tinggi. Ini tercermin dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam acara-acara adat, kegiatan sosial, dan bahkan dalam proses musyawarah dalam mengambil keputusan penting dalam masyarakat.

Dalam era globalisasi saat ini, semangat gotong royong tetap relevan sebagai landasan untuk membangun masyarakat yang kuat dan berkelanjutan. Gotong royong adalah pilar dalam memelihara keharmonisan sosial, serta memajukan masyarakat ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, upaya untuk memahami dan menerapkan semangat gotong royong dapat menjadi kunci kesuksesan dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan dan sejahtera.

Pengertian Gotong Royong Menurut Para Ahli

  • Ir. Soekarno

bahwa gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu membantu bersama. Amal buat kepentingan semua, keringat buat kebahagiaan semua. holopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama.

  • Koentjaraningrat (1974) dalam Bowen (1986)

menyatakan bahwa gotong royong sebagai suatu sikap tolong menolong kini hanya tinggal sebagai sejarah. Selanjutnya ditambahkan juga bahwa gotong royong merupakan filosofi yang menjadi bagian dari budaya Indonesia, bukan hanya menjadi filosofi beberapa kelompok tertentu (Bowen, 1986).

  • M. Nasroen(1907-1968)

Guru Besar Filsafat di Universitas Indonesia dalam bukunya Falsafah Indonesia, mengatakan bahwa gotong royong adalah dasar Falsafah Indonesia. Dengan kata lain bahwa gotong royonglah yang menjadi ciri utama manusia Indonesia pada umumnya.

Semangat gotong royong berkembang dengan baik karena didorong kesadaran bahwa :

  • Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain
  • Manusia baru bisa dapat wajar bila bersama-sama dengan orang lain
  • Manusia perlu menyusaikan dirinya dengan masyarakat lingkungannya
  • Manusia perlu menjaga hubungan baik dengan sesama untuk mengikat persaudaraan

Sejarah Gotong Royong

Gotong royong adalah konsep budaya yang mendalam dalam masyarakat Indonesia dan banyak negara lain di seluruh dunia. Sejarah gotong royong mencerminkan warisan budaya dan nilai-nilai yang telah diterapkan selama berabad-abad. Berikut adalah gambaran sejarah gotong royong:

  1. Akar Tradisional: Gotong royong memiliki akar yang dalam dalam budaya tradisional masyarakat Indonesia. Praktik gotong royong sudah ada sejak zaman dahulu ketika masyarakat desa atau suku bangsa bekerja bersama-sama untuk mengatasi berbagai masalah seperti musim panen, membangun rumah, atau membantu tetangga yang membutuhkan.
  2. Era Hindu-Budha: Prinsip gotong royong telah ada dalam budaya masyarakat Indonesia sejak masa kerajaan Hindu-Budha. Praktik gotong royong merupakan bagian integral dari sistem sosial dan ekonomi, dan sering kali terkait dengan kerja sama dalam proyek-proyek kerajaan atau agama.
  3. Pengaruh Islam: Pada saat masuknya Islam ke Indonesia, nilai-nilai gotong royong tetap relevan. Konsep solidaritas sosial dan membantu sesama tetap menjadi bagian penting dalam masyarakat Muslim di Indonesia.
  4. Era Kolonial: Selama masa penjajahan Belanda, gotong royong dianggap sebagai cara untuk mengatasi penindasan dan eksploitasi yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Praktik gotong royong sering digunakan untuk melawan penjajah.
  5. Masa Kemerdekaan: Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, semangat gotong royong diangkat menjadi prinsip penting dalam membangun negara yang baru. Konsep ini tercermin dalam semangat kerjasama nasional dalam memerangi penjajahan dan kemudian dalam membangun bangsa yang merdeka.
  6. Pancasila: Gotong royong adalah salah satu nilai Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial.” Prinsip ini memandang gotong royong sebagai inti dari keadilan sosial dalam masyarakat.
  7. Peran dalam Pembangunan: Gotong royong terus menjadi prinsip yang mendorong pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia. Praktik gotong royong sering terlihat dalam proyek-proyek pembangunan, seperti membangun jalan, sekolah, atau fasilitas umum lainnya.
  8. Globalisasi dan Tantangan Modern: Meskipun gotong royong tetap relevan dalam masyarakat Indonesia, pengaruh globalisasi dan modernisasi menghadirkan tantangan baru. Semangat gotong royong harus dijaga dan diperkuat agar tidak tergeser oleh individualisme yang semakin berkembang.
  Pengertian Seni Budaya : Ciri Contoh Jenis Fungsi Menurut Para Ahli

Sejarah gotong royong mencerminkan peran sentralnya dalam masyarakat Indonesia dan nilai-nilai yang melekat dalam budaya tersebut. Konsep ini bukan hanya sekadar praktik kerjasama, tetapi juga memainkan peran penting dalam memelihara keharmonisan sosial, memajukan pembangunan, dan memperkuat persatuan dalam masyarakat. Oleh karena itu, gotong royong tetap menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun dan mempertahankan masyarakat yang kuat dan bersatu.

Nilai-Nilai Gotong Royong

  • Kebersamaan
  • Persatuan
  • Kesatuan
  • Sukarela
  • Sosialisasi
  • Kekeluargaan
  • Tolong Menolong

Manfaat Gotong Royong

  • Menciptakan rasa kebersamaan dan kasih sayang.
  • Menumbuhkan sikap saling membantu, tolong menolong, sukarela, dan kekeluargaan.
  • Membina hubungan social yang baik dengan masyarakat.
  • Mempererat tali persaudaraan.
  • Membuat pekerjaan lebih cepat selesai.
  • Meringankan beban pekerjaan yang harus ditanggung.
  • Menciptakan rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat.
  • Meningkatkan produktivitas kerja.

Tujuan Gotong Royong Bagi Diri Sendiri Dan Masyarakat

tujuannya yaitu untuk mengajak kita semua untuk selalu bekerja bersama-sama , untuk lebih meningkatkan kebersamaan . karena kita sebagai makhlukn sosial tidak bsa hidup tanpa bantuan orang lain.

  • bergotong royong juga bisa membuat kita menjadi lebih kompak dan juga bisa lebih mengenal satu sama yang lainnya.
  • Dengan bergotong royong kita bisa saling tolong menolong misalkan, saat kita ingin mendirikan rumah, mengerjakan sawah, membantu tetangga yang sedang berduka, hingga saling bahu mambahu untuk mempejuangkan negaranya.
  • Dengan bergotong royong semua tugas yang kita lakukan akan menjadi ringan.
  • Membuat Setiap Pekerjaan Menjadi Lebih Ringan.
  • Mempererat Rasa Persatuan dan Kesatuan.
  • Menghemat Pengeluaran.
  • Untuk menyelesai kan pekerjaan dengan cepat.
  • untuk mengikat tali erat persaudaraan antar sesama , Bisa berkumpul dengan Tetangga / siapa saja yg ada dalam pelaksanaan Gotong royong.

Contoh Gotong Royong Di Lingkungan Sekolah

  1. Membersihkan ruang kelas
  2. Membersihan tanan sekolah
  3. Kegiatan merenovasi kelas, seperti mengecat, menghias kelas dll
  4. Mengerjakan mading sekolah
  5. Belajar kelompok bersama-sama
  6. Membersihkan tempat ibadah di sekolah
  7. Membersihkan toilet sekolah
  8. Mengumpulkan sampah
  9. Membantu teman yang sedang sakit
  10. Mengadakan kegiatan di sekolah,dilakukan secara bergotong royong
  11. Membersihkan perpustakaan sekolah
  12. Membagi jadwal piket dan dilakukan bersana2 setiap harinya
  13. Merapikan meja guru
  14. Mengepel ruang kelas
  15. Mengadakan kegiatan bakti sosial
  16. Membersihkan tempat sampah atau sampah berserakan
  17. Membakar sampah
  18. Menghapus tulisan di papan tulis
  19. Merapikan taman sekolah spt mencabut rumput
  20. Memperindah lingkungan sekolah dengan menanam bunga dan tanaman tanaman yang cantik
  Pengertian Bela Negara Tujuan Fungsi Manfaat Contoh

Contoh Gotong Royong Di Keluarga

  1. Membersihkan Rumah Bersama – Sama
  2. Bekerja sama dalam membersihkan halaman
  3. Bercocok tanam bersama
  4. Bersama – sama menyelesaikan masalah
  5. Bekerja sama dalam memperbaiki rumah yang rusak

Contoh gotong royong di masyarakat

  1. Membangun Rumah Ibadah Secara Bersama Dan Toleransi
  2. Membantu Membuat Jembatan Di Sungai Yang Sulit Untuk Disebrangi
  3. Gotong Royong Kerja Bakti Setiap Hari Minggu
  4. Membangun Rumah Tetangga Yang Tertimpa Musibah
  5. Membantu Menolong Kampung/Daerah Tetangga Yang Terkena Bencana Alam

Perbedaan Gotong Royong Zaman dahulu dan Sekarang

Gotong royong adalahistilah dimana masyarakat saling menolong dalam sebuah hal untuk menjangkau sebuah kes jahteraan dalam masyarakat tersebut sendiri. Istilah gotong royong paling kental sekali pada zaman dulu yaitu pada masa penjajahan dan masa sesudah penjajahan. Pada masa tersebut masyarakat saling bahu-membahu membina kesejahteraan bersama, contohnya gotong royong membina sebuah jembatan yang tidak hanya dibutuhkan oleh sebuah individu, tetapi jembatan dibutuhkan oleh semua masyarakat.

Ditengah era globalisasi seperti kini ini, kebiasaan gotong royong mulai semakin luntur. Kebanyakan orang mementingkan dirinya sendiri, khususnya di kalangan perkotaan. Di kota-kota besar laksana Jakarta yang paling minim kebiasaan gotong royong. Semakin maju dan canggihnya teknonologi di Indonesia semakin meminimalisir rasa kebersamaan pada masyarakat. Seiring berjalannya era globalisasi dan semakin canggihnya teknologi menciptakan masyarakat tak sempat akan kebiasaan gotong royong tersebut sendiri. Masyarakat melulu memikirkan dirinya sendiri. Seperti diberikan contoh ketika terdapat pohon tumbang di tengah jalan, warga melulu melihat dan sedikit memiliki minat untuk mencuci pohon itu dari jalan. Paling-paling yang mereka kerjakan hanyalah memanggil dan menantikan petugas pembersih jalan yang cocok dengan urusan tersebut.

Namun di kalangan pedesaan kebiasaan gotong royong masih sering diterapkan. Di desa-desa gotong royong tidak sedikit dilakukan dalam kalangan masyarakatnya. Mungkin sebab minimnya tingkat teknologi atau sikap kebersamaan yang kental dalam orang pedesaan. Perbedaan orang kota dan orang desa begitu menonjol dari tingkahlaku dan pemikirannya. Dimana di kota tidak sedikit terjadi kompetisi bisnis dan ekonomi yang menciptakan lunturnya rasa kebersamaan dalam masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, suatu desa tidak bakal selamanya desa. Maksudnya suatu desa akan pulang menjadi seperti suatu kota sebab pengaruh peradaban teknologi dan globalisasi. Begitu pun dengan orang-orangnya yang bakal berubah laksana orang kota pada umumnya. Apalagi dengan ramainya bisnis ekonomi di kota yang begitu bagus bakal mendorong masyarakat desa pergi ke kota guna memcari pekerjaan.

Seharusnya pemerintah dapat meminimalisir hilangnya rasa kebiasaan gotong royong yang terdapat pada masyarakat, entah tersebut di desa maupun di kota dengan sering menyelenggarakan suatu acara sosial guna menumbuhkan rasa kebersamaan pada masyarakatnya. Sehingga kebudayaan gotong royong tidak begitu saja hilang dalam masyarakat. Dan pun semua tersebut tergantung pada kesadaran masyarakat tersebut sendiri.