Pengertian Resume : Tujuan Fungsi Contoh Jenis

Posted on

Resume adalah alat yang kuat dalam pencarian pekerjaan. Ini memberikan gambaran singkat tentang siapa Anda dan apa yang Anda bawa ke meja kerja. Dengan menyusun resume dengan baik dan mengikuti tips yang telah disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan. Ingatlah bahwa resume Anda adalah kesempatan pertama Anda untuk membuat kesan positif, jadi pastikan itu mencerminkan kualifikasi dan prestasi Anda dengan baik.

Pengertian Resume

Resume adalah alat penting dalam dunia pencarian kerja. Ini adalah dokumen singkat yang merangkum riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan prestasi Anda. Resume memainkan peran utama dalam membuat kesan pertama kepada calon majikan, sehingga penting untuk memahami apa itu resume dan bagaimana membuatnya dengan baik.

Menyusun Resume

Resume adalah ringkasan yang singkat dan padat, biasanya tidak lebih dari satu atau dua halaman. Meskipun singkat, resume harus memberikan gambaran yang jelas tentang siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan kepada calon majikan. Inilah beberapa elemen penting yang harus ada dalam resume Anda:

  • Informasi Pribadi: Nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan alamat email Anda. Pastikan informasi ini terlihat jelas di bagian atas dokumen.
  • Ringkasan Karier atau Tujuan: Ini adalah paragraf singkat yang menjelaskan tujuan Anda dalam mencari pekerjaan atau gambaran singkat tentang karier Anda.
  • Pendidikan: Cantumkan pendidikan terakhir Anda terlebih dahulu. Termasuk nama institusi, gelar yang Anda peroleh, tahun kelulusan, dan prestasi akademis jika relevan.
  • Pengalaman Kerja: Daftar pengalaman kerja Anda dengan urutan terbalik, dimulai dari pekerjaan yang paling baru. Cantumkan nama perusahaan, posisi Anda, tanggal Anda bekerja di sana, dan tugas atau pencapaian utama yang Anda lakukan.
  • Keterampilan: Jelaskan keterampilan khusus yang Anda miliki yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Ini bisa termasuk keterampilan teknis, bahasa, atau keterampilan interpersonal.
  • Penghargaan dan Prestasi: Jika Anda memiliki penghargaan atau prestasi yang relevan, seperti sertifikasi industri atau penghargaan khusus, cantumkan ini dalam resume Anda.
  • Referensi: Biasanya, Anda tidak perlu mencantumkan referensi pada resume. Anda dapat menyediakannya jika diminta oleh calon majikan.

Tips untuk Resume yang Sukses

  • Sesuaikan dengan Pekerjaan: Sesuaikan resume Anda untuk setiap pekerjaan yang Anda lamar. Highlight pengalaman dan keterampilan yang paling relevan.
  • Gunakan Bahasa yang Jelas: Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Hindari jargon yang mungkin tidak dimengerti oleh semua orang.
  • Gunakan Format yang Bersih: Gunakan format yang bersih, dengan font yang mudah dibaca dan tata letak yang rapi.
  • Beri Tumpuan pada Prestasi: Fokus pada pencapaian dan prestasi Anda dalam pengalaman kerja Anda. Ceritakan bagaimana Anda berkontribusi positif kepada perusahaan atau tim Anda.
  • Periksa Kesalahan: Pastikan tidak ada kesalahan tata bahasa atau ejaan dalam resume Anda. Periksa dua kali sebelum mengirimkannya.

tujuan resume

Resume memiliki beberapa tujuan utama yang penting dalam proses pencarian kerja. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari sebuah resume:

  • Menggambarkan Kemampuan dan Kualifikasi: Salah satu tujuan utama dari resume adalah memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan, kualifikasi, dan pengalaman Anda kepada calon majikan. Ini memungkinkan mereka untuk memahami apakah Anda memiliki keterampilan dan latar belakang yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka tawarkan.
  • Membuat Kesimpulan Cepat: Calon majikan sering harus menilai banyak aplikasi dalam waktu singkat. Resume membantu mereka untuk membuat kesimpulan awal tentang Anda sebagai kandidat dalam waktu singkat. Ini adalah kesempatan Anda untuk menarik perhatian mereka dengan informasi yang relevan.
  • Mengundang Wawancara: Salah satu tujuan utama dari resume adalah mengundang calon majikan untuk menghubungi Anda dan mengatur wawancara. Dengan menonjolkan prestasi dan kualifikasi Anda, Anda meningkatkan peluang Anda untuk dipanggil untuk wawancara lebih lanjut.
  • Menunjukkan Keseriusan: Resume menunjukkan keseriusan Anda dalam mencari pekerjaan. Ini adalah langkah pertama yang menunjukkan bahwa Anda telah meluangkan waktu dan usaha untuk merinci pengalaman dan kualifikasi Anda secara tertulis.
  • Menonjolkan Prestasi: Resume memberi Anda kesempatan untuk menyoroti prestasi terbaik Anda. Anda dapat menunjukkan bagaimana Anda telah berhasil dalam pekerjaan sebelumnya dan bagaimana Anda dapat memberikan nilai tambah bagi calon majikan.
  • Memfasilitasi Perbandingan: Calon majikan sering harus membandingkan berbagai kandidat sebelum membuat keputusan. Resume memberikan format yang konsisten untuk membandingkan kualifikasi dan pengalaman semua pelamar.
  • Merupakan Alat Pemasaran Pribadi: Resume adalah alat pemasaran pribadi Anda yang paling penting. Ini adalah kesempatan Anda untuk “menjual” diri Anda kepada calon majikan dan meyakinkan mereka bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk pekerjaan tersebut.
  • Memberikan Informasi Kontak: Resume mencakup informasi kontak Anda, seperti alamat email dan nomor telepon, sehingga calon majikan dapat dengan mudah menghubungi Anda untuk berkomunikasi lebih lanjut.

fungsi resume

Resume memiliki beberapa fungsi utama dalam konteks pencarian kerja. Fungsi-fungsi ini membantu memudahkan proses seleksi kandidat oleh calon majikan. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari sebuah resume:

  • Merangkum Riwayat Karier: Resume merangkum riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan prestasi kandidat dalam satu dokumen singkat. Ini membantu calon majikan untuk dengan cepat memahami latar belakang dan sejarah karier seseorang.
  • Mengidentifikasi Kualifikasi: Resume membantu mengidentifikasi kualifikasi kandidat untuk pekerjaan yang ditawarkan. Ini termasuk keterampilan, pendidikan, sertifikasi, dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar.
  • Memudahkan Seleksi Awal: Calon majikan sering menerima banyak aplikasi untuk satu posisi kerja. Resume membantu dalam proses seleksi awal dengan memberikan gambaran cepat tentang kualifikasi kandidat. Ini membantu menghemat waktu dan sumber daya perusahaan.
  • Membuat Kesimpulan Cepat: Resume membantu calon majikan untuk membuat kesimpulan awal tentang kandidat. Mereka dapat melihat dengan cepat apakah kandidat memiliki potensi untuk menjadi pemain yang berharga dalam perusahaan mereka.
  • Mengundang Wawancara: Resume yang baik mampu menarik perhatian dan mengundang calon majikan untuk menghubungi kandidat untuk wawancara lebih lanjut. Ini adalah salah satu fungsi utama dari resume, yaitu menjadi “alat pemasaran” kandidat.
  • Memberikan Informasi Kontak: Resume mencakup informasi kontak kandidat seperti alamat email dan nomor telepon. Ini memudahkan calon majikan untuk menghubungi kandidat jika mereka tertarik untuk berbicara lebih lanjut.
  • Memberikan Gambaran tentang Pribadi: Meskipun resume fokus pada aspek-aspek profesional, elemen seperti ringkasan karier atau tujuan bisa memberikan sedikit gambaran tentang kepribadian dan tujuan kandidat.
  • Memfasilitasi Keputusan Rekrutmen: Resume membantu calon majikan membandingkan kandidat satu sama lain. Ini memudahkan proses pengambilan keputusan dalam memilih kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  • Mengukur Kesesuaian: Dalam beberapa kasus, resume digunakan sebagai alat awal untuk mengukur kesesuaian kandidat dengan persyaratan pekerjaan. Jika resume tidak memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan oleh perusahaan, kandidat mungkin tidak akan dipertimbangkan.
  • Penting dalam Penyaringan Awal: Resume adalah alat utama dalam tahap penyaringan awal, yang memungkinkan calon majikan untuk menyaring kandidat yang paling menjanjikan sebelum memutuskan siapa yang akan dipanggil untuk wawancara.
  10 Pahlawan Revolusi gambar dan keterangan

Dengan fungsi-fungsi ini, resume menjadi elemen kunci dalam pencarian kerja dan merupakan alat penting untuk mengkomunikasikan kualifikasi dan potensi Anda kepada calon majikan. Oleh karena itu, menyusun resume dengan baik sangat penting dalam mencapai kesuksesan dalam pencarian kerja.

Jenis – Jenis Resume

Berikut dibawah ini merupakan jenis jenis resume, yaitu :

1.  Abstrak

Abstrak merupakan salah satu jenis ringkasan yang sangat singkat dan padat. Dalam sebuah karangan karya ilmiah, abstrak merupakan sebuah ringkasan yang mana menampilkan gambaran besar dari pengarang. Dalam pembuatan sebuah karya ilmiah, abstrak biasanya akan diletakkan di awal sebelum masuk ke materi inti.

2.  Ringkasan Stricto Sensu

Adalah hasil pencarian isi artikel, bentuk tertulis dari ringkasan ini menggunakan kata-katanya sendiri. Jenis ringkasan resume ini hanya merangkum pemikiran utama.

Jenis resume ini harus mengikuti proporsi dan juga urutan naskah asli, bukan menambahkan pandangan pribadi.

Dengan kata lain, segala sesuatu di yang luar naskah asli tidak boleh dimasukkan ke dalam resume ini. Resume dengan tipe ini banyak digunakan dalam kebutuhan sekolah.

3.  Ikhtisar

Yaitu yang memberi kebebasan kepada mereka yang membuat ringkasan untuk mengikuti urutan karangan asli atau merangkum dengan menggunakan tatanan mereka sendiri.

Menggunakan bahasa yang lebih fleksibel, inti utama dari jenis resume ini adalah bentuk tulisan yang disesuaikan dengan gaya membuat resume. Kebebasan ini tentu memiliki batasan. Pikiran harus tetap sesuai dengan karangan asli.

Perbedaan Resume dengan Esai

Resume : Bentuk ringkasan atau rangkuman dari tulisan yang panjang, dengan menulis kembali pokok-pokok pentingnya.

Esai : Karya tulis yang memaparkan sudut pandang pribadi pengarang secara lugas mengenai suatu permasalahan.

Perbedaan Resume dan Ikhtisar

Resume : Bentuk ringkasan atau rangkuman dari tulisan yang panjang, dengan menulis kembali pokok-pokok pentingnya. Tidak boleh mengacak urutan dari gagasan pokok dalam tulisan aslinya.

Ikhtisar  : Bentuk ringkasan yang berisikan ide pokok. Namun, boleh mengacak urutan dari gagasan pokok dalam tulisan aslinya. Hal tersebut karena ikhtisar dibuat berdasarkan pemahaman pengarangnya terhadap tulisan asli yang hendak diringkas.

Perbedaan Resume dengan Curriculum Vitae (CV)

Resume : Berisikan ringkasan pelamar kerja mengenai riwayat pendidikan, riwayat kerja keahlian yang dimiliki, riwayat organisasi yang relevan dengan posisi yang hendak dilamar.

Berbentuk paragraf yang sistematis dan tidak boleh lebih dari dua halaman.

Curriculum Vitae (CV) : Berisikan data lengkap mengenai pelamar kerja. Mulai dari ringkasan diri secara singkat, biodata, alamat rumah, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, keahlian, riwayat organisasi, dan lain-lain.

CV mempunyai berbagai bentuk, misalnya ATS-Friendly, CV Kreatif, dan lain-lain.

Unsur dalam Sebuah Resume

Resume biasanya dilakukan untuk dua tujuan, yakni merangkum isi buku atau sumber belajar dan administrasi pekerjaan. Dalam penulisan resume ini, beda tujuan, beda pula unsur-unsur yang termuat di dalamnya.

Unsur-Unsur dalam Sebuah Resume Teks atau Buku

Apabila Grameds bertujuan membuat sebuah resume yang bersumber dari sebuah teks atau buku, maka unsur dan strukturnya adalah sebagai berikut:

  1. Identitas Buku

Identitas buku menjadi unsur penting pertama yang harus dimuat dalam mengerjakan sebuah resume. Identitas buku ini mencangkup adanya judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbitnya buku tersebut disertai cetakan keberapa, harga buku, nomor ISBN (International Standard Book Number), dan tebal buku.

  1. Sinopsis Buku atau Teks

Sinopsis buku ini harus diletakkan pada bagian pembuka sebuah resume. Sinopsis buku atau teks ini harus ditulis secara keseluruhan dan bersifat kronologis.

  1. Ulasan Buku

Resume adalah sebuah ringkasan dari sebuah buku atau teks. Maka dari itu, ulasannya harus lengkap beserta dengan kalimat kutipan buku.

  1. Keunggulan dan Kelemahan Buku

Keunggulan dan kelemahan buku juga termasuk dalam sebuah resume. Maka dari itu, penulis resume harus cermat dalam menentukan apa saja keunggulan dan kelemahan dari buku atau teks yang dijadikan sebagai sumbernya.

  1. Rumusan Kerangka Buku

Setelah menuliskan keunggulan dan kelemahan buku, kamu juga harus menyertakan rumusan mengenai kerangka buku atau teks yang dijadikan sebagai sumbernya. Kerangka buku harus ditulis secara lengkap dengan tinjauan bahasa.

  1. Penutup Resume

Dalam sebuah resume juga harus terdapat penutup. Penutup resume ini berisikan adanya penjelasan mengenai buku tersebut ditujukan untuk kalangan mana dan alasan mengapa harus dibaca oleh mereka.

Unsur-Unsur dalam Sebuah Resume untuk Administrasi Kerja

Dalam sebuah resume yang ditulis untuk tujuan administrasi kerja tentu saja berbeda dengan sebuah resume buku. Hal tersebut karena dalam resume administrasi kerja ini sebagian besar akan memuat adanya biodata dan riwayat dari pelamar kerja.

Nah, unsur yang harus termuat dalam sebuah resume untuk administrasi kerja adalah keahlian dan pengalaman kerja. Untuk menuliskan resume kerja yang baik, perhatikan beberapa tips berikut:

  1. Tulis Keahlian dan Pengalaman Kerja dengan Jujur
  Teknologi yang Telah Dikembangkan Sejak Kehidupan Manusia Purba

Unsur yang utama adalah keahlian dan pengalaman kerja dari si pelamar kerja. Dalam menuliskan unsur ini, si pelamar kerja harus jujur dan tidak melebih-lebihkan keahlian dan pengalaman kerjanya.

Pada bagian keahlian, lebih baik dituliskan mengenai keahlian apa yang paling menonjol, termasuk dalam mengoperasikan komputer.

  1. Ditulis secara Singkat

Tulis resume milikmu singkat saja, tidak perlu terlalu panjang seolah dapat dilihat oleh HRD dalam waktu sepuluh detik saja.

  1. Sesuaikan dengan kualifikasi HRD

Ketika menuliskan sebuah resume guna melamar pekerjaan, sesuai dengan kualifikasi yang telah diminta oleh HRD perusahaan. Tidak perlu menuliskan hal-hal yang “kurang” sesuai dengan kualifikasi mereka.

  1. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Tulis resume kerjamu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, tidak menggunakan istilah-istilah asing, bahasa yang baku, dan lain-lain.

Cara Menyusun Resume

Dalam menyusun sebuah resume, baik resume buku maupun resume kerja tentu saja memiliki cara yang berbeda. Hal tersebut karena unsur dan tujuan yang termuat di dalamnya juga berbeda.

Nah, berikut adalah penjelasan mengenai cara menyusun sebuah resume buku dan resume kerja!

Cara Menyusun Resume Buku atau Teks

  1. Baca Buku atau Teks Terlebih Dahulu

Cara pertama dalam menyusun sebuah resume ini adalah membaca buku atau teks yang hendak dijadikan sebagai sumber ringkasannya. Hal tersebut dilakukan supaya kita mampu memahami isi buku atau teks tersebut sehingga ringkasan yang kita tulis akan mempunyai kualitas yang baik.

Selain itu, dengan membaca buku atau teksnya terlebih dahulu maka akan meminimalisir kemungkinan ringkasan kita melenceng dari buku atau teks aslinya.

  1. Temukan Gagasan Utama

Sembari membaca buku atau teks, tentukan gagasan utamanya. Gagasan utama tersebut dapat kamu tuliskan kembali di kertas dan susun sesuai susunan aslinya.

  1. Mulai Menulis Resume

Setelah selesai menemukan gagasan utama yang terdapat pada buku atau teks, maka kamu dapat memulai untuk menulis resume. Susun gagasan utama tersebut menjadi bentuk yang padu dan ringkas, supaya tetap sesuai dengan buku atau teks aslinya. Gunakan bahasa yang mudah dipahami.

  1. Baca Ulang Resume

Apabila resume yang kamu tulis tersebut sudah selesai, cobalah untuk membaca ulang. Periksa apakah terdapat penggunaan bahasa dan ejaan yang kurang sesuai, jika ada, segera perbaiki.

Cara Menyusun Resume Untuk Administrasi Kerja

Ketika hendak menyusun sebuah resume yang bertujuan untuk mendaftar kerja adalah memperhatikan apakah resume yang kita tulis sesuai dengan kualifikasi HRD perusahaan. Nah, berikut adalah caranya,

  1. Buat Daftar Keahlian dan Pengalaman Kerjamu

Sebelum memasukkan surat lamaran beserta dokumen penunjang lainnya, susunlah daftar keahlian dan pengalaman kerja yang kamu miliki untuk dapat menjadi sebuah resume. Usahakan untuk memasukkan keahlian dan pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang ditawarkan oleh perusahaan, atau posisi yang hendak kamu lamar tersebut.

  1. Tulis Resume Secara Singkat

Menulis sebuah resume lamaran kerja haruslah singkat, jelas, dan menarik. Mengapa harus singkat? Karena tim perekrut atau HRD hanya mempunyai waktu selama 6 detik saja untuk membaca sebuah resume. Maka dari itu, usahakan untuk menulis resume yang tidak bertele-tele dan menarik.

  1. Tunjukkan Keahlianmu

Untuk menunjukkan keahlianmu tersebut, haruslah spesifik dan tidak berbelit-belit. Tunjukkan kepada tim HRD atau tim perekrut bahwa kamu adalah seseorang yang melek teknologi.

  1. Baca Ulang Resume

Setelah selesai menyusun resume, kamu dapat membaca ulang untuk menemukan kesalahan ejaan dan bahasa. Nilailah resume buatanmu seolah kamu adalah tim perekrut. Jika ada sesuatu yang kurang sesuai, segeralah perbaiki.

Contoh Resume

Kelompok  2                                  MK                            : Sosiologi Pendidikan
Nama : Rusmansyah                    Bahan                        : Resume Buku
Nim    : 150224057                       Dosen Pembimbing : Mawardi Suta, M.A

Resume Buku Sosiologi Pendidikan

Bagian pertama :

Sosiologi secara harfiah atau etimologis berasal dari kata latin : Socius = teman ,kawan ,sahabat dan Logos  =  Ilmu pengetahuan. Jadi sosiologi adalah ilmu tentanag cara berteman /berkawan/ bersahabat yang baik. Sosiologi yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia  ( human relationship).(Alvin Bertrand.)

Objek sosiologi  sesuai yang telah di uraikan di atas  maka objeknya yaitu :

  1. Struktur sosial, jalinan dari seluruh unsur-unsur
  2. Unsur-unsur sosial, membahas tentang norma,kaidah sosial,lembaga sosial,kelompok sosial, dan lapisan sosial.
  3. Proses sosial, pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan.

            Sosiologi meruapakan fase awal dari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendri. Dan Comte merupakan sosok “ Bapak Sosiologi”, karena ia yang pertama kali memperkenalkan dan mempergunkan istilah sosiologi dalam pembahasan tentang masyarakat.

Sosiologi Sebagai Ilmu pengetahuan :

“ Ilmu” atau Science dalam Bahsa Arab bila diterjemaahkan dalam bahasa Indonesia berarti “pengetahuan”. Jadi pada dasarnya bila di tinjau dari istilahnya, sama saja. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang di ketahui seseorang dengan jalan apapun. Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan seseorang yang di peroleh dengan penelitian yang mendalam, yang di peroleh dengan mempergunakan metode-metode -ilmiah. Metode Ilmiah adalah sesuatau yang di tempuh dengan cara-cara yang di pergunakan ilmu untuk sampai kepada pembentukan  ilmu menjadi suatu kesatuan yang sistematis,organis,dan berkaitan secara logis.

Agar suatu pengetahuan dapat di sebut ilmu pengetahuan harus memenuhi syarat :

  1. Jelas objek yang di bahasnya sehingga beda dengan ilmu-ilmu yang lain.
  2. Mempergunakan metode-metode ilmiah.
  3. Tersusun secara sistematis.

Di tinjau dari tujuan penggunaanya, ada dua jenis ilmu yaitu :

  1. Ilmu murni (pure science), ialah ilmu yang semata-mata untuk kepentingan ilmu itu sendiri,tidak di maksudkan untuk keperluan kehidpan sehari-hari contohnya ilmu kimia, ilmu matematika dan sebagainya.
  2. Ilmu terpakai/ ilmu praktis (applied science),ialah ilmu yang bertujuan untuk menerapkan hukum-hukum dna rumus-rumusnya dalam kehidupan sehari-hari,misalnya ilmu kedokteran,ilmu teknik,ilmu pelayaran,dan sebagainya.
  Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif dan Generatif

Bagian Kedua :

            Sosiologi Pendidiakan  Menurut Dictionary of Sociology, Sosiologi pendidikan merupakan sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah – masalah pendidikan yang mendasar.

            Menurut F.G. Robbins dan Brown, Sosiologi pendidikan ialah ilmu yang membahas dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan dan mengorganisasikan pengalaman. Sosiologi pendidikan  mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.

Mengapa calon guru harus memahami dan di bekali sosiologi ?

  1. Perubahan sosial yang sangat cepat menimbulkan “cultural lang”, cultural ini merupakan sumber masalah sosial dalam masyarkat dan juga dalam pendidikan masalah ini terjadi.
  2. Guru seseorang administrator , informator,konduktor,dan sebaginya dan harus berkelakuan menurut harapan masyarakat. Guru sebagai pendidik dan pembangun generasi baru yang sangat diharapkan tingkah laku yang bermoral tinggi demi masa depan bangsa dan Negara.
  3. Untuk bisa mengamati dan mengatasi sifat dan karakter siswanya untuk dapat di mengkontrol dan mengatasi masalah kenakalan remaja.

Pokok penelitian  sosiologi pendidikan :

Menurut  S. Nasution :

  1. Hubungan sistem pendidiakan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat.
  2. Hubungan manusia dnegan sekolah (analisis struktur sosial di sekolah).
  3. Pengaruh sekolah terhadapa kelakuan dan kepribadian sepihak di sekolah.
  4. Sekolah dalam masyarkat.

Berdasarkan UU Republik Indonesia nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional, di tetapkan dalam bab1,pasal 1, ayat 1, bahwa “ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran,dan latihan bagi perananya  di masa yang akan datang. Sedangakan ayat 2 menyatakan bahwa “ pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945.

Daftar Pustaka :

Nama Judul Buku               : Sosiologi Pendidikan (Suatu analisis sosiologi tentang berbagai problem pendidikan.
Pengarang                          : Drs. Ary H. Gunawan.
Perpustakaan Nasional RI  : Katalog dalam terbitan (KDT). Jakarta :Rineka cipta 2010,. Ix , 186 hlm : 21 cm

Cetakan                              : Ke – 2
Biblografi                            : hlm.185-186.
ISBN 978-979-518-758-5

Contoh Resume Jurnal (Identifikasi DNA)

RESUME JURNAL IDENTIFIKASI DNA

  1. Judul Penelitian

Determination of Nucleic Acid in Animal Tissues

  1. Peneliti

Giovani Cerrioti

  1. Sumber
    Chem. 1955, 214:59-70.
  2. Latar Belakang

Peneliti ingin membandingkan metode yang paling efektif dan akurat antara metode dengan reaksi indole, dan orsinol, untuk menentukan / mengidentifikasi DNA dari jaringan hewan.

  1. Metode Penelitian

DNA dengan reagen indole: kurva standar dibuat dengan sample DNA dari betis tikus, dan disiapkan menurut metode hammarsten. Dilakukan pula variasi kondisi pada reaksi indole yaitu pemanasan larutan DNA dengan 0,1 N NaOH dan KOH namun tidak menunjukkan hasil signifikan.

Reaksi pentosa dengan orcinol: 200 mg orcinol dilarutkan pada 10 mL HCl pekat, kemudian ditambah dengan larutan CuCl2 dan volume dibuat 100 mL dengan HCl pekat. 5 mL larutan ini kemudian di campurkan pada 5 mL larutan yang akan di uji, dilakukan pemanasan selama 40 menit. warna yang terbentuk di ekstrak dengan isoamil alcohol dan dihitung konsentrasinya menggunakan spektrofotometer Beckman pada panjang geombang 675 nm.

  1. Hasil dan Pembahasan

Reagen indole: DNA yang diuji menghasilkan karakteristik basa N 13,4% ; basa P 8,0% ; adenine 10% ; guanine 7,4% ;  sitosin 4,7% ;  timin 8,4%.

Reaksi pentose dengan orcinol: Hasil dari uji, didapatkan karakterisasi DNA, basa N 14,5% ; basa P 8,3% , basa purin dan pirimidin 38,4% (guanine 0,86 ; adenine 0,64 ;  sitidin 0,56 ;  uridine 0,5 dan ribose 2,56 mmol/gram)

  1. Kesimpulan

Dari hasil percobaan didapatkan hasil yang tidak berbeda jauh antara identifikasi DNA menggunakan reagen indole dan orsinol. Oleh karena itu dapat digunakan kedua metode tersebut untuk mengidentifikasi DNA secara akurat.

Contoh Resume Buku (Elektroforesis Protein)

RESUME JURNAL ELEKTROFORESIS PROTEIN

  1. Judul Penelitian

Karakterisasi Protein Miofibril dari Ikan Kuniran (Upeneus moluccenesis) dan Ikan Mata Besar (Selar crumenophthalmus)

  1. Peneliti

Achmad Subagio, Wiwik Siti Windrati, Mukhammad Fauzi dan Yuli Witono

  1. Sumber

Jurnal.Teknol. dan Industri Pangan, Vol. XV, No. 1 Th. 2004

  1. Latar Belakang

Ikan merupakan sumber protein hewani yang potensial, dengan kandungan protein 17-24% dari beratnya. Protein sebagai salah satu komponen penyusun bahan pangan mempunyai peranan penting dalam menentukan mutu produk pangan. Perlu adanya usaha pengembangan protein-based food ingredients dari ikan yang murah dan tersedia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata tentang karakteristik fisikokimia, dan fungsional dari protein ikan kuniran dan mata besar yang sering menjadi ikan yang bermutu rendah, khususnya protein miofibrilnya yang dapat dikembangkan menjadi food ingredients.

  1. Metode Penelitian

Metode penelitian dilakukan dengan beberapa tahap yaitu fraksinasi protein, preparasi protein myofibril, analisis berat molekul menggunakan metode SDS-PAGE, penetapan sifat fisik dan warna dengan metode collar reader, analisis proksimat, analisis asam amino, kelarutan terhadap pH pelarut, kelarutan terhadap larutan garam, daya gelasi, aktivitas dan stabilitas pengemulsi serta analisis data.

Analisis berat molekul menggunakan SDS-PAGE: gel yang diperoleh diwarnai dengan coornassie blue R-250. Standart protein yang digunakan berasal dari sigma chemical co. yaitu kit penciri protein BM rendah yang meliputi: serum albumin (66,2 KD), ovalbumin (45,0 kD) karbonat anhydrase (31,0 kD) dan lizozim (14,0 kD)

  1. Hasil dan Pembahasan

Fraksinasi protein pada kuniran menghasilkan 30-33% myofibril, dan pada ikan mata besar menghasilkan 42-43% myofibril. Analisis berat molekul menggunakan metode SDS-PAGE menunjukkan ikan kuniran mempunyai aggregated myosin atau kemampuan agregasi yang lebih tinggi daripada ikan mata besar. Hasil SDS-PAGE juga menunjukkan bahwa jumlah troponin T dan tropomyosin dari myofibril ikan kuniran lebih besar disbanding dengan ikan mata besar.

Uji sifat fisik warna myofibril didapat ikan kuniran mempunyai protein myofibril  yang cerah disbanding ikan mata besar. Uji sifat kimia myofibril didapat bahwa  komposisi asam amino dari ikan kuniran dan ikan mata besar tidak jauh berbeda, yaitu asam glutamate 20%, asam aspartate 10%, dan lisin 9%. Uji kelarutan terhadap pH menunjukkan bahwa ikan mata besar memiliki kelarutan pH yang lebih tinggi dari ikan kuniran. Uji daya gelasi menunjukkan ikan kuniran memiliki daya gelasi lebih besar daripada ikan mata besar

  1. Kesimpulan

Walaupun ikan mata besar mempunyai protein myofibril lebih besar dari ikan kuniran, namun kualitasnya lebih baik dari ikan kuniran sehingga dapat dikembangkan menjadi food ingredient.

Contoh Resume Lamaran Kerja

Contoh Resume Bahasa Inggris