Resume : Pengertian, Tujuan , Fungsi, Contoh Resume, Jenis

Posted on

Resume kerap digunakan dalam dunia pembelajaran ataupun karir. Dalam dunia pembelajaran, mahasiswa ataupun dosen kerap membuat resume dari sesuatu karya ilmiah, baik berbentuk novel, harian, makalah ataupun karya yang lain yang berbahasa Indonesia ataupun Inggris.

Setelah itu dalam dunia karir, resume sangat kerap terbuat oleh calon pelamar kerja. Dalam perihal ini guna resume sesungguhnya nyaris sama dengan CV( Curriculum Vitae). Cuma wujudnya sedikit berbeda, serta lebih pendek.

Resume merupakan sesuatu tata cara yang efisien buat menyajikan sesuatu karya ataupun informasi yang panjang jadi lebih pendek serta padat. Ialah dengan metode mengambil bagian- bagian pokok yang lebih ringkas, serta membuang perincian/ penjabarannya. Syaratnya resume tidak boleh berbeda dari informasi& karya aslinya.



Pengertian Resume

Penafsiran Resume merupakan ringkasan ataupun rangkuman dari suatu tulisan/ karangan yang panjang kemudian setelah itu dipangkas serta cuma mengambil bagian inti serta menyisihkan rincian serta ilustrasinya.

Resume merupakan sesuatu metode yang sangat efisien dalam menarangkan sesuatu inti ataupun pokok dari data yang hendak di informasikan terhadap orang lain. Contohnya pada dikala meresume novel ataupun suatu karanga, resume dapat menarangkan isi dari benak seorang pengarang dengan lebih ringkas.

Kata“ Resume” pada dikala seseorang pelamar lagi melamar suatu pekerjaan di suatu industri tentu sangat kerap menggunakana catatan riwayat hidup, yang mana dokumen tersebut berisi suatu rangkuman pengalaman, kemampuan serta jenjang pembelajaran calon pelamar tersebut yang disusun dengan sedemikian rupa. Tujuan membuat remuse lamaran pekerjaan tersebut yakni selaku data menimpa kualifikasi dari seorang dengan secara perinci, padat serta jelas.

Tujuan Resume

Tujuan resume adalah mengetahui materi yang disajikan dengan pemahaman yang lebih detail, tidak hanya paham namun bisa menguasai materi yang telah disampaikan. Selain itu tentunya memudahkan pembaca memahami maksud atau intisari dari sebuah karangan atau tulisan yang begitu panjang, tanpa adanya kesulitan memahami setiap kalimat yang begitu panjang yang mungkin lebih susah ditangkap.

Tujuan resume juga memberikan pengajaran kepada setiap orang untuk lebih bisa menjelaskan sesuatu yang panjang menjadi singkat dan padat namun kaya akan makna. Walaupun singkat namun lebih mudah dimengerti, dipahami dan diterima bagi siapa pun yang menerimanya. Tujuan lainnya adalah lebih mudah mengingat materi yang telah disampaikan tanpa membuka lagi tulisan yang mulanya belum diresume.

Fungsi Resume

Mengenai fungsi resume hampir sama dengan tujuan dari meresume. Ada beberapa fungsi resume dintaranya:

  • Menjadikan tulisan yang semulanya panjang lebar menjadi ringkas dan kaya makna.
  • Tulisan yang ringkas, padat dan penting akan mudah diingat.
  • Memudahkan penyampaian materi karena telah terkonsep.
  • Memudahkan pembaca menerima materi yang disampaikan.
  • Lebih mudah mengingatkan materi yang telah lalu karena tinggal membaca ulang dari resume yang telah dibuat.

Jenis – Jenis Resume

Berikut dibawah ini merupakan jenis jenis resume, yaitu :

1.  Abstrak

Abstrak merupakan salah satu jenis ringkasan yang sangat singkat dan padat. Dalam sebuah karangan karya ilmiah, abstrak merupakan sebuah ringkasan yang mana menampilkan gambaran besar dari pengarang. Dalam pembuatan sebuah karya ilmiah, abstrak biasanya akan diletakkan di awal sebelum masuk ke materi inti.

2.  Ringkasan Stricto Sensu

Adalah hasil pencarian isi artikel, bentuk tertulis dari ringkasan ini menggunakan kata-katanya sendiri. Jenis ringkasan resume ini hanya merangkum pemikiran utama.

Jenis resume ini harus mengikuti proporsi dan juga urutan naskah asli, bukan menambahkan pandangan pribadi.

Dengan kata lain, segala sesuatu di yang luar naskah asli tidak boleh dimasukkan ke dalam resume ini. Resume dengan tipe ini banyak digunakan dalam kebutuhan sekolah.

3.  Ikhtisar

Yaitu yang memberi kebebasan kepada mereka yang membuat ringkasan untuk mengikuti urutan karangan asli atau merangkum dengan menggunakan tatanan mereka sendiri.

Menggunakan bahasa yang lebih fleksibel, inti utama dari jenis resume ini adalah bentuk tulisan yang disesuaikan dengan gaya membuat resume. Kebebasan ini tentu memiliki batasan. Pikiran harus tetap sesuai dengan karangan asli.

Perbedaan Resume dengan Esai

Resume : Bentuk ringkasan atau rangkuman dari tulisan yang panjang, dengan menulis kembali pokok-pokok pentingnya.

Esai : Karya tulis yang memaparkan sudut pandang pribadi pengarang secara lugas mengenai suatu permasalahan.

Perbedaan Resume dan Ikhtisar

Resume : Bentuk ringkasan atau rangkuman dari tulisan yang panjang, dengan menulis kembali pokok-pokok pentingnya. Tidak boleh mengacak urutan dari gagasan pokok dalam tulisan aslinya.

Ikhtisar  : Bentuk ringkasan yang berisikan ide pokok. Namun, boleh mengacak urutan dari gagasan pokok dalam tulisan aslinya. Hal tersebut karena ikhtisar dibuat berdasarkan pemahaman pengarangnya terhadap tulisan asli yang hendak diringkas.

Baca :  Pengertian Kartu Kredit, Jenis-jenis, dan ciri-cirinya

Perbedaan Resume dengan Curriculum Vitae (CV)

Resume : Berisikan ringkasan pelamar kerja mengenai riwayat pendidikan, riwayat kerja keahlian yang dimiliki, riwayat organisasi yang relevan dengan posisi yang hendak dilamar.

Berbentuk paragraf yang sistematis dan tidak boleh lebih dari dua halaman.

Curriculum Vitae (CV) : Berisikan data lengkap mengenai pelamar kerja. Mulai dari ringkasan diri secara singkat, biodata, alamat rumah, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, keahlian, riwayat organisasi, dan lain-lain.

CV mempunyai berbagai bentuk, misalnya ATS-Friendly, CV Kreatif, dan lain-lain.

Unsur dalam Sebuah Resume

Resume biasanya dilakukan untuk dua tujuan, yakni merangkum isi buku atau sumber belajar dan administrasi pekerjaan. Dalam penulisan resume ini, beda tujuan, beda pula unsur-unsur yang termuat di dalamnya.

Unsur-Unsur dalam Sebuah Resume Teks atau Buku

Apabila Grameds bertujuan membuat sebuah resume yang bersumber dari sebuah teks atau buku, maka unsur dan strukturnya adalah sebagai berikut:

  1. Identitas Buku

Identitas buku menjadi unsur penting pertama yang harus dimuat dalam mengerjakan sebuah resume. Identitas buku ini mencangkup adanya judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbitnya buku tersebut disertai cetakan keberapa, harga buku, nomor ISBN (International Standard Book Number), dan tebal buku.

  1. Sinopsis Buku atau Teks

Sinopsis buku ini harus diletakkan pada bagian pembuka sebuah resume. Sinopsis buku atau teks ini harus ditulis secara keseluruhan dan bersifat kronologis.

  1. Ulasan Buku

Resume adalah sebuah ringkasan dari sebuah buku atau teks. Maka dari itu, ulasannya harus lengkap beserta dengan kalimat kutipan buku.

  1. Keunggulan dan Kelemahan Buku

Keunggulan dan kelemahan buku juga termasuk dalam sebuah resume. Maka dari itu, penulis resume harus cermat dalam menentukan apa saja keunggulan dan kelemahan dari buku atau teks yang dijadikan sebagai sumbernya.

  1. Rumusan Kerangka Buku

Setelah menuliskan keunggulan dan kelemahan buku, kamu juga harus menyertakan rumusan mengenai kerangka buku atau teks yang dijadikan sebagai sumbernya. Kerangka buku harus ditulis secara lengkap dengan tinjauan bahasa.

  1. Penutup Resume

Dalam sebuah resume juga harus terdapat penutup. Penutup resume ini berisikan adanya penjelasan mengenai buku tersebut ditujukan untuk kalangan mana dan alasan mengapa harus dibaca oleh mereka.

Unsur-Unsur dalam Sebuah Resume untuk Administrasi Kerja

Dalam sebuah resume yang ditulis untuk tujuan administrasi kerja tentu saja berbeda dengan sebuah resume buku. Hal tersebut karena dalam resume administrasi kerja ini sebagian besar akan memuat adanya biodata dan riwayat dari pelamar kerja.

Nah, unsur yang harus termuat dalam sebuah resume untuk administrasi kerja adalah keahlian dan pengalaman kerja. Untuk menuliskan resume kerja yang baik, perhatikan beberapa tips berikut:

  1. Tulis Keahlian dan Pengalaman Kerja dengan Jujur

Unsur yang utama adalah keahlian dan pengalaman kerja dari si pelamar kerja. Dalam menuliskan unsur ini, si pelamar kerja harus jujur dan tidak melebih-lebihkan keahlian dan pengalaman kerjanya.

Pada bagian keahlian, lebih baik dituliskan mengenai keahlian apa yang paling menonjol, termasuk dalam mengoperasikan komputer.

  1. Ditulis secara Singkat

Tulis resume milikmu singkat saja, tidak perlu terlalu panjang seolah dapat dilihat oleh HRD dalam waktu sepuluh detik saja.

  1. Sesuaikan dengan kualifikasi HRD

Ketika menuliskan sebuah resume guna melamar pekerjaan, sesuai dengan kualifikasi yang telah diminta oleh HRD perusahaan. Tidak perlu menuliskan hal-hal yang “kurang” sesuai dengan kualifikasi mereka.

  1. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Tulis resume kerjamu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, tidak menggunakan istilah-istilah asing, bahasa yang baku, dan lain-lain.

Cara Menyusun Resume

Dalam menyusun sebuah resume, baik resume buku maupun resume kerja tentu saja memiliki cara yang berbeda. Hal tersebut karena unsur dan tujuan yang termuat di dalamnya juga berbeda.

Nah, berikut adalah penjelasan mengenai cara menyusun sebuah resume buku dan resume kerja!

Cara Menyusun Resume Buku atau Teks

  1. Baca Buku atau Teks Terlebih Dahulu

Cara pertama dalam menyusun sebuah resume ini adalah membaca buku atau teks yang hendak dijadikan sebagai sumber ringkasannya. Hal tersebut dilakukan supaya kita mampu memahami isi buku atau teks tersebut sehingga ringkasan yang kita tulis akan mempunyai kualitas yang baik.

Selain itu, dengan membaca buku atau teksnya terlebih dahulu maka akan meminimalisir kemungkinan ringkasan kita melenceng dari buku atau teks aslinya.

  1. Temukan Gagasan Utama

Sembari membaca buku atau teks, tentukan gagasan utamanya. Gagasan utama tersebut dapat kamu tuliskan kembali di kertas dan susun sesuai susunan aslinya.

  1. Mulai Menulis Resume

Setelah selesai menemukan gagasan utama yang terdapat pada buku atau teks, maka kamu dapat memulai untuk menulis resume. Susun gagasan utama tersebut menjadi bentuk yang padu dan ringkas, supaya tetap sesuai dengan buku atau teks aslinya. Gunakan bahasa yang mudah dipahami.

  1. Baca Ulang Resume

Apabila resume yang kamu tulis tersebut sudah selesai, cobalah untuk membaca ulang. Periksa apakah terdapat penggunaan bahasa dan ejaan yang kurang sesuai, jika ada, segera perbaiki.

Cara Menyusun Resume Untuk Administrasi Kerja

Ketika hendak menyusun sebuah resume yang bertujuan untuk mendaftar kerja adalah memperhatikan apakah resume yang kita tulis sesuai dengan kualifikasi HRD perusahaan. Nah, berikut adalah caranya,

  1. Buat Daftar Keahlian dan Pengalaman Kerjamu
Baca :  Pengertian,Jenis,sifat sifat koloid, Contoh Ciri Manfaat

Sebelum memasukkan surat lamaran beserta dokumen penunjang lainnya, susunlah daftar keahlian dan pengalaman kerja yang kamu miliki untuk dapat menjadi sebuah resume. Usahakan untuk memasukkan keahlian dan pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang ditawarkan oleh perusahaan, atau posisi yang hendak kamu lamar tersebut.

  1. Tulis Resume Secara Singkat

Menulis sebuah resume lamaran kerja haruslah singkat, jelas, dan menarik. Mengapa harus singkat? Karena tim perekrut atau HRD hanya mempunyai waktu selama 6 detik saja untuk membaca sebuah resume. Maka dari itu, usahakan untuk menulis resume yang tidak bertele-tele dan menarik.

  1. Tunjukkan Keahlianmu

Untuk menunjukkan keahlianmu tersebut, haruslah spesifik dan tidak berbelit-belit. Tunjukkan kepada tim HRD atau tim perekrut bahwa kamu adalah seseorang yang melek teknologi.

  1. Baca Ulang Resume

Setelah selesai menyusun resume, kamu dapat membaca ulang untuk menemukan kesalahan ejaan dan bahasa. Nilailah resume buatanmu seolah kamu adalah tim perekrut. Jika ada sesuatu yang kurang sesuai, segeralah perbaiki.

Contoh Resume

Kelompok  2                                  MK                            : Sosiologi Pendidikan
Nama : Rusmansyah                    Bahan                        : Resume Buku
Nim    : 150224057                       Dosen Pembimbing : Mawardi Suta, M.A

Resume Buku Sosiologi Pendidikan

Bagian pertama :

Sosiologi secara harfiah atau etimologis berasal dari kata latin : Socius = teman ,kawan ,sahabat dan Logos  =  Ilmu pengetahuan. Jadi sosiologi adalah ilmu tentanag cara berteman /berkawan/ bersahabat yang baik. Sosiologi yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia  ( human relationship).(Alvin Bertrand.)

Objek sosiologi  sesuai yang telah di uraikan di atas  maka objeknya yaitu :

  1. Struktur sosial, jalinan dari seluruh unsur-unsur
  2. Unsur-unsur sosial, membahas tentang norma,kaidah sosial,lembaga sosial,kelompok sosial, dan lapisan sosial.
  3. Proses sosial, pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan.

            Sosiologi meruapakan fase awal dari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendri. Dan Comte merupakan sosok “ Bapak Sosiologi”, karena ia yang pertama kali memperkenalkan dan mempergunkan istilah sosiologi dalam pembahasan tentang masyarakat.

Sosiologi Sebagai Ilmu pengetahuan :

“ Ilmu” atau Science dalam Bahsa Arab bila diterjemaahkan dalam bahasa Indonesia berarti “pengetahuan”. Jadi pada dasarnya bila di tinjau dari istilahnya, sama saja. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang di ketahui seseorang dengan jalan apapun. Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan seseorang yang di peroleh dengan penelitian yang mendalam, yang di peroleh dengan mempergunakan metode-metode -ilmiah. Metode Ilmiah adalah sesuatau yang di tempuh dengan cara-cara yang di pergunakan ilmu untuk sampai kepada pembentukan  ilmu menjadi suatu kesatuan yang sistematis,organis,dan berkaitan secara logis.

Agar suatu pengetahuan dapat di sebut ilmu pengetahuan harus memenuhi syarat :

  1. Jelas objek yang di bahasnya sehingga beda dengan ilmu-ilmu yang lain.
  2. Mempergunakan metode-metode ilmiah.
  3. Tersusun secara sistematis.

Di tinjau dari tujuan penggunaanya, ada dua jenis ilmu yaitu :

  1. Ilmu murni (pure science), ialah ilmu yang semata-mata untuk kepentingan ilmu itu sendiri,tidak di maksudkan untuk keperluan kehidpan sehari-hari contohnya ilmu kimia, ilmu matematika dan sebagainya.
  2. Ilmu terpakai/ ilmu praktis (applied science),ialah ilmu yang bertujuan untuk menerapkan hukum-hukum dna rumus-rumusnya dalam kehidupan sehari-hari,misalnya ilmu kedokteran,ilmu teknik,ilmu pelayaran,dan sebagainya.

Bagian Kedua :

            Sosiologi Pendidiakan  Menurut Dictionary of Sociology, Sosiologi pendidikan merupakan sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah – masalah pendidikan yang mendasar.

            Menurut F.G. Robbins dan Brown, Sosiologi pendidikan ialah ilmu yang membahas dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan dan mengorganisasikan pengalaman. Sosiologi pendidikan  mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.

Mengapa calon guru harus memahami dan di bekali sosiologi ?

  1. Perubahan sosial yang sangat cepat menimbulkan “cultural lang”, cultural ini merupakan sumber masalah sosial dalam masyarkat dan juga dalam pendidikan masalah ini terjadi.
  2. Guru seseorang administrator , informator,konduktor,dan sebaginya dan harus berkelakuan menurut harapan masyarakat. Guru sebagai pendidik dan pembangun generasi baru yang sangat diharapkan tingkah laku yang bermoral tinggi demi masa depan bangsa dan Negara.
  3. Untuk bisa mengamati dan mengatasi sifat dan karakter siswanya untuk dapat di mengkontrol dan mengatasi masalah kenakalan remaja.

Pokok penelitian  sosiologi pendidikan :

Menurut  S. Nasution :

  1. Hubungan sistem pendidiakan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat.
  2. Hubungan manusia dnegan sekolah (analisis struktur sosial di sekolah).
  3. Pengaruh sekolah terhadapa kelakuan dan kepribadian sepihak di sekolah.
  4. Sekolah dalam masyarkat.

Berdasarkan UU Republik Indonesia nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional, di tetapkan dalam bab1,pasal 1, ayat 1, bahwa “ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran,dan latihan bagi perananya  di masa yang akan datang. Sedangakan ayat 2 menyatakan bahwa “ pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945.

Baca :  34 Provinsi Alat Musik Tradisional dan cara memainkannya

Daftar Pustaka :

Nama Judul Buku               : Sosiologi Pendidikan (Suatu analisis sosiologi tentang berbagai problem pendidikan.
Pengarang                          : Drs. Ary H. Gunawan.
Perpustakaan Nasional RI  : Katalog dalam terbitan (KDT). Jakarta :Rineka cipta 2010,. Ix , 186 hlm : 21 cm

Cetakan                              : Ke – 2
Biblografi                            : hlm.185-186.
ISBN 978-979-518-758-5

Contoh Resume Jurnal (Identifikasi DNA)

RESUME JURNAL IDENTIFIKASI DNA

  1. Judul Penelitian

Determination of Nucleic Acid in Animal Tissues

  1. Peneliti

Giovani Cerrioti

  1. Sumber
    Chem. 1955, 214:59-70.
  2. Latar Belakang

Peneliti ingin membandingkan metode yang paling efektif dan akurat antara metode dengan reaksi indole, dan orsinol, untuk menentukan / mengidentifikasi DNA dari jaringan hewan.

  1. Metode Penelitian

DNA dengan reagen indole: kurva standar dibuat dengan sample DNA dari betis tikus, dan disiapkan menurut metode hammarsten. Dilakukan pula variasi kondisi pada reaksi indole yaitu pemanasan larutan DNA dengan 0,1 N NaOH dan KOH namun tidak menunjukkan hasil signifikan.

Reaksi pentosa dengan orcinol: 200 mg orcinol dilarutkan pada 10 mL HCl pekat, kemudian ditambah dengan larutan CuCl2 dan volume dibuat 100 mL dengan HCl pekat. 5 mL larutan ini kemudian di campurkan pada 5 mL larutan yang akan di uji, dilakukan pemanasan selama 40 menit. warna yang terbentuk di ekstrak dengan isoamil alcohol dan dihitung konsentrasinya menggunakan spektrofotometer Beckman pada panjang geombang 675 nm.

  1. Hasil dan Pembahasan

Reagen indole: DNA yang diuji menghasilkan karakteristik basa N 13,4% ; basa P 8,0% ; adenine 10% ; guanine 7,4% ;  sitosin 4,7% ;  timin 8,4%.

Reaksi pentose dengan orcinol: Hasil dari uji, didapatkan karakterisasi DNA, basa N 14,5% ; basa P 8,3% , basa purin dan pirimidin 38,4% (guanine 0,86 ; adenine 0,64 ;  sitidin 0,56 ;  uridine 0,5 dan ribose 2,56 mmol/gram)

  1. Kesimpulan

Dari hasil percobaan didapatkan hasil yang tidak berbeda jauh antara identifikasi DNA menggunakan reagen indole dan orsinol. Oleh karena itu dapat digunakan kedua metode tersebut untuk mengidentifikasi DNA secara akurat.

Contoh Resume Buku (Elektroforesis Protein)

RESUME JURNAL ELEKTROFORESIS PROTEIN

  1. Judul Penelitian

Karakterisasi Protein Miofibril dari Ikan Kuniran (Upeneus moluccenesis) dan Ikan Mata Besar (Selar crumenophthalmus)

  1. Peneliti

Achmad Subagio, Wiwik Siti Windrati, Mukhammad Fauzi dan Yuli Witono

  1. Sumber

Jurnal.Teknol. dan Industri Pangan, Vol. XV, No. 1 Th. 2004

  1. Latar Belakang

Ikan merupakan sumber protein hewani yang potensial, dengan kandungan protein 17-24% dari beratnya. Protein sebagai salah satu komponen penyusun bahan pangan mempunyai peranan penting dalam menentukan mutu produk pangan. Perlu adanya usaha pengembangan protein-based food ingredients dari ikan yang murah dan tersedia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata tentang karakteristik fisikokimia, dan fungsional dari protein ikan kuniran dan mata besar yang sering menjadi ikan yang bermutu rendah, khususnya protein miofibrilnya yang dapat dikembangkan menjadi food ingredients.

  1. Metode Penelitian

Metode penelitian dilakukan dengan beberapa tahap yaitu fraksinasi protein, preparasi protein myofibril, analisis berat molekul menggunakan metode SDS-PAGE, penetapan sifat fisik dan warna dengan metode collar reader, analisis proksimat, analisis asam amino, kelarutan terhadap pH pelarut, kelarutan terhadap larutan garam, daya gelasi, aktivitas dan stabilitas pengemulsi serta analisis data.

Analisis berat molekul menggunakan SDS-PAGE: gel yang diperoleh diwarnai dengan coornassie blue R-250. Standart protein yang digunakan berasal dari sigma chemical co. yaitu kit penciri protein BM rendah yang meliputi: serum albumin (66,2 KD), ovalbumin (45,0 kD) karbonat anhydrase (31,0 kD) dan lizozim (14,0 kD)

  1. Hasil dan Pembahasan

Fraksinasi protein pada kuniran menghasilkan 30-33% myofibril, dan pada ikan mata besar menghasilkan 42-43% myofibril. Analisis berat molekul menggunakan metode SDS-PAGE menunjukkan ikan kuniran mempunyai aggregated myosin atau kemampuan agregasi yang lebih tinggi daripada ikan mata besar. Hasil SDS-PAGE juga menunjukkan bahwa jumlah troponin T dan tropomyosin dari myofibril ikan kuniran lebih besar disbanding dengan ikan mata besar.

Uji sifat fisik warna myofibril didapat ikan kuniran mempunyai protein myofibril  yang cerah disbanding ikan mata besar. Uji sifat kimia myofibril didapat bahwa  komposisi asam amino dari ikan kuniran dan ikan mata besar tidak jauh berbeda, yaitu asam glutamate 20%, asam aspartate 10%, dan lisin 9%. Uji kelarutan terhadap pH menunjukkan bahwa ikan mata besar memiliki kelarutan pH yang lebih tinggi dari ikan kuniran. Uji daya gelasi menunjukkan ikan kuniran memiliki daya gelasi lebih besar daripada ikan mata besar

  1. Kesimpulan

Walaupun ikan mata besar mempunyai protein myofibril lebih besar dari ikan kuniran, namun kualitasnya lebih baik dari ikan kuniran sehingga dapat dikembangkan menjadi food ingredient.

Contoh Resume Lamaran Kerja

Contoh Resume Bahasa Inggris


Bagikan di Sosial Media