Gerak Refleks : Pengertian , Mekanisme, Jenis, Fungsi, Contoh Kehidupan sehari-hari

Posted on

Membahas mengenai gerak refleks, pastinya kalian udah ada bayangan tentang contoh-contohnya, kan? bukan cuma saat memegang teko panas, tapi gerakan ini juga muncul saat kalian digigit semut, ketusuk duri tumbuhan, atau saat menghirup asap yang bikin kalian batuk.

Namun, ternyata ada lagi lho gerakan refleks yang sama sekali nggak kita rasakan. Beda sama contoh sebelumnya yang muncul gara-gara ancaman berupa suhu atau rasa sakit, gerak refleks ini terjadi sepanjang waktu seumur hidup kita.

Contohnya adalah detak jantung dan gerakan lambung saat mencerna makanan. Bayangin deh, kalau kalian bisa menyadari gerakan itu, pasti setiap hari di dalam tubuh kita bakal ramai banget, ya?

Nah dari contoh-contoh di atas, bisa kita tarik kesimpulan mengenai pengertian gerak refleks sebagai gerakan yang terjadi secara spontan tanpa perlu proses berpikir atau analisis. Adapun faktor yang mempengaruhi gerak refleks pada manusia adalah rangsangan atau stimulus dan salah satu sistem saraf kita yang bernama sistem saraf tepi.

Pengertian dan Penyebab Gerak Refleks

Gerak otomatis( refleks) yakni dimana perorgan yang menerima dari stimulus( rangsangan). Gerak Otomatis ini dapat terjalin dikarnakan tidak terdapatnya pemahaman secara langsung, gerak otomatis pula ialah selaku proteksi untuk badan dari bahaya. Jadi dikala gerak otomatis terjalin, contoh: dikala kamu memegang api, hingga secara otomatis ujung bagian saraf mengambil rangsangan setelah itu mentransfer ke tulang bagian balik dan ke bagian otak.

Dikala memegang api tadi pastinya perihal ini membuat tangan kamu dibakar, dikala respon tangan dibakar hingga ini diucap neuron sensoris, dikarnakan dibutuhkan rangsangan dari panas di tangan setelah itu mengarah kolom tulang bagian balik serta mentransfer otak buat tafsiran( interpretasi). Berikutnya otak hendak menafsirkan rangsangan serta mentransfer pesan ke otot- otot di bagian tangan dari neuron eferen ataupun neuron motoris, proses terbentuknya ini hingga diucap pula dengan lengkungan( lekuk refleks).

Mekanisme Gerak Refleks

Mekanisme pada gerak refleks ini merupakan suatu gerakan yang akan terjadi dengan secara tiba-tiba diluar kesadaran kita. Refleks fleksor, penarikan kembali tangan dengan secara refleks dari rangsangan yang sangat berbahaya, merupakan suatu reaksi perlindungan.

Refleks ekstensor di dalam bahasa lain disebut polisinaps merupakan rangsangan dari reseptor perifer yang akan dimuali dari fleksi pada anggota badan yang yang juga berhubungan dengan adanya ekstensi anggota badan.

Gerak refleks ini merupakan suatu bagian dari mekanisme pertahanan tubuh atau pun juga terjadi jauh lebih cepat dari gerak sadar.yang Misalnya, menutup mata disaat akan terkena debu. Untuk dapat atau bisa terjadinya gerak refleks maka dibutuhkan struktur ialah sebagai berikut yakni : organ sensorik yang banyak menerima impuls contohnya ialah seperti kulit.

Adapun serabut pada saraf sensorik tersebut yang kemudain akan menghantarkan impuls itu pada sel ganglion radiks posterior serta juga kemudian selanjutnya serabut sel tersebut kemudian akan melanjutkan impuls yang kemudian akan menuju substansi dikornu posterior medulla spinalis.

Sumsum tulang belakang kemudian akan menghubungkan antara impuls itu menuju kornu anterior medulla spinalis. Sel saraf tersebut akan menerima impuls atau juga dapat atau bisa mengahantar impuls-impuls tersebut melewati serabut motorik. Organ motorik tersebut akan melaksanakan rangsangan disebabkan karna dirangsang oleh impuls saraf motorik.

Baca :  contoh hewan mamalia darat air Ciri Pengertian Mamalia

Tubuh kita memiliki bagian tubuh yang akan memiliki fungsi yakni sebagai penerima rangsang, ialah alat indera. Bagian tubuh tersebut sering juga reseptor. Reseptor tersebut juga memiliki syaraf-syaraf khusus yang bisa atau dapat mendeteksi rangsangan yang tertentu. contohya seperti:rangsang sentuhan, suhu, rangsang cahaya pada mata , gesekan,bau pada hidung, rasa sakit pada kulit ,ada rasa pada lidah , dan juga suara pada kuping.

Setelah itu syaraf-syaraf yang akan disebut dengan neuron reseptor tersebut kemudian akan mengirimkan sinyal listrik itu menuju otak. kemudian Informasi tersebut akan diolah yakni sesuai dengan kehendak kita.setelah itu otak yang kemudian akan mengirim respon itu menuju organ yang disebutdengan efektor.

Efektor tersebut meliputi : otot, kelenjar, dll. Adapun respon yang kemudian akan dikirim otak tersebut ada yang akan dikirim dengan secara otomatis, namun ada pula yang hanya dikirim apabila kita menghendakinya.

Jenis-Jenis Gerak Refleks

Sekarang kalian pasti lebih paham soal apa itu gerak refleks, mekanismenya, dan saraf apa aja yang terlibat. Namun, ternyata gerak refleks itu sendiri dibagi lagi jadi dua jenis. Apa aja, sih? Yuk kita lihat!

1. Monosinaptik

Gerakan monosinaptik merupakan gerak refleks yang simpel, karena cuma ngelibatin neuron sensorik dan saraf motorik. Mekanismenya kurang lebih begini.

Jadi, ketika kalian kena impuls, misalnya ketusuk duri kaktus, reseptor di tangan kalian bakal kasih sinyal nih, ke neuron sensorik alias neuron aferen. Nah, nantinya dia bakal nerusin informasi itu ke saraf pusat, yakni sumsum tulang belakang.

Selanjutnya, saraf penghubung yang ada di situ bakal langsung nerusin ke saraf motorik. Si saraf motorik ini lalu nyuruh otot buat cepet-cepet narik tangan kalian menjauhi duri itu.

2. Polisinaptik

Beda dari gerak refleks monosinaptik yang sangat simpel, gerakan ini lumayan rumit karena ngelibatin satu saraf lagi. Satu saraf tersebut adalah interneuron di dalam sumsum tulang belakang yang menghubungkan neuron sensorik dan neuron motorik.

Saat neuron sensorik menerima rangsangan dari reseptor, interneuron alias saraf penghubung yang ada di sumsum tulang belakang bakal memproses informasi itu buat berkomunikasi sama organ tubuh lain sebelum ngirim perintah ke saraf motorik.

Contohnya, saat kalian menginjak pecahan kaca, secara refleks kaki kalian yang menginjak itu pasti bakal terangkat. Namun, kaki kalian yang satunya pasti bakal menahan berat badan biar kalian nggak kehilangan keseimbangan.Nah, kaki yang menahan berat badan ini bekerja menurut instruksi dari interneuron yang ada di dalam kaki satunya.

Fungsi Gerak Refleks

Sesungguhnya apa sih guna dari gerak refleks? Mengapa gerakan ini berarti banget buat badan kita? Sesungguhnya, terciptanya gerakan ini bertujuan buat ngelindungin diri kita dari ancaman berbentuk temperatur, guratan barang tajam, debu, ataupun suasana bahaya.

Misalnya, kala tangan kamu tertusuk duri kaktus, secara otomatis gerak refleks ini bakal menjauhkan tangan kamu dari duri itu. Jadi, kamu tidak hadapi cedera yang lebih parah.

Tidak hanya itu, gerak refleks pula melindungi kamu dari ancaman- ancaman suasana yang dikira beresiko. Contohnya kala kamu di jalur serta terdapat serangga yang terbang ke arah mata, secara otomatis kamu tentu berkedip.

Bayangin deh seandainya mekanisme berkedip ini tidak berjalan secara otomatis, kira- kira apa yang bakal kamu jalani dikala terdapat serangga yang seketika terbang ke arah mata?

Jadi, bersumber pada ilustrasi di atas, kita dapat sampaikan kalau guna gerak refleks merupakan melindungi badan kita supaya senantiasa dalam keadaan nyaman serta aman.

Macam Gerak Refleks

Di dalam jenis gerak ini, terdapat beberapa macam-macam yang kemudian akan dijelaskan diantaranya sebagai berikut:

Baca :  Pengertian Cahaya,sifat sifat cahaya, Penemu dan Contoh sumber cahaya

a. Refleks Otak

Refleks Otak ini merupakan refleks yang dapat atau bisa memengaruhi saraf menengah di otak, seperti mata berkedip, refleks pupil itu dengan stimulasi cahaya.

b. Refleks Sumsum Tulang Belakang

Gerakan tersebut, yakni bisa atau dapat melibatkan adanya sebuah saraf perantara yang mempunyai sebuah letak di bagian sumsum tulang belakang, seperti sentakan terhadap lutut disebabkan karna kaki yang akan menginjak batu runcing. Refleks sumsum ini memiliki tulang belakang terdiri dari 4 jenis refleks, yaitu :

  1. Refleks Periosteum atau juga Refleks Tendon, ini ialah adanya sebuah gerakan refleks yang terjadi disebabkan karna adanya stimulasi pada periosteum atau juga pada tendon.
  2. Refleks Superficial, ini merupakan refleks yang dapat atau bisa distimulasi yakni dengan stimulasi kulit atau selaput lendir.
  3. Refleks Patologis, ini merupakan sebuah gerakan refleks yang padat, yang diatur serta ditekan pada orang dewasa yakni dengan aktivitas di dalam sebuah struktur terhadap piramida.
  4. Refleks Primitif, ini merupakan adanya sebuah refleks yang telah atau sudah terjadi selama adanya sebuah perkembangan di dalam rahim atau juga setelah lahir serta biasanya hilang setelah 6 bulan.

c. Jenis gerak refleks akibat adanya otot rangka yang bergerak

  1. Fleksor
  2. Ekstensor
  3. Alat gerak
  4. Statokinetik.

d. Jenis gerak refleks yang melibatkan fungsi organ internal

  1. Pencernaan
  2. Jantung
  3. Ekskresi
  4. Sekresi

e. Jenis gerak refleks berdasarkan tingkat kompleksitas neuron (saraf)

Refleks monosynaptic atau pun juga monosegmental, ini yang hanya banyak melibatkan pada 1 segmen dari sistem saraf pusat, Refleks multisynaptic (atau juga intersegmental) , yang kemudian akan melibatkan lebih dari 1 segmen dari sistem saraf pusat, Refleks monosynaptic tersebut juga berarti hanya ada satu neuron yang kemudian akan terlibat setiap jalan di jalan ke sumsum tulang belakang (yang disebut dengan aferen atau neuron sensorik) atau juga satu dari sumsum tulang belakang (disebut dengan eferen atau pun juga neuron motorik). misalnya dari refleks monosynaptic ini merupakan patela (knee jerk) refleks.

Ciri Gerak Refleks

Dibawah ini merupakan adanya sebuah ciri-ciri gerakan di dalam gerkan tersebut, diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Memiliki sebuah reseptor tertentu serta akan terjadi itu dengan efektor tersebut.
  2. Memiliki sebuah tujuan khusus untuk organisme.
  3. Memiliki fungsi yakni sebagai pengatur serta pelindung terhadap perilaku hewan.
  4. Respons yang berkelanjutan bisa atau dapat menyebabkan adanya sebuah kelelahan.
  5. Tergantung di dalam sejumlah sinapsis yang dilalui terhadap implus.
  6. Dapat diprediksi yakni dengan stimulus yang sama.
  7. Bersikap spontan, serta tidak diperiksa pada awalnya.

Gerakan yang tidak disengaja serta juga termasuk reaksi itu segera setelah eksitasi. Namun, refleks tersebut sangat penting untuk diagnosis serta lokalisasi lesi neurologis.

Komponen Gerak Refleks

Komponen yang dilalui refleks ialah sebagai berikut :

  • Reseptor rangsangan sensoris
    ujung distal dendrit yang kemudian menerima stimulus peka terhadap sebuah rangsangan misalnya ialah kulit.
  • Neuron aferen (sensoris)
    ini melintas sepanjang neuron sensorik ini sampai ke medula spinalis yang bisa atau dapat menghantarkan impuls itu menuju ke susunan saraf pusat.
  • Neuron eferen (motorik)
    ini melintas sepanjang akson neuron motorik tersebut sampai pada efektor yang kemudian akan merespon impuls eferen kemudian menghantarkan impuls ke perifer sehingga kemudian menghasilkan aksi yang khas.
  • Alat efektor
    dapat atau bisa berupa otot jantung, otot rangka,  atau juga otot polos kelenjar yang kemudian  merespons, ini merupakan tempat dari terjadinya reaksi yang diwakili oleh adanya suatu serat otot atau juga kelenjar.

Penyebab Terjadinya Gerak Refleks

Penyebab dari terjadinya gerak refleks pada manusia Secara sederhana, gerak refleks ini merupakan gerakan yang tidak di sadari. Gerakan yang dengan melalui perjalanan impuls (rangsang) pendek serta tanpa diolah oleh otak dan juga, menimbulkan tanggapan dari anggota tubuh. Gerak refleks di tubuh manusia bisa atau dapat terjadi akibat hal-hal tertentu. Misalnya seperti, gerakan saat kaget, tangan atau juga kaki menyetuh benda tajam, mencium bau makan yang enak sehingga air liur tersebut keluar tanpa di sadari, gerakan pupil mata membesar serta juga kepala menjauh pada telunjuk di arahkan dengan secara tiba-tiba kearah mata serta menaarik tangan serta juga berteriak pada saat tangan mendekati api.

Baca :  Daftar Hari-hari Besar Nasional Indonesia dan Internasional

Contoh gerak refleks yang sudah atau telah diuji dalam pengamatan kelompok kami ialah suatu gerak refleks pada pupil mata serta juga tangan yang berusaha menjauh dari api. Dari hasil pengamatan dan juga percobaan yang dilakukan, gerak refleks tersebut memang terjadi pada teman yang kemudian menjadi objek percobaan. Jadi, penyebab dari terjadinya gerak refleks ini ialah terjadinya suatu rangsangan pada bagian tubuh tertentu yang dapat atau bisa berupa aroma, mengejutkan atau juga menyakitkan yang biasanya itu datang dengan secara tiba-tiba.

Contoh-contoh gerak refleks dalam kehidupan sehari-hari

  • Kaki terangkat saat terkena benda tajam

Saat kita secara enggak sengaja terinjak atau terkena benda tajam, tubuh secara otomatis akan menarik kaki dari benda tersebut yang juga termasuk ke dam gerak refleks.

  • Tangan otomatis menjauh saat terkena benda panas

Contoh lainnya yang kerap dialami adalah saat tangan enggak sengaja menyentuh benda panas.

Panas akan mendorong reseptor suhu dan bahaya di kulit sehingga akan memicu impuls sensorik berjalan ke sistem saraf pusat.

Interneuron kemudian akan menghubungkan impuls sensorik ke neuron motorik yang akan menggerakan efektor sehingga membuat tubuh untuk segera menjauh dari panas.



  • Pupil mata membesar dan mengecil

Pupil mata memiliki gerak refleks yang membesar dan mengecil sebagai respons dari cahaya yang kita lihat.

Pupil akan membesar saat cahaya redup sehingga lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam mata.

Saat lampu ruangan tiba-tiba digelapkan, mata enggak bisa melihat apapun. Tetapi, perlahan kita mulai terbiasa dengan gelap sehingga mulai bisa melihat.

Hal ini juga bisa terjadi karena pupil mata yang membesar akan membantu kita untuk melihat dalam gelap.

Sebaliknya, jika pupil mata tiba-tiba refleks mengecil, itu karena kita diterpa oleh cahaya yang terang. Mata akan otomatis jadi menyipit dan juga mengerangi cahaya yang masuk.

  • Batuk

Batuk memiliki contoh gerak refleks yang sering kita alami. Batuk juga merupakan refleks yang berfungsi untuk mengeluarkan lendir, debu, kuman dan benda yang dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Stimulus iritasi tersebut juga dirasakan oleh reseptor dan dikirim ke neuron sensorik melalui impuls. Neuron sensorik kemudian mengirim impuls ke medulla oblongata.

Medulla oblongata merupakan bagian bawah batang otak di mana sumsum tulang belakang bertemu dengan foramen magnum tengkorak.

Hal inilah yang dapat mengatur refleks batuk. Enggak hanya itu, medulla oblongata juga mengatur gerak refleks berupa muntang, menelan dan bersin secara refleks.

Contoh Soal Tentang Gerak Refleks

Soal dan pembahasan gerak refleks

Bila mata seseorang yang sedang terbuka terkena rangsang kilat/cahaya, secara refleks mata akan tertutup tiba-tiba. Mekanisme penghantaran implus tersebut akan melalui……..

  1. Reseftor-saraf motoris-otak kecil-saraf sensoris-efektor
  2. Reseftor-saraf motoris-otak besar-saraf sensoris-efektor
  3. Reseftor-saraf sensoris-otak besar-saraf motoris-efektor
  4. Reseftor-saraf sensoris-sumsum tulang belakang- saraf motoris- efektor
  5. Reseftor-saraf motoris-sumsum tulang belakang-saraf sensoris-efektor

Jawaban : 3

Pembahasan :

Ada dua macam gerak refleks, yaitu:

Refleks otak, adalah gerak refleks yang melibatka saraf perantara yang terletak di otak, misalnya berkedipnya mata, refleks pupil mata karena rangsangan cahaya. Refleks sumsum tulang belakang adalah gerak refleks yang melibatkan saraf perantara yang terletak di sumsum tulang belakang. Misalnya sentakan lutut karena kaki menginjak batu yang runcing.


Bagikan di Sosial Media