Peristiwa Sekitar Proklamasi dan Proses Terbentuknya NKRI

Peristiwa Sekitar Proklamasi dan Proses Terbentuknya NKRI


Peristiwa Sekitar Proklamasi dan Proses Terbentuknya NKRI -Monumen Rengasdengklok dibangun di sebuah kota kecamatan di Kabupaten Karawang Propinsi Jawa Barat yang lokasinya berada di pesisir pantai laut Jawa. Kota ini menjadi kota bersejarah karena dipergunakan sebagai tempat persembunyian Soekarno dan Hatta yang diculik para pemuda, guna mengambil sikap tentang kemerdekaan Indonesia.
A. Perbedaan Perspektif Antar Kelompok Sekitar Proklamasi Kemerdekaan RI
1. Peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan
Pada akhir tahun 1944, posisi Jepang khususnya di Indonesia semakin terjepit. Meskipun terdesak oleh sekutu, Jepang tetap menolak untuk menyerah. Pada akhir bulan Juli 1945, Komando tentara Jepang di wilayah selatan mengadakan rapat di Singapura dimana pada rapat tersebut disetujui pemberian kemerdekaan Indonesia pada tanggal 7 September 1945. Pada tangga 7 Agustus 1945, Panglima Asia Tenggara Jenderal Terauchi menyetujui dibentuk PKKI dimana badan ini bertugas melanjutkan kerja BPUPKI dan menyiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak Jepang kepada Indonesia.
Sementara itu di hari sebelumnya yaitu pada tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima, dan pada tanggal 9 Agustus 1945 kota Nagasaki di BOM atom oleh sekutu (Amerika Serikat dengan pesawat pembom B-29. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang (Kaisar Hirohito) menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Meskipun dirahasiakan, berita kekalahan Jepang tersiar ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. 
2. Perbedaan Pendapat antara Kelompok Muda dan Tua
Berita penyerahan Jepang kepada Sekutu yang diumumkan Kaisar Hirohito pada 15 Agustus 1945 memunculkan gagasan baru golongan muda agar proklamasi kemerdekaan Indonesia segera dilaksanakan. Pemuda yang dipelopori oleh Syahrir, Chaerul Saleh dan kawan-kawan memiliki pedoman bahwa sejak tanggal 15 Agustus 1945, di Indonesia terjadi Vacum of Power atau kekosongan kekuasaan dan dengan kondisi inilah merupakan kesempatan yang paling tepat untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Sampai pada akhirnya pemuda yang dipimpin Sutan Syahrir sebagai juru bicara menemui Bung Karno dan Bung Hatta di Pegangsaan Timur 56, Jakarta, dimana pada saat itu intinya adalah meminta agar segera memproklamirkan kemerdekan Indonesia. Akan tetapi ternyata terjadi perbedaan pendapat antara kelompok muda (para pelajar dan PETA) dengan kelompok tua (Soekarno-Hatta/PPKI) tentang pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. 
Para pemuda menghendaki proklamasi dilaksanakan segera, harus lepas dari campur tangan negara lain dan menolak keterlibatan PPKI. Sementara golongan tua (Soekarno-Hatta) yang baru pulang dari Dalath-Vietnam masih ragu dengan berita  itu dan menghendaki proklamasi kemerdekaan dibicarakan terlebih dahulu pada sidang PPKI (rencana tanggal 18 Agustus 1945).
Para pemuda karena belum berhasil membujuk Bung Karno, maka pada tanggal 15 Agustus 1945, pukul 20.00 WIB mengadakan rapat di Lembaga Bakteriologi Pegangsaan Timur No. 17, Jakarta (sekarang Fakultas Kesehatan Masyarakat UI). Rapat tersebut dipimpin oleh Chaerul Saleh, dengan keputusan antara lain;
  1. Kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tidk tergantung pada negara lain.
  2. Mengenai sikap yang akan diambil terhadap Soekarno-Hatta, yaitu membawa dan berunding , supaya mereka turut menyatakan proklamasi dan memutuskan ikatan dengan janji Jepang.
  3. Wikana dan Darwis ditunjuk untuk menemui Soekarno-Hatta.
Hasil keputusan rapat disampaikan kepada Bung Karno malam itu juga oleh Wikana dan Darwis. Tetapi Bung Karno tetap ingin membicarakan terlebih dahulu dengan PPKI lainnya. Sampai akhirnya pada pukul 23.30 WIB, para pemuda mengadakan rapat kilat di Cikini No. 71, Jakarta (Asrama Baperpi) dengan keputusan;
  1. Mengamankan Soekarno-Hatta dibawa keluar kota (Rengasdengklok)
  2. Tentara PETA siap untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk sekalipun yang timbul saat kemerdekaan Indonesia diploklamirkan. 
3.  Peristiwa Rengasdengklok
  • Peristiwa Rengasdengklok adalah suatu peristiwa diamankannya Soekarno-Hatta oleh para pemuda dari Jakarta ke Rengasdengklok.
  • Latar belakang peristiwa ini adalah perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda tentang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini terjasi pada tangga 16 Agustus 1945 dalam satu hari, mulai pukul 04.00 pagi hari. Kelompok pemuda yang membawa Soekarno-Hatta adalah Sukarni, Singgih (dari PETA), Yusuf Kunto dan Dr. Mawardi dari pemuda.
  • Tujuan pemuda mengamankan Soekarno-Hatta adalah agar keduanya tidak terpengaruh oleh Jepang.
Sesuai rencana, pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB Soekarno-Hatta dibawa ke Rengasdengklok dan dipimpin oleh Syodanco Singgih. Soekarno berserta Ibu Fatmawati dan Guntur (puteranya yang masih bayi) dibawa dalam satu mobil, sementara Moh. Hatta dan pengawalnya berada di mobil yang lain. Sesampainya di Rengasdengklok, Soekarno-Hatta ditemparkan di markas PETA pimpinan Syodanco Subeno. Dalam suasana tegang itu Syodanco inggih melakukan pembicaran dengan Soekarno dan akhirnya Soekarno menyetujui proklamasi akan diucapkan tanpa campur tangan  Jepang ataupun negara lainnya. Beliau menyatakan kesediaannya bila sudah berada kembali di Jakarta.
Sementara itu di Jakarta disaat yang sama diadakan pertemuan antara golongan tua yang diwakili Ahmad Subarjo dan golongan muda yang diwakili Wikana. Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta. Atas dasar kesepakatan itu, Ahmad Subarjo diantar Yusuf Kunto dan Sudiro menjemput Soekarno-Hatta di Rengasdengklok dan tiba disana pukul 17.30 WIB. Dan setelah terjadi dialog antara kedua kelompok (muda dan tua) akhirnya dicapai sebuah kesepakatan yaitu;
  1. Soekarno-Hatta diperbolehkan kembali ke Jakarta
  2. Proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945
B. Menyusun Kronologi Kemerdekaan Indonesia

1. Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pada tanggal 16 Agustus 1945 sekitar pukul 23.00 WIB rombongan Soekarno-Hatta dan para pemuda tiba di Jakarta untuk membicarakan pelaksanaan proklamasi. Semula tempat yang dituju adalah Hotel Des Indes (Duta Indonesia) di Jalan Gajah Mada. Namun karena adanya peraturan yang melarang kegiatan setelah pukul 22.00 WIB, pihak hotel tidak mengijinkan. Selanjutnya Soekarno-Hatta menemui Mayor Jenderal Nishimura (kepala pemerintahan umum) di rumahnya. Tetapi juga tidak diijinkan.
Sesudah itu mereka pergi ketempat kediaman Laksamana Maeda (Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang) di Jalan Imam Bonjol no. 1 Jakarta, dan diijinkan. Dirumah Maeda ini dilaksanakan perumusan teks proklamasi yang dihadiri oleh;
  1. Tokoh tua seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Ahmad Subardjo.
  2. Tokoh muda seperti Sukarni, Sayuti Melik, B.M Diah, Sudiro.
  3. Para anggota PPKI. 
Teks Proklamasi dirumuskan di ruang makan oleh Soekarno, Bung Hatta dan Subardjo. Soekarno sebagai penulis, sedangkan Moh. Hatta dan Soebardjo menyumbangkan pikirana secara lesan, dan ini disaksikan juga oleh Soekarni, B.M. Diah, dan Sudiro sementara tokoh yang lain menunggu di serambi muka.
Konsep proklamasi kemerdekaan itu terdiri atas dua kalimat pernyataan;
  1. Kalimat pertama merupakan perrnyataan kemauan bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.
  2. Kalimat kedua merupakan pernyataan mengenai pengalihan kekuasaan. 
Kalimat pertama merupakan buah pemikiran Ir. Soekarno dan Ahmad Subarjo, sedangkan kalimat kedua merupakan sumbangsih pikiran dari Mohammad Hatta, dan sebagai hasil dari pembicaraan mereka bertiga diperoleh tulisam rumusan tangan Soekarno. Setelah konsep proklamasi kemerdekaan dirumuskan sekitar pukul 04.00, (17 Agustus 1945) kemudian dibawa ke serambi muka untuk dimusyawarahkan dengan semua yang hadir. Setelah mendapat pertsetujuan isi dan siapa yang menandatangani teks tersebut, konsep teks proklamasi kemudian diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan. Sesuai usul Sukarni, teks proklamasi yang telah diketik kemudian ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.
Lalu apakah yang dimaksud dengan konsep teks proklamasi dan teks proklamasi otentik? Konsep teks proklamasi adalah adalah naskah proklamasi yang ditulis tangan Soekarno, sedangkan teks proklmasi otentik adalah naskah proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik dan ditandatangani Soekarno dan Hatta.
Kalau kita perhatikan, terdapat perbedaan atau perubahan tulisan antara konsep teks proklamasi dengan teks proklamasi otentik. . Perbedaan itu terlihat seperti pada kolom dibawah ini;

Konsep teks Proklamasi tulisan tangan Ir. Soekarno Teks Proklamasi yang otentik/resmi hasil ketikan Sayuti Melik
Proklamasi PROKLAMASI
Hal2 Hal-hal
Tempoh Tempo
Djakarta 17-8-05 Djakarta, hari 17 Boelan 8 tahun 05
Wakil2 Atas nama bangsa Indonesia

Tahun 05 masksudnya adalah tahun 2605 (tahun Jepang) yang sama dengan tahun 1945 (tahun Masehi).

2. Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Rencana pembacaan teks proklamasi menurut usulan Sukarni akan dilaksanakan di lapangan IKADA Jakarta (sekarang lapangan Monas). Rupanya pihak Jepang telah mencium isu akan adanya kegiatan di lapangan IKADA. Akibatnya sejak pagi lapangan tersebut telah dijaga ketat oleh pasukan Jepang bersenjata lengkap. Kemudian pembacaan proklamasi dialihkan ke kediaman Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur Nomor. 56 Jakarta yang sekarang bernama Jl. Perintis Kemerdekaan.
Sejak pagi sejumlah orang telah memadati halaman rumah Ir. Soekarno dan melakukan persiapan upacara secara sepontan, diantatanya yang melaksanakan tugas adalah sebagai berikut;
  1. Persiapan dikordinasi oleh Suwiryo (wali kota Jakarta).
  2. Kemanan oleh PETA; dipimpin Shodanco Latief Hendraningrat menjaga di sekitar rumah Ir. Soekarno, dan Shodanco Arifin Abdurrahman, menjaga pesawat telepon untuk mengantisipasi jika terjadi insiden untuk menelepon pasukan PETA yang telah disiagakan di asrama Jaga Monyet.
  3. Peralatan mikrofon oleh Wilopo, meminjam di toko elektronik milik Gunawan (Toko radio Satria Salemba Tengah 24)
  4. Tiang bendera, dari bambu oleh Sudiro dan Suhud
  5. Bendera, dijahit oleh Ibu Fatmawati. 
Para pemuda yang menunggu sejak pagi hari sudah tidak sabar lagi. Mereka kemudian mendesak dr. Muwardi untuk mengingatkan Soekarno agar segera membacakan proklamasi. Namun belum bersedia karena masih menunggu Hatta. setelah Hatta datang sekitar pukul 10.00 WIB, upacara proklamasi kemerdekaan segera dimulai. Upacara tanpa protokol. Setelah Latief Hendraningrat menyiapkan barisan, soekarno dan Hatta berdiri di tempat yang ditentukkan. Kemudian Soekarno maju mendekati mikrofon untuk membacakan teks proklamasi. Sebelumnya ia menyampaikan pidato pendahuluan singkat sebagai berikut;
Saudara-saudara sekalian...
Saya telah minta saudara hadir disini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi kita tetap menuju kearah cita-cita. juga didalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam jaman Jepang ini tampaknya saja kita menyandarkan diri pada mereka, tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. sekarang tibalah saatnya kita didalam tangan kita sendiri.

Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia, permusyawaratan itu sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.

Saudara saudara!
Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad. Dengarkanlah proklamasi kami,
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun 05
atas nama bangsa Indonesia

Soekarno/Hatta

Demikianlah saudara-saudara!
Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun negara kita! Negara merdeka, Negara Republik Indonesia merdeka, kekal dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu. 
Setelah pembacaan selesai dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Suhud dan Latief Hendraningrat. Dan secara sepontan hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selesai pengibaran bendera acara dilanjutkan dengan sambutan dari Suwiryo (Wali kota Jakarta) dan dr. Muwardi.
Upacara proklamasi berlangsung singkat sekitar 1 jam. Namun peristiwa itu telah membawa perubahan besar bangsa dan negara Indonesia. Peristiwa proklamasi juga memiliki makna sejarah yang sangat penting yaitu:
  1. Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak perjuangan Bangsa Indonesia.
  2. Dengan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, lahirlah Negara Republik Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
  3. Bangsa Indonesia dengan tekad dan kekuatan sendiri menjadikan merdeka bebas dari penjajahan asing.
  4. Bangsa Indonesia menjadi pelopor Bangsa Asia-Afrika, karena merupakan bangsa pertama yang merdeka setelah perang dunia II.
  5. Bangsa dan negara RI mulai dikenal dunia Internasional dan mulai ikut serta dalam percaturan dunia di berbagai bidang.
Untuk mengenang peristiwa bersejarah ini, serta jasa-jasa para tokoh yang terlibat dan memberikan sumbangsihnya maka;
  1. Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta diberi gelar pahlawan proklamator.
  2. Di halaman gedung Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta dibangun Monumen Proklamator.
  3. Jalan didepan gedung tersebut diberi nama jalan Proklamasi.
  4. Nama Belia diabadikan sebagi nama bandara Internasional yaitu bandara Soeta (Soekarnoi Hatta)

Advertisements
Back To Top