pengertian, reproduksi, sejarah, ciri, struktur, Virus

pengertian, reproduksi, sejarah, ciri, struktur, Virus-Ketika mendengar kata virus, urusan yang pertama kali hadir di pikiran kami ialah gangguan atau juga parasit. Ya, virus memang adalah salah satu penyebab gangguan dalam tubuh makhluk hidup dan pun dalam perlengkapan komputer. Istilah virus belakangan ini paling sering digunakan, khususnya dalam bidang kesehatan dan pun dunia komputer.

Meskipun dua bidang di atas adalah bidang yang paling jauh berbeda, akan namun virus dalam dua bidang ini tetap bertindak sebagai parasit yang menggangu. Virus tetap adalahpenyebab sekian banyak macam gangguan baik ganggun dalam tubuh insan atau juga gangguan dalam perlengkapan komputer.

Seperti yang telah diterangkan di atas, istilah virus pada dasarnya bisa merujuk ke dua urusan yang bertolak belakang yaitu pada bidang biologi dan pun bidang komputer. Meskipun begitu, kali ini kita hanya akan membicarakan virus dari sudut pandang ilmu biologi.

PENGERTIAN VIRUS

Virus merupakan parasit (Makhluk hidup yang kehidupannya bergantung pada makhluk hidup lain) berukuran mikroskopik (tidak bisa dilihat oleh mata) yang menginfeksi sel organisme biologis. Kata virus berasal dari bahasa latin, yaitu “virion” yang artinya racun. Status virus sering menjadi kontroversi apakah ia termasuk makhluk hidup atau bukan. Virus memiliki ciri makhluk hidup karena memiliki DNA dan dapat berkembang biak, sedangkan disebut benda mati karena tidak memiliki sel dan dapat dikristalkan. Mungkin solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan menyebut virus sebagai makhluk perantara yang tidak termasuk ke dalam kelompok makhluk hidup juga tidak sepenuhnya dapat dikatakan sebagai benda mati. Virus bersifat obligat, artinya virus hanya dapat hidup dalam sel inang, tidak dapat bertahan di luar sel.

Reproduksi virus

Secara garis besar, virus meyebar melalui dua daur, yaitu daur litik (siklus litik) dan daur lisogenik (siklus lisogenik).

1.Daur Litik (Siklus Litik)

Daur litik ialah siklus reproduksi atau replikasi genom virus, yang pada kesudahannya akan mengakibatkan kematian untuk sel inang lokasi virus hidup. Virus melulu dapat mengerjakan replikasi pada siklus ini atau dengan kata beda disebut dengan virus virulen. Pada daur litik terdiri dari lima etape sebagai berikut:

a. Tahap Absorbsi
Pada etape ini, unsur ujung ekor virus (reseptor) menempel pada dinding sel bakteri. Proses penempelan ini melulu terjadi pada virus tertentu. Jadi, dengan kata beda proses penempelan virus mempunyai sifat sangat khas. Setelah menempel, virus bakal segera menerbitkan enzim lisozim guna melubangi dinding sel inang.

b. Tahap Penetrasi
Pada etape ini, DNA/RNA virus masuk ke dalam sel inang melewati penambatan lempeng ujung, kontraksi, dan penusukan pasak. Bagian tubuh virus yang masuk ke dalam sel inang hanyalah asam nukleat. Sedangkan, unsur kapsid tetap sedang di luar dinding sel dan bakal terlepas dengan sendirinya sesudah tidak bermanfaat lagi.

c. Tahap Sintesis/Replikasi/Eklifase
Proses yang terjadi pada etape ini ialah penghancuran DNA sel inang, sehingga menciptakan sintesis DNA bakteri berhenti bekerja. Setelah proses ini berhasil, DNA bakteri lantas digantikan oleh DNA/RNA virus, sampai-sampai virus dapat mengendalikan secara utuh kehidupan dari sel bakteri. Hal ini bertujuan untuk menciptakan salinan asam nukleat virus (DNA/RNA) yang lantas membentuk sekian banyak komponen tubuh virus laksana ekor dan kapsid.

d. Tahap Perakitan
Setelah melewati tahap ketiga, etape selanjutnya adalahperakitan tubuh virus yang masih terpisah-pisah, laksana kepala, ekor, dan serabut ekor, menjadi virus yang utuh. Di samping itu, kapsid utuh yang terbentuk pun kemudian dipenuhi oleh DNA/RNA sampai-sampai proses reproduksi sukses menciptakan virus baru. Pada fase ini, virus yang dihasilkan dapat mencapai 100-200 buah, lho.

e. Tahap Lisis/ Litik
Pada etape ini, kerja enzim lisozim tidak melulu untuk melubangi dinding sel inang saja tetapi pun membuat dinding sel merasakan perpecahan di akhir fase reproduksi virus. Pecahnya dinding sel kemudian dibuntuti oleh pelepasan virus-virus baru yang sudah siap mengerjakan replikasi ulang dengan mengejar sel inang baru.

2. Siklus lisogenik

merupakan siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang, setelah absorbsi dan injeksi DNA virus (fage) berintegrasi ke dalam kromosom bakteri, proses intergrasi ini disebut dengan profage. Profage adalah proses gen asing yang bersatu dengan kromosom bakteri. Dalam siklus lisogenik, virus tidak langsung memproduksi tubuh virus baru karena memiliki imunitas. Namun, setelah imunitas hilang baru DNA virus mengendalikan DNA bakteri. Adapun siklus lisogenik sebagai berikut:

  • Virus menempel pada bakteri (fase absorbsi).
  • Virus memasukkan DNA ke dalam sel bakteri (fase penetrasi).
  • Kemudian terjadi fase penyisipan, DNA virus akan menyatu dengan DNA bakteri.
  • Ketika bakteri akan memasuki fase penggandaan diri, profage akan ikut menggandakan dirinya sehingga anak bakteri baru akan mengandung profage tersebut juga.
  • Ketika keadaan lingkungan memungkinkan, profage akan mengalami fase pemisahan diri dari DNA bakteri untuk melakukan sintesis bagian virus yang baru.
  • Kemudian virus akan memasuki fase litik.

Sejarah Penemuan Virus

Penelitian tentang virus dibuka dengan penelitian tentang penyakit mosaik yang menghambat perkembangan tanaman tembakau dan menciptakan daun tumbuhan tersebut mempunyai bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, mengejar bahwa penyakit itu dapat menular saat tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah dipancar dengan getah tumbuhan yang sakit. Karena tidak sukses menemukan mikroba di getah tumbuhan tersebut, Mayer memutuskan bahwa penyakit tersebut diakibatkan oleh bakteri yang lebih kecil dari seringkali dan tidak dapat disaksikan dengan mikroskop.



Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia mengejar bahwa getah daun tembakau yang telah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat memunculkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu memutuskan dua kemungkinan, yakni bahwa bakteri penyebab penyakit itu berbentuk paling kecil sampai-sampai masih dapat melalui saringan, atau bakteri tersebut menerbitkan toksin yang dapat menjebol saringan. Kemungkinan kedua ini dilemparkan pada tahun 1897 sesudah Martinus Beijerinck dari Belanda mengejar bahwa agen infeksi di dalam getah yang telah disaring itu dapat bereproduksi sebab kemampuannya memunculkan penyakit tidak berkurang setelah sejumlah kali ditransfer antartanaman.Patogen mosaik tembakau diputuskan sebagai bukan bakteri, tetapi adalahcontagium vivum fluidum, yakni sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

Baca :  Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae Tumbuhan

Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch mengadukan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melalui filter yang tidak dapat dilalui bakteri. Namun demikian, mereka memutuskan bahwa patogennya ialah bakteri yang paling kecil.

Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, sesudah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat sukses mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang sekarang dikenal sebagai virus mosaik tembakau.Virus ini pun adalahvirus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.

ciri ciri virus

  1. Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
  2. Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ – 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
  3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
  4.  Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan “kepala” oval dan “ekor” silindris.
  5. Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
  6. virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid
  7. Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.
  8. Virus tidak dapat membelah diri.
  9. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.

Struktur Virus

Ukuran virus

Kita dapat merasakan kalau tubuh kita sakit karena terserang virus tanpa dapat diketahui bagaimana virus tersebut masuk kedalam tubuh hal ini karena ukuran virus sangat kecil. Virus berukuran lebih kecil dari pada bakteri, yakni berkisar antara 20 milimikron-300 milimikron (1 mikron=1000 milimikron). Untuk mengamatinya diperlukn mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.

Bentuk virus

Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter). Jika diamati dengan mikroskop, virus memiliki bentuk yang beraneka ragam, ada yang berbentuk bola, kotak, jarum dan huruf T. Virus pada umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi, yaitu ada yang berbentuk oval, memanjang, silindris, kotak, dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong denagn “kepala” oval dan “ekor” silindris.

Susunan tubuh virus

Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel), Hanya memiliki satu macam asam nukleat (RNA dan DNA). Tubuh virus terdiri atas: kepala, kulit (selubang atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.

  • Kepala

Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid.

  • Kapsid

Kapsid adalah selubang yang berupa protein. Kapsid terdiri atas selubang yang berupa protein. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer. Misalnya, kapsid pada TMV dapat terdiri atas satu rantai pelipeptida yang tersusun atas 2.100 kapsomer. Kapsid juga terdiri atas protein monomer protein-protein monomer yang identik, yang masing-masing terdiri dari rantai peptida.

  • Isi tubuh

Isi tubuh yang sering disebut virion. Adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA), contoh adalah sebagai berikut.
(a) Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain, polyomyelitis, virus radang mulut dan kuku, dan virus influenza.
(b) Virus yang isi tubuhnya RNA, protein, lipida, dan polisakarida, contohnya paramixovirus.
(c) Virus yang isi tubuhnya terdiri atas RNA, protein, dan banyak lipida, contohnya virus cacar.

  • Ekor

Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang di lengkapi benang / serabut.

Tubuh virus tersusun atas senyawa-senyawa berikut:

  • Asam nukleat, asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) sebagai bagian inti. Asam nukleat pada virus diselubangi kapsid sehingga disebut nukleokapsid. Ada dua macam nukleokapsid yaitu:
    – Nukleokapsid telanjang, misalnya pada TMV, adenovirus dan warzervirus (virus kulit).
    – Nukleokapsid yang masih diselubangi membran pembungkus misalnya viorus influenza dan virus hespes.
  • Protein, merupakan komponen utama yang menyusun bagian terbesar dari kapsid.
  • Lipid, terdapat pada virus dalam bentuk fosfolipid, gikolipid, asam nukleat, kolesterol dan lemak-lemak alami.
  • Karbohidrat, terdapat dalam bentuk ribose atau deoksirebose dalam asam nukleat.

Manfaat virus

  • Anti bakterial

Dapat menghancurkan bakteri-bakteri yang mengganggu, contohnya bakteri pengganggu pada produk makanan yang diawetkan.

  • Pembuatan insulin

Virus penyebab kanker bisa dicangkokkan bareng gen-gen penghasil insulin atau zat beda ke bakteri sampai-sampai bakteri itu berbiak dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau zat lain.

  • Pembuatan vaksin

Contoh permasalahan pada akhir tahun 1700, Edward Jenner seorang dokter asal Inggris memahami dari pasien-pasien di pedesaan bahwa semua pemerah susu yang sudah terkena cacar sapi (penyakit enteng yang menginfeksi sapi) ternyata resisten terhadap infeksi cacar sesudahnya. Dalam percobaannya, Jenner menggoreskan jarum yang berisi cairan dari luka seorang pemerah sapi yang sudah terkena cacar sapi ke seorang anak laki-laki. Anak itu ternyata resisten terhadap wabah cacar. Virus cacar sapi dengan virus cacar sangat serupa sehingga sistem imun tidak dapat memisahkan adanya partikel asing. Di samping vaksin cacar pun sudah ditemukan vaksin lainnya, contohnya vaksin polio, vaksin rubela, vaksin campak dan vaksin gondongan.

Share
WhatsApp chat