Pengertian Arti Lambang ASEAN Gambar Sejarah Tujuan

Posted on

Pengertian Arti Lambang ASEAN Gambar Sejarah Tujuan – Tentunya anda sudah pernah melihat emblem ASEAN bukan, gambar tersebut tidak jarang terlihat dibuku-buku pelajaran saat membahas kerjasama internasional ASEAN dalam mata latihan geografi, namun apakah anda mengerti makna sesungguhnya dari emblem tersebut? Agar lebih jelasnya marilah kita simak uraiannya sebagai berikut mengenai makna lambang ASEAN dan pun keterangannya

Lambang ASEAN
Lambang ASEAN

Arti Lambang ASEAN

Lambang ASEAN adalah salah satu simbol resmi dari Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), sebuah organisasi regional yang terdiri dari 10 negara di Asia Tenggara. Lambang ini dirancang untuk mencerminkan nilai-nilai dan identitas ASEAN. Berikut adalah penjelasan detail tentang arti dari lambang ASEAN:

1.Bulu-bulu Burung Garuda: Lambang ini menampilkan dua buah bulu-bulu burung garuda, yang merujuk kepada negara Indonesia. Garuda adalah burung mitos yang memiliki makna penting dalam budaya Indonesia, dan juga merupakan lambang negara Indonesia. Penempatan bulu-bulu garuda di lambang ASEAN mencerminkan pentingnya Indonesia sebagai salah satu negara pendiri ASEAN dan peran utamanya dalam organisasi ini.

2.Perisai dan Bintang: Di tengah lambang terdapat perisai dengan bintang berlima di dalamnya. Lima ujung bintang ini melambangkan kelima prinsip dasar ASEAN, yang dikenal sebagai “Pilar ASEAN,” yaitu:

  • Ketidakcampuran dalam urusan dalam negeri negara-negara anggota.
  • Musyawarah dan mufakat.
  • Kepentingan bersama.
  • Kepatuhan terhadap hukum internasional.
  • Penyelesaian perbedaan secara damai.

3.Perisai berbentuk pita dan padi-rice: Perisai ini mengelilingi perisai utama dan menampilkan motif padi-rice, yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara. Padi juga merupakan simbol penting dalam budaya masyarakat Asia Tenggara, karena merupakan salah satu sumber makanan utama di wilayah ini.

4.Warna: Warna perisai dan elemen-elemen lainnya dalam lambang ASEAN adalah emas dan biru. Emas melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan martabat, sementara biru mencerminkan perdamaian, stabilitas, dan persahabatan.

5.Tulisan “ASEAN”: Di bagian bawah lambang terdapat tulisan “ASEAN,” yang merupakan singkatan dari “Association of Southeast Asian Nations” (Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara).

Lambang ASEAN ini dirancang untuk merangkum identitas dan tujuan organisasi ini, yaitu untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kerjasama di antara negara-negara Asia Tenggara. Lambang ini juga menekankan pentingnya nilai-nilai seperti musyawarah, persatuan, dan kesejahteraan di seluruh kawasan ASEAN.

Inilah Nama-nama Negara ASEAN Beserta Nama Ibukotanya
Ketahuilah bahwa pada awalnya ASEAN hanya terdiri dari 5 negara saja, mereka adalah negara-negara pemrakarsa ASEAN yang terbentuk pada 8 Agustus 1967, negara-negara tersebut antara lain adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Namun saat ini jumlah anggota ASEAN bertambah banyak menjadi 10 negara yang berada didalam kawasan yang luasnya 6 juta kilometer persegi. Dan inilah 10 negara ASEAN beserta dengan nama ibukotanya, silahkan disimak:

  • Indonesia, negara ini memiliki ibukota di Kota Jakarta.
  • Malaysia, negara ini memiliki ibukota di Kota Kuala Lumpur.
  • Thailand, negara ini memiliki ibukota di Kota Bangkok.
  • Singapura, negara ini memiliki ibukota di Kota Singapura.
  • Filipina, negara ini memiliki ibukota di Kota Manila.
  • Brunei Darussalam, negara ini memiliki ibukota di Kota Bandar Seri Begawan.
  • Vietnam, negara ini memiliki ibukota di Kota Hanoi.
  • Kamboja, negara ini memiliki ibukota di Kota Phnom Phen.
  • Laos, negara ini memiliki ibukota di Kota Vientiane.
  • Myanmar, negara ini memiliki ibukota di Kota Naypyidaw.

Pengertian ASEAN

ASEAN adalah singkatan dari “Association of Southeast Asian Nations” atau “Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara.” ASEAN adalah sebuah organisasi regional yang terdiri dari sepuluh negara di Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967, dan tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan kerjasama dan integrasi di antara negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara.

  Pengertian Rukun Syarat Dalil Contoh Khutbah Jumat Singkat dan Doa

Poin-poin penting tentang ASEAN meliputi:

  • Keanggotaan: Saat ini, ASEAN terdiri dari sepuluh negara anggota, yaitu Brunei, Kamboja, Filipina, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar (sebelumnya dikenal sebagai Burma), Singapura, Thailand, dan Vietnam.
  • Tujuan: ASEAN memiliki beberapa tujuan utama, termasuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan, mengembangkan kerjasama ekonomi, sosial, budaya, dan politik, serta meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
  • Prinsip-Prinsip Dasar: ASEAN mengikuti prinsip-prinsip dasar yang terdiri dari ketidakcampuran dalam urusan dalam negeri negara-negara anggotanya, musyawarah dan mufakat, kepentingan bersama, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penyelesaian perbedaan secara damai.
  • Struktur Organisasi: ASEAN memiliki berbagai lembaga dan badan kerja, termasuk KTT (Konferensi Tingkat Tinggi), Menteri Luar Negeri ASEAN, Sekretariat ASEAN, dan badan-badan khusus untuk sektor-sektor tertentu seperti ekonomi, keamanan, dan budaya.
  • Hubungan Luar Negeri: ASEAN menjalin hubungan dengan berbagai negara dan organisasi internasional di seluruh dunia. Organisasi ini juga aktif dalam diplomasi regional dan internasional, terutama dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan kawasan Asia Tenggara.

ASEAN memiliki peran penting dalam membentuk dinamika regional di Asia Tenggara dan telah berkontribusi pada perkembangan ekonomi, perdamaian, dan stabilitas di kawasan tersebut. Organisasi ini terus bekerja menuju tujuan-tujuannya dengan berbagai inisiatif dan kerjasama lintas-batas untuk meningkatkan kesejahteraan dan harmoni di antara negara-negara anggotanya.

Sejarah ASEAN

ASEAN, atau Association of Southeast Asian Nations (Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara), terbentuk sebagai hasil dari berbagai peristiwa sejarah dan usaha bersama negara-negara Asia Tenggara untuk meningkatkan kerjasama regional. Berikut adalah rangkaian peristiwa penting yang menyebabkan pembentukan ASEAN:

  • Kerjasama Awal: Pada tahun 1961, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand berpartisipasi dalam Konferensi Bangkok, yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama regional dalam menghadapi ancaman komunisme dan ketegangan di Asia Tenggara. Meskipun konferensi ini tidak mencapai kesepakatan yang konkret, hal ini menciptakan dasar bagi kerjasama lebih lanjut di kemudian hari.
  • Pembentukan MAPHILINDO: Pada tahun 1963, Indonesia, Malaysia, dan Filipina mendirikan MAPHILINDO (singkatan dari Malaysia, Filipina, Indonesia), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara ketiga negara ini. Namun, MAPHILINDO tidak bertahan lama, dan pada tahun 1965, konflik perbatasan antara Indonesia dan Malaysia memicu kegagalan inisiatif ini.
  • Deklarasi Bangkok: Pada tanggal 8 Agustus 1967, lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand, menandatangani Deklarasi Bangkok, yang mendirikan ASEAN. Deklarasi ini menegaskan komitmen untuk mempromosikan kerjasama regional dan perdamaian di Asia Tenggara.
  • Perkembangan Selanjutnya: Dalam beberapa tahun berikutnya, ASEAN mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Brunei bergabung pada tahun 1984, Vietnam pada tahun 1995, Laos dan Myanmar pada tahun 1997, dan Kamboja pada tahun 1999. Dengan demikian, jumlah anggota ASEAN menjadi sepuluh negara seperti yang ada saat ini.
  • Pembentukan Sekretariat ASEAN: Pada tahun 1976, ASEAN mendirikan Sekretariat ASEAN, yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Sekretariat ini bertanggung jawab atas koordinasi dan administrasi program-program ASEAN.
  • Peran dan Kerjasama: Selama bertahun-tahun, ASEAN telah mengembangkan perannya dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, keamanan, sosial, budaya, dan lingkungan. Organisasi ini telah berperan dalam menjaga stabilitas kawasan, mempromosikan perdamaian, dan mengembangkan kerjasama ekonomi melalui pembentukan ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan inisiatif-inisiatif lainnya.
  Proses dan Sejarah Terbentuknya Bumi, Tata Surya, Bulan

ASEAN terus berusaha memperkuat kerjasama regionalnya dan mempromosikan perkembangan kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini telah menjadi pemain penting dalam diplomasi regional dan berperan dalam membentuk dinamika politik dan ekonomi di Asia Tenggara.

Tujuan ASEAN

Deklarasi Bangkok, yang ditandatangani pada tanggal 8 Agustus 1967, adalah dokumen pendiri yang membentuk ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dan menetapkan tujuan-tujuan utama dari organisasi ini. Dalam deklarasi tersebut, tujuan ASEAN dijelaskan sebagai berikut:

  • Memperkuat Stabilitas dan Keamanan: Salah satu tujuan utama ASEAN adalah untuk mempromosikan dan menjaga stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara. Ini mencakup upaya-upaya untuk mencegah konflik, menghindari penggunaan kekuatan militer, dan mencari solusi damai untuk sengketa dan perbedaan antarnegara-negara anggota.
  • Memajukan Kerjasama Ekonomi: ASEAN berkomitmen untuk memajukan kerjasama ekonomi di antara negara-negara anggotanya. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan menghilangkan hambatan perdagangan, mempromosikan perdagangan bebas, dan menciptakan ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi di kawasan.
  • Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Budaya: ASEAN bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan budaya masyarakat di kawasan ini. Hal ini mencakup upaya untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.
  • Memajukan Pembangunan Ekonomi dan Sosial: ASEAN berusaha untuk memajukan pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara anggotanya. Ini mencakup upaya untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara negara-negara anggota.
  • Mempromosikan Kerjasama Teknik dan Ilmiah: ASEAN juga bertujuan untuk mempromosikan kerjasama dalam bidang teknik dan ilmiah, termasuk penelitian dan pengembangan teknologi.
  • Menghormati Prinsip-Prinsip Persamaan dan Kedaulatan: Deklarasi Bangkok menekankan prinsip-prinsip persamaan, kedaulatan, ketidakcampuran dalam urusan dalam negeri, dan musyawarah dan mufakat sebagai dasar-dasar hubungan antarnegara-negara anggota.
  • Membantu Negara-Negara Berkembang Lainnya: ASEAN mengakui tanggung jawabnya untuk membantu negara-negara berkembang lainnya di luar kawasan ASEAN.

Deklarasi Bangkok adalah dokumen dasar yang membentuk ASEAN dan menetapkan panduan dan tujuan utama organisasi ini. Tujuan-tujuan tersebut telah menjadi pedoman bagi ASEAN dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dan kerjasama di kawasan Asia Tenggara.

Itu adalah tujuh tujuan didirikannya ASEAN yang masuk dalam Deklarasi Bangkok yang disepakati pada tanggal 8 Agustus 1967 di Kota Thailand, Bangkok.

Profil Negara-negara Anggota ASEAN

  • Indonesia

Ibukota : Jakarta

Luas Wilayah : 1.904.569 km2

Jumlah Penduduk : 262.787.403 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa : Indonesia

Mata Uang : Rupiah (IDR)

Hari Kemerdekaan : 17 Agustus 1945

Lagu Nasional : Indonesia Raya

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

  • Malaysia

Ibukota : Kuala Lumpur

Luas Wilayah : 329.847 km2

Jumlah Penduduk : 31.809.660 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa : Melayu

Mata Uang : Ringgit (MYR)

Hari Kemerdekaan : 31 Agustus 1957 (dari Inggris)

Lagu Nasional : Negaraku

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

  • Thailand

Ibukota : Bangkok

Luas Wilayah : 513.120 km2

Jumlah Penduduk : 68.615.858 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa : Thai

Mata Uang : Baht (THB)

Hari Kemerdekaan : – (tidak pernah dijajah oleh Negara lain)

Lagu Nasional : Phleng Chat Thai (National Anthem of Thailand)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

  • Filipina

Ibukota : Manila

Luas Wilayah : 300.000 km2

Jumlah Penduduk : 105.893.381 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa : Filipino (Tagalog) dan Inggris

Mata Uang : Peso (PHP)

Hari Kemerdekaan : 12 Juni 1898 (dari Spanyol)

Lagu Nasional : Lupang Hinirang (Chosen Land)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

  • Singapura

Ibukota : Singapura

Luas Wilayah : 697 km2

Jumlah Penduduk : 5.995.991 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa : Inggris, Melayu, Mandarin dan Tamil

Mata Uang : Dolar Singapura (SGD)

Hari Kemerdekaan : 9 Agustus 1965 (dari Federasi Malaysia)

  Biografi Penemu Pesawat Terbang dan Sejarah Perkembangan

Lagu Nasional : Majulah Singapura

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

  • Brunei Darussalam

Ibukota : Bandar Seri Begawan

Luas Wilayah : 5.765 km2

Jumlah Penduduk : 450.565 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa Resmi : Melayu

Mata Uang : Dolar Brunei (BND)

Hari Kemerdekaan : 1 Januari 1984 (dari Inggris)

Lagu Nasional : Allah Peliharakan Sultan

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 7 Januari 1984

  • Vietnam

Ibukota : Hanoi

Luas Wilayah : 331.210 km2

Jumlah Penduduk : 97.040.334 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa Resmi : Vietnam

Mata Uang : Dong (VND)

Hari Kemerdekaan : 2 September 1945 (dari Prancis)

Lagu Nasional : Tien quan ca (The Song of the Marching Troops)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 28 Juli 1995

  • Laos

Ibukota : Vientiane

Luas Wilayah : 236.800 km2

Jumlah Penduduk : 7.234.171 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa Resmi : Lao

Mata Uang : Kip Laos (LAK)

Hari Kemerdekaan : 19 Juli 1949 (dari Prancis)

Lagu Nasional : Pheng Xat Lao (Hymn of the Lao People)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 23 Juli 1997

  • Myanmar (Burma)

Ibukota : Rangoon (Yangon); Naypyidaw (Ibukota administrasi)

Luas Wilayah : 676.578 km2

Jumlah Penduduk : 55.622.506 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa Resmi : Myanmar

Mata Uang : Kyat Myanmar (MMK)

Hari Kemerdekaan : 4 Januari 1948 (dari Inggris)

Lagu Nasional : Kaba Ma Kyei (Till the End of the World, Myanmar)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 23 Juli 1997

  • Kamboja

Ibukota : Phnom Penh

Luas Wilayah : 181.035 km2

Jumlah Penduduk : 16.449.519 jiwa (estimasi Juli 2018)

Bahasa Resmi : Khmer

Mata Uang : Riel Kamboja (KHR)

Hari Kemerdekaan : 9 Nopember 1953 (dari Prancis)

Lagu Nasional : Nokoreach (Royal Kingdom)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 16 Desember 1998

Daftar Nama Sekjen ASEAN

Berikut ini adalah daftar nama-nama yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN (Sekjen ASEAN) beserta negara asal dan masa jabatannya.

  • Hartono Rekso Darsono (Sekjen ASEAN Pertama)

Masa Jabatan : 05 Juni 1976 – 18 Februari 1978

Negara : Indonesia

Tanggal Lahir : 10 Juni 1925

  • Umarjadi Notowijono

Masa Jabatan : 19 Februari 1978 – 30 Juni 1978

Negara : Indonesia

  • Datuk Ali Bin Abdullah

Masa Jabatan : 10 Juli 1978 – 30 Juni 1980

Negara : Malaysia

  • Narciso G. Reyes

Masa Jabatan : 1 Juli 1980 – 1 Juli 1982

Negara : Filipina

  • Chan Kai Yau

Masa Jabatan : 18 Juli 1982 – 15 Juli 1984

Negara : Singapura

  • Phan Wannamethee

Masa Jabatan : 16 Juli 1984– 15 Juli 1986

Negara : Thailand

  • Roderick Yong

Masa Jabatan : 16 Juli 1986– 16 Juli 1989

Negara : Brunei

  • Rusli Noor

Masa Jabatan : 17 Juli 1989 – 1 Januari 1993

Negara : Indonesia

Tahun Lahir : 1927

  • Dato Ajit Singh

Masa Jabatan : 1 Januari 1993 – 31 Desember 1997

Negara : Malaysia

Tahun Lahir : 25 September 1938

  • Rodolfo C. Severino Jr.

Masa Jabatan : 1 Januari 1998 – 31 Desember 2002

Negara : Filipina

Tahun Lahir : 27 April 1936

  • Ong Keng Yong (Sekjen ASEAN 2003-2007)

Masa Jabatan : 1 Januari 2003 – 31 Desember 2007

Negara : Singapura

Tahun Lahir : 6 Januari 1955

  • Surin Pitsuwan (Sekjen ASEAN 2008-2012)

Masa Jabatan : 1 Januari 2008 – 31 Desember 2012

Negara : Thailand

Tahun Lahir : 28 Oktober 1949

  • Le Luong Minh (Sekjen ASEAN sekarang)

Masa Jabatan : 1 Januari 2013 – 31 Desember 2017

Negara : Vietnam

Tahun Lahir : 1 September 1952

  • Lim Jok Hoi (Sekjen ASEAN 2018)

Masa Jabatan : 1 Januari 2018 – Petahana

Negara : Brunei Darussalam

Tahun Lahir : 5 Desember 1951