Pengertian Pendidikan Karakter : Tujuan Manfaat Faktor Jenis

Posted on

Pendidikan karakter merupakan suatu konsep yang semakin penting dalam dunia pendidikan. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan pemberian pengetahuan akademis kepada siswa, tetapi juga mencakup pengembangan nilai-nilai, sikap, dan moral yang baik. Pendidikan karakter membantu siswa menjadi individu yang lebih baik dan lebih bijak dalam menghadapi berbagai situasi dalam hidup mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian pendidikan karakter, pentingnya pendidikan karakter, serta bagaimana pendidikan karakter dapat diterapkan di berbagai tingkatan pendidikan.

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter, sering juga disebut sebagai pendidikan moral atau pendidikan etika, merujuk pada proses pembentukan nilai-nilai, sikap, dan norma-norma moral yang mengarah pada perkembangan individu yang baik dan bertanggung jawab. Ini adalah proses yang berkelanjutan yang dimulai sejak dini dan terus berlanjut sepanjang hidup seseorang.

Pendidikan karakter bukan hanya tentang mengajarkan kepada siswa apa yang benar dan apa yang salah, tetapi juga tentang membantu mereka memahami alasan di balik nilai-nilai tersebut. Ini melibatkan penguatan pemahaman tentang empati, integritas, kejujuran, rasa hormat, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan nilai-nilai lain yang mengarah pada perilaku yang baik dan moral.

Pentingnya Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam pembentukan individu dan masyarakat yang lebih baik. Beberapa alasan mengapa pendidikan karakter sangat penting adalah:

  • Mengatasi Krisis Moral: Di banyak masyarakat, kita sering melihat penurunan nilai moral dan etika. Pendidikan karakter dapat membantu mengatasi krisis moral ini dengan membantu siswa memahami pentingnya tindakan yang baik dan bertanggung jawab.
  • Pembentukan Pemimpin Berkualitas: Pendidikan karakter membantu siswa mengembangkan kepemimpinan yang baik, karena pemimpin yang baik harus berlandaskan pada nilai-nilai moral yang kuat.
  • Meminimalkan Konflik dan Kekerasan: Dengan memahami nilai-nilai seperti empati dan rasa hormat, siswa cenderung lebih baik dalam mengatasi konflik secara damai dan mencegah tindakan kekerasan.
  • Membantu dalam Pengambilan Keputusan: Pendidikan karakter membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan yang bijak dan moral. Mereka belajar untuk mempertimbangkan dampak tindakan mereka pada diri mereka sendiri dan orang lain.
  • Meningkatkan Kualitas Hubungan Sosial: Siswa yang memiliki pendidikan karakter yang baik cenderung memiliki hubungan sosial yang lebih positif dan sehat, karena mereka mampu berinteraksi dengan rasa hormat dan empati terhadap orang lain.

Penerapan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter dapat diterapkan di berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Beberapa langkah yang dapat diambil dalam penerapan pendidikan karakter meliputi:

  • Integrasi Nilai dalam Kurikulum: Nilai-nilai karakter dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum mata pelajaran yang ada, sehingga siswa dapat belajar tentang nilai-nilai ini dalam konteks akademik.
  • Model Perilaku Positif: Guru dan staf sekolah harus menjadi contoh yang baik dalam menunjukkan perilaku yang positif dan moral kepada siswa.
  • Program Ekstrakurikuler: Sekolah dapat menawarkan program ekstrakurikuler yang fokus pada pengembangan karakter, seperti klub kebaikan, debat etika, atau proyek sosial.
  • Konseling dan Pembinaan: Konselor sekolah dapat memberikan bimbingan kepada siswa dalam pengembangan karakter mereka dan membantu mereka mengatasi masalah moral yang mungkin mereka hadapi.
  • Kerja Sama dengan Orang Tua: Orang tua juga harus terlibat dalam pendidikan karakter anak-anak mereka. Sekolah dapat bekerjasama dengan orang tua untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang diajarkan di sekolah juga diterapkan di rumah.

Pendidikan karakter adalah komponen penting dalam pendidikan yang bertujuan membentuk individu yang lebih baik dan masyarakat yang lebih baik pula. Dengan fokus pada pengembangan nilai-nilai moral dan etika, pendidikan karakter membantu siswa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak dalam menghadapi berbagai situasi dalam hidup mereka.

Pengertian Pendidikan Menurut Undang – Undang dan Para Ahli

  • UU Sisdiknas

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

  • Carter V. Good
  Pengertian Demokrasi Pancasila : Prinsip Ciri Asas Sistem Sejarah Tujuan Fungsi Implementasi

Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya.

  • Godfrey Thomson

Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tepat didalam kebiasaan tingkah lakunya, pikiranya dan perasaannya.

  • UNESCO

UNESCO menyebutkan bahwa: “education is now engaged is preparinment for a tife.

Society which does not yet exist” atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada.

Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value). Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu,sekarang,dan masa datang.

  • Thedore Brameld

‘’Education as power means copetent and strong enough to enable us,the majority of people,to decide what kind of a world‘’. (Pendidikan sebagai kekuatan berarti mempunyai kewenangan dan cukup kuat bagi kita, bagi rakyat banyak untuk menentukan suatu dunia yang macam apa yang kita inginkan dan macam mana mencapai tujuan semacam itu).

Robert W. richey menyebutkan bahwa; The term “Education” refers to the broad funcition of preserving and improving the life of the group through bringing new members into its shared concem. Education is thus a far broader process than that which occurs in schools. It is an essential social activity by which communities continue to exist. In Communities this function is specialzed and institutionalized in formal education, but there is always the education, out side the school with which the formal process is related.

(Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja.

Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah).

  • Zubaedi

Zubaedi menyebutkan bahwa
“Character education is the deliberate effort to cultivate virtue that is objectively good human qualities that are good for the individual person and good for the whole society.”

Yang memiliki arti bahwa pendidikan karakter adalah usaha sengaja (sadar) untuk mewujudkan kebajikan, yaitu kualitas kemanusiaan yang baik secara objektif, bukan hanya baik untuk individu perseorangan tetapi juga baik untuk masyarakat secara keseluruhan.

  • Kertajaya

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu.

  • Donie Koesoema

Donie Koesoema mengungkapkan bahwa pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan secara individu dan sosial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan kebebasan individu itu sendiri.

Faktor Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berperan dalam membentuk nilai-nilai, sikap, dan moral individu. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pendidikan karakter adalah:

  • Pendidikan Keluarga: Keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter individu. Nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tua, saudara, dan anggota keluarga lainnya memiliki dampak yang kuat pada perkembangan karakter anak. Lingkungan keluarga yang penuh cinta, dukungan, dan pendidikan moral dapat membantu membentuk karakter yang baik pada anak.
  • Pendidikan Sekolah: Sekolah merupakan tempat utama di mana pendidikan karakter dapat diajarkan secara sistematis. Guru, kurikulum, dan suasana sekolah memainkan peran penting dalam pembentukan karakter siswa. Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam kurikulum, kebijakan sekolah yang mendukung perilaku positif, dan peran guru sebagai contoh yang baik berkontribusi dalam pendidikan karakter.
  • Pendidikan Agama: Agama dan kepercayaan spiritual memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter individu. Prinsip-prinsip moral dan etika dalam agama dapat memberikan panduan kuat bagi pengembangan karakter. Sekolah-sekolah agama dan aktivitas keagamaan dapat memperdalam pemahaman dan praktik nilai-nilai karakter.
  • Budaya dan Nilai Sosial: Budaya dan nilai-nilai sosial yang dianut oleh masyarakat tempat individu tinggal juga memengaruhi pendidikan karakter. Nilai-nilai yang dianggap penting dalam budaya setempat, seperti rasa hormat terhadap orang tua, kejujuran, dan empati, akan memengaruhi cara individu memandang dan mempraktikkan karakter.
  • Media dan Teknologi: Media massa, termasuk televisi, internet, dan media sosial, memainkan peran penting dalam membentuk karakter. Konten yang disampaikan oleh media dapat memengaruhi pandangan individu tentang moralitas, etika, dan perilaku. Oleh karena itu, pengawasan dan penggunaan media yang bijak dapat menjadi faktor penting dalam pendidikan karakter.
  • Interaksi Sosial: Hubungan sosial dengan teman-teman, rekan kerja, dan anggota masyarakat lainnya juga memengaruhi karakter individu. Interaksi dengan orang-orang di sekitar kita dapat mempengaruhi nilai-nilai yang kita pelajari dan praktikkan. Kepedulian sosial, empati, dan perilaku positif dapat berkembang melalui interaksi ini.
  • Pendidikan Khusus: Program-program pendidikan karakter yang dirancang khusus dapat membantu dalam pengembangan karakter individu. Program-program ini dapat mencakup kursus etika, pelatihan keterampilan sosial, dan kegiatan pengembangan karakter lainnya.
  • Pemberian Teladan: Memiliki panutan yang positif, seperti tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki karakter yang baik, dapat memberikan inspirasi dan teladan bagi individu untuk mengembangkan karakter yang serupa.
  • Kendali Diri dan Kesadaran Diri: Kemampuan individu untuk mengendalikan diri dan memiliki kesadaran diri tentang tindakan dan konsekuensinya juga merupakan faktor penting dalam pendidikan karakter. Kesadaran diri membantu individu memahami nilai-nilai yang mereka pegang dan membuat pilihan moral yang baik.
  • Pendidikan Keterampilan Sosial: Belajar keterampilan sosial, seperti komunikasi efektif, negosiasi, dan penyelesaian konflik, dapat membantu individu berperilaku dengan baik dalam interaksi sosial dan membangun karakter yang kuat.
  Pengertian Ketahanan Nasional : Asas Tujuan Fungsi Contoh Menurut Para Ahli

Pendidikan karakter adalah usaha kolaboratif yang melibatkan berbagai faktor dalam kehidupan individu. Untuk mencapai hasil yang optimal dalam pembentukan karakter, pendekatan holistik yang mencakup keluarga, sekolah, budaya, agama, media, dan nilai-nilai sosial sangat penting.

Tujuan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter memiliki berbagai tujuan yang bertujuan untuk membentuk individu yang baik, bertanggung jawab, dan moral. Beberapa tujuan utama dari pendidikan karakter adalah:

  • Mengembangkan Nilai-nilai Moral: Salah satu tujuan utama dari pendidikan karakter adalah mengembangkan nilai-nilai moral yang kuat pada individu. Ini termasuk nilai-nilai seperti kejujuran, empati, rasa hormat, kebaikan, dan tanggung jawab. Tujuan ini bertujuan untuk membantu individu memahami apa yang benar dan apa yang salah, serta mengapa nilai-nilai ini penting.
  • Meningkatkan Kesadaran Moral: Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan kesadaran moral individu. Ini berarti individu menjadi lebih sadar tentang dampak tindakan mereka pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka belajar untuk mempertimbangkan nilai-nilai moral saat membuat keputusan.
  • Mengembangkan Kemampuan Pengambilan Keputusan yang Bijak: Pendidikan karakter juga bertujuan untuk membantu individu mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan yang bijak. Mereka belajar bagaimana mempertimbangkan nilai-nilai moral dalam proses pengambilan keputusan dan membuat keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
  • Membangun Kepemimpinan yang Berkualitas: Pendidikan karakter juga berusaha untuk menciptakan pemimpin yang berkualitas. Individu yang memiliki karakter yang kuat cenderung menjadi pemimpin yang dapat diandalkan dan dihormati oleh orang lain.
  • Mengatasi Krisis Moral dan Etika: Tujuan lain dari pendidikan karakter adalah mengatasi krisis moral dan etika yang mungkin ada dalam masyarakat. Dengan mengajarkan nilai-nilai moral yang kuat, pendidikan karakter dapat membantu mengurangi perilaku negatif seperti kecurangan, kekerasan, dan penyalahgunaan.
  • Meningkatkan Hubungan Sosial yang Positif: Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan hubungan sosial yang positif. Individu yang memiliki karakter yang baik cenderung memiliki hubungan yang lebih sehat dan lebih harmonis dengan orang lain.
  • Mengurangi Konflik dan Kekerasan: Dengan mengajarkan empati, rasa hormat, dan kemampuan penyelesaian konflik yang baik, pendidikan karakter dapat membantu mengurangi konflik dan tindakan kekerasan dalam masyarakat.
  • Mempersiapkan Individu untuk Menghadapi Tantangan Hidup: Pendidikan karakter bertujuan untuk mempersiapkan individu untuk menghadapi berbagai tantangan dan situasi dalam hidup mereka. Dengan karakter yang kuat, individu lebih mampu mengatasi tekanan, kesulitan, dan perubahan dalam hidup.
  • Membangun Masyarakat yang Lebih Baik: Pendidikan karakter juga memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu membantu membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih harmonis. Masyarakat yang dihuni oleh individu dengan karakter yang baik cenderung lebih damai, adil, dan sejahtera.
  • Meningkatkan Kualitas Hidup: Pendidikan karakter pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup individu. Ketika individu memiliki karakter yang baik, mereka cenderung memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan memuaskan.
  Pengertian Apatis, Penyebab, Ciri, Dampak, Contoh Sikap

Pendidikan karakter adalah upaya jangka panjang yang berfokus pada perkembangan moral dan etika individu. Tujuannya adalah membentuk individu yang memiliki karakter yang kuat dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat.

Manfaat Pendidikan Karakter  :

1. Dalam Lingkungan Keluarga.

  • Anak akan menjadi Pribadi yang hormat dan patuh kepada kedua orang tua atau Berbakti kepada kedua Orang Tua.
  • Membentuk pribadi yang bertanggung jawab kepada anggota keluarga (bagi kepala keluarga).

2. Dalam Lingkup Sosial (masyarakat)

  • Anak akan memiliki hubungan yang baik antar Tetangga, Tenggang Rasa atau Tepo Sliro
  • Anak akan memiliki Jiwa sosial yang baik, Ringan tangan atau suka memberikan bantuan kepada warga yang kekurangan.
  • Anak akan Percaya diri untuk Tampil aktif dalam Organisasi kemasyrakatan.

3. Dalam Lingkungan Pemerintahan (Pengabdian kepada Negara)

  • Jika Bekerja sebagai pegawai Negeri di harapkan menjadi pagawai yang Amanah, tidak menyeleweng jabatan terlebih lagi melakukan KORUPSI.
  • Jika dipercaya Oleh rakyat, Seperti anggota DPR/MPR akan memperjuangkan kepentingan rakyat, bukannya memperjuangkan kepentingan pribadi. seperti potret bangsa kita saat ini bayak anggota Dewan yang terlibat kasus suap dan Penggelapan Dana.
  • Jika di Percaya Jadi Pemimpin Diharapkan menjadi pemimpin yang adil, memperjuangkan hak hak rakyat kecil. Dan yang paling penting menjadi pemimpin yang bisa menegakkan keadilan di Negeri ini, Karena krisis kepercayaan di negeri ini sudah hampir musnah, Karena hukum di negeri ini berlaku terbalik yaitu Tajam Kebawah dan Tumpul Keatas.

Jenis Pendidikan karakter

Pendidikan karakter dapat diimplementasikan melalui berbagai pendekatan dan metode. Berikut adalah beberapa jenis pendidikan karakter yang umum digunakan:

  • Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Sekolah: Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan formal. Sekolah dapat mengajarkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, empati, rasa hormat, dan tanggung jawab melalui mata pelajaran tertentu atau kegiatan ekstrakurikuler yang didesain untuk pengembangan karakter.
  • Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek: Dalam pendekatan ini, siswa terlibat dalam proyek-proyek yang memerlukan kerja sama, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Proyek-proyek ini dirancang untuk mengembangkan karakter, seperti rasa tanggung jawab dan kerja sama tim.
  • Mentoring dan Pembimbingan: Mentoring atau pembimbingan adalah cara untuk membantu individu mengembangkan karakter dengan bantuan seseorang yang lebih berpengalaman. Mentor atau pembimbing dapat memberikan panduan dan teladan dalam pengembangan karakter.
  • Pendidikan Agama dan Etika: Banyak agama dan sistem kepercayaan memiliki panduan etika yang kuat. Pendidikan agama dan etika membantu individu memahami nilai-nilai moral dalam kerangka agama atau keyakinan mereka.
  • Program Ekstrakurikuler: Sekolah dan organisasi masyarakat sering menawarkan program ekstrakurikuler yang didedikasikan untuk pengembangan karakter. Ini bisa mencakup klub-klub kebaikan, proyek sosial, atau kegiatan seni yang mempromosikan nilai-nilai positif.
  • Pendekatan Role Modeling: Model peran adalah metode yang melibatkan pemberian contoh perilaku yang positif oleh orang dewasa atau tokoh yang dihormati dalam kehidupan siswa. Ini bertujuan untuk menginspirasi siswa agar meniru perilaku yang baik.
  • Pendekatan Cerita dan Sastra: Cerita dan sastra sering digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai moral. Kisah-kisah, dongeng, dan literatur klasik dapat digunakan untuk mengilustrasikan konsep-konsep karakter yang penting.
  • Kegiatan Kepemudaan dan Organisasi Sosial: Anggota organisasi kepemudaan dan organisasi sosial sering mendapatkan pelatihan karakter melalui kegiatan seperti kegiatan pengabdian masyarakat, program pemimpin muda, dan kegiatan relawan.
  • Pelatihan Keterampilan Sosial: Pelatihan keterampilan sosial melibatkan pengajaran keterampilan seperti komunikasi, negosiasi, dan penyelesaian konflik. Ini membantu individu dalam berinteraksi dengan orang lain secara efektif dan etis.
  • Pendidikan Lingkungan: Pendidikan karakter juga dapat mencakup kesadaran terhadap lingkungan dan tanggung jawab terhadap alam. Ini bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai seperti keberlanjutan dan rasa hormat terhadap alam.
  • Pelatihan Moral dan Etika Profesional: Di tingkat perguruan tinggi dan dalam dunia kerja, pelatihan moral dan etika profesional dapat membantu individu dalam mengembangkan karakter dalam konteks profesional.
  • Pendekatan Bermain dan Simulasi: Dalam pendekatan ini, permainan, simulasi, dan peran-peran dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai karakter dalam situasi yang di-simulasikan.

Pendekatan-pendekatan di atas dapat digunakan secara terpisah atau dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan dan konteks pendidikan. Pendidikan karakter adalah usaha yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai metode untuk membantu individu mengembangkan karakter yang baik dan bertanggung jawab.